Music



Pada tanggal 1 Februari lalu Jennifer Lopez alias J.Lo merilis single barunya, ‘Us’, nyaris 4 tahun setelah ia meriilis album kedelapannya, “A.K.A.”. Sang penyanyi asal New York kemudian melakukan debut live untuk lagu tersebut saat menjadi headliner Super Bowl Night yang berlangsung di The Armory, Minneapolis, Minnesota, pada Sabtu, tanggal 3 Februari lalu.

Dengan mengenakan catsuit gemerlapan, J.Lo mengkonfirmasi sebelum pertunjukkannya berlangsung jika ‘Us’ adalah tentang hubungannya bersama Alex Rodriguez. Memang, tepat pada hari itu setahun sudah hubungan J.Lo bersama sang kekasih. Tak lupa J.Lo mengungkap rasa cintanya kepada Alex.

J.Lo juga menyempatkan untuk memberi penghormatan kepada ikon musik pop, Prince. Kali ini ia mengenakan kostum bodysuit berwarna royal blue rancanangan Giannina Azar. Sang penyanyi berusia 48 tahun membawakan medley lagu-lagu hits Prince seperti ‘Dearly Beloved’, ‘Darling Nikki’ dan ‘When Doves Cry’.

Pertunjukkan J.Lo semakin meriah dengan hadirnya bintang tamu. DJ Khaled membawakan beberapa lagunya, seperti ‘I’m The One’, ‘All I Do Is Win’ dan ‘Wild Thoughts. Sementara itu Ne-Yo bergabung bersama J.Lo saat membawakan ‘All I Have’, di mana ia menggantikan posisi LL Cool J.

J.Lo mengakhiri pertunjukkan dengan membawakan encore kejutan, ‘Let’s Get Loud’ yang dihadirkannya setelah menyanyikan ‘Respect’ milik Aretha Franklin. (creativedisc.com)

Pengelola aset Prince menggugat layanan streaming musik Tidal milik rapper Jay Z agar mencabut sebagian besar katalog mendiang ikon pop tersebut.

Prince tahun lalu mengumumkan kontrak di mana Tidal akan secara eksklusif merilis albumnya yang berjudul HITnRUN Phase One.

Dalam sebuah gugatan hukum, pengelola aset Prince mengatakan bahwa Tidal hanya memiliki hak eksklusif untuk album itu selama 90 hari, dan kontrak tersebut tidak mencakup sisa katalog Prince yang lain.

Tidal dan perusahaan Roc Nation milik Jay Z tidak berkomunikasi dengan pengelola aset untuk memperpanjang penawaran untuk karya Prince di layanan Tidal menurut gugatan yang diajukan Selasa (15/11/2016) ke sebuah pengadilan federal di kampung halaman Prince, Minnesota.

Pengelola aset meminta persidangan juri untuk memaksa Tidal mencabut katalog Prince dan membayar ganti rugi.

Tidal tidak segera membalas gugatan dan katalog besar Prince masih tersedia di Tidal sampai Rabu (16/11/2016).

Prince, yang meninggal karena overdosis obat penawar sakit, tidak meninggalkan wasiat.

Bremer Trust, yang berkuasa atas pengelolaan asetnya, sejak itu berusaha mencari cara untuk memperoleh pendapatan tetap dan telah merundingkan penerbitan dengan sejumlah label rekaman. (kompas.com)

Paisley Park, studio dan rumah milik Prince telah disetujui untuk secara permanen beroperasi sebagai sebuah museum. Dewan Kota Canhassen telah menandatangi permintaan ini pada Senin, 24 Oktober, beberapa bulan setelah pengajuan pengalih fungsi bangunan dengan dilakukannya pengubahan lalu lintas, keamanan bagi pejalan kaki dan penyediaan lahan parkir.

Sebelum Dewan Kota menyetujui, mereka membutukan waktu untuk mempelajari pengaruh penubuhan Paisley Park sebagai museum kepada kota Chanhassen, dengan perkiraan jumlah pengunjung adalah sekitar 600.000 pertahun. Setelah mendapatkan keluhan dari fans sulit untuk berkunjung ke Pasiley Park, maka Dewan Kota memberikan izin sementara bagi dibukanya museum untuk sementara, di hari-hari tertentu, sebagaimana yang dilaporkan oleh Star Tribune.

I’m happy for the council, I’m happy for the community, I’m happy for the operator,” ungkap Walikota Denny Laufenburger. “[It’s a] big benefit for the community.

Sejauh ini museum telah dikunjungi oleh sekitar 12.000 orang dan sejauh ini tidak mendapatkan keluhan dari warga sekitar, sebagaimana yang diungkap oleh Joel Weinshanker, managing partner dari Graceland Holdings, yang mengurus Paisley Park.

Museum dibuka untuk tur dari Kamis hingga Minggu mulai pekan ini. Tiket dibandrol sebesar $38.50 tur standar dan $100 tur VIP. Namun para fans sudah tidak bisa meninggalkan memento di halaman depan pagar karena dianggap bisa mengganggu lalu lintas pejalan kaki. (creativedisc.com)

Los Angeles - Meninggalnya musisi besar Prince pada April lalu, masih menyisakan duka. Terlebih lagi, selama berminggu-minggu, masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab musisi asli Amerika itu meninggal. Namun belakangan, laporan baru terkait kematiannya telah disampaikan.

Seperti dilansir dari Huffington Post, Kamis (2/6/2016), sebuah lembaran dari Midwest Medical Examiner's sempat disebarkan di media sosial. Dilaporkan bahwa Prince meninggal karena overdosis fentanyl, salah satu jenis obat tidur sintetis yang 80 kali lebih kuat dari morfin dan ratusan kali lebih kuat dari heroin. 

Terdapat juga laporan data lain yang mengonfirmasi waktu kematian Prince. Disebutkan bahwa Prince meninggal pada 21 April 2016 pukul 10.07 pagi, seperti dilaporkan TMZ.

Sebelumnya memang ada kecurigaan bahwa Prince meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang. Associated Press sempat mengangkat informasi tersebut, namun tak mau mengumumkan jati diri narasumbernya yang tak punya kewenangan untuk bicara.

Prince meninggal di studio Paisley Park, Minnesota pada 21 April di usianya yang ke-57. Otopsi dilakukan pada hari berikutnya, namun hasilnya tidak meyakinkan. Diperlukan pengujian toksikologi lebih lanjut untuk menentukan penyebab kematian.

Pada konferensi pers yang digelar 22 April 2016, Sheriff Carver County Jim Olson mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Prince. Polisi juga tidak punya alasan untuk menyimpulkan bahwa bunuh diri menjadi penyebab kematian Prince. (liputan6.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM