Music



Gara-Gara Drake, Pelanggan Spotify Minta Pengembalian Uang

Promosi besar-besaran di Spotify yang dilakukan Drake untuk album barunya, “Scorpion”, rupanya telah memancing kemarahan pelanggan berbayar layanan streaming ini. Beberapa dari mereka bahkan meminta “refund” alias pengembalian uang.

Sang rapper Kanada meluncurkan album di hari Jumat, 29 Juni lalu, dengan menjadi artis pertama yang “mengambil alih” Spotify. Dengan demikian foto dirinya muncul di mana-mana sebagai cover-art untuk berbagai playlist di Spotify. Bahkan di playlist yang lagunya sama sekali tidak disertakan.

Promosi (terlalu) gencar ini jelas membuat gusar pelanggan yang sudah membayar biaya bulanan untuk bebas iklan, namun mau tidak mau harus menerima bulat-bulat promosi Drake di Spotify. Keluhan para pelanggan berbayar ini sontak memenuhi media sosial, seperti di bawah ini misalnya:

Meski begitu, pada kenyataany “Scorpion” memang berhasil memecahkan rekor straming Spotify, di mana album ganda beramunisi 25 lagu ini mendapatkan 132 juta streaming hanya di 24 jam pertama setelah dirilis. Lebih banyak 53 juta kali dibandingkan pemegang rekor sebelumnya, “Beerbongs & Bentleys” milik Post Malone. (Creative Disc)

 

Layanan streaming terbesar saat ini, Spotify, sepertinya semakin besar saja. Kini disebutkan jika Spotify telah sukses meraih lebih dari 60 juta pelanggan.

Kabar ini terungkap dari sebuah laporan yang dilepas oleh Reuters, dan menyusul klaim di bulan Maret lalu yang menyebutkan jika layanan ini telah mendapatkan 50 juta pelanggan berbayar. Ini berarti hanya dalam 4 bulan saja, Spotify telah sukses mendapatkan 10 juta pelanggan baru.

Dengan demikian Spotify sejauh ini masih memimpin dalam pasar layanan streaming dan jauh mengalahkan pesaing ketatnya, Apple Music, yang di bulan Juni lalu diungkap memiliki sekitar 27 juta pelanggan berbayar.

Sukses masif ini tentunya membuka peluang bagi banyak insan musik, termasuk berbagai label indie yang akan memanfaatkan Spotify untuk secara eksklusif memperdengarkan rilisan-rilisan baru mereka, setidaknya dalam periode tertentu.

Sebuah perjanjian baru antara Spotify dan agensi hak digital Merlin, yang mewakili ribuan label indie terkemuka dunia, seperti XL, Domino dan Warp, akan menghadirkan sebuah “jendela” perilisan. Artinya, album baru dari berbagai label ini hanya akan tersedia bagi para pelanggan berbayar Spotify untuk dua minggu pertama setelah dirilis.

Langkah ini tentunya mendorong lebih banyak lagi pengguna yang melanjutkan langganan Spotify mereka, bahkan mungkin menarik pelanggan baru, sehingga nantinya akan menghasilkan lebih banyak profit baik untuk sang artis maupun label yang menaungi mereka. Artis-artis yang semula ragu memanfaatkan Spotify pun bisa jadi akan tergerak untuk memasukkan musik mereka ke dalamnya. Win-win solution, indeed. (creativedisc.com)

Akun Spotify Taylor Swift akhirnya telah mencapat centang biru alis teverifikasi. Apakah ini akan mengkonfirmasi rumor yang berkembang jika Swift akan segera merilis materi barunya, sebagaimana petunjuk yang diberikannya di Instagram beberapa waktu lalu?

Hubungan Swift bersama layanan streaming musik memang kurang harmonis. Setidaknya di tahun 2014 lalu Swift telah memutuskan untuk menarik semua katalognya dari Spotify setelah ia merilis album “1989”. Saat itu Swift menyebutkan Spotify sebagai “percobaan besar” yang tidak memberikan perlakuan adil dalam memberi kompensasi pada artisnya.

Di bulan November 2016 Swift dikabarkan mempertimbangkan ulang sikapnya pada Spotify setelah melakukan sebuah diskusi bersama pimpinan divisi program content Spotify cabang Inggris, George Ergatoudis. Saat itu Ergatoudis menyebutkan belum ada kepastian apakah Swift akan kembali ke Spotify, namun ia merasa optimistik. Setidaknya indikasinya bagus, demikian katanya.

Dan kini, dengan telah terverifikasinya akun Spotify Swift, maka bisa jadi optimisme Ergatoudis membuahkan hasil dan bisa saja kita akan mendengarkan lagu baru Swift dalam waktu dekat. (creativedisc.com)

Rapper beken dan suami Beyonce Knowles, Jay Z, telah melakukan tindakan drastis (yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan); ia telah menarik sebagian besar koleksi musiknya dari layanan streaming populer, Spotify.

Sang rapper asal Brooklyn yang juga merupakan salah satu pemilik layanan streaming saingan, Tidal, telah mengambil sikap yang disebut sebagai “opsi inti” sebagai penyebutan untuk kebijakannya dengan menarik berbagai album dan single suksesnya dari Spotify.

Satu-satunya album Jay Z yang tersedia di Spotify adalah album-album rilisan 1997, “In My Lifetime Vol. 1” dan “Reasonable Doubt”, serta album rilisan 1998, “Vol. 2 Hard Knock Life”. Yang juga masih tersedia adalah “Collision Course”, album kolaboratif bersama Linkin Park yang dirilis di tahun 2004, serta beberapa single, termasuk kolaborasi bersama Kanye West, ‘N***as in Paris’, sebuah remix lagu Fat Joe dan Remy Ma. ‘All The Way Up’ serta ‘Clique’, juga bersama Kanye.

Spotify sendiri sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Billboard dengan menyebutkan “beberapa” musik Jay Z telah ditarik dari layanan mereka atas “permintaan sang artis”. (creativedisc.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM