Music

Kesempatan bagi wanita untuk berkarier memang terbuka luas, bahkan menduduki posisi puncak di perusahaan. Kondisi ini bisa membuka kemungkinan karier istri yang lebih melesat di banding suaminya.

Meski kesetaraan gender sudah lama digaungkan, tetapi faktanya masih banyak pria yang merasa berat menerima kondisi karier istri yang lebih sukses.

"Itu memang jadi tantangan untuk pria saat ini. Bukan hanya pendidikan istri lebih tinggi, karier dan penghasilan juga bisa lebih tinggi," kata Psikolog Tiara Puspita.

Menurut Tiara, kesuksesan istri seharusnya tidak menjadi masalah dalam perkawinan selama komunikasi dapat terjalin dengan baik.

"Istri harus mau mengajak suami bicara, tanyakan apakah ada keberatan jika istri bekerja, lalu dicari jalan keluarnya," kata psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi ini.

Bila kondisi finansial keluarga memang mengharuskan istri membantu mencari nafkah, Tiara menyarankan untuk memberi kompensasi. Misalnya, saat akhir pekan hanya fokus pada keluarga dan mengurus anak-anak.

"Biar balance, suami juga perlu bersikap terbuka bahwa sekarang ini memang eranya wanita untuk bekerja. Bukan berarti laki-laki jadi merasa tertindas," ujarnya.

Demi menjaga ego suami, istri juga sebaiknya menghargai peran suami sebagai pemimpin keluarga.

"Jangan rendahkan penghasilan suami. Tetap menghormati pekerjaan suami dan berterima kasih karena sudah mengijinkan untuk bekerja. Bagaimana pun ego suami tetap perlu didukung," katanya.

Komunikasi yang baik antara suami dan istri, menurut Tiara, akan membantu untuk menghadapi komentar keluarga besar atau lingkungan sekitar.

"Sangat penting agar suami dan istri punya bahasa yang sama saat menjelaskan kepada orang lain. Saling suport sebagai satu tim," ucapnya.

Tiara juga menyarankan agar jika memungkinkan suami bisa menyeimbangkan kesuksesan istrinya. "Barangkali perlu ada usaha lebih atau berganti pekerjaan. Tapi, jika tidak mungkin tetap hargai suami, jangan sampai egonya terusik," paparnya. (kompas.com)

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Emotion mengungkapkan bahwa bangun pagi membuat tubuh lebih segar, produktif, dan bahagia. Selain itu, bangun pagi juga sering dikaitkan dengan kesuksesan dan kekayaan.

Namun, beberapa penelitian dan pakar di bawah ini justru menapik adanya hubungan antara bangun pagi dan kesuksesan. Berikut uraiannya:

Mengurangi kebahagiaan dan kesuksesan?

Kebanyakan orang yang berhasil dan sukses dalam bisnis ataupun karier mengaku bahwa mereka selalu bangun pagi.

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Russel Foster, seorang peneliti ilmu neuro mengatakan, tidak ada riset yang membuktikan bahwa bangun pagi memang membuat Anda lebih produktif, tetapi bukan jaminan Anda mudah menjadi kaya dan sukses.

Dia mengungkapkan menjadi kaya tidak berhubungan dengan waktu Anda bangun tidur, tetapi lebih kepada kemampuan bersosialisasi dan komunikasi.

Badan menjadi lebih segar dan bugar?

Dr Michael Breus yang juga dikenal sebagai The Sleep Doctor mengatakan tubuh setiap orang memiliki waktu produktif yang berbeda-beda tergantung dari stres dan aktivitas harian masing-masing.

Waktu biologis, kata Dr Breuss, memengaruhi kapan waktu paling produktif tubuh manusia.

Penelitian yang dilakukan olehnya menyimpulkan bahwa kebanyakan tubuh orang didunia tidak konsisten produktif setiap jam lima pagi.

Bangun siang membuat Anda malas bekerja?

Pada dasarnya bangun di waktu yang tidak normal dari jadwal harian Anda bisa menyebabkan kondisi tubuh yang kurang tidur sehingga produktivitas pun menurun.

Umumnya, orang yang kurang tidur menjadi mudah marah dan tidak berfungsi dengan baik dalam kegiatan harian.

Penelitian mengungkapkan bahwa manusia yang terus bekerja selama 17 hingga 19 jam tanpa istirahat tidur memiliki performa fungsi yang serupa dengan tubuh yang terkontaminasi konsentrasi alkohol level tinggi.

Anda yang memang terbiasa bangun pagi maka hal itu menjadi keuntungan dan membantu performa kerja Anda. Namun, jika siklus tidur Anda tidak terbiasa bangun pagi dan Anda secara spontan mengubahnya, maka ini seperti melawan grativitas. Alhasil, tubuh Anda pun akan mudah lelah dan stamina menurun sepanjang hari. (kompas.com)

Akhirnya album “More Life” turun tahta juga di Billboard 200. Jadi siapa yang melengserkan album milik Drake tersebut? Tidak lain adalah album debut The Chainsmokers, “Memories…Do Not Open”. Album sukses menghuni posisi #1 dengan penjualan sebanyak 221.000 unit, termasuk 166.000 untuk penjualan secara tradisional, dalam pekan perhitungan yang berakhir pada tanggal 13 April, sebagaimana yang dilaporkan oleh Nielsen Music.

Penjualan album milik duo pengusung musik electronic ini terdorong dengan paket bundling untuk pembelian tiket konser mereka yang berlangsung mulai tanggal 13 April lalu di Miami.

Album ini diisi oleh beberapa hit single terbaru The Chainsmokers seperti ‘Paris’, ‘Something Just Like This’ dan ‘The One’. Sayangnya, jika berharap akan bisa juga mendengarkan hit-hit mereka sebelumnya, seperti ‘Closer’ atau ‘Don’t Let Me Down’, harus kecewa karena album tidak menyertakan mereka.

Sebelum perilisan “Memories…Do Not Open” The Chainsmokers sebelumnya juga sudah menyambangi Billboard 200 berkat dua EP mereka yaitu, “Collage” (2016) yang duduk di posisi 6 dan “Bouquet” (2015) di posisi 31.

Dengan berjayanya The Chainsmokers, maka “More Life” milik Drake pun turun ke posisi 2 dengan 108.000 unit setelah selama 3 pekan berturut-turut berjaya menjadi juara. Mantan juara lain, “Divide” dari Ed Sheeran berada di posisi 3 dengan 70.000 unit.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. Memories…Do Not Open” – The Chainsmokers (221,000)
2. “More Life” – Drake (108,000)
3. “Divide (division sign)” – Ed Sheeran (70,000)
4. “PTX Vol. IV – Classics” – Pentatonix (54,000)
5. “All-Amerikkkan Bada$$” – Joey Bada$$ (51,000)
6. “24K Magic” – Bruno Mars (45,000)
7. “Moana” Soundtrack – Various Artists (43,000)
8. “Painting Pictures” – Kodak Black (39,000)
9. “Future” – Future (38,000)
10. “Pure Comedy – Father John Misty (35,000)

(creativedisc.com)

Banyak yang percaya berkerja dengan cara cerdas dapat mempercepat kesuksesan dalam karier dan kehidupan. Setuju?

Bagi sebagian orang, kerja keras itu diperlukan agar tujuan bisa tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Sedangkan kubu yang lain punya opini bahwa kerja itu tidak perlu terlalu ngoyo. Cukup kerja dengan cerdas. Minim kelelahan, tapi hasilnya maksimal.

Hanya ada satu hal yang dilupakan. Bekerja cerdas itu tidak datang tiba-tiba. Seseorang baru bisa menguasai ilmu berkerja dengan cerdas setelah tahu bedanya keberhasilan dan kegagalan.

Tidak ada dalam rumus bekerja dengan cerdas itu langsung bisa dilakukan. Justru berkerja dengan cerdas itu mensyaratkan bekerja keras terlebih dahulu. Jadi lebih baik abaikan saja kalau ada yang bilang kerja cerdas itu gampang. 

Kerja keras diartikan bekerja sedemikian kerasnya sampai-sampai hidup ini hanya habis untuk bekerja. Tidak ada lagi waktu dan energi untuk kegiatan lainnya.

Sementara berkerja dengan cerdas bisa dimaknai bahwa waktu tidak cuma dihabiskan untuk bekerja, dengan catatan output dari pekerjaan tetap sama.

Nah, sekarang berkaca pada diri sendiri. Sayang kalau masih berkutat pada kerja keras. Karena itu jadilah pekerja yang cerdas. Simak tanda-tanda orang yang sukses bekerja dengan cerdas dan tips untuk Anda contoh dari DuitPintar.com berikut ini.

Orang yang sukses menjalankan metode bekerja dengan cerdas, biasanya mampu mengatur waktu bekerja dengan baik dan tidak lebih banyak dari orang lain. Mereka tidak akan menghabiskan jam kerja hanya untuk bekerja, biasanya orang-orang seperti ini piawai mendelegasikan pekerjaan. Tak hanya itu kemampuan multitasking mereka pun patut diacungi jempol, karena biasanya juga cerdas memanfaatkan waktu di luar jam kerja.

Tenang, untuk Anda yang ingin meraihnya intip berikut ini.

1. Atur skala prioritas

Perencanaan itu penting. Buat perencanaan berisi daftar apa saja yang harus dilakukan esok hari berdasarkan ukuran skala prioritas. Letakkan pekerjaan paling penting di urutan pertama.

2. Batasi waktu kerja

Mulailah membatasi waktu kerja. Hindari mengurus pekerjaan begitu sudah tiba di rumah. Memeriksa email atau membalas pesan dari kolega sebenarnya sama saja dengan bekerja.

3. Luangkan waktu dan nikmati hobi

Sudah banyak riset yang mengungkapkan kalau orang yang punya hobi di luar kantor cenderung lebih piawai dalam bekerja.

4. Beristirahat

Tubuh dan otak ada batasnya. Jadi buatlah aturan main saat bekerja dan mengejar karier. Pilih jalan yang membuat otak dan tubuh nyaman. Menekan otak dan tubuh terus menerus jelas bukan langkah bijak. Yang ada malah mengundang penyakit. (liputan6.com)

Page 1 of 5

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net