Music



Sidang kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada Taylor Swift masih berlanjut. Dalam kesaksian di hari ke-tiga persidangan melawan tergugat David Mueller, Swift mengaku ketakutan saat kejadian pelecehan itu terjadi padanya di Denver pada 2013 lalu.

"Itu jelas sebuah rabaan, rabaan yang sangat lama," kata Swift dalam persidangan, seperti diberitakan Reuters. "Itu sangat disengaja. Tangan dia (David Mueller) memegang bokong bawah saya. Saya merasakan dia menggenggam bagian itu melalui bawah dress saya,"

Sidang kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan presenter radio David Mueller telah dimulai sejak Selasa (8/8) lalu.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari gugatan yang dilayangkan Swift atas tindakan yang diklaim dilakukan oleh Mueller dalam acara jumpa fan sebelum konser pelantun Red itu di Denver, Juni 2013.

Dalam gugatannya, Swift mengaku mengalami pelecehan oleh Mueller yang saat itu ikut dalam acara foto bersama dengan Swift dan kekasihnya. Akibat tudingan Swift, Mueller dipecat dari pekerjaannya.

Mueller membantah tudingan melakukan pelecehan dalam sidang di hari pertama. Di hari ke-dua (9/8), ibunda Taylor Swift, Andrea Smith, menyebut sang putri menceritakan kejadian tersebut dan sakit hati karenanya.

Swift juga menyebut dalam kesaksiannya, sebelum berfoto, Mueller dan kekasihnya sempat minum cocktails.

Serta ketika ditanya pengacara Mueller, Gabriel McFarland, alasan pengawal Swift tidak menghentikan tindakan sang presenter radio, pelantun Out of The Woods itu mengatakan tidak ada yang menyangka insiden itu akan terjadi.

"Tidak ada yang dapat mengira kejadian itu terjadi. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu sangat menakutkan dan mengejutkan," kata Swift.

"Dia menaruh tangannya di bokong saya. Saya tahu itu tindakan Mueller," kata Swift dengan cepat ketika McFarland menyebut peluang pria lain yang melakukan tindakan tidak senonoh itu.

Tudingan Swift dikuatkan oleh kesaksian fotografernya, Stephanie Simbeck.

Simbeck menyebut ketika akan difoto, Mueller tampak menggerakkan tangannya ke bagian belakang pinggul Swift dan sesaat kemudian sang penyanyi menggeser pinggulnya menjauh dari Mueller.

"Dari lensa kamera, saya melihat Mueller menaruh tangannya ke bokong Swift. Swift sudah berusaha menjauh," kata Simbeck.

"Ketika Mueller dan kekasihnya pergi, Swift berkata kencang 'Bro! Pria itu meraba bokong saya!' dan saya meresponnya 'Saya tahu itu. Saya punya fotonya'. Lalu kami mengecek, dan Swift menemukan tangan Mueller tengah merabanya," lanjut Simbeck.

Saat ditanya alasan Swift tidak langsung melaporkan kepada manajernya begitu kejadian terjadi, mantan Harry Styles itu menyebut ketika itu masih banyak fan dan ia tidak ingin mengacaukan suasana tersebut.

"Saya hanya tidak ingin bertemu Mueller lagi. Dan kini ketika bertahun-tahun setelahnya, dan saya pun disalahkan atas ketidakberuntungan dalam hidupnya," kata Swift saat ditanya tudingan membuat tuduhan palsu oleh Mueller yang menyebabkan sang artis radio kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, manajer tempat Mueller bekerja di KYGO, Robert Call ikut memberikan pernyataan. Call menyebut Mueller dipecat dua hari setelah Swift memberikan aduan kejadian tersebut.

Call menyebut Swift mengadu kepada agensi yang jadi penghubung dia dan radio, Frank Bell. Call mengakui sudah lama mengenal Bell dan tidak meragukan rekannya itu.

Call mengakui ia menginterogasi Mueller soal kejadian tersebut. Mueller awalnya menolak mengakui, namun ketika ditunjukkan foto dia bersama Swift, Mueller tidak bisa berkutik.

"Mueller mengatakan, 'Yah kalau itu terjadi, itu tidak sengaja'. Saya memecatnya karena tangan dia tidak seharusnya berada di situ." kata Call.  (cnnindonesia.com)

Katy Perry merilis album terbarunya Witness. Dalam albumnya ini, Max Martin dan Ali Payami bertindak sebagai produser, dan Purity Ring juga menyumbang tiga buah lagu. Sedangkan Migos, Nicki Minaj dan Skip Marley hadir sebagai bintang tamu.

Album yang berisi 15 lagu itu meluncur di Spotify.

Dalam keterangan tertulisnya, Spotify menyampaikan konfirmasi bahwa Taylor Swift juga merilis albumnya di layanan musik streaming asal Swedia tersebut.

"Kami ingin mengkonfirmasi bahwa seluruh album Taylor Swift kini sudah tersedia di Spotify untuk bisa dinikmati oleh jutaan fansnya," tulis Spotify.

Seluruh album Taylor Swift (5 Album Deluxe) kini sudah tersedia di Spotify, di seluruh negara. Kelima album tersebut adalah "Swift", "Fearless", "Speak Now", "Red" dan "1989". Seluruh album tersebut tersedia untuk pengguna Spotify maupun Premium.

Sebagai informasi, Taylor Swift kembali membuat albumnya dapat dinikmati di berbagai layanan streaming musik, termasuk Spotify, setelah tiga tahun lalu menarik seluruh katalognya dari Spotify. (kompas.com)

Apakah Zayn Malik menyesali duetnya bersama Taylor Swift dalam ‘I Don’t Wanna Live Forever’? Sepertinya begitu. Setidaknya demikian yang dilaporkan oleh Radar Online, di mana mereka menyebutkan jika sang penyanyi Inggris berusia 24 tahun tersebut “dipaksa” untuk bekerjasama dengan Taylor di lagu soundtrack film “Fifty Shades Darker” tersebut.

Sebuah sumber mengatakan pada Radar Onlie jika Zayn mencintai lagunya dan ingin menyanyikan lagunya sendiri. Ia sangat ingin merekam lagunya sebagai solo dan mengira akan mengangkat karirnya lebih tinggi lagi. Lagu memiliki nada-nada tinggi yang bisa dijangkau oleh Zayn dengan sempurna, tapi para boss menginginkan lagunya sebagai duet dan ingin ia melakukannya bersama Taylor.

Sang sumber lebih lanjut menyebutkan jika Zayn merasa enggan karena Taylor merupakan salah satu bintang pop terbesar masa kini dan kebetulan adalah sahabat dari kekasihnya, Gigi Hadid, sehingga mungkin Zayn merasa ada beban tersendiri. Namun jika menilik pernyataannya di atas, bisa jadi duet bersama Taylor menghalangi dirinya untuk menyanyikan lagu secara maksimal, lengkap dengan nada-nada tinggi.

Meskipun lagunya cukup sukses (debut di posisi #6 Billboard Hot 100), namun keputusan kolaborasi bersama Taylor sepertinya masih menjadi uneg-uneg bagi Zayn. Apalagi lagu tidak sesukses yang dibayangkan semula, mengingat ada nama Zayn dan Taylor di dalamnya, demikian kata sang sumber. (creativedisc.com)

Akun Spotify Taylor Swift akhirnya telah mencapat centang biru alis teverifikasi. Apakah ini akan mengkonfirmasi rumor yang berkembang jika Swift akan segera merilis materi barunya, sebagaimana petunjuk yang diberikannya di Instagram beberapa waktu lalu?

Hubungan Swift bersama layanan streaming musik memang kurang harmonis. Setidaknya di tahun 2014 lalu Swift telah memutuskan untuk menarik semua katalognya dari Spotify setelah ia merilis album “1989”. Saat itu Swift menyebutkan Spotify sebagai “percobaan besar” yang tidak memberikan perlakuan adil dalam memberi kompensasi pada artisnya.

Di bulan November 2016 Swift dikabarkan mempertimbangkan ulang sikapnya pada Spotify setelah melakukan sebuah diskusi bersama pimpinan divisi program content Spotify cabang Inggris, George Ergatoudis. Saat itu Ergatoudis menyebutkan belum ada kepastian apakah Swift akan kembali ke Spotify, namun ia merasa optimistik. Setidaknya indikasinya bagus, demikian katanya.

Dan kini, dengan telah terverifikasinya akun Spotify Swift, maka bisa jadi optimisme Ergatoudis membuahkan hasil dan bisa saja kita akan mendengarkan lagu baru Swift dalam waktu dekat. (creativedisc.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net