Music



Muse lagi-lagi menghadirkan single untuk album baru mendatang mereka, yang sampai saat ini masih belum diketahui judulnya. Trio rock asal Inggris ini merilis single berjudul ‘Thought Contagion’ pada Kamis, 15 Februari, berbarengan pula dengan sebuah video musiknya.

Disutradarai Lance Drake, klip sepanjang 3.5 menit ini dimulai dengan seorang pria yang tampak tengah bermain game di sebuah pusat permainan. Setelah pacarnya muncul, pasangan ini berjalan menuju jalanan di mana sang pria memamerkan skillnya dalam nge-dance.

Adegan kemudian berpindah menjadi horor saat semua orang, kecuali sang pria, berubah menjadi zombie dan mengincar dirinya untuk diserang. Tentunya sang pria malang merasa ketakutan dan segera saja berlari memasuki mobil untuk melindungi diri. Pada satu bagian, sekelompok penyelamat datang dan secara paksa menarik pacar sang pria yang telah pula menjadi mayat hidup.

Saat sang pria berpikir ia telah selamat, ada twist mengejutkan. Ternyata kelompok penyelamat tadi berpihak pada kaum zombie!

‘Thought Contagion’ merupakan susulan ‘Dig Down’ yang dirilis Muse tahun lalu. Dalam press-release-nya, vokalis Matt Bellamy mengatakan jika arti judul lagu adalah tentang pikiran orang lain, juga ide dan kepercayaan mereka, yang terkadang bisa menginfeksi pikiran kita dan kemudian mengubah cara berpikir kita pula.

Sebuah filosofi yang memang berbau politik, tapi juga merupakan tema yang pas untuk sebuah kisah horor. Tidak heran jika Muse menghadirkan cita rasa horor dalam klip untuk ‘Thought Contagion’ yang bisa disaksikan di bawah ini:

(creativedisc.com)

Band rock yang kini banting setir ke ranah pop, Paramore, baru saja merilis video musik terbaru mereka. Kali ini untuk lagu berjudul ‘Rose-Colored Boy’. Track masih diambil dari album rilisan 2017 mereka yang menuai banyak ulasan bagus/pujian, “After Laughter”.

Klip ‘Rose-Colored Boy’ digarap oleh Warren Fu, yang sebelumnya kerap mengarahkan klip untuk The Weeknd atau Haim. Konsep yang diusung klip adalah cita rasa era 80-an secara total. Plot klip berfokus pada kru berita yang memamerkan wajah ceria saat berada di depan kamera dan diminta untuk lebih ceria oleh para petinggi stasiun televisi, meski pada kenyataannya mereka sama sekali sedang tidak merasa “happy”.

Di adegan berikutnya kita bisa melihat sang frontwoman band, Hayley Williams, yang berhadapan dengan imej dirinya di saat masih lebih muda dan kemudian ia mengalami pengalaman out-of-body. Konsep 80-an yang diusung klip ‘Rose-Colored Boy’ mungkin terasa “gimmicky”, tapi tidak menghalangi dirinya menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak.

Paramore tampaknya masih mempromosikan “After Laughter” dengan merilis klip untuk ‘Rose-Colored Boy’ yang diset sebagai single keempat setelah ‘Hard Times’, ‘Told You So’ dan ‘Fake Happy’. Kemungkinan masih lama lagi Paramore merilis album baru lain. Jadi, untuk sementara puaskan diri dengan video ‘Rose-Colored Boy’ ini sekaligus kembali ke era 80-an. (creativedisc.com)

Selepas ‘New Rules’, yang telah tercatat sebagai salah satu video tersukses, dan juga terbaik berkan konsepnya yang cerdas, di tahun 2017 lalu, tentunya Dua Lipa punya tantangan tersendiri untuk video berikutnya. Namun sepertinya sang penyanyi bisa menjawan tantangan melalui video untuk single ‘IDGAF’.

Secara tematis, ‘IDGAF’ masih mengusung subjek yang sama dengan ‘New Rules’, yaitu tentang perlunya sikap tidak peduli dan lebih mementingkan kebahagiaan diri sendiri ketimbang memikirkan (pendapat) orang lain. Hanya saja secara atmosfer ia memang cenderung lebih emo ketimbang ‘New Rules’ yang playful.

Hal tersebut kemudian direfleksikan oleh sutradara Henry Scholfield dalam videonya. Ia menyebutkan ingin mewujudkan rasa empowerment dalam lagunya dalam bentuk visual. Oleh karena itu klip tidak hanya sebatas dalam konteks putus cinta. Yang paling utama dalam klip ‘IDGAF’ adalah tentang pergulatan diri yang harus dialami Dua Lipa, yang dalam klip berperan sebagai beberapa karakter sekaligus.

“Videonya tentang sisi kuat dan lemahmu yang saling berseteru hanya untuk menyadari jika mencintai diri sendiri akan membantu dalam mengatasi negativitas yang datang dalam hidup,” jelas Scholfield.

‘IDGAF’ sendiri telah mencapai 45 juta streaming di Spotify, sehingga sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk menjadi hit global lain dari Dua Lipa. Kini, dengan bantuan visualnya, ‘IDGAF’ siap kembali mendominasi. Simak videonya di bawah ini:

(creativedisc.com)

Bruno Mars menyemarakkan awal tahun dengan menghadirkan remix untuk lagunya, ‘Finesse’. Sebagai remix, tentunya Bruno tidak sendiri, karena ia menggandeng rapper yang tengah naik daun, Cardi B, untuk membantunya, Tidak hanya hadir sebagai single, ‘Finesse’ juga dihadirkan dalam sebuah video musik.

Bruno turun tangan sendiri dalam menyutradarai videonya. Dan sang uptown funk-er ini menghadirkan suasana retro yang kental di dalamnya. Tampak di dalamnya Bruno dan Cardi B begitu menikmati suasana retro penuh warna-warni yang disajikan dalam video ‘Finesse’.

‘Finesse’ merupakan single susulan Bruno selepas ’24K Magic’, ‘That’s What I Like’, ‘Versace On the Floor’, dan ‘Chunky’, yang merupakan bagian dari album kelimanya yang dirilis di tahun 2016 lalu, “24K Magic”. Cardi B sendiri sedang menuai sukses besar, karena menjadi satu dari tiga artis di sepanjang sejarah yang memiliki tiga single top 10 secara bersamaan di Billboard Hot 100. Musisi lain adalah The Beatles dan Ashanti.

Simak ‘Finesse’ versi remix dalam video musiknya di bawah ini:

(creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM