Music



Maroon 5 baru saja merilis video untuk membantu promosi single baru mereka, ‘What Lovers Do’. Klip yang cerah ini disutradarai oleh Joseph Kahn dan bercerita tentang sang frontman band tersebut, Adam Levine, yang mencoba merebut hati sang gebetan, yang diperankan oleh featuring act untuk lagunya, SZA.

Kisah cinta dimulai dari masa kanak, di mana klip memperlihatkan seorang anak laki-laki dan perempuan yang berlari di sebuah lapangan dan kemudian memanjat pohon. Belasan tahun kemudian, keduanya sudah dewasa. Sang anak laki-laki yang kini diperankan Adam dalam usia dewasa, masih mengejar sang gebetan hati.

Sebagai visual klip memperlihatkan adegan mereka saat lomba lari, jet ski atau bermain kartu di sebuah kasino di Las Vegas. Tekad Adam untuk mendekati SZA ternyata membuatnya terluka. Namun, meski berakhir di rumah sakit, Adam sepertinya tidak menyesal, karena ada perawat seksi yang menjaganya.

‘What Lovers Do’ dipercaya akan menjadi bagian dari album keenam Maroon 5 yang meski belum diketahui judulnya, namun disebut akan dirilis di bulan November. Album terakhir yang dirilis Maroon 5 adalah “V” yang dilepas di tahun 2014. Sebelumnya Maroon 5 sudah merilis single ‘Cold’ bersama Future dan ‘Don’t Wanna Know’ bersama Kendrick Lamar.

Simak videonya di bawah ini:

(creativedisc.com)

Ed Sheeran kembali ke zona nyamannya, lagu balada manis, melalui ‘Perfect’ yang dipilihnya sebagai single ketiga wilayah Amerika untuk album suksesnya, “Divide”.

‘Perfect’ menyusul langkah ‘Thinking Out Loud’ yang mengusung romansa dengan kuat dan sebuah lagu cinta yang ditulis Ed untuk kekasihnya, Cherry Seaborn. Degan produksi atmosferik kreasi Will Hicks dan Benny Blanco, lagu sepertinya memang disiapkan sebagai soundtrack untuk setiap pasangan kekasih yang tengah dimabuk cinta.

Kisah romansa romantis ini dihadirkan pula dalam video lirik yang juga dihadirkan menyusul perilisan ‘Perfect’ sebagai single. Videonya sendiri merupakan kumpulan sketsa yang menampilkan banyak gambar-gambar bernuansa cinta. Video ditutup dengan sepasang kekasih yang berpelukan di malam penuh bintang yang terasa syahdu.

‘Perfect’ memang memiliki potensi untuk memperpanjang kesuksesan Ed di era album “Divide” sampai penghujung tahun ini. Ed direncanakan untuk membawakan lagunya pertama kali secara live pada hari ini, Senin, tanggal 25 September, dalam acara “Good Morning America”, yang mengindikasikan jika Ed kembali mengalihkan atensinya kepada pemirsa Amerika. (creativedisc.com)

Sejak beberapa hari yang lalu, Agnez Mo sudah memberikan kode-kode melalui video “AGNEZ x MO intro: NOISES” yang nampaknya akan menjadi permulaan kembalinya Agnez Mo setelah melejit dengan “Coke Bottle” tiga tahun yang lalu. Eh? Sudah tiga tahun ya?

Namun sepertinya waktu yang panjang ini memang sengaja untuk mempersiapkan sesuatu yang besar. Seperti sebuah single baru yang dirilis tadi malam berjudul “Long As I Get Paid”. Video untuk lagu ini dirilis melalui channel Agnez Mo Vevo, dan yang penasaran seperti apa bisa nonton di sini:

Di lima detik pertama, memang wajar bila sekelebat kita teringat pada video milik Lady Gaga “Paparazzi” karena lokasi syutingnya memang sama. Agnez Mo memilih sebuah mansion mewah di Los Angeles, Amerika Serikat bernama Chateau d’Or. Kalau dilihat lebih teliti, ini juga lokasi yang sama di mana Beyonce membuat video klip untuk single “Haunted” yang menjadi original soundtrack film Fifty Shades of Grey.

Agnez Mo menggandeng aktor Amerika Brian White sebagai model video clip “Long As I Get Paid”. Tapi sayang tidak ada narasi jelas yang ditampilkan dalam video ini, setidaknya berbentuk sebuah cerita singkat. Jadinya sulit ditangkap apa maksud dari Agnez membawa sebilah belati, padahal Agnez sudah berada di lokasi syuting yang mewah.

Tapi terlepas dari itu semua, kita bisa menikmati indahnya jubah batik yang dikenakan Agnez. Seperti gaun yang dipakai dalam video clip “Coke Bottle”, kali ini Agnez juga mengenakan hasil karya desainer Anne Avantie. Nampaknya Agnez Mo memang selalu ingin menunjukkan kebesaran negara asalnya, Indonesia, dengan memamerkan budaya melalui karya-karyanya. Selain jubah batik yang mewah, Agnez pun sekilas menampilkan gerakan tari jari-jari. (creativedisc.com)

Sam Smith kembali ke dunia musik di awal September lalu dengan single baladanya, ‘Too Good At Goodbyes’. Sebagaimana lagu-lagu Sam yang lain, ‘Too Good At Goodbyes’ pun menghadirkan melankolisme yang siap untuk meremukkan perasaan pendengarnya. Hanya saja, kali ini Sam terdengar lebih gelap dan tidak terlalu optimistik.

Hal tersebut tampaknya terefleksikan dalam videonya yang disutradarai oleh Luke Monaghan. Video menelaah tentang cinta dan kehilangan, baik dalam aspek romantik ataupun keluarga, yang diambil dari sudut pandang yang berbeda. Video memang tidak senantiasa murung, karena tetap terlihat pasangan yang saling berpelukan di dalamnya. Hanya saja, nuansa kelam nyaris senantiasa hadir di sepanjang durasi.

‘Too Good at Goodbyes’ adalah single pertama Sam Smith untuk album keduanya yang akan segera rilis dan susulan album debutnya, “In The Lonely Hour” di tahun 2014. Single juga menandakan single pertama yang dirilisnya selama hampir dua tahun terakhir.

Menurut Sam lagunya diangkat dari hubungan dirinya dengan sang mantan kekasih dan pada dasarnya berkisah tentang bagaimana ia diputuskan. Sedang album baru Sam terinspirasi oleh pelajaran yang didapatnya baik dari pengalamannya sendiri maupun orang lain.

Simak videonya di bawah ini:

(creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM