Music



Harry Styles memberi kejutan pada para penggemar saat ia membuka leg pertama untuk tur dunianya di Basel, Swiss, pada Minggu malam, 11 Maret lalu. Tidak hanya ia menghadirkan set-list berbeda, tapi juga melakukan debut dua buah lagu baru, ‘Oh Anna’ dan ‘Medicine’.

Mantan anggota One Direction ini menyebutkan jika lagu-lagu tadi awalnya ditulis selama proses penulisan materi untuk albu debutnya. Sayangnya dua lagu ini gagal masuk ke “final cut”. “Dua tahun lalu aku mulai mengerjakan album milikku,” kata Harry. “Kalian sangat luar biasa dalam proses ini. Aku ingin berterima kasih untuk dukungan kalian. Kami telah menulis begitu banyak lagu untuk albumnya dan kami memilih (hanya) 10. Dan kami belum pernah memainkan lagu-lagu ini sebelumnya.”

Awalnya Harry memainkan ‘Medicine’, di mana ia mengelilingi panggung saat menyanyikan lagu anthemik ini. “Can I take my medicine, take my medicine / Rest it on your fingertips / Up to your mouth, feeling it out/ Feeling it out,” nyanyi Harry.

Sementara itu ‘Oh Anna’ adalah sebuah lagu pop-rock yang mengandung snippet kecil dari hook gitar ikonik dari lagu hit George Michaels, ‘Faith’. Di dalam lagu Harry bernyanyi, “I don’t want your sympathy, but you don’t know what you do to me / Oh, Anna! / Every time I see your face, there’s only so much I can take / Oh, Anna!”

Belum diketahui apakah Harry akan merilis versi studio untuk ‘Medicine’ dan ‘Oh Anna’. Tapi pastinya para fans sudah meminta sang idola untuk merilisnya. Kita tunggu saja. Untuk sementara, dengar ‘Medicine’ dan ‘Anna’ yang dibawakan Harry secara live di bawah ini:

(creativedisc.com)

“Dream, Hope, & Faith” (2010) sebuah album pop dengan pengaruh jazz yang sangat kuat ini menjadi perkenalan yang sangat manis untuk Monita kepada para pendengar musik Indonesia. Album ini adalah perpaduan antara lagu-lagu cover seperti “Dibatas Mimpi” milik Indra Lesmana atau “Over the Rainbow” karangan Harold Arlen/ E.G. Harburg yang dinterpretasi ulang secara sederhana dengan lagu orisinil yang juga melibatkan Monita pada departemen lirik seperti dalam lagu “Kisah yang Indah”. Keterlibatan musisi jazz terbaik Indonesia seperti Aksan Syuman, Dewa Budjana dan tentu saja Indra Lesmana sebagai produser dan komposer tidak bisa dipungkiri menjadi sebuah batu pijakan yang sangat kuat bagi perjalanan karir dan musikalitas Monita.

 Setelah enam tahun sejak album “Dream, Hope, & Faith”, Monita kembali hadir dengan album penuh kedua nya bertitel “Dandelion” dan lagu “Memulai Kembali” merupakan single pertama yang dirilis oleh penyanyi yang juga adalah seorang lulusan jurusan Desain Grafis ini. Di lagu “Memulai Kembali”, musik folk terasa sangat mendominasi baik secara komposisi musik ataupun instrumen yang dipergunakan. Lirik lagunya sendiri bercerita tentang keputusan hati yang memilih untuk bebas dari masa lalu, tidak menyerah serta melangkah dengan pengharapan. Perpaduan komposisi musik dan lirik yang apik ini melahirkan nuansa yang riang serta menyenangkan dan membuat kita yang mendengarkannya selalu terbayang langit berwarna jingga di sore hari yang hangat.

 

Sebuah keputusan yang berani bagi Monita untuk terlibat dalam hampir keseluruhan komposisi dan juga memproduseri album ini bersama rekan nya, seorang gitaris jazz muda berbakat, Gerald Situmorang. Minimalis dan simple adalah dua kata yang sangat tepat untuk menggambarkan lagu dan album “Dandelion” secara keseluruhan, dan tentu saja Monita kembali berhasil menghasilkan album pop bagus tanpa perlu menjadi pop.

 

review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

Tak perlu lama untuk Meghan Trainor untuk kembali merilis album penuhnya. Hanya satu tahun sejak merilis album pertama bersama major label berjudul “Title” di tahun 2015, penyanyi yang bulan februari kemarin menerima Grammy Awards untuk kategori artis pendatang baru terbaik ini sudah menelurkan album major label keduanya berjudul “Thank You” secara eksklusif pada layanan streaming Apple Music pada tanggal 6 Mei 2016. Sedangkan untuk single “No” sendiri sudah dirilis secara digital juga sejak maret 2016. 

Melalui single ini, Meghan Trainor sepertinya mencoba untuk merubah haluan, baik secara konsep musik yang dimainkan ataupun kemasan secara visual nya. Ini terlihat dari konsep cover album dan video klip dari lagu “No” ini yang menonjolkan tampilan Meghan Trainor yang lebih gelap sehingga membuat ia terlihat lebih dewasa dan ini sangat berbeda jauh dengan konsep tampilan serta musik yang dia mainkan pada album sebelumnya yang lebih berwarna-warni. 

Lirik lagu ini bercerita tentang perempuan yang menolak saat didekati oleh lelaki dan si lelaki tersebut sepertinya tidak menangkap ‘tanda-tanda’ penolakan yang dilakukan si perempuan. Potongan lirik “My name is ‘no’/My Number is ‘no” menggambarkan bahwa si perempuan merasa tidak (belum?) mau untuk didekati lelaki. Secara musik, lagu ini sangat dipengaruhi lagu-lagu pop / RnB pada era 2000 an awal yang dipopulerkan oleh Britney Spears, Destiny’s Child ataupun ‘N Sync di lagu “It’s Gonna Be Me”. Di lagu “No” ini, kita seperti disuguhkan sebuah kenyataan bahwa Meghan Trainor yang kita dengar dan lihat sekarang sangat jauh berbeda dengan Meghan Trainor yang berwarna-warni pada album sebelumnya. Dia pun mendeskripsikan lagu ini sebagai “sesuatu yang tidak (cocok) untuk radio” dan lagu yang sangat “berbeda”. 

Tapi apakah itu hanya untuk membuat orang penasaran? Karena ternyata lagu yang ‘berbeda’ ini sudah mencapai urutan nomor tiga pada US Billboard Hot 100

 

review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

 

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM