Music



IFY ALYSSA

February 06, 2018

Ify Alyssa atau biasa dipanggil Ify sebelumnya sudah cukup dikenal karena pernah menjadi salah satu peserta pencarian bakat untuk anak ‘Idola Cilik’ season pertama tahun 2008, dan sejak menjadi peserta Idola Cilik tersebut, Ify makin dikenal karena membintangi sebuah judul sinetron yang cukup lama tayang dan selanjutnya bersama beberapa pemain di sinetron tersebut, membentuk sebuah girlband bernama “Blink”. musikalitas Ify dibuktikan dengan menciptakan beberapa lagu untuk girlband Blink ini. Setelah grup ini vakum, Ify mulai semakin serius untuk bereksperimen dalam dunia musik, terbukti dari banyaknya video cover version yang diunggah di channel youtube Ify, salah satu yang paling menarik adalah video cover gabungan dari beberapa lagu soundtrack film Disney yang memang sangat digemari Ify.

Dan akhrinya, pada tanggal 20 Oktober 2017 yang lalu, Ify Alyssa memulai debut solo dengan merilis single pertamanya berjudul "Gitar", dengan nuansa musik pop dan akustik. Di lagu ini, Ify berkolaborasi dengan salah satu gitaris jazz Indonesia, Gerald Situmorang yang terlibat sebagai produser dan arangger. "Gitar" merupakan judul lagu yang unik dan Ify memilih untuk membawakan lagu ciptaannya sendiri yang semakin menguatkan karakternya dalam bermusik. Cerita dari lagu ini yaitu tentang seseorang yang terjebak dalam hubungan lamanya, dan hanya bisa mengekspresikan perasaannya dari jauh. Sebuah debut yang cukup menjanjikan, dan sebagai singer/songwriter yang juga piawai bermain alat musik, bisa membuat Ify Alyssa sebagai musisi wanita multi talenta yang keberadaan nya masih sangat sedikit di industri musik Indonesia.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Alat musik pertama yang di pelajari oleh Sheryl dari umur 5 tahun hingga 11 tahun sebenarnya adalah piano. Dia tertarik untuk belajar gitar karena melihat penjaga lingkungan sekitar rumah sering memainkan gitar. Melalui video-video dari YouTube, Sheryl belajar teknik bermain gitar dari artis luar negeri maupun lokal. Sheryl sangat terinspirasi dengan teknik permainan gitar John Mayer. Dan akhirnya kita tahun Sheryl dan gitar sudah tidak bisa dipisahkan. Saat masih berumur 14 tahun, Sheryl sudah di kontrak sebuah label besar Indonesia, Musica Studio’s, dan segera merilis single dan album di tahun 2013 berjudul “Sheryl Sheinafia” yang merupakan nama panjangnya.

Sempat merilis single kolaborasi dengan Ariel ‘Noah’ di tahun 2015, tahun akhir tahun 2017 kemarin, Sheryl kembali berkolaborasi dengan musisi lain yang terhitung masih muda dan sangat berbakat yaitu Rizky Febian dan Chandra Liow, dan menghasilkan lagu berjudul ‘SWEET TALK <3’.

‘SWEET TALK <3’ adalah lagu berbahasa Inggris pertama yang dinyanyikan oleh Sheryl. Lagu ini ditulis oleh Michael Matosic, Tushar Apte, dan Sheryl sendiri dan direkam di Record Burbank Studio, USA. Dan bukan suatu kebetulan apa yang sempat ramai di media sosial yaitu, saat dia di Amerika, Sheryl selain menonton, juga bertemu secara langsung dengan penyanyi favoritnya, John Mayer yang juga menandatangani gitar nya.

Kembali ke lagu ‘SWEET TALK <3’ , lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang saling menyemangati lewat kata-kata, ‘SWEET TALK <3’ membuat Sheryl dan Rizky dituntut untuk mempunyai chemistry yang kuat. Namun Sheryl menjawab dengan santai, “Aku dan Rizky cukup kenal dekat dan tau karakter masing-masing, jadi gak perlu adaptasi terlalu lama.”

Berkolaborasi dengan musisi lain pun menuntut Sheryl untuk mencoba hal-hal baru, salah satunya di lagu ini Sheryl dituntut untuk melepaskan gitarnya dan untuk kebutuhan video clip nya, mengharuskan Sheryl dan juga dua kolaboratornya untuk menari. Ya, ini adalah kali pertama Sheryl harus menari dalam menyanyikan sebuah lagu. “Ini juga jadi tantangan aku di lagu ini, karena untuk pertama kalinya aku diharuskan nge-dance.” ujar penyanyi cantik yang rencananya juga akan mengadakan mini konser di bulan Februari 2018.

Selain harus menari, Sheryl, Rizky, dan Chandra pun menyiapkan video klip ‘SWEET TALK <3’ dengan format yang belum pernah dibuat sebelumnya, yaitu vertical video clip. Kamu bisa cek video nya di bawah ini.

by : Aulia Panji (@pienji)

NADYA FATIRA

October 10, 2017

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz.

Beberapa bulan lalu, Nadya juga tampil sebagai teman duet singer/songwriter lain yaitu Sandy Canester. Dilagu ini, Sandy Canester sebagai pencipta lagu bercerita tentang keperluan nya untuk mencari teman duet di lagu berjudul ”Awalnya” ini. Melalui perjumpaan yang ‘tidak di sengaja’ dengan Nadya Fatira disuatu panggung di Sulawesi, dan dari panggung itu juga Sandy dan Nadya akhirnya sepakat untuk mengarap lagu sepulangnya ke Jakarta. Hanya butuh dua kali brainstorming dan jammming lagu “Awalnya” yang bernuansa akustik minimalis ini tercipta, dimana di beberapa album terakhir, nuansa rock / elektrik lebih banyak menghiasi lagu-lagunya. Dan Sandy sendiri seperti kembali ke awal karir nya dimana dia banyak menciptakan lagu hanya dengan gitar akustik. Sedang Nadya sepertinya sudah cukup yakin dengan konsep akustik minimalis dan sangat cocok dengan lagu ini.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Karir bermusik Randy Pandugo bisa dibilang cukup panjang. Bermusik khususnya dengan gitar sudah dia tekuni sejak SMA dengan gitaris virtuoso macam Yngwie Malmstein, Joe Satriani sebagai panutannya. Randy juga sempat membuat band berformat duo gitar vokal dengan bass bernama Di-Da dan menghasilkan satu album. Tetapi proyek ini tidak berjalan lama dan Randy memutuskan berkarier sebagai solois dan banyak tampil menyanyikan lagu dari musisi luar negeri macam John Mayer, Landon Pigg, Ed Sheeran dan lainnya di beberapa kafe di Jakarta. Dari penampilan-penampilannya tersebut akhirnya Randy ‘ditarik’ untuk bekerjasama dengan salah satu label international yang ada di Indonesia, 

Setelah proses rekrut dengan label tersebut, Rendy segera tancap gas menggarap album penuh pertamanya, dimana semua proses kreatif dan penciptaan dilakukan di Swedia dengan beberapa produser musik pop ternama dunia. Walaupun sempat tidak menulis lagu selama 5 tahun, Rendy ditantang untuk menghasilkan 8 lagu untuk album yang kemudian dinamakan “The Journey” ini hanya dalam waktu 2 bulan workshop di Swedia. Dan hasilnya adalah satu album yang menurut Rendy adalah “album yang berarti bagi saya, karena album ini merupakan rangkuman nada-nada yang ada di kepala dalam lima tahun terakhir, dan banyak hal yang terjadi dalam perjalanan karir musik saya selama lima tahun tersebut”. semua lagu di album ini dibuat dalam bahasa Inggris, karena memang ini menjadi salah satu impian Rendy sejak lama, dan album ini direncanakan untuk juga di promosikan di regional ASEAN.

 

by :  Aulia Panji (@pienji)

Page 1 of 10

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM