Music



Zedd sudah mengantungi salah satu megahit di tahun 2018 ini berkat kolaborasinya bersama bintang country Maren Morris dalam ‘The Middle’. Bop seru tersebut telah memanjat hingga ke posisi #5 di Billboard Hot 100 dan menjadi single top 10 ke-4 milik sang DJ asal Jerman.

Sepertinya Zedd akan segera menambah daftar hitsnya dengan ‘Happy Now’, single barunya yang akan dirilis tanggal 18 Juli besok. Sebagai kolaborator Zedd mengajak artis pendatang baru Elley Duhé.

Sang hitmaker ‘Stay’ memang cukup rajin memberi teaser akan proyek kolaborasi ini melalui media sosialnya di beberapa hari terakhir. Termasuk foto dirinya bersama Elley, cover-art single seperti di atas, dan tentu saja lirik lagu.

Sepertinya ‘Happy Now’ memang disiapkan Zedd sebagai calon potensial untuk wara-wiri mengisi musim panas tahun ini, yang kemudian dilanjutkan di musim gugur yang sebentar lagi menjelang.

Lantas, siapa Elley Duhé? Ia terkenal berkat lagu-lagu viral seperti ‘Fly’ dan ‘Immortal’. Yang paling baru darinya adalah ‘LOST MY MIND’.

UPDATE
Zedd mengaku jika ‘Happy Now’ adalah lagu paling organis yang dikerjakannya setelah cukup lama. Instrumentasi lagu menghindari mesin dan lebih memilih instrumen tradisional. Dan itu memang terdengar jelas dalam ‘Happy Now’ yang bergerak dalam notasi balada.

Bertempo sedang, ‘Happy Now’ memang menjadikan vokal Elley Duhé sebagai penggerak utama. Tetap ada ketukan beat berderap ala dance dalam lagu, namun sebagai balada lagu lebih mengedepankan melankolisme. Apalagi di dalam lagu ini Elley bernyanyi tentang menguatkan diri dan menyatukan serpihan hatinya selepas putus cinta.

“You’re a world away, somewhere in the crowd. In a foreign place, are you happy now,” nyanyi Elley dalam chorus lagu. “You’re the only one who can up and run. Leave me just as empty as the day you came.” (Creative Disc)

Dengar lagunya di bawah ini:



Mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo, meminta publik tanah air membiarkan Lalu Muhammad Zohri untuk konsentrasi di Asian Games 2018.

Pria yang dijuluki sebagai 'Manusia Tercepat di Asia Tenggara' itu mengatakan agar masyarakat memberikan ruang bagi peraih medali emas Kejuaraan Atletik Dunia 2018 U-20 di Tampere Finlandia itu untuk tetap fokus dan tak teralihkan perhatiannya.

Sepulangnya dari Tempere, Zohri akan kembali menjalani latihan persiapan jelang Asian Games 2018. Zohri turun di dua nomor lomba, estafet 4x100 meter yang peluang juaranya lebih besar dari nomor 100 meter yang juga diikutinya.

Di nomor 100 meter, pelari asal China dan Qatar bakal menjadi lawan terberat Zohri lantaran catatan waktu mereka disebut berada di bawah 10 detik. Untuk bisa bersaing, Zohri butuh kembali fokus pada latihannya.

Sorotan publik yang luar biasa kepada Zohri diharapkan tidak mengganggu konsentrasi dan fokusnya untuk menggapai prestasi terbaik di 'rumah' sendiri.

Seperti diungkapkan Suryo Agung, pemegang rekor tercepat se-Asia Tenggara dengan catatan 10,17 detik atau hanya selsisih 0.01 detik dari yang dibuat Zohri di Tempere lalu.

"Sekarang tergantung Zohri. Dia harus kembali fokus latihan. Bukan cuma tugas PASI untuk menjaganya, tapi juga kita semua termasuk media."

"Dulu saya sebulan sebelum 2009 (SEA Games Laos) catatan saya 10,25 detik. Pas lombanya bisa 10,17. Semua juga tergantung bagaimana diri, motivasi dalam diri kita sendiri. Mudah-mudahan dia tidak terpengaruh dengan ini semua," tukas Suryo.

Penemu Bakat Lalu Zohri

Sementara itu, pelatih nasional lari Indonesia Eni Nuraeni memuji prestasi yang diraih atletnya Lalu Zohri yang tampil sebagai juara.

Menurut Eni, Lalu Muhammad Zohri memang sudah lama masuk dalam pantauan tim pencari bakat dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Bakat Zohri terlihat ketika ia mampu berlari cepat saat sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Guru SMP yang melihat bakat Zohri itu langsung meminta Zohri untuk bisa fokus di atletik. Terbukti, Zohri akhirnya dilirik masuk ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sebelum ditarik ke pemusatan latihan nasional di Jakarta.

Zohri bergabung ke Pelatnas Atletik sejak akhir 2017. Semenjak itu, catatan waktu Zohri di nomor 100 meter semakin tajam.

Tampil di test event Asian Games 2018 Februari lalu, Zohri meraih medali perak dengan catatan waktu 10,32 detik. Catatan itu terus diperbaikinya sehingga mampu mendapatkan medali emas di Kejuaraan Atletik Junior Asia di Jepang lewat 10,27 detik.

Di Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Finlandia, Zohri sempat memperbaiki catatan waktunya saat tampil di semifinal yaitu 10,24 detik sebelum mempertajamnya kembali di final dengan torehan 10,18 detik.

 

"Bedanya Zohri dengan yang lain, dia punya niat. Dia datang niat mau berhasil. Dia punya motivasi diri dan disiplin yang bagus," kata Eni kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/7).

Sosok atlet 18 tahun itu juga sering melakukan koreksi terhadap penampilannya sendiri. Eni mengatakan, Zohri kerap kali menanyakan kekurangannya saat latihan supaya bisa tampil lebih baik lagi.

"Setelah kita beri tahu kekurangannya, dia selalu berusaha memperbaiki. Ya, anaknya ulet sekali ya. Dia juga orangnya gampang, tidak macam-macam," ungkap Eni bangga.

Selama berada di pelatnas, Eni juga tak pernah membedakan perlakuannya kepada Zohri dan atlet lain. Ia hanya meminta kepada semua atletnya untuk menghilangkan sistem senioritas di dalam pelatnas.

Terlebih, ada tiga senior Zuhri di pelatnas yang juga berasal dari NTB. Ketiga kakaknya itu diminta Eni untuk menjaga Zohri lantaran ia menjadi yang paling muda di kalangan atlet pelatnas lainnya. (CNN Indonesia)

Indonesia masih kekurangan setidak-tidaknya 4000 hakim sampai hari ini. Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi mengatakan saat ini hanya ada sekitar 7000 hakim yang bertugas di seluruh Indonesia.

"Dulu kita pernah jumlah hakim 8000. Idealnya itu 11.000, kurang 4000 hakim lagi. Sekarang ada yang 1.591 hakim lagi latihan," kata Suhadi di Ciawi, Rabu (18/6).

Suhadi menerangkan sekitar 1500 lebih hakim yang sedang pendidikan itu tidak bisa langsung bekerja. Mereka harus menyelesaikan masa pendidikan selama kurang lebih 3 tahun untuk siap bertugas.

"Pendidikan 2,5 tahun setelahnya ada putusan presiden, biasanya 6 bulan baru bisa diutus ke daerah. Karena itu sekarang banyak pengadilan yang sidang dengan hakim tunggal," terang dia.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah mengatakan aparatur peradilan di daerah perbatasan sangat susah untuk dicari. Bahkan, sempat ada usulan agar standar penerimaan hakim diturunkan dan diutamakan bagi putera daerah.

Namun, Suhadi menegaskan MA akan tetap menetapkan kompetensi hakim sesuai standar. Setiap hakim juga diharuskan untuk siap mengabdi di seluruh pelosok negeri.

"Tidak bisa disesuaikan dengan domisili. Kalau begitu nanti hakim ngumpul di Jawa, ngumpul di Medan. Hakim harus keliling," tegas dia.

Peresmian 86 Pengadilan Ditunda

Presiden telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan 86 pengadilan. Namun, Suhadi mengatakan peresmian pengadilan tersebut masih tertunda.

"Kekurangan hakim dan juga pembangunan dari gedung pengadilan itu sendiri menunggu support pemerintah. Ada juga DIPA dari MA," ungkap dia.

Sebanyak 86 pengadilan baru dibentuk lantaran ada pemekaran daerah di Indonesia. Dia mencontohkan pengadilan untuk kabupaten dan kota Tangerang nantinya akan dipisah karena pemekaran.

"Tapi bertahap, mana yang urgen digeser. Karena hakim itu dia pangkat 4b," tutupnya. (CNN Indonesia)

Apakah kamu adalah orang yang di maksud?

Kirim sekarang juga CV kamu ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan subjek BRAND PROMOTION sekarang juga!

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM