Music News

Ajang penghargaan masih terus berlanjut. Kali ini, 2017 NME Awards digelar pada Rabu, 15 Februari di O2 Academy in Brixton, London Selatan. Sederet musisi dan artis hadir dalam ajang bergengsi penyerahan trofi juara saat itu. Dari sekian banyak musisi serta artis yang hadir, beberapa dari mereka membawa pulang penghargaan yang begitu membanggakan.

Tak akan heran bukan bila Adele kembali menuai kesuksesan di ajang 2017 NME Awards. Setelah di akhir pekan minggu sebelumnya memborong 5 kategori dari Grammy Awards 2017, kali ini pelantun hits “Hello” tersebut membawa pulang penghargaan Best Festival Headliner.

NME Awards memang nyaris selalu memberikan sederet penghargaan dengan kategori unik dan berbeda. Salah satunya, Metallica yang hadir setelah insiden di Grammy Awards sebelumnya. Band ini mengangkat trofi untuk Best International Band supported by Austin, Texas – Live Music Capital Of The World. Sedangkan, the lemonade singer, Beyonce mendapatkan penghargaan sebagai Hero of  The Year dengan kesuksesan album yang dirilis pada pertengahan tahun 2016 lalu.

Sedangkan penghargaan Godlike Genius Award dibawa pulang oleh Pet Shop Boys. Band dari Australia, 5 Seconds Of Summer digelari sebagai Worst Band setelah album yang dirilis tahun sebelumnya dianggap tak sesukses album pertama.

Coldplay juga kebagian penghargaan, kali ini untuk kategori Music Moment Of The Year dengan konser Viola Beach tribute at Glastonbury yang mereka gelar. Terakhir ada band Bastille memenangkan kategori Best Album of the Year untuk rilisan ‘Wild World’ tahun kemarin.

Berikut ini daftar lengkap pemenangnya:

Best British Band supported by Zig-Zag: Biffy Clyro

Best International Band supported by Austin, Texas – Live Music Capital Of The World: Metallica

Best British Male supported by Pilot Pen Company: Skepta

Best British Female: MIA

Best International Male supported by VO5: Frank Ocean

Best International Female supported by VO5: Christine & The Queens

Best New Artist supported by TOPMAN: Dua Lipa

Best Album supported by HMV: Bastille – ‘Wild World’

Best Track supported by Red Stripe: Christine And The Queens – ‘Tilted’

Best Live Band supported by Nikon: The 1975

Best Video: Slaves – ‘Consume Or Be Consumed’

Best Festival supported by ID&C: Glastonbury

Best Music Film: Oasis: Supersonic

Best TV Series supported by Domino’s: Fleabag

Best Film: My Scientology Movie

Music Moment Of The Year: Coldplay’s Viola Beach tribute at Glastonbury

Best Festival Headliner: Adele

Best Small Festival: End Of The Road

Villain Of The Year: Nigel Farage

Hero Of The Year: Beyoncé

Worst Band: 5 Seconds Of Summer

Best Reissue: Oasis – ‘Be Here Now’

Godlike Genius Award: Pet Shop Boys

(creativedisc.com)

Semarang - CLS Knights Surabaya sukses mengalahkan W88.News Aspac Jakarta di seri III Indonesian Basketball League (IBL) 2017. CLS menang telak dengan skor 77-49.

Pada pertandingan di GOR Sahabat, Semarang, Minggu (12/2/2017), Sandy Febiansyakh menjadi penyumbang angka terbanyak untuk CLS dengan 19 poin. Jamarr Andre Johnson menambahkan 16 poin untuk CLS.

Pelatih CLS, Wahyu Widayat Jati, mengaku cukup terkejut dengan selisih poin dalam kemenangan timnya atas tim kuat seperti Aspac.

"Saya tidak menyangka menang dengan marjin sejauh ini karena di laga sebelumnya Aspac bermain bagus," kata Wahyu dalam rilis yang diterima detikSport

Wahyu mengapresiasi kinerja timnya yang tampil apik. Menurutnya, penampilan CLS lebih baik ketimbang saat mengalahkan Bima Perkasa Jogja pada Jumat (10/2) lalu.

"Laga sebelumnya melawan Bima Perkasa mereka bermain kurang bagus. Hari ini seakan ingin menunjukkan performa terbaik. Anak-anak mematikan petembak Aspac sampai mereka tidak mendapat ruang bebas untuk menembak," tambahnya. 

Di kubu Aspac, Andakara Prastawa Dhyaksa menyumbangkan 10 poin, disusul Abraham Damar Grahita yang mencetak sembilan poin, sementara Anthony Hangrove Jr cuma mencetak delapan poin.

Pelatih Aspac, AF Rinaldo, mengatakan, Aspac sejatinya sudah berusaha membuka ruang bagi para petembak jitunya. Namun, game plan tersebut tidak berjalan karena Pierre Henderson, Anthony Hangrove, dan Pringgo Renggowo lebih sering terpancing untuk mencoba memasukkan bola dari bawah jaring.

"Strategi saya di babak kedua sebenarnya berharap big man kami bisa memancing lawan berada di bawah jaring, dan kemudian mengumpan bola keluar untuk dimanfaatkan para shooter," kata Inal, sapaan akrab AF Rinaldo.

"CLS memang tim yang lebih bagus. Mereka lebih tenang dan lebih baik dalam defense maupun offense. Kami sudah berusaha mematikan Sandy dan Jamarr, tetapi pemain CLS lainnya juga bermain bagus," aku Inal.

Inal mengakui timnya lemah dalam transisi dari serangan ke bertahan, terbukti CLS bisa mendapatkan 28 angka dari fast break sementara timnya hanya mencetak empat poin dari serangan balik cepat.

"Defense kami jelek, offense juga sering sendiri-sendiri. Aliran bola kami tidak berjalan. CLS lebih terlihat sebagai tim dibanding Aspac. Mereka rapi, kami harus bisa seperti mereka," kata Andakara Prastawa Dhyaksa.

"Kami bermain tidak seperti biasa. Kesempatan tembakan tiga angka cuma 13 tentu bukan seperti Aspac biasanya," kata Prastawa.

Pada pertandingan lainnya, Satria Muda Pertamina Jakarta mengalahkan Hangtuah Sumsel dengan skor 83-76. Hasil tersebut membuat Satria Muda belum terkalahkan dalam lima pertandingan di IBL 2017. (detik.com)

Timnas Indonesia menang atas Thailand dalam pertandingan final putaran pertama Piala AFF di Stadion Pakan Sari, Cibinong, Rabu (14/12).

Gol dari sundulan kepala Hansamu Pranata pada menit ke-70 yang mengantarkan kemenangan Indonesia, dengan memanfaatkan tendangan sudut yang dilepas oleh Rizky Pora.

Sebelumnya Rizky Pora yang mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Tendangan jauhnya pada menit ke-65, lebih dulu mengenai salah seorang pemain Thailand dan melesat ke sudut gawang.

Thailand lebih dulu unggul di babak pertama lewat gol dari pencetak gol terbanyak Thailand, Teerasil Dangda, pada menit ke-33.

Sundulan kepala Dangda, yang memanfaatkan umpan jauh dari Theerathon Bunmathan, tak bisa dijangkau oleh kiper Kurnia Meiga.

Sebelumnya Indonesia kehilangan pemain sayap andalannya Andik Vermansyah yang menderita cedera dan harus dibawa ke luar lapangan dengan tandu pada menit ke-20 untuk digantikan oleh Zulhan Zamrun.

Pertandingan putaran kedua akan berlangsung di Thailand pada Sabtu 17 Desember 2016, dan hasil seri saja sudah akan mengantarkan Indonesia untuk merebut Piala AFF 2016.

Sejak digelar 1996, Indonesia belum pernah sekalipun meraih gelar juara turnamen antar negara di wilayah Asia Tenggara itu, yang dahulu disebut Piala Tiger. (kompas.com)

FUZHOU - Ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku menikmati permainan saat mereka mengalahkan pasangan Denamrk, Mathias Boe/Carsten Mogensen untuk menjadi juara  China Open Super Series Premier 2016.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses merebut podium utama setelah  mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark, dua gim langsung, 21-18 dan 22-20.

Sukses dapatkan gelar, Kevin/Marcus pun berbagi kunci kesuksesan mereka kali ini. Mereka mengatakan berusaha tampil sebaik mungkin dan menikmati jalannya pertandingan.

“Kuncinya lakukan yang terbaik aja pokoknya. Walaupun tertinggal dicoba aja lagi, kan belum gim. Buktinya kemarin juga sudah mau kalah, tapi ternyata masih bisa menang. Jadi coba aja dulu. Kita belum tau kedepannya ada apa, yang penting berani di lapangan,” kata Marcus. 

“Selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menikmati permainan. Kalau terlalu dipikir terlalu jauh kayanya susah banget buat menang, tapi ternyata bisa,” ujar Kevin menambahkan.

Kevin/Marcus mengaku sempat tegang di poin-poin akhir gim kedua. Sudah unggul 20-16, mereka malah tersusul lawan, menjadi 20-20. Beruntung akhirnya dua poin berikutnya berhasil diamankan pasangan Indonesia.

“Pas udah mau gim saya malah tegang. Takut tidak jadi menang. Karena ini merupakan pengalaman pertama saya juga di premier,” pungkas Kevin.

“Kami sempat ingin buru-buru selesai karena takut kesusul lawan. Malah jadi bumerang buat kami. Untungnya kami kemudian bisa tenang lagi dan menang,” tambah Marcus. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net