Music News



Seorang perempuan asal New Jersey terancam akan mendekam sangat lama di balik jeruji penjara karena dituduh telah meretas alias meng-hack email Selena Gomez.

Susan Atrach, nama sang tertuduh, dituduh telah mengakses dan mencuri properti digital sang popstar dan kemudian mempostingnya secara online. Ia juga dituduh telah mencuri informasi dari salah satu rekan Selena.

Berdasarkan pernyataan Jaksa Wilayah Los Angeles, Atrach dianggap melakukan pencurian identitas, mengakses dan menggunakan data komputer untuk melakukan pemalsuan atau mendapatkan uang, properti atau data, dan mengakses data komputer atau mengambil dokumentasi pendukung tanpa izin.

Sebuah sumber menyebutkan kepada The Blast jika kejahatan terjadi di periode waktu antara Juni 2015 dan Februari 2016. Hukuman maksimum yang bisa dijatuhkan kepada Atrach adalah penjara selama 10 tahun. Keputusan hukuman kepada dirinya akan dijatuhkan pada bulan depan, Agustus 2018. (Creative Disc)

 

Gara-gara font, keluarga Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif terancam masuk penjara. Masalahnya, putri dari Perdana Menteri Pakistan tersebut diduga melakukan pemalsuan dokumen terkait tuduhan Panama Papers.

Padahal kasus ini nyaris gagal terbongkar lantaran kurangnya bukti. Sialnya, pihak jaksa penuntut umum ternyata memergoki bahwa dokumen yang dinyatakan keluar pada 2006 itu ternyata menggunakan font Calibri. Font yang baru resmi dirilis ke publik pada 2007 saat Microsoft Office 2007 meluncur.

Masalah hukum yang menjerat keluarga Perdana Menteri tersebut lantaran mereka dituding menyembunyikan harta kekayaan di luar negeri. Dokumen yang disangka palsu ini dibuat untuk menyembunyikan fakta kekayaan keluarga Perdana Menteri.

Terutama soal kepemilikan properti putri sang Perdana Menteri, Maryam Nawaz di luar negeri. Maryam Nawaz sendiri sudah digadang-gadang menjadi penerus dari si ayah.

Resmi 2007

Dokumen palsu yang terbit pada 2006 itu ditulis menggunakan font Calibri. Padahal font ini menjadi font default pada Office 2007. Dimana Microsoft Word, Power Point, Excel, dan WordPad sudah disetel otomatis menggunakan font tersebut.

Meski demikian, situs web Microsoft menyebutkan bahwa versi awal font ini sudah tersedia untuk diunduh terpisah pada 2005. Selain itu, konsultan font Thomas Phinney, menyebutkan bahwa Calibri sudah tersedia pada Windows pra-rilis pada 2004.

Namun, pencipta Calibri sendiri, Lucas De Groot menyangsikan bahwa font ciptaannya akan digunakan sebelum dirilis untuk publik. "Mengapa ada yang mau menggunakan font yang tidak lazim untuk menulis dokumen resmi pada 2006?" tanyanya saat diwawancara oleh koran berbahasa Inggris di Pakistan, Dawn.

Sementara itu, laman Wikipedia mengenai Calibri telah menerima begitu banyak permintaan pengeditan hingga akhirnya Wikipedia mengunci laman tersebut.

Akibat kasus ini, netizen bereaksi kocak dan mencemooh Maryam Nawaz dengan ramainya tagar #fontgate (cnnindonesia.com)

Badan-badan kemanusiaan mengatakan bahwa mereka mencemaskan keselamatan 750.000 warga Mosul barat, Irak.

 

 

Sebab, pasukan Irak diperkirakan akan melancarkan serangan habis-habisan dalam beberapa pekan ini untuk merebut kembali kota itu dari kekuasaan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pasukan Irak dikabarkan telah menguasai sepenuhnya Mosul timur 100 hari setelah dimulainya operasi militer untuk merebutnya dari ISIS.

Baghadad sekarang memusatkan perhatian pada upaya merebut kembali Mosul barat.

Pertempuran bakal berlangsung berat dan ini menimbulkan kecemasan di kalangan para pekerja kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, hampir separuh korban jiwa di Mosul adalah warga sipil.

Badan dunia itu memperingatkan bahwa warga yang terjebak dalam pertempuran di Mosul barat menghadapi beperapa risiko.

Dikatakan, mereka dapat tewas akibat tembakan atau ranjau, atau selagi digunakan sebagai perisai manusia.

Juru bicara Organisasi Internasional bagi Migrasi (IOM), Joel Millman mengatakan, pihaknya telah menerima informasi yang dapat dipercaya mengenai situasi yang sulit dan menakutkan bagi warga di Mosul barat.

"Kami tahu bahwa pompa-pompa air minum telah diserang dan hancur, sehingga ada kelangkaan parah air minum. Warga menggali sumur di kebun dalam upaya memperoleh air sedapat-dapatnya,” kata Millman.

Selain itu, pasokan pangan tidak cukup dan harga di pasar gelap melangit.

“Kami juga tahu bahwa orang membakar perkakas rumah tangga untuk masak atau menghangatkan ruangan karena tidak ada pasokan elpiji atau gas bahan bakar lain,” tutur Millman.

Sementara kantor PBB urusan HAM melaporkan, warga sipil di Mosul timur terus menjadi korban serangan militan, meskipun bagian kota ini sudah direbut kembali oleh pasukan Irak.

Juru bicara kantor PBB urusan HAM, Ravina Shamdasani, mengatakan, badan itu telah menerima banyak laporan mengenai jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil akibat tembakan artileri atau bom rakitan diri ISIS.

"Warga sipil tewas dan cedera akibat serangan bunuh diri dan penembak jitu ISIS, yang tampaknya menarget warga sipil dan rumah penduduk, dan juga bom-bom rakitan yang ditinggalkan militan ISIS selagi mundur dari kawasan-kawasan ini,” kata Shamdasani.

Menurut dia, ISIS terus menyerang warga yang lari atau menyingkir dari wilayah yang mereka kuasai. Serangan pada Selasa (24/1/2015) melukai seorang warga sehingga kehilangan lengannya.

Serangan-serangan udara di Mosul terus menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, meskipun sulit untuk memverifikasi berapa jumlah penduduk yang telah tewas atau cedera. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM