Music News



Kali ini, Delta FM mau bagi-bagi ticket Djakarta Warehouse Project 2017! 

Caranya gampang banget, pertama-tama pastiin dulu kamu udah follow Instagram @deltafm dan @djakartawarehouseproject tentunya.
Setelah itu, kamu cukup regram dengan format Nama (spasi) Umur (spasi) Kota (spasi) @deltafm (spasi) #DWPDeltaFM lalu jangan lupa untuk mention 1 orang temen kamu yang bakal kamu ajakin ke DWP! Jangan sampai ketinggalan yah karena akan ada 4 Ticket untuk 2 orang yang beruntung!

Acara penghargaan Golden Globes memang dikhusukan untuk film dan serial televisi. Tapi bukan berarti tidak menyediakan kesempatan bagi para musisi untuk bisa pula mendapatkan pialanya, karena Golden Globe Awards juga menghadirkan kategori Best Original Song – Motion Picture. Lantas siapa saja artis yang kali ini menyabet nominasinya?

Golden Globe Awards 2018 pada Senin, 11 Desember telah mengumumkan daftar nominasinya dan untuk kategori Best Original Song – Motion Picture akan bersaing nama-nama populer seperti Mariah Carey dan Nick Jonas untuk membawa pulang piala.

Mariah berkat lagunya ‘The Star’ untuk film animasi yang berjudul sama, “The Star”. Sedangkan Joe mendapat nominasi melalui lagu ‘Home’, juga berkat film animasi, yaitu “Ferdinand”. Mariah dan Nick begitu gembira mendapatkan nominasi sehingga meluapkan rasa suka cita mereka melalui media sosial:

Selain Mariah dan Nick, Mary J. Blige juga mendapat kesempatan untuk membawa pulang Golden Globe berkat lagu yang ditulisnya bersama Raphael Saadiq dan Taura Stinson untuk lagu ‘Mighty River’ untuk film “Mudbound”. Mary tidak hanya berkesempatan membawa pulang piala untuk kategori soundtrack, namun juga kategori Best Supporting Actress in a Motion Picture – Drama, Musical or Comedy berkat aktinganya di film yang sama.

Sementara itu, bersama dengan “The Star”, “Ferdinand” dan “Mudbound”, film lain yang mendapat nominasi adalah animasi “Coco” dan dan musikal “The Greatest Showman”. Berikut nominasi lengkapnya:

Best Original Song – Motion Picture Golden Globe Awards 2018:

“Home” (Nick Jonas, Justin Tranter, Nick Monson) – Ferdinand
“Mighty River” (Raphael Saadiq, Mary J. Blige, Taura Stinson) – Mudbound
“Remember Me” (Kristen Anderson-Lopez, Robert Lopez) – Coco
“The Star” (Mariah Carey, Marc Shaiman) – The Star
“This Is Me” (Benj Pasek, Justin Paul) – The Greatest Showman

(creativedisc.com)

Di hari-hari yang terasa berat, mengistirahatkan mental dan fisik dengan mendengarkan lagu favorit bisa menjadi penyelamat suasana hati Anda.

Manfaat mendengarkan musik untuk menghilangkan stres sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, pernahkah Anda bertanya, sebenarnya, apa sih yang membuat musik bisa membawa efek menenangkan bagi orang yang sedang galau?

Apakah itu dari suara merdu dari sang biduan, lantunan melodi hasil tangan dingin si penggubah lagu, atau justru dari genre musik itu sendiri?

Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Ketika stres melanda, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Untuk melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

Peningkatan hormon stres dalam tubuh ini membuat Anda merasa deg-degan karena denyut jantung meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih. Napas cepat atau hiperventilasi dapat menyebabkan serangan panik. Bagaimana mengatasinya?

Para ilmuwan dari University of Missouri setuju bahwa mendengarkan musik dapat memperbaiki suasana hati. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology ini mengungkapkan bahwa perbaikan mood dan penurunan tingkat stres tampak terlihat setelah 2 minggu rutin mendengarkan musik. Kok bisa?

Begini, lantunan musik yang kita dengar merupakan getaran gelombang suara. Gelombang suara ini masuk menuju telinga bagian tengah tempat bermukimnya gendang telinga, untuk selanjutnya diteruskan ke telinga dalam. Di area telinga dalam, gelombang suara ditangkap oleh sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea untuk diubah menjadi sinyal listrik. Barulah kemudian sinyal suara ini dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga.

Di otak, sinyal listrik ini menyebar ke berbagai bagian dalam waktu bersamaan. Pertama, sinyal listrik ini mampir ke bagian otak temporal yang bekerja untuk memproses input indra (mengubah sinyal tersebut menjadi lagu yang kita dengar), memahami bahasa, dan mengatur emosi.

Sinyal listrik ini juga mengalir ke hipotalamus otak, tempat produksi hormon sekaligus pengatur tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh. Saat merespon sinyal listrik tersebut, hipotalamus langsung bekerja meningkatkan mood bahagia dopamin sambil menurunkan hormon kortisol. Itu sebabnya segala macam gejala yang menyertai stres dapat lambat laun mereda selama Anda mendengarkan musik.

Dopamin dilepaskan karena adanya bagian otak temporal yang membantu Anda memahami bahasa, dan menyimpulkan arti, memberikan makna yang baik terhadap musik tersebut. Ketika Anda memahami lirik dan pesan yang ingin disampaikan dalam lagu, ini akan meningkatkan perasaan bahagia.
Selanjutnya, sinyal listrik tersebut juga masuk ke area otak yang disebut dengan serebelum. Serebelum berfungsi mengkoordinasikan anggota tubuh. Itu sebabnya ketika Anda mendengarkan musik favorit, tanpa sadar Anda ingin ikut menghentakkan kaki, mengetuk jari, atau bahkan berjoget mengikuti irama lagu. Bagian otak lainnya yang disebut amigdala bekerja membantu mengatur emosi dan membantu membangkitkan ingatan bahagia akan lagu tersebut.

Di saat yang bersamaan, bagian otak temporal masih terus bekerja untuk menyimpan ingatan baru. Tujuannya, agar di masa depan ketika mendengarkan lagu yang sama, Anda akan otomatis mengaitkannya dengan ingatan yang menyenangkan.

Dengan demikian, terbuktilah manfaat mendengarkan musik sebagai metode murah meriah untuk menghilangkan stres. Dan ini melibatkan begitu banyak kerja bagian otak dalam satu waktu.

Manfaat mendengarkan musik ternyata juga bisa berdampak pada manajemen pengobatan gejala skizofrenia dan depresi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Torres et al, mendengarkan musik dapat membantu perbaikan fungsi sosial pada orang-orang yang mengidap skizofrenia dan depresi. Selain karena peningkatan mood (dengan cara yang sama seperti di atas), musik dapat membantu mereka lebih bebas mengekspresikan diri mereka, membuat mereka merasa lebih rileks.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Errkila et al, pengidap depresi yang menjalani terapi musik sebagai terapi tambahan, akan mengalami perbaikan gejala yang lebih pesat daripada pasien yang hanya menerima terapi medis saja.

Musik juga kerap kali dilakukan sebagai salah cara untuk menenangkan mereka yang akan mengalami operasi atau tindakan lainnya, sehingga mereka dapat menjadi lebih rileks. (kompas.com)

Penggemar musik dance dan elektronik akan dimanjakan dengan kehadiran duo DJ The Chainsmokers pada awal tahun mendatang. Group yang dikenal dengan hits Closer ini dipastikan akan menggelar konser di Indonesia pada 30 Maret 2018 mendatang. Pada 8 Desember lalu, promotor Townsquare Entertainment dan Third Eye Management memastikan The Chainsmokers akan mengger konser di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Membawa duo Alex Pall dan Andrew Taggart yang tergabung dalam The Chainsmokers memang proyek pertama untuk promotor Townsquare Entertainment dan Third Eye Management. Namun rupanya kedua promotor tersebut percaya diri akan mampu menyuguhkan penampilan terbaik dari duo The Chainsmokers nantinya.

“Townsquare Entertainment sangat antusias untuk melakukan debut kami dalam mendatangkan artis internasional ternama, The Chainsmokers,” kata Arthur Bubu dari Townsquare Entertainment dalam pernyataan resmi yang disadur dari CNNIndonesia.com, Jumat (8/12).

Pernyataan resmi tersebut diberikan oleh promotor bersamaan dengan naiknya jadwal konser dan tur The Chainsmokers di Jakarta, Indonesia dalam website mereka. Selain Jakarta, The Chainsmokers juga melakukan tur konser keliling dunia. Mulai dari New York pada 8 Desember ini. Hingga di bulan Mei 2018 nanti di Amerika Serikat.

Selain kedatangan The Chainsmokers pada 30 Maret mendatang di i Jakarta International Expo, Kemayoran. Group duo ini juga akan hadir di Hong Kong, setelah melakukan tur keliling Eropa sepanjang bulan Februari. (creativedisc.com)

Page 1 of 121

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM