Music News



Kita tahu jika “Memories… Do Not Open” adalah judul untuk album debut The Chainsmokers. Kita juga sudah mengetahui cover-art albumnya, bahkan tanggal rilis, yaitu 7 April. Lantas bagaimana dengan lagu-lagu yang berada di dalamnya? Sejauh ini yang kita ketahui adalah ‘Paris’ dan ‘Something Just Like This’ yang berkolaborasi bersama Coldplay.

Menjadi pertanyaan, apakah hit-hit single mereka sebelumnya, seperti ‘Closer’ atau ‘Don’t Let Me Down’ juga akan menjadi bagiannya? Sekarang jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas telah diketahui jawabannya, karena The Chainsmokers sudah mengungkap tracklist atau judul-judul lagu yang terdapat dalam album “Memories… Do Not Open”.

Daftar lagu ini mereka publikasikan melalui akun Facebook mereka:

Dan dari daftar tersebut kita pun mengetahui jika lagu-lagu dalam “Memories… Do Not Open” adalah lagu-lagu yang sama sekali baru dan tidak menyisakan ruang untuk hit lawas The Chainsmokers. Kita juga bisa mengetahui jika selain Coldplay, The Chainsmokers juga bekerjasama dengan musisi-musisi seperti Emily Warren, Louane, Jhené Aiko dan Florida Georgia Lane.

Meski begitu, vokal Warren akan mendominasi album. Selain menjadi vokal latar untuk single ‘Paris’, ia juga akan hadir di dua track lain. Warren sebelumnya sudah berkolaborasi bersama The Chainsmokers di single ‘Until You Were Gone’ dan membantu menulis untuk lagu peraih nominasi Grammy, ‘Don’t Let Me Down’.

Berikut tracklist untuk “Memories… Do Not Open”:

1. The One
2. Break Up Every Night
3. Bloodstream
4. Don’t Say (feat. Emily Warren)
5. Something Just Like This (with Coldplay)
6. My Type (feat. Emily Warren)
7. It Won’t Kill Ya (feat. Louane)
8. Paris
9. Honest
10. Wake Up Alone (feat. Jhene Aiko)
11. Young
12. Last Day Alive (feat. Florida-Georgia Line)

(creativedisc.com)

Mantan personl boyband Westlife, Shane Filan (37) kembali bertandang ke Indonesia untuk menggelar konser.

Filan mengaku sangat senang bisa kembali ke Indonesia. Selain karena merasa kerasan, ia menilai orang Indonesia sangat ramah.

“Yang paling aku sukai dari Indonesia adalah bagaimana orang-orang berhadapan denganku. Mereka sangat ramah,” ujar Filan dalam jumpa pers Shane Filan "Right Here" Live in Concert di D'Kevin Bar, Bistro & Steak, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

“Semua orang memanggilku Mr Shane di mana-mana,” imbuh pria asal Irlandia itu.

Dua hal itulah yang nyatanya membuat Shane Filan rindu kembali ke Indonesia. Apalagi, Filan memiliki banyak teman dan penggemar di sini.

Pelantun “Beautiful in White” ini juga mengaku kangen bertemu dengan fans. Sebab, setiap kali Filan datang ke Indonesia untuk menggelar konser, banyak penggemarnya yang datang untuk bernyanyi bersama.

Shane Filan pun akan kembali melantunkan sejumlah hits-nya dalam gelaran konser bertajuk “Right Here” di The Hall Senayan City, Jakarta, Selasa (14/3/2017) ini.

Selain membawakan lagu-lagu dari dua album solonya, Shane Filan akan mengajak para penonton bernostaliga dengan lagu-lagu dari Westlife, band yang membesarkan namanya.

Bersiaplah untuk sing along bersama Shane Filan lewat lagu “Uptown Girtl, Me and The Moon”, hingga “You Raise Me Up”. (kompas.com)

Gitaris Slank, Ridho Hafiedz menggandeng musisi legendaris asal Ambon, Bing Leiwakabessy dalam kolaborasinya. Penampilan keduanya pun sudah disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan juga tamu-tamu asing yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Keinginan Ridho untuk menggandeng maestro gitar hawaiian asal Maluku yang kini berusia 94 tahun ini bukannya tanpa alasan. Dirinya menganggap sinergi keduanya terjadi karena idenya yang ingin menggabungkan musik blues yang digemari dengan musik hawaiian.

Dia menilai orang yang cocok diajak berkolaborasi adalah Bing Leiwakabessy alias Opa Bing. Menurutnya legenda hidup tersebut pun catatan sejarah soal perkembangan musik hawaiian di Indonesia. Apalagi Opa Bing mahir memainkan alat musik gitar lap steel.

 

"Gue suka hawaiian dia, makanya pengin gabungin. Apalagi di sini banyak unsur, mulai jenis musik, perbedaan generasi, dan gaya," kata Ridho ditemui di acara Musik Bagus Day di Cilandak Town Square, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

"Kita kolaborasikan gaya main kita. Ridho ngejamnya bagus banget," puji Opa Bing.

Kolaborasi Ridho dan Opa Bing tidak hanya sekadar untuk tampil di panggung. Keduanya bahkan telah mengerjakan sebuah album untuk dirilis. Rekaman hingga mixing telah selesai dilakukan. Namun dia menyebut masih menunggu jadwal peluncuran.

"Sepuluh lagu instrumen blues dan hawaiian. Kita aransemen lagu-ragu rakyat Maluku. Mei kita rilis," ujar Ridho.

Nantinya, album keduanya akan diproduseri oleh Glenn Fredly. Lewat sosok Bing, Glenn berharap Ambon layak menjadi City of Music pilihan badan PBB, Unesco, pada 2019. "Potensi alam dan musik dari timur Indonesia ini sangat besar," kata Glenn.

Tidak hanya Ambon, Glenn menyebutkan, Palu dan Nusa Tenggara juga punya potensi musik blues dan musik lainnya yang sangat besar. "City of Music ini pekerjaan kolektif untuk musik kemajuan musik Indonesia. Kalau Ambon dipilih Unesco, wow, itu luar biasa sekali," ujar Glenn.

Label City of Music ini, lanjut Glenn, juga digunakan untuk pelestarian alam dan lingkungan hidup, bahkan hingga sejarah. "Saya sudah bicara dengan keluarga Jenderal Hoegeng dan semoga terwujud preservasi hawaian music yang akan didirikan di Ambon," pungkas Glenn. (liputan6.com)

Band rock satu ini usianya memang sudah tak muda lagi. Namun bukan berarti The Cranberries kehilangan eksistensinya. Sebaliknya, group dari Irlandia ini masih disibukkan dengan sederet tur hingga rencana peluncuran album. Dan kali ini, The Cranberries siap merilis album terbaru untuk versi akustik aliasn unplugged dari lagu-lagu populer mereka.

Album “Something Else” siap dirilis pada 28 April 2017 nanti. Seperti dalam keterangan The Cranberries pada siaran rilis resmi mereka, album “Something Else” benar-benar akan menampilkan sesuatu yang berbeda. Mengusung genre rock nyaris di setiap lagu hits sepanjang karirnya, untuk album ini The Cranberries justru bakal banting setir dan “mengawinkan” musik rock dengan banyak musik lain.

Diungkap oleh Noel Hogan, sang gitaris, versi akustik untuk album “Something Else” akan berbeda dengan versi akustik di beberapa lagu hits yang pernah mereka  bawakan sebelumnya. Dijelaskan oleh Noel Hogan, akustik memang bukan hal yang asing lagi untuk band ini meski mereka menganut aliran rock.

Salah satu yang menjadikan versi unplugged album ini berbeda dengan versi akustik yang pernah mereka bawakan, adalah adanya kerja sama dengan Irish Chamber Orchestra di University of Limerick, Ireland di beberapa lagu papan atas.

Selain itu, album “Something Else” ini pun memiliki 3 lagu baru dari total 13 track yang akan dirilis. Lagu baru ini, “The Glory”, “Rupture” dan “Why”. sayangnya kemungkinan besar tak akan dibawakan dalam versi string.

Tracklist:

  1. Linger (Acoustic Version)
  2. The Glory
  3. Dreams (Acoustic Version)
  4. When You’re Gone (Acoustic Version)
  5. Zombie (Acoustic Version)
  6. Ridiculous Thoughts (Acoustic Version)
  7. Rupture
  8. Ode To My Family (Acoustic Version)
  9. Free To Decide (Acoustic Version)
  10. Just My Imagination (Acoustic Version)
  11. Animal Instinct (Acoustic Version)
  12. You And Me (Acoustic Version)
  13. Why

(creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net