Music News

Persiteruan antara Kesha dengan mantan mentornya, Dr Luke, ternyata belum usai juga. Kali ini bertambah lagi sumbu pertentangan di antara mereka karena Dr Luke menyebutkan jika Kesha memiliki hitang sebanyak $1.3 juta kepada dirinya dala bentuk royalti yang belum dibayar.

Meskipun sang penyanyi ‘Tik Tok’ telah menarik tuntutan hukum wilayah Californianya kepada sang produser yang bernama asli Lukasz Gottwald tersebut, namun untuk wilayah New York kasusnya masih terus berjalan.

Dr Luke mengungkap detil baru tentang kontrak Kesha dan struktur royalti di pengadilan dan membertahu hakim New York jika sebenarnya Kesha-lah yang berhutang pada dirinya.

Plaintiffs have paid Kesha her royalties for all relevant accounting periods, while Kesha baselessly refuses to pay Plaintiffs the much larger sums she owes them,” ungkap sebuah memorandum yang diajukan oleh pihak pengacara Dr Luke.

Berdasarkan laporan The Hollywood Reporter, Kesha mengklaim dalam sebuah counterclaims yang telah diajukan jika Dr Luke tidak mau mendukung album barunya dan berkeinginan untuk menghancurkan Kesha secara finansial sebagai balasan atas tuduhan pemerkosaan yang diajukan Kesha kepadanya.

Semoga saja urusan Kesha dan Dr Luke cepat selesai dan tidak berbelit-belit lagi. Bagaimanapun Kesha masih memiliki tempat di penikmat musik pop dan karya-karya barunya sudah dirindukan untuk didengarkan. (creativedisc.com)

Setelah membahas Best New Artist, Album of the year dan Song of the Year, kini tiba saatnya kita membahas Record of the Year di Road to Grammy kali ini. 4 kategori yang telah kita sebutkan tadi merupakan 4 kategori yang paling prestisius di Grammy sejak diadakannya acara ini di tahun 1959 lalu. Sedikit beda dengan “Song of the Year”, di “Record of the Year”, ini memilih artis, produser, dan juga teknisi rekaman / mixer.

Yuk kita lihat lebih dalam para nominasinya berikut ini:

“HELLO” ADELE

Greg Kurstin, producer; Julian Burg, Tom Elmhirst, Emile Haynie, Greg Kurstin, Liam Nolan, Alex Pasco & Joe Visciano, engineers/mixers; Tom Coyne & Randy Merrill, mastering engineers

Emosional. It’s kinda typical Adele’s song. Mendengarkan versi instrumentalnya saja sudah bisa bikin kita ingin teriak, apalagi jika ada suara sang diva yang memandu kegiatan shower karaoke kita. “Hello” adalah barang premium, tak ternilai, dan tak tertandingi. Bagaimana sebuah lagu bisa membuat kita ikut merasakan penyesalan dan kepahitan padahal mengalaminya saja belum pernah. Itulah sihir “Hello” dari Adele.

“WORK” RIHANNA FEATURING DRAKE

Boi-1da, producer; Noel “Gadget” Campbell, Kuk Harrell, Manny Marroquin, Noah “40” Shebib & Marcos Tovar, engineers/mixers; Chris Gehringer, mastering engineer

“Work” is musically charming. Awalnya terdengar membosankan, tapi ada suatu hal yang justru menarik dari betapa membosankannya pengulangan kata “work” sebanyak 79 kali di lagu ini. Nada-nada elektronik yang tersusun seolah membentuk alunan music reggae yang asik banget. Dan kini Rihanna telah menambah trademark tunes ciri khasnya, sebelumnya ia telah memiliki “ooh na na” dan “ella ella eh”, kini “work work work” jadi tanda pengenal baru untuknya.

“STRESSED OUT” TWENTY ONE PILOTS

Mike Elizondo & Tyler Joseph, producers; Neal Avron & Adam Hawkins, engineers/mixers; Chris Gehringer, mastering engineer

Lagu “Stressed Out” dari Twenty One Pilots ini memang gold abis. Siapapun bisa langsung mengangguk-angguk menikmati lagu ini meski baru pertama kali mendengarnya. Lagu ini diproduksi oleh Mike Elizondo yang sudah sering mengerjakan project untuk Dr.Dre dan Eminem. Nggak salah kalau lagu ini selalu ada di radio dan hingga Desember 2016 kemarin berhasil terjual lebih dari 2,4 juta copy.

“7 YEARS” LUKAS GRAHAM

Future Animals & Pilo, producers; Delbert Bowers, Sebastian Fogh, Stefan Forrest & David LaBrel, engineers/mixers; Tom Coyne, mastering engineer

“Lukas Graham siapa sih?”
“Itu loh yang lagu: Once I was 7 years old”
Tak sedikit orang yang mengenal lagu “7 Years” tapi tidak tahu kalau Lukas Graham adalah empunya. Memang sebegitu hebat lagu 7 Years ini hingga melejitkan nama Lukas Graham yang baru saja menjejaki panggung music internasional. “7 Years” diproduksi oleh Lukas Graham bersama anak-anak muda yang bertalenta yaitu Stefan Forest dan Morten Ristorp. Keduanya baru saja menandatangi kontrak dengan Warner Chappell Music sebagai duo-produser dengan nama Future Animal. Tapi ketimbang memenangkan Record of The Year, tampaknya lagu ini lebih pantas memenangkan Song of The Year atas keunggulan lirik lagunya, toh “7 Years” juga masuk ke dalam nominasi kategori itu.

FORMATION – BEYONCE

Beyoncé Knowles, Mike Will Made-It & Pluss, producers; Jaycen Joshua & Stuart White, engineers/mixers; Dave Kutch, mastering engineer

Sebuah fakta menyedihkan, terlepas dari Beyonce yang mendapat 9 nominasi Grammy 2017, bahwa lagu “Formation” tidak masuk ke dalam list “Billboard’s year-end list of the top 100 singles of the year”. Sementara 4 pesaing lainnya, “Work”- Rihanna mendapat ranking tertinggi di #4, “Stressed Out” di urutan #5, “Hello” di urutan #7, dan “7 Years” di urutan #12. Agak sulit menjatuhkan pilihan pada “Formation” untuk memenangkan kategori Grammy ini, karena lagu “Work” yang paling setipe dengannya, tampak lebih unggul. Tapi jangan berkecil hati, banyak kok pemenang Grammy Record of The Year yang juga tidak masuk dalam list Billboard itu, seperti lagu “Stay With Me” dari Sam Smith yang pada akhirnya membawa pulang piala tersebut di tahun 2014.

Bagi saya, piala Grammy untuk kategori ecord of The Year pantaslah dibawa pulang oleh Twenty One Pilots untuk lagu “Stressed Out” yang entah kenapa bisa nempel di kepala dalam waktu lama meski hanya beberapa nadanya saja yang kita hafal. Mungkin kecil kemungkinan mengingat nama Twenty One Pilots belum sebesar 3 pesaingnya (kecuali Lukas Graham yang juga pendatang baru). Tapi apa salahnya menyimpan harapan pada duo yang sudah langsung menuai kesuksesan sejak debut awal mereka. (creativedisc.com)

Bush secara resmi baru saja mengumumkan come-back mereka di tahun 2017, lengkap dengan sebuah album baru dan konser yang akan berlangsung di kota London bulan depan.

Band rock yang gawangan Gavin Rossdale yang dibentuk di tahun 1992 ini melakukan reformasi di tahun 2010, setelah absen selama 8 tahun. Ajang reuni mereka telah menghasilkan dua buah album, dengan yang terakhir adalah “Man on the Run” di tahun 2014.

Album ketujuh mereka diberi judul “Black and White Rainbows” yang akan dirilis pada tanggal 10 Maret mendatang. Sebagai single perdana adalah sebuah lagu berjudul ‘Mad Love’ yang dirilis Senin kemarin, 6 Februari. Sedangkan konser tadi akan berlangsung di Bush Empire 02 Shepherd, pada tanggal 14 Maret.

Berikut tracklist untuk “Black and White Rainbows” dan dengar ‘Mad Love’ di bawah ini:

1. Mad Love
2. Peace-s
3. Water
4. Lost In You
5. Sky Turns Day Glo
6. Toma Mi Corazon
7. All The Worlds Within You
8. Nurse
9. The Beat of Your Heart
10. Dystopia
11. Ray Of Light
12. Ravens
13. Nothing But A Car Chase
14. The Edge of Love
15. People At War

(creativedisc.com)

Lady Gaga akan berduet dengan Metallica di panggung Grammy Awards yang akan digelar pada Minggu (12/2/2017) mendatang.

Kabar tentang kolaborasi panggung mereka itu mulai terdengar pada Senin (6/2/2017) malam.

Seorang penggemar Gaga mem-posting cuplikan video promo Grammy. Dalam klip itu diumumkan "Lady Gaga berduet dengan Metallica".

Pada klip itu juga ditunjukkan juga penampil yang sudah diumumkan, yakni Little Big Town dan Katy Perry.

Ini bukan penampilan duet pertama bagi Gaga dan Metallica di panggung Grammy.

Pada Grammy 2010, Gaga tampil bersama Elton John, dan membawakan lagu-lagu mereka, seperti "Poker Face", "Speechless", dan "Your Song".

Tahun lalu, Gaga berduet dengan Nile Rodgers untuk sebuah persembahan khusus bagi mediang David Bowie.

Sementara itu, Metallica pernah tampil satu panggung dengan pianis asal China, Lang Lang, untuk membawakan lagu "One".

Sebagai informasi, tahun ini Metallica mendapatkan nominasi Best Rock Song untuk lagu "Hardwired".

Penyelenggara Grammy, Recording Academy, sudah mengumumkan sejumlah artis musik yang akan meramaikan panggung Grammy.

Mereka adalah Adele, Kelsea Ballerini, Chance the Rapper, Daft Punk, Lukas Graham, Alicia Keys, Demi Lovato, Katy Perry, dan beberapa artis lain. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net