Music News

Selain Record of the Year, kategori utama lain dari Grammy Awards yang juga mengundang rasa penasaran kira-kira siapa yang akan membawa pulang pialanya adalah Album of the Year. Begitu pula dengan The 59th Annual Grammy Awards 2017 yang akan berlangsung di Staples Center, Los Angeles pada 12 Februari mendatang.

Tahun ini dipastikan akan menjadi tahun yang akan sangat ketat sekaligus mendebarkan, karena barisan artis yang mendapat tempat di kategori ini sebagian besar adalah musisi-musisi handal dan populer, berbasis fans yang besar, yaitu Adele, Beyoncé, Justin BIeber, dan Drake. Menyisip satu nama lain yang mungkin tak sepopuler nominee lainnya, Sturgill Simpson.

Tapi tentunya nama besar bukan jaminan untuk bisa membawa pulang piala Album of the Year, karena bagaimanapun ada pertimbangan khusus dan tertentu dari The Recording Company dalam memilih juaranya.

Sembari menunggu pengumumannya, mengapa kita tidak melongok sekilas profil album-album ini.

01. “25” ADELE

Dalam “25” kita akan mendapatkan sebuah album pop yang kaya akan tekstur juga dimensi, meski memiliki materi relatif sederhana. Memang terdengar repetitif. Apalagi jika kita melongok ke belakang. Tapi percayalah, setelah mencerna albumnya, kita bisa merasakan jika antara “19” “21” dan “25” terdapat alur yang menjadi semacam benang merah sebagai perekat mereka. Pada akhirnya setiap materi dalam “25””terdengar sangat kuat, berkarakteristik, serta dapat berdiri sendiri. Saat bersama, mereka pun saling membelit dan menjadi pondasi kokoh agar “25” menjadi sebuah album bernas.

02. “LEMONADE” BEYONCÉ

Yang bisa dicermati dari “Lemonade” adalah bagaimana Beyoncé terdengar semakin aktif dalam melakukan lintas-genre, sesuatu yang sebelumnya sudah dieksplorasinya dalam “Beyoncé”. Hip-hop dan RnB tentunya masih tetap disajikan, namun “Lemonade” jelas tidak hanya sebatas itu. Electronica juga berperan penting dalam memberi variasi sound album. Terlepas dari aspek tematis album, bisa dikatakan “Lemonade” semakin mengasah karakter Beyoncé sebagai musisi dengan selera yang eklektis. Ia memilih bergerak dalam lagu-lagu yang mengasah cita rasa esotoriknya sebagai musisi. Mengedepankan estetika ketimbang memuaskan selera awam.

03. “PURPOSE” JUSTIN BIEBER

Dengan “Purpose”, Justin Bieber sudah sukses menunjukkan sisi dewasanya. Nyaris tak terjejak lagi cita rasa remaja labil di dalamnya. Ini merupakan catatan yang impresif, mengingat ia sebenarnya baru berusia 21 tahun, namun sudah terdengar matang dan mapan. Mengingat ia sudah kurang lebih 7 tahun hadir secara profesional di industri musik, maka sebenarnya ini bukan hal aneh. Adalah aneh jika ia mengulang pola atau formula yang sama. Melalui “Purpose” Bieber membuktikan bahwa album pop tidak melulu harus tampil jenerik. Ia membuktikan jika musikalitas yang kuat dan kaya dimensi tetap andalan utama.

04. “VIEWS” DRAKE

Melalui “Views” Drake membuktikan jika ia bukan sekedar bahan untuk barisan meme jenaka. Beramunisi dua single sukses, ‘Hotline Bling’ dan ‘One Dance’, album “Views” ini bahkan sudah membuktikan diri sebagai album dengan prestasi mencengangkan, menjadi juara Billboard 200 selama 9 minggu! “Views” merupakan album dengan durasi yang cukup panjang, yaitu sekitar 81 menit yang disebar dalam 20 track. Terpanjang tidak hanya untuk album kebanyakan, namun juga bagi Drake. Meski memiliki materi yang cukup berlimpah, tapi sebenarnya “Views” bisa disimak dalam ide yang cukup singular, sehingga tidak terkesan lari ke sana-ke mari.

05. “A SAILOR’S GUIDE TO EARTH” STURGILL SIMPSON

“A Sailor’s Guide to Earth” adalah album ketiga milik penyanyi country, Sturgill Simpson. Album ini menyertakan ‘In Bloom’ yang merupakan lagu milik band grunge, Nirvana. Adapan alasan Simpson adalah hendak memberi tribut yang indah kepada Kurt Cobain. Pernyataan ini mungkin juga bisa menjadi sarana untuk menggambarkan usungan Simpson di dalam albumnya, country yang cenderung bergerak di ranah alternatif dan rock, menegaskan keinginan Simpson untuk memelintir formula country klasik dan kemudian memasuki ranah baru yang segar secara cerdas dan memikat, tanpa harus benar-benar kehilangan karakteristik country tersebut.

Benar-benar sebuah pilihan yang sulit, bukan? Masing-masing musisi ini dengan sukses memamerkan kekuatan musikalitas mereka untuk tiap-tiap album tersebut. Album-album ini tidak hanya memiliki materi kuat, sehingga terasa mengesankan, namun juga menunjukkan mengapa Adele, Beyonce, Justin Bieber, Drake dan Sturgill Simpson menjadi musisi-musisi penting masa kini.

Hanya saja, jika ditanya, maka tim Creative Disc lebih memilih “25” milik Adele untuk membawa pulang Album of the Year. Kalau menurut kalian, kira-kira siapa yang menjadi juaranya?

(creativedisc.com)

Akhirnya dominasi The Weeknd selama beberapa pekan terakhir di Billboard 200 pun berakhir sudah. Siapa yang sukses menyingkirkan album “Starboy” miliknya? Ternyata adalah “Culture” dari grup pengusung hip-hop, Migos. Album tersebut terjual sebanyak 131.000 unit di pekan pertamanya, sebagaimana yang dilaporkan oleh Nielsen Music.

Penjualan “Culture” sebagian besar didapat dari layanan streaming yang ekuivalen dengan total sebanyak 77.000 unit. Album ini juga debut di Top R&B/Hip-Hop chart Billboard dan Top Rap Album Charts. Sebelum album dirilis, trio Migos memang sempat menyebutkan akan pentingnya memiliki album #1. “It would mean everything, but with everything in the world, hard work pays off,” ungkap salah satu anggotanya, Quavo. “We speaking for the young generation, we speaking for the young generation of music.

“Culture” dirilis tanggal 27 Januari melalui Quality Control/300 Entertainment dan merupakan album susulan dari debut Migos di tahun 2015, “Yung Rich Nation”, yang duduk di posisi #17 Billboard 200. Bagaimana dengan “Starboy”? Ternyata melorot ke posisi #4 dengan 51.000 unit.

Catatan lain, album debut Kehlani, “SweetSexySavage”, duduk di posisi #3, dan album soundtrack “La La Land” naik ke posisi #6 dengan 36.000 unit.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. “Culture” – Migos (131,000)
2. “The Devil Don’t Sleep” – Brantley Gilbert (77,000)
3. “SweetSexySavage” – Kehlani (58,000)
4. “Starboy” – The Weeknd (51,000)
5. “Now 61” – Various Artists (37,000)
6. “La La Land” Soundtrack – Various Artists (36,000)
7. “24K Magic” – Bruno Mars (31,000)
8. “A Girl a Bottle a Boat” – Train (30,000)
9. “Stoney” – Post Malone (a little more than 27,000)
10. “Moana” Soundtrack – Various Artists (27,000)

(creativedisc.com)

Nama Katy Perry memang dikenal luas sebagai penyanyi. Selain juga pencipta lagu. Mengawali karir dengan musik gospel, saat ini Kary Perry justru condong pada musik pop yang akhirnya membuat namanya begitu dikenal. Tapi rupanya, penyanyi hits “Roar” tersebut tak cukup puas hanya dengan status penyanyi serta pencipta lagu. Katy Perry pun baru-baru ini dikabarkan mulai melebarkan sayap ke dunia fashion.

Bukan merilis fashion atau clothing line seperti banyak dilakukan oleh selebritis lain, Katy Perry rupanya lebih tertarik dengan bisnis footwear. Menariknya, bila selebritis lain seakan berlomba-lomba merilis sepatu dengan desain paling unik dan harga yang super mahal, Katy Perry justru sebaliknya.

Penyanyi cantik dari Amerika ini bertekad merilis sepatu dengan harga “murah”. Tentu saja, murah menurut standard para artis beken ya.

Dalam salah satu wawancara yang disadur dari Footwear News, Katy Perry mengungkap mengenai perjalanan karirnya sebagai desainer produk footwear dan sepatu. Ia yang tampil sebagai cover untuk edisi 30 Januari lalu tersebut pun menceritakan apa yang menginspirasinya untuk melebarkan sayap dari dunia hiburan yang membesarkan namanya. Sekaligus apa yang membuatnya memutuskan merilis produk dengan harga yang lebih terjangkau.

“Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda untuk menghabiskan uangnya. Untuk kesehatan, untuk anak, hingga untuk keluarga,” ujar Katy Perry, “pada akhirnya, untuk menunjukan karakter tak perlu berharga mahal,”

Global Brands memprediksi sepatu rancangan Katy Perry “hanya” akan dibanderol seharga $59 – $299. Pasarnya pun mulai dari remaja berumur 16 tahun. (creativedisc.com)

Michelle Branch is back! Penyanyi Amerika yang dikenal di tahun 2000-an ini cukup lama tak terdengar namanya. Tepatnya sejak sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu, setelah merilis single “Loud Music” untuk album “The Loud Music Hits EP”. Dan tahun ini, penyanyi dengan genre pop rock tersebut kembali lagi. Tak hanya dengan merilis single anyar, Michelle Branch pun bakal kembali dengan full album pertamanya sejak 14 tahun.

“Hopeless Romantic” memberi angin segar di industri musik global. Dirilis 3 Februari lalu, single Hopeless Romantic yang menjadi title track sudah mendapat banyak perhatian dari pendengar musik. Terutama untuk para penggemar yang sudah merindukan suara penyanyi dengan gaya country tersebut. Lagu ini sendiri ditulis oleh Michelle Branch bersama dengan Amy Kuney dan Harlan Silverman.

Untuk albumnya yang berjudul sama, “Hopeless Romantic” menjadi full studio album keempat Michelle Branch. Dirilis 14 tahun setelah album terakhir “Hotel Paper”, Branch rupanya tetap tak kehilangan gaya dan sentuhannya. Dan memang tak mengejutkan ketika album yang bakal dirilis pada 24 Maret tersebut masuk ke dalam daftar Most Anticipated Album 2017 dari Entertainment Weekly.

Dalam salah satu wawancara, Michelle Branch menyebut album “Hopeless Romantic” memiliki beberapa genre baru, yang belum pernah ia coba sebelumnya. Beberapa lagu di album ini nantinya akan hadir dengan musik rock ‘n roll, serta komposisi lirik yang dalam. Penyanyi cantik ini pun menyebut Patrick Carney, drummer The Black Keys yang juga adalah kekasihnya memberi banyak masukan untuk album ini.

Di album ini, terdapat 14 track lagu, yang juga termasuk track “Hopeless Romantic.” Selain itu juga masih ada lagu “Walk Away”, yang sebelumnya sudah dibocorkan melalui Soundcloud. (creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net