Music News

Setahun telah berlalu semenjak suami Celine Dion, Rene Angelil, meninggal dunia karena penyakit kanker tenggorokan. Untuk memperingatinya, sang diva pop berusia 48 tahun ini kemudian menghadirkan serangkaian video emosional yang ditujukan pada sang suami melalui Facebook.

Dalam salah satu video tersebut Celine menyanyikan salah satu lagu milik Sia, ‘My Love’. Videonya sederhanya saja, yang memperlihatkan Celine dalam posisi yang cukup intim di sebuah kamar yang hanya diterangi cahaya lilin. Saat kamera kemudian berputar kita bisa melihat jika Celine tengah berbaring di sebuah tempat tidur dan tampak menangis saat mengenang pernikahannya bersama Rene. Video berakhir dengan sang penyanyi mencium sebuah dreamcatcher dengan lembut, sebelum kemudian menggantungnya.

My memory loves you, it asks about you all the time. Especially today… One year later, I wish R.I.P. meant Return If Possible. Forever yours, Celine xx…” demikian caption yang disertakan Celine bersama videonya.

Rene merupakan manajer Celine semenjak ia masih berusia 12 tahun. Ia meninggal di usia 73 tahun pada tanggal 14 Januari 2016 di Henderson, Nevada. Dari pernikahannya bersama Celine, mereka telah dianugerahi oleh tiga buah anak, Rene-Charles dan sepasang kembar Eddy dan Nelson. Rene tetap memangku jabatan sebagai manajer Celine hingga tahun 2014 sebelum akirnya memutuskan untuk berhenti karena ingin fokus dalam menghadapi penyakit kankernya. (creativedisc.com)

Album “Starboy” milik The Weeknd menjadi juara Billboard 200 untuk ketiga kalinya. Album terakhir penyanyi asal Kanada ini mendapatkan tambahan sekitar 63.000 unit di pekan perhitungan yang berakhir pada 12 Januari. Sebagian besar didapat berkat porsi streaming yang cukup besar, dengan ekuivalen 38.000 streaming, sedangkan penjualan secara tradisional adalah 14.000 unit.

Namun yang mencuri perhatian pekan ini adalah album soundtrack film musikal “La La Land“, yang melesat ke posisi runner-up dengan penjualan sebanyak 42.000 unit dan sebagian besar didapat dari penjualan album secara tradisional.

Kesuksesan album “La La Land’ ini bisa jadi adalah imbas keberhasilan film dalam menyapu bersih 7 piala di ajang Golden Globe Awards pekan lalu, termasuk untuk Best Original Song, ‘City of Stars’. Album soundtrack film yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone ini menjadi album dengan penjualan terbaik pekan ini dan mendapatkan posisi #1 di chart Top Album Sales.

Masih dari album soundtrack, dua proyek Lin-Manuel Miranda, “Moana” dan “Hamilton”, menghuni sepuluh besar Billboard 200 secara simultan. Album soundtrack film animasi Disney, “Moana”, berada di posisi #3 dengan 39.000 unit. Sedangkan “Hamilton” yang diambil dari pertunjukkan Broadway sukses, berada di posisi #6 dengan 29.000 unit. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Billboard, album soundtrack “Hamilton” secara resmi telah mendapatkan sertifikat platinum pekan ini setelah terjual lebih dari 1 juta kopi.

Berikut 10 besar Billboard 200 pekan ini:

1. “Starboy” – The Weeknd (63,000)
2. “La La Land” Soundtrack – Various Artists (42,000)
3. “Moana” Soundtrack – Various Artists (39,000)
4. “24K Magic” – Bruno Mars (36,000)
5. “4 Your Eyez Only” – J. Cole (30,000)
6. The “Hamilton” Soundtrack – Various Artists (29,000)
7. “Views” – Drake (28,000)
8. “11 Short Stories of Pain & Glory” – Dropkick Murphys (26,000)
9. “Stoney” – Post Malone (23,000)
10. “Traveller” – Chris Stapleton (22,000)

(creativedisc.com)

Dunia musik memang tak pernah lepas dari tuntut-menutut di pengadilan berkenaan dengan masalah contek-menyontek. Sudah banyak artis kenamaan yang terlibat kasus ini, termasuk juga Pharrell Williams. Mungkin masih ingat kasus ‘Blurred Lines’-nya bersama Robin Thicke yang dituduh menjiplak lagu ‘Got to Give It Up’ milik Marvin Gaye.

Kini, di awal tahun 2017, lagi-lagi Pharrell tersandung masalah serupa. Kali ini ia dituntut bersama dengan Gwen Stefani. Bersama mereka dituduh telah melakukan pelanggaran hak cipta atas lagu milik Stefani yang berjudul ‘Spark the Fire’, rilisan 2014.

The Hollywood Reporter melaporkan jika seorang pria bernama Richard Morrill mengajukan tuntutan hukum pada pengadilan federal di Colorado, pada Kamis, 12 Januari, kepada perusahaan milik Stefani, Harajuku Lovers dan Interscope Records, selain Stefani dan Pharrell secara pribadi.

Morrill dulunya adalah penyanyi/penulis lagu di era akhir 80-an untuk band pengusung funk metal, L.A.P.D., yang kemudian alih profesi menjadi seorang hair stylist. Dalam tuntutan hukumnya, ia menyebutkan jika ia pernah memutar rekaman lagu milik grupnya, berjudul ‘Who’s Got My Lightah’ di hadapan Stefani di tahun 1998, saat ia mewarnai dan menata rambut sang penyanyi.

Lebih lanjut ia mengklaim jika Stefani merasa suka dengan lagunya, sehingga Morill pun memberikan CD yang berisi lagu tersebut kepadanya. Sebagai tambahan, Morrill telah mengerjakan variasi untuk lagunya di tahun 2009 dan diberi judul ‘Who’s Got My Lighter’.

Setelah hampir dua dekade kemudian, Morrill menemukan pelanggaran hak cipta yang terjadi atas lagunya saat salah seorang temannya menyaksikan Stefani menyanyikan lagu ‘Spark the Fire’ di acara The Voice di tahun 2014. Morrill menyebutkan jika secara lirik, chorus lagu tersebut sangat mirip dengan ‘Who’s Got My Lighter’.

Dalam tuntutan tersebut, tersebut jika lagu ‘Who’s Got My Lighter’ berisi lirik, “Who’s got my lightah? Who got the fire? Who’s got my lightah? Who’s got my little lightah?” dengan kata “fire” diucapkan “fi-ya.” Sedangkan lirik ‘Spark the Fire’ adalah “Who got the lighter? Let’s spark the fire/ Who got the lighter? Let’s spark the fire” dengan kata “fire” juga diucapkan “fi-ya.”

Dalam dokumen legalnya, Morrill lebih lanjut mengklaim jika rhythm, melodi dab musik latar di chorus ‘Spark the Fire’ “nyaris identik” dengan chorus lagu miliknya, serta kedua lagu dinyanyikan dalam kunci nada yang sama. Menurutnya, Stefani bahkan menyebutkan jika Pharrell yang menulis sebagian besar laggunya, sedang kontrubusinya hanya sebatas pada lirik “spark the fire“.

Morrill menuntut semua tertuduh yang tersebut di atas atas pelanggaran hak cipta baik secara langsung maupun kontributoris. Sedang Pharrell dan Interscope mendapat tuduhan tambahan pelanggaran hak cipta pengganti, dan Stefani atas tuduhan pencurian sipil. Menurut TMZ, Morrill meminta bagian atas pendapatan sebesar $25 juta yang katanya diperoleh Stefani dari lagunya. (creativedisc.com)

Penyanyi rock dari Kanada, Bryan Adams (57), memilih lagu "All For Love" untuk menutup konser "Get Up Tour" di Grand Ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Senin (16/1/2017) malam.

Lagu pamungkas ini merupakan materi dari album The Three Musketeers yang pada 1993 lalu pernah dipopulerkan Adams bersama artis musik Sting dan Rod Stewart.

Agar suasana nostalgia makin syahdu, Adams mengajak penonton untuk menyalakan lampu dari gawai masing-masing sebelum tata cahaya utama yang menerangi panggung diredupkan.

Alhasil lagu yang pernah bertengger di posisi puncak Billboard Hot 100 pada 22 Januari 1994 itu makin 'manis' dinikmati dengan taburan cahaya dari ratusan gawai penonton.

"Kalian begitu menajubkan," kata Adams seraya berpamitan kepada penonton.

Sebelumnya, Adams telah membuka "Get Up Tour" sejak pukul 20.25 WIB. Pria 57 tahun itu bersama band pengiringnya langsung menggelindingkan "Do What You Gonna", "Don't Event Try", "Run to You", dan "Go Down Rockin" sebelum "Heaven" mengetarkan arena konser.

Ia juga menunjukkan kepiawaian dalam memainkan harmonika dan gitar akustiknya saat "Straight From the Heart" dari album Cuts Like a Knife ikut disajikan dalam konser yang melahap 20 nomor lagu selama dua jam. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net