Review Lagu Enak

Album soundtrack film umumnya berisi dari banyak band/penyanyi yang berkontribusi, baik lagu yang pernah dirilis ataupun lagu yang khusus diciptakan untuk film tersebut. Banyak aspek dimana suatu keputusan memilih penyanyi/band dalam membuat album soundtrack, bisa dari sutradara, produser film, atau memang ada kerjasama dengan label rekaman tertentu. Untuk pilihan yang terakhir, sepertinya yang terjadi dalam album soundtrack film “Cek Toko Sebelah” dimana ada dua grup muda berbakat yang terlibat yaitu Gamaliel Audrey Cantika (GAC) dengan The Overtunes yang memang juga berada dalam satu label rekaman.

Single utama dari lagu ini berjudul “Senyuman & Harapan” yang secara aransemen nya digarap bersama oleh kedua grup ini, dimana kesan minimalis seperti yang biasa The Overtunes mainkan dibuat lebih berwarna lewat vokal dari GAC. Lagu ini sangat layak disebut sebuah kolaborasi, karena kedua grup seperti saling menghargai dan menghargai satu sama lain, sehingga tidak ada yang lebih menonjol satu sama lain, semua terasa sangat imbang dan pas. Beruntung Indonesia mempunyai grup musik dan vokal muda berbakat seperti The Overtunes dan GAC yang memang sedang dalam puncak produktifitas nya dalam bermusik. Akan menarik jika ada kolaborasi musik lain dari kedua grup ini.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

BANTUL - Kedai Ice Cream Osiris di Jalan Parangtritis Km 20, Dusun Plebengan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, bukan sekadar menjual es krim enak, tetapi juga sebagai sarana memberdayakan kaum difabel.

 

 

Pekerja di kedai es krim ini semuanya adalah para difabel serta keluarganya.

Joko Susilo (40), penjaga Kedai Ice Cream Osiris sekaligus ketua Komunitas Difabel Bangkit Maju Desa Sidomulyo menceritakan, awalnya pada tahun 2015 lalu ada Lima mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang datang ke Desa Sidomulyo untuk melakukan pendampingan program social entrepreneurship. Lima mahasiswa ini yakni Aldo Egi Ibrahim, Sheila Reswari, Ali Bachtiar Sirry, Muhammad Andira Barmana, dan Nur'aini Yuwanita Wakan.

"Mereka saat itu datang dan melakukan pendampingan kepada Komunitas Difabel Desa Sidomulyo," ujar Joko saat ditemui Kompas.com di Kedai Ice Cream Osiris, Rabu (21/9/2016).

Joko mengungkapkan, pendampingan ini bertujuan agar para Difabel bisa mempunyai kepercayaan diri dan kembali berkarya. Awalnya, para mahasiswa ini melakukan survei mengenai potensi yang ada di Desa Sidomulyo. Dari survei yang dilakukan, mereka memutuskan untuk konsen membuat produk dari buah naga karena ada perkebunannya di daerah Pandan Sari.

"Produknya es krim. Karena bahannya ada dan konsumennya segala lapisan dan proses pembuatanya tidak sulit," jelasnya.

Selama enam bulan komunitas dan keluarga difabel menjalani pelatihan membuat es krim. Alat yang digunakan untuk mengocok pun dibuat oleh para difabel sendiri.

"Lalu dibuka Ice Cream Osiris ini. Awal belum ada kursi dan meja ini, hanya jualan di dalam," ucapnya.

Sekitar bulan Juli 2016, Ice Cream Osiris yang produksinya berada di rumah Joko Susilo mengubah konsep. Jika sebelumnya hanya melayani pembelian dibungkus, kini bisa dimakan di tempat karena sudah disediakan kursi dan meja.

Di setiap meja terdapat leaflet kertas segitiga yang menceritakan sejarah berdirinya Ice Cream Osiris. Tulisan tersebut menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

"Ya, leaflet ini tujuanya agar pengunjung tahu apa itu Osiris, siapa yang mendirikan dan siapa saja pekerjanya, termasuk sejarahnya," bebernya.

Joko menyebutkan, kedainya menjual es krim terbilang cukup murah, hanya Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per cup sesuai menu. Menu andalannya dan paling diminati adalah es krim buah naga.

 

 

"Yang paling diminati es krim buah naga. Kalau sekarang per hari bisa laku 150 (cup), tapi kalau malam minggu atau pas hari libur bisa habis 300 cup," kata Joko.

Selain di kedai, es krim Osiris juga dijual di Kopma Universitas Gadjah Mada (UGM) dan keliling. Orang yang berjualan keliling ini merupakan penyandang difabel.

"Jual kelilingnya dengan motor roda tiga. Kakinya polio sejak kecil, tapi semangatnya luar biasa keliling sekitar Bantul," urainya.

Sekitar 10 hari ke depan, imbuhnya, Ice Cream Osiris akan membuka kedai di pinggir Jalan Parangtritis Km 20. Dibukanya satu kedai lagi ini berkat bantuan pemerintah yang memberikan ruko.

"10 hari lagi kita akan buka di pinggir jalan, dapat bantuan dari pemerintah. Ya, alhamdulilah bisa menambah pekerja difabel lagi," tandasnya.

Saat ini, lima mahasiswa yang dulu melakukan pendampingan sudah lulus dan bekerja. Namun ada satu mahasiswa, Sheila Reswari yang masih meluangkan waktunya untuk mengembangkan es krim Osiris.

Bisnis sosial

Joko Susilo mengakui berkat lima mahasiswa UGM, Ice Cream Osiris ini menjadi sebuah harapan baru bagi para difabel di Desa Sidomulyo. Sebab, dengan hadirnya Osiris, kaum difabel dan keluarganya bisa berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Impian kami di komunitas adalah bisa berkarya. Osiris ini mewujudkan impian itu," ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini ada tujuh orang yang bekerja di Ice Cream Osiris di bagian produksi. Satu di antaranya warga difabel dan sisanya keluarga difabel.

"Kebanyakan difabel di sini bukan usia produktif, jadi yang bekerja anggota keluarganya. Tapi ada satu penyandang difabel di produksi satu yang keliling," ucapnya.

Joko menyampaikan, Ice Cream Osiris merupakan bisnis sosial. Ada tiga konsep yang diterapkan, yakni pemberdayaan difabel dan keluarganya, lalu jaminan pendidikan dan kesehatan bagi difabel dan keluarga tidak mampu.

Berdasarkan konsep tersebut, ada hasil yang disisihkan dari penjualan Ice Cream Osiris untuk membantu para penyandang difabel, baik biaya pendidikan maupun kesehatan.

"Misalnya ada penyandang difabel yang butuh baju sekolah, atau alat sekolah, atau kurang bayar sekolah akan kita bantu," tegasnya.

Ke depan, Joko Susilo berharap Ice Cream Osiris bisa semakin maju dan memiliki beberapa kedai. Sehingga semakin banyak para difabel dapat bekerja di Osiris.

"Semoga ke depan makin maju. Jadi tidak hanya membantu para difabel di sini, tetapi bisa lebih luas lagi," pungkasnya. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net