Review Lagu Enak



Sukses besar ‘Despacito’ rupanya belum memuaskan Justin Bieber untuk aksinya di ranah musik Latin. Kini dikabarkan jika sang megastar berencana berkolaborasi dengan superstar Latin lain, J Balvin, dalam sebuah lagu yang diharapkan bisa menjadi hit masif berikutnya.

‘Despacito’ adalah kerja sama Justin bersama Luis Fonsi dan Dadddy Yankee. Meskipun hanya hadir hanya dalam versi remix, namun nama Justin justru membuat lagu semakin populer. Tidak heran jika lagu mampu menjadi single berbahasa Spanyol pertama yang menjadi #1 setelah Makarena di era 90-an.

Sukses besar ‘Despacito’, yang menghuni posisi juara Hot 100 selama 16 pekan, memang berimbas dengan lahirnya para pengekor seperti ‘Mi Gente’ milik J Balvin dan Willy Williams, dan kemudian diremix dengan mengahadirkan Beyonce. Meski tak sefenomenal ‘Despacito’, tetap ‘Mi Gente’ tercatat meraih sukses besar.

Mungkin karena itu Justin kemudian mengajak J Balvin untuk berkolaborasi. Tidak hanya berdua, untuk urusan musik Justin dan J Balvin akan didukung oleh mega-produser Skrillex, sebagaimana yang dilaporkan oleh surat kabar Inggris, The Sun. Belum diketahui apa judul lagu, tapi disiapkan sebagai comeback Justin ke dunia musik di tahun 2018 ini.

J Balvin sendiri tidak asing dengan Justin karena sempat melakukan remix Latin untuk mega-hit miliknya, ‘Sorry’. J Balvin adalah yang mengungkap kepada The Sun tentang kolaborasi bersama Justin dalam sebuah lagu Latin ini. J Balvin berharap kolaborasinya bersama Justin dan Skrillex juga bisa menuai sukses besar. Ia memuji lagunya yang disebutnya sangat keren dan berharap bisa masuk dalam album baru miliknya.

Kita tunggu saja kalau begitu. (creativedisc.com)

Justin Bieber rupanya masih dan akan terus menorehkan namanya di posisi atas chart. Baru saja turun dari posisi pertama di UK Official Singles Chart, pelantun lagu hits Sorry tersebut sudah mengumumkan rencana perilisan single baru. Can We Still Be Friends digadang-gadang bakal jadi single hits dari Justin Bieber berikutnya yang dirilis pada 18 Agustus 2017 depan.

Can We Still Be Friends merupakan single yang digarap oleh produser BloodPop. Produser yang sama sebelumnya bekerja dengan Justin Bieber untuk mega hits Sorry di album “Purpose”.

Single Can We Still Be Friends ini bakal menjadi single pertama Justine Bieber sebagai lead singer untuk tahun ini. Setelah sang penyanyi dari Kanada sebelumnya meraih sukses besar sepanjang awal tahun dengan kolaborasi I’m The One bersama DJ Khaled serta hits fenomenal Despacito bersama dengan Luis Fonsi dan Daddy Yankee.

Menariknya, sebelum dirilis secara resmi pada hari Jum’at mendatang, Justin Bieber sudah lebih dulu memperdengarkan preview Can We Still Be Friends untuk fans di Milan Airport pada bulan lalu.

Dari video berdurasi kurang satu menit tersebut, terdengar versi preview dari Can We Still Be Friends yang rupanya diputar oleh Justin Bieber sendiri. Terdengar dari cuplikan tersebut, Can We Still Be Friends memiliki unsur musikalitas yang nyaris sama dengan Sorry. Namun tentunya untuk mendengar versi lengkapnya, harus menunggu hingga hari Jum’at mendatang.

Sayangnya, belum ada kepastian apakah dirilisnya single ini nanti menjadi awal dari meluncurnya album baru atau tidak. Mengingat Justin Bieber baru saja membatalkan kelanjutan konsernya di seluruh dunia. (creativedisc.com)

Justin Bieber sukses membuat kecewa banyak fansnya setelah membatalkan sisa jadwal tur “Purpose”-nya. Bieber memang tidak segera mengungkap alasan mengapa ia melakukan hal itu, hingga akhirnya muncul berbagai spekulasi tentang alasan pembatalan, termasuk alasan religi.

Namun kini Bieber sudah memberi keterangan resmi mengapa ia merasa perlu untuk membatalkan “Purpose”. Hal ini diungkap sang megastar dalam sebuah postingan lumayan panjang yang dirilisnya di Instagram.

Bieber menyebutkan jika ia merasa sangat bersukur bisa melangsungkan turnya. Hanya saja pembelajaran dan menjadi dewasa bukan sesuatu yang mudan untuk dilalui, meski tahu ia tidak sendiri dalam melewatinya.

“Aku telah membiarkan rasa insekuritasku berkuasa,” tulisnya. “Aku membiarkan hubunganku yang rusak mendikte cara aku bersikap kepada orang lain. Aku membiarkan kepahitan, kecemburuan dan ketakutan menguasai hidupku.”

Ia lebih lanjut menjelaskan mengapa ia membatalkan turnya, menyebutkan jika ia ingin pikiran, hati dan jiwanya untuk lebih berkelanjutan. Bieber ingin karirnya juga tetap berkelanjutan. Ia ingin setiap aspek tadi saling menyatu, sehingga ia bisa menjadi seorang pria yang diinginkannya, juga menjadi seorang suami dan ayah yang nantinya diinginkannya.

Bieber berharap fans bisa menghargai dan memahami keputusan yang telah diambilnya. (creativedisc.com)

Betapa simbiosis mutualisme menghasilkan sesuatu hal yang tak pernah disangka-sangka. Siapa yang mengira lagu pop latin / reggaeton dari negara kecil di Amerika Selatan Puertorico bisa dikenal luas seantero dunia. Versi orisinil lagu ini sebenarnya sudah dirilis di awal tahun 2017 dan menjadi lagu berbahasa spanyol pertama sejak lagu “Macarena” (rilis tahun 1996) yang sempat memuncaki tangga lagu Billboard top 100.
Kemungkinan dari begitu popularnya lagu ini sudah pasti karena remix yang tak disangka-sangka dilakukan oleh Justin Bieber. Secara musik, versi remix ini memang tidak berubah banyak dari versi aslinya, tetap menonjolkan sisi latin yang memang tidak mungkin membuat kita tidak beroyang. Perubahan ada pada sisi lirik, dimana ada bagian lagu yang dinyanyikan oleh Justin Bieber menggunakan bahasa Inggris tetapi pada bagian reff, tetap mempertahankan lirik dengan bahasa Spanyol. Dan efek setelah versi remix Justin Bieber ini dirilis, voila, lagu ini benar-benar ‘meledak’ dengan bukti views di youtube yang mencapai ratusan juta. Efek yang cukup mengagetkan adalah dilarangnya lagu ini oleh negara Malaysia. Alasan utama terkait konten lirik yang dianggap tidak patut dan mengglorifikasi seksualiatas. Tapi apapaun efeknya, sekarang sampai beberapa bulan kedepan, kita tidak akan bisa menghindari lagu ini ada di tiap-tiap speaker yang menyala di sekeliling kita.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM