Review Lagu Enak



Lagu “Manusia Kuat” ini merupakan single ke empat dari album “Monokrom”. melalui lagu ini, Tulus memang menunjukan bahwa keberagaman tema lagu adalah hal yang penting dalam sebuah album. Tulus selama ini dikenal dengan pemilihan tema yang ‘tidak biasa’, bahkan untuk lagu cinta sekalipun, Tulus sangat bisa menghasilkan lirik dan angle yang ‘berbeda’ dari lagu cinta manapun yang pernah ditulis di Indonesia.


Lagu “Manusia Kuat”, sedikit berbeda dengan single sebelumnya, tema lagu nya cukup terbaca dari judul. Tentang menjadi manusia yang selalu mempunyai harapan dan selalu berfikir ataupun berlaku dengan positif, agar senantiasa menjadi ‘manusia kuat’ yang tidak mudah menyerah. Dari sisi musik, ketukan mid tempo sangat pas dengan tema dan lirik nya. Dan keterlibatan The City of Prague Philharmonic Orchestra untuk mengisi seksi alat gesek, sangat berhasil membuat lagu ini terdengar megah. Sedang untuk video musik nya, melibatkan kolektif seniman asal Yogya, Papermoon Puppet Theatre yang dikenal luas karena ambil bagian juga di dalam film Ada Apa dengan Cinta 2 yang lalu.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Permasalahan panjang Kesha dengan mantan produser nya Dr. Luke dan label rekaman seperti hampir membuat hancur psikologis ataupun karir Kesha. Bagaimana tidak, kasus panjang tersebut menghabiskan waktu lebih dari 2 tahun dan menjadi perhatian dunia hiburan diseluruh dunia. Secara kesehatan pun, dia sempat bermasalah dengan bulimia dan harus mendapatkan perawatan dan rehabilitasi pada tahun 2014. Dan, segala hal yang pernah menimpanya tersebut seperti ditumpahkan dengan sangat apik di single terbaru nya sebagai penyanyi solo, setelah pada tahun lalu sempat tampil sebagai penyanyi tamu di lagu “true colors” bersama DJ/produser Zedd.


Lagu “Praying” dibuat Kesha bersama Ben Abraham, Andrew Joslyn, dan produser Ryan Lewis yang juga tergabung bersama grup rap asal Boston bersama Mackelmore. Hanya dengan instrumen piano dan perkusi, sehingga lagu ini terdengar minimalis, tetapi dengan unsur paduan suara, nuansa musik gospel sangat terasa di lagu ini. Secara lirik, menurut Kesha, secara garis besar bercerita tentang ‘memaafkan’. Walau banyak media juga banyak mengaitkan dengan kasus Kesha yang lalu, karena cara bernyanyi Kesha yang terdengar sangat ‘jujur’ dan mengandung ‘kemarahan’ dalam liriknya. Sebuah comeback yang berhasil oleh Kesha dan semoga tidak menjadi Britney Spears kedua.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Afgan kembali dengan album yang sangat matang secara konsep dan eksekusi nya. kurang serius apa, jika hampir keseluruhan lagu ini menampilkan musik orchestra yang dimainkan dan direkam di kota Praha Republik Ceko, dan dimainkan oleh musisi yang berasal dari sana juga yaitu Czech Symphony Orchestra. Lagu “Ku dengannya Kau Dengan Dia” adalah salah satu lagu yang menampilkan kemegahan orchestra tersebut.
Konduktor,composer,pencipta lagu Erwin Gutawa dipercaya untuk men-aransemen orchestra di lagu ini. sedangkan, untuk departemen lirik dan komposisi lagu, Rian dari band D’Masiv yang menciptakannya. Lagu ini dasarnya nya adalah lagu pop balada yang memang sudah menjadi ciri khas Afgan dan juga sang pencipta lagu Rian. Menceritakan tentang sebuah pertemuan antara dua orang yang sebenarnya saling mencinta, tetapi masing-masing sudah saling memiliki pasangan. Jeritan hati dari orang yang dalam kondisi tersebut sangat pas di vokalkan oleh Afgan, ditambah dengan orchestra yang ‘menyayat’, membuat yang mendengarkan merasakan ‘kepedihan mendalam’ yang sama.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Betapa simbiosis mutualisme menghasilkan sesuatu hal yang tak pernah disangka-sangka. Siapa yang mengira lagu pop latin / reggaeton dari negara kecil di Amerika Selatan Puertorico bisa dikenal luas seantero dunia. Versi orisinil lagu ini sebenarnya sudah dirilis di awal tahun 2017 dan menjadi lagu berbahasa spanyol pertama sejak lagu “Macarena” (rilis tahun 1996) yang sempat memuncaki tangga lagu Billboard top 100.
Kemungkinan dari begitu popularnya lagu ini sudah pasti karena remix yang tak disangka-sangka dilakukan oleh Justin Bieber. Secara musik, versi remix ini memang tidak berubah banyak dari versi aslinya, tetap menonjolkan sisi latin yang memang tidak mungkin membuat kita tidak beroyang. Perubahan ada pada sisi lirik, dimana ada bagian lagu yang dinyanyikan oleh Justin Bieber menggunakan bahasa Inggris tetapi pada bagian reff, tetap mempertahankan lirik dengan bahasa Spanyol. Dan efek setelah versi remix Justin Bieber ini dirilis, voila, lagu ini benar-benar ‘meledak’ dengan bukti views di youtube yang mencapai ratusan juta. Efek yang cukup mengagetkan adalah dilarangnya lagu ini oleh negara Malaysia. Alasan utama terkait konten lirik yang dianggap tidak patut dan mengglorifikasi seksualiatas. Tapi apapaun efeknya, sekarang sampai beberapa bulan kedepan, kita tidak akan bisa menghindari lagu ini ada di tiap-tiap speaker yang menyala di sekeliling kita.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Page 1 of 7

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net