Review Lagu Enak



NADYA FATIRA

October 10, 2017

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz.

Beberapa bulan lalu, Nadya juga tampil sebagai teman duet singer/songwriter lain yaitu Sandy Canester. Dilagu ini, Sandy Canester sebagai pencipta lagu bercerita tentang keperluan nya untuk mencari teman duet di lagu berjudul ”Awalnya” ini. Melalui perjumpaan yang ‘tidak di sengaja’ dengan Nadya Fatira disuatu panggung di Sulawesi, dan dari panggung itu juga Sandy dan Nadya akhirnya sepakat untuk mengarap lagu sepulangnya ke Jakarta. Hanya butuh dua kali brainstorming dan jammming lagu “Awalnya” yang bernuansa akustik minimalis ini tercipta, dimana di beberapa album terakhir, nuansa rock / elektrik lebih banyak menghiasi lagu-lagunya. Dan Sandy sendiri seperti kembali ke awal karir nya dimana dia banyak menciptakan lagu hanya dengan gitar akustik. Sedang Nadya sepertinya sudah cukup yakin dengan konsep akustik minimalis dan sangat cocok dengan lagu ini.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Karir bermusik Randy Pandugo bisa dibilang cukup panjang. Bermusik khususnya dengan gitar sudah dia tekuni sejak SMA dengan gitaris virtuoso macam Yngwie Malmstein, Joe Satriani sebagai panutannya. Randy juga sempat membuat band berformat duo gitar vokal dengan bass bernama Di-Da dan menghasilkan satu album. Tetapi proyek ini tidak berjalan lama dan Randy memutuskan berkarier sebagai solois dan banyak tampil menyanyikan lagu dari musisi luar negeri macam John Mayer, Landon Pigg, Ed Sheeran dan lainnya di beberapa kafe di Jakarta. Dari penampilan-penampilannya tersebut akhirnya Randy ‘ditarik’ untuk bekerjasama dengan salah satu label international yang ada di Indonesia, 

Setelah proses rekrut dengan label tersebut, Rendy segera tancap gas menggarap album penuh pertamanya, dimana semua proses kreatif dan penciptaan dilakukan di Swedia dengan beberapa produser musik pop ternama dunia. Walaupun sempat tidak menulis lagu selama 5 tahun, Rendy ditantang untuk menghasilkan 8 lagu untuk album yang kemudian dinamakan “The Journey” ini hanya dalam waktu 2 bulan workshop di Swedia. Dan hasilnya adalah satu album yang menurut Rendy adalah “album yang berarti bagi saya, karena album ini merupakan rangkuman nada-nada yang ada di kepala dalam lima tahun terakhir, dan banyak hal yang terjadi dalam perjalanan karir musik saya selama lima tahun tersebut”. semua lagu di album ini dibuat dalam bahasa Inggris, karena memang ini menjadi salah satu impian Rendy sejak lama, dan album ini direncanakan untuk juga di promosikan di regional ASEAN.

 

by :  Aulia Panji (@pienji)

Lagu “Manusia Kuat” ini merupakan single ke empat dari album “Monokrom”. melalui lagu ini, Tulus memang menunjukan bahwa keberagaman tema lagu adalah hal yang penting dalam sebuah album. Tulus selama ini dikenal dengan pemilihan tema yang ‘tidak biasa’, bahkan untuk lagu cinta sekalipun, Tulus sangat bisa menghasilkan lirik dan angle yang ‘berbeda’ dari lagu cinta manapun yang pernah ditulis di Indonesia.


Lagu “Manusia Kuat”, sedikit berbeda dengan single sebelumnya, tema lagu nya cukup terbaca dari judul. Tentang menjadi manusia yang selalu mempunyai harapan dan selalu berfikir ataupun berlaku dengan positif, agar senantiasa menjadi ‘manusia kuat’ yang tidak mudah menyerah. Dari sisi musik, ketukan mid tempo sangat pas dengan tema dan lirik nya. Dan keterlibatan The City of Prague Philharmonic Orchestra untuk mengisi seksi alat gesek, sangat berhasil membuat lagu ini terdengar megah. Sedang untuk video musik nya, melibatkan kolektif seniman asal Yogya, Papermoon Puppet Theatre yang dikenal luas karena ambil bagian juga di dalam film Ada Apa dengan Cinta 2 yang lalu.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Permasalahan panjang Kesha dengan mantan produser nya Dr. Luke dan label rekaman seperti hampir membuat hancur psikologis ataupun karir Kesha. Bagaimana tidak, kasus panjang tersebut menghabiskan waktu lebih dari 2 tahun dan menjadi perhatian dunia hiburan diseluruh dunia. Secara kesehatan pun, dia sempat bermasalah dengan bulimia dan harus mendapatkan perawatan dan rehabilitasi pada tahun 2014. Dan, segala hal yang pernah menimpanya tersebut seperti ditumpahkan dengan sangat apik di single terbaru nya sebagai penyanyi solo, setelah pada tahun lalu sempat tampil sebagai penyanyi tamu di lagu “true colors” bersama DJ/produser Zedd.


Lagu “Praying” dibuat Kesha bersama Ben Abraham, Andrew Joslyn, dan produser Ryan Lewis yang juga tergabung bersama grup rap asal Boston bersama Mackelmore. Hanya dengan instrumen piano dan perkusi, sehingga lagu ini terdengar minimalis, tetapi dengan unsur paduan suara, nuansa musik gospel sangat terasa di lagu ini. Secara lirik, menurut Kesha, secara garis besar bercerita tentang ‘memaafkan’. Walau banyak media juga banyak mengaitkan dengan kasus Kesha yang lalu, karena cara bernyanyi Kesha yang terdengar sangat ‘jujur’ dan mengandung ‘kemarahan’ dalam liriknya. Sebuah comeback yang berhasil oleh Kesha dan semoga tidak menjadi Britney Spears kedua.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Page 1 of 10

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM