Review Lagu Enak



Betapa simbiosis mutualisme menghasilkan sesuatu hal yang tak pernah disangka-sangka. Siapa yang mengira lagu pop latin / reggaeton dari negara kecil di Amerika Selatan Puertorico bisa dikenal luas seantero dunia. Versi orisinil lagu ini sebenarnya sudah dirilis di awal tahun 2017 dan menjadi lagu berbahasa spanyol pertama sejak lagu “Macarena” (rilis tahun 1996) yang sempat memuncaki tangga lagu Billboard top 100.
Kemungkinan dari begitu popularnya lagu ini sudah pasti karena remix yang tak disangka-sangka dilakukan oleh Justin Bieber. Secara musik, versi remix ini memang tidak berubah banyak dari versi aslinya, tetap menonjolkan sisi latin yang memang tidak mungkin membuat kita tidak beroyang. Perubahan ada pada sisi lirik, dimana ada bagian lagu yang dinyanyikan oleh Justin Bieber menggunakan bahasa Inggris tetapi pada bagian reff, tetap mempertahankan lirik dengan bahasa Spanyol. Dan efek setelah versi remix Justin Bieber ini dirilis, voila, lagu ini benar-benar ‘meledak’ dengan bukti views di youtube yang mencapai ratusan juta. Efek yang cukup mengagetkan adalah dilarangnya lagu ini oleh negara Malaysia. Alasan utama terkait konten lirik yang dianggap tidak patut dan mengglorifikasi seksualiatas. Tapi apapaun efeknya, sekarang sampai beberapa bulan kedepan, kita tidak akan bisa menghindari lagu ini ada di tiap-tiap speaker yang menyala di sekeliling kita.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Tidak banyak band pop Amerika yang masih sangat produktif menghasilkan single ataupun album dan selalu menjadi hit di banyak negara dan Maroon 5 adalah satu diantara nya. Sudah beberepa personel nya, termasuk Adam Levine sudah bersama-bersama dari tahun 1994, dimana sebelumnya mereka memakai nama Kara’s Flowers yang pernah menghasilkan hit single seperti “Myself”. Dan selama itu juga, Maroon 5 sepertinya band yang sangat terpengaruh dengan tren musik terbaru.

 

Di single terbarunya ini Maroon 5 banyak mengambil unsur musik tropical dance yang memang sedang banyak digemari penikmat musik di dunia. Disatu sisi, lagu ini menjadikan Maroon 5 tidak terdengar ‘seperti’ Maroon 5, tetapi sangat mungkin sekali lagu ini menjadi lagu tema iklan produk tertentu, ataupun soundtrack untuk mengingat dan akhirnya melupakan ‘si mantan’.

 

 

Reviewed by : Aulia Panji (@Pienji)

Tak bisa dipungkiri, Tulus menjadi satu dari sedikit saja penyanyi dan pecipta lagu terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Suara yang khas, lirik lagu yang sangat luas secara tema dan pemiliihan diksi-diksinya, membuat lirik dengan bahasa Indonesia, oleh Tulus, menjadi bukan hanya monopoli dari tiga kata “aku”, “cinta”, “kamu”. Sebuah album baru berarti adalah sebuah evolusi ataupun perkembangan dari apa yang sudah dihasilkan sebelumnya. Bukan hanya mereproduksi ataupun mengulang kesuksesan.

Terdapat di album ketiganya yaitu “Monokrom” dengan musik pop jazz dan irama mid-tempo, lagu ini menjadi sebuah pembeda dari single sebelumnya “Pamit” yang sedikit sendu baik dari musik dan liriknya. Sebuah penyegar juga adalah munculnya suara solo harmonika sebelum bagian bridge. lirik lagu ini bercerita tentang rasa rindu yang memang diperlukan dalam suatu hubungan. Karena dengan adanya ruang-ruang yang memang dibuat untuk dapat menyendiri, harapannya adalah bagaimana dalam kesendirian kita bisa menikmati atau merasakan rindu tersebut.

 

 

Reviewed by : Aulia Panji (@Pienji)

Betty Who adalah seorang penyanyi asal Australia yang sekarang menetap di Amerika Serikat tepatnya di kota New York. Betty Who yang bernama asli Jessica Anne Newham adalah seorang pemain alat musik gesek cello dan juga menguasai gitar dan piano. Pindah ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah musik terkemuka Berklee Music College. Disana dia bertemu dengan mantan mahasiswa Berklee yang juga produser musik Peter Thomas yang akhirnya menjadi partner dalam proses penciptaan dan produksi lagu dalam mini album miliknya termasuk satu full album di tahun 2014.

Di tahun 2016 ini tepatnya tanggal 3 Juni kemarin, Betty Who kembali merilis single dimana lagu ini merupakan cover dari lagu milik Donna Lewis yang dirilis di tahun 1996. Secara melodi dan nuansa yang tercipta, lagu ini sepertinya tidak banyak perubahan dari lagu aslinya. Yang berbeda hanya secara aransemen dan pemilihan sound yang lebih modern namun tetap terdengar ceria dan dengan tempo sedang yang sangat nyaman dan akan membuat kita bersenandung karena memang memiliki bagian reffrain yang catchy.

Betty Who bisa menjadi penyanyi baru yang menjanjikan, salah satunya karena memang adalah musisi yang berbakat dan diawal karirnya memproduksi album secara indie dan pernah menjadi penyanyi pembuka pada tur Katy Perry dan Kylie Minogue di Australia. 

 

 

 

Reviewed by : Aulia Panji (@Peinji)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net