Review Lagu Enak



Hampir seperempat abad grup band NAIF telah mengarungi belantika musik tanah air. Grup band yang dihuni oleh David Bayu (Vokal), Amil Hussein (bass), Fajar Endra atau Jarwo (gitar), Franki Indrasmoro atau Pepeng (drum) itu mengungkapkan rahasia kekompakan mereka sejak berdiri pada 22 Oktober 1995 lalu. "Selama hampir 23 tahun ini kami baru menyadari, bahwa sebetulnya esensi dari bermain band adalah bermain," kata Pepeng saat jumpa pers peluncuran klip video "Berubah" di Quibicle Center, Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018). Para personel NAIF menganggap bermusik sebagai sebuah arena bermain mereka. Hal itu pun terkandung dalam sebuah lagu yang kerap mereka nyanyikan di atas panggung.

"Jadi jangan dibawa beban. Main band yo wis itu arena bermain kita. Apa aja kita bawaannya lebih ke becanda sih," ucap Pepeng "Kayak ada satu lagu yang dibawain cuma di panggung doang, itu judulnya David Emil Pepeng dan Jarwo bermain bersama dalam satu band itu yang kayaknya musik kita jadiin arena bermain," sambungnya. David menambahkan, kekompakan mereka sebagai sebuah band berjalan secara natural. "Enggak ada niat untuk sampai 23 tahun atau 25 tahun. Selama nyambung ya berjalan aja. Kita band yang natural sih. Enggak dibikin-bikin," ujar David " Ya ini semua natural banget. Menyanyi dan ngomong ya begini, Emil main bass juga karena dia suka, enggak ada paksaan," imbuhnya. (KOMPAS.com)

Medali emas kembali bertambah bagi Indonesia di Asian Games 2018. Pencak silat lagi-lagi jadi cabang olahraga (cabor) yang mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Kali ini giliran Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti yang mempersembahkan medali emas. Mereka turun di nomor seni ganda putri yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8/2018) pagi WIB.

Raihan emas milik Ayu/Made membuat Indonesia kini telah mengumpulkan 26 medali emas di ajang empat tahunan itu. Performa Ayu/Made bisa dibilang luar biasa hingga akhirnya mereka mempersembahkan medali emas.

Saat mereka tampil, sempat terjadi insiden karena kesalahan teknis panitia dalam hal waktu. Penampilan yang masih menyisakan delapan detik, tiba-tiba gong berbunyi yang merupakan tanda berakhirnya waktu. Meski begitu, hal itu tidak memengaruhi penampilan Ayu/Made untuk melanjutkan penampilan hingga tiga menit usai.

Hasilnya mereka pun memperoleh nilai tertinggi dengan nilai 574 poin. Sementara itu, medali perak menjadi milik pasangan Thailand, Saowanee Chantahmunee/Oraya Choosuwan yang memperoleh nilai 564 poin. Sementara medali perunggu direbut pasangan Malaysia, Nor Hamizah Shahrudin/Motlaya Vongphakdy dengan nilai 558 poin.

Ini merupakan medali emas ke-10 yang diraih cabor pencak silat dari 10 nomor final yang sudah dipertandingakan. Hal ini juga merupakan medali emas kedua bagi Indonesia dari cabor pencak silat yang diraih pada final hari kedua.

Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medali emas di cabor silat, di mana masih ada empat wakil Tanah Air yang belum berlaga. Setelah penampilan Ayu Sidah Wilantari/Ni Made Dwiyanti akan dilanjutkan dengan final nomor seni regu putri. Tim Merah Putih akan menurunkan Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, dan Gina Tri Lestari. (Okezone.com)

Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, yang kini dikuasai oleh Partai Buruh telah mengumumkan sebuah rencana untuk membangun jalur kereta bawah tanah yang menghubungkan kawasan barat dan timur melewati bandar udara. Proyek besar ini bernilai miliaran dolar Australia.

Jalur kereta baru nanti panjangnya akan mencapai 90 kilometer, yang disebut sebagai "Ring Road", akan melintas antara Cheltenham dan Werribee melalui Bandara Udara Melbourne. Termasuk dalam proyek ini adalah 12 stasiun baru.

Proyek senilai AU$50 miliar, atau lebih dari Rp 500 triliun, akan memudahkan para komuter untuk melakukan perjalanan ke kawasan-kawasan pinggiran, atau "suburb" tanpa harus ke pusat kota terlebih dahulu.

Pemerintah mengatakan proyek ini sebagai "proyek transportasi umum terbesar dalam sejarah Australia"

Lintasan baru ini akan menghubungkan stasiun-stasiun utama di tiap "suburb", selain juga ada stasiun jika hendak bertukar jalur bagi mereka yang hendak menuju kawasan pedalaman.

Kepala negara bagian, atau "Premier" Daniel Andrews mengumumkan proyek baru ini melalui video Facebook.

Menteri Transportasi di Victoria, Jacinta Allan mengatakan biaya di awal proyek akan bernilai AU$ 300 juta, atau lebih dari Rp 3 triliun, dan rencananya konstruksi akan dimulai pada tahun 2022.

Menurutnya, jalur kereta baru akan membawa 400.000 penumpang per hari dan mengurangi 200.000 mobil dari jalan-jalan utama.

"Ini akan menjadi investasi," katanya.

"Sama seperti investasi sebelumnya dengan City Loop [jalur pusat kota] yang dimulai beberapa dekade lalu, investasi untuk Ring Road juga dibuat dibuat beberapa dekade lalu."

Pengumuman menjadi yang terbaru dalam serangkaian proyek infrastruktur besar dibawah pemerintahan Daniel Andrews.

Pembangunan untuk proyek terowongan metro senilai AU$ 11 miliar, atau lebih dari Rp 11 triliun telah dimulai dengan membangun lima stasiun bawah tanah baru di pusat kota Melbourne. Sementara pemerintahan Partai Buruh mengatakan jalur kereta yang sudah lama ditunggu-tunggu, yakni menuju bandara udara baru akan dimulai tahun 2022.

Proyek lain yang juga sudah dimulai adalah pekerjaan awal untuk proyek bawah tanah "West Gate", yang bernilai AU$ 6,7 miliar, atau hampir Rp 7 triliun. Proyek ini akan menghubungkan "West Gate Freeway" ke CityLink.

Pemerintah Victoria mengatakan proyek pembangunan jalur kereta baru ini juga akan menciptakan 20.000 lapangan pekerjaan baru selama konstruksi berlangsung.

Jacinta mengatakan kawasan pinggiran di tenggara Melbourne timur akan menjadi prioritas, termasuk menghubungkan Cheltenham ke Box Hill.

Dewan Properti Australia mengatakan usulan adanya jalur kereta di pinggiran kota akan membantu mengatasi meningkatnya populasi di Melbourne.

"Ini adalah pengumuman besar yang juga berani dilakukan oleh Pemerintah," kata direktur eksekutif Dewan Properti Australia untuk Victoria, Matthew Kandelaar.

"Pekan ini populasi pusat kota Melbourne telah mencapai lima juta orang. Kemudian kita akan mencapai delapan juta. Ini adalah proyek yang benar-benar diperlukan seiring dengan populasi kitayang terus bertambah." (Viva.co.id)

Proyek reklamasi Teluk Benoa, Bali, batal dilaksanakan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) usai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek itu tak memenuhi syarat.

Selain itu, izin lokasi reklamasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terhadap PT TWBI juga telah kedaluarsa sejak 26 Agustus lalu.

Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono menyatakan PT TWBI perlu melengkapi dokumen Amdal khususnya dari aspek sosial budaya atau perizinan masyarakat setempat.

"Amdal ini kan harus ada aspek ekonomi, lingkungan, termasuk sosial budaya. Salah satunya dari aspek sosial budaya itu yang harus dilengkapi," ujar Djati saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (28/8).

Proyek reklamasi ini sejak lama memang mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI).

Penerbitan izin terhadap proyek tersebut dianggap bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 45/2011 tentang tata ruang kawasan perkotaan sarbagita yang menyebut Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Proyek ini juga dianggap merusak lingkungan perairan Teluk Benoa.

Jika merunut ke belakang, proyek reklamasi ini berawal dari penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali Made Mangku Pastika nomor 2138/02-C/HK/2012 tentang Izin dan Hak Pemanfaatan, Pengembangan, dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa pada 26 Desember 2012. Penerbitan izin ini berasal dari rekomendasi kajian kelayakan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana (LPPM UNUD).

Dikutip dari laman daring www.forbali.org izin reklamasi di Teluk Benoa seluas 838 hektare itu dianggap manipulatif karena penerbitannya diam-diam tanpa sepengetahuan publik.

Kemudian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengesahkan Peraturan Menteri 17/Permen-KP/2013 yang mengizinkan reklamasi di zona konservasi non-inti pada 3 Juli 2013.

Namun dari sejumlah hasil studi kelayakan, proyek tersebut dianggap tidak layak. Bahkan Ombudsman juga menyatakan penerbitan SK reklamasi malaadministrasi.

Gubernur Pastika kemudian mencabut SK tersebut dan menerbitkan SK 1727/01-B/HK/2013 tentang izin studi kelayakan rencana pemanfaatan, pengembangan, dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa pada 16 Agustus 2013.

Namun penerbitan SK baru itu dianggap sekadar revisi dari SK pertama dan tetap mengizinkan PT TWBI melakukan kegiatan reklamasi di Teluk Benoa.

Setahun berlalu, penolakan terhadap proyek itu terus berdatangan dari masyarakat. Mereka yang berasal dari musisi Bali, sejumlah organisasi masyarakat seperti Jaringan Aksi Tolak Masyarakat (Jalak) Sidakarya termasuk ForBALI melakukan demonstrasi penolakan reklamasi Teluk Benoa.

Aksi itu berbuntut pelaporan sejumlah aktivis Jalak Sidakarya ke Polda Bali karena dianggap menghina Gubernur Made.

Hingga pada 30 Mei 2014 Presiden RI saat itu Soesilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Perpres 51/2014 yang mengizinkan reklamasi di wilayah konservasi Teluk Benoa.

Tak berapa lama, KKP menerbitkan izin lokasi reklamasi pada 25 Agustus 2014 sebagai perubahan izin lokasi sebelumnya. Izin ini kemudian menjadi landasan hukum penyusunan Amdal bagi PT TWBI.

Terkait izin itu, ForBALI terus melakukan advokasi dan kampanye menolak proyek dengan menggelar aksi demonstrasi dan menyusun kajian tandingan terhadap Amdal yang disusun PT TWBI.

Tahunan berlalu penolakan itu terus dilakukan masyarakat. Bahkan hingga Juli lalu, pemain drum band punk rock Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx masih mengingatkan Presiden Joko Widodo soal sikap pemerintah terkait reklamasi Teluk Benoa melalui akun Twitter.

Jerinx selama ini memang kerap bicara blak-blakan mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap bermasalah, termasuk soal Teluk Benua. Melalui akun Twitter, ia mengaku telah melapor pada Jokowi terkait proyek itu sejak 15 April 2015. Namun hingga saat ini belum ada hasil signifikan terkait kelanjutan proyek tersebut.

Hingga akhirnya pada 27 Agustus kemarin, KLHK menyatakan Amdal proyek reklamasi masih perlu dilengkapi. Selain itu izin yang dipegang PT TWBI telah kedaluarsa sejak pukul 00.00 WIB tanggal 26 Agustus 2018. Artinya, PT TWBI tak memiliki izin untuk melanjutkan pembangunan proyek.

Koordinator ForBALI I Wayan Suardhana alias Gendo menyatakan izin lokasi yang sudah kedaluarsa otomatis membuat penyusunan Amdal tak berlaku lagi. Sesuai aturan dalam pasal 19 ayat (5) Perpres 122/2012 izin lokasi berlaku dua tahun dan dapat diperpanjang satu kali selama dua tahun.

Izin lokasi itu telah diberikan sejak 2014 hingga 2016. Kemudian diperpanjang pada 2016 hingga habis masa berlakunya pada 26 Agustus kemarin.

"Jadi kalau izin lokasi sudah habis, tidak bisa lagi membahas Amdal. Apa dasarnya kalau membahas Amdal, kan sudah tidak bisa lagi perusahaan memperbaiki. Maka selesai sudah proyek itu," ucapnya. (CNN Indonesia)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM