Review Lagu Enak



Ed Sheeran sperti yang kita tahu, sudah menjadi popstar di dunia showbiz saat ini. Selain itu, Ed Sheeran juga merupakan penghasil lagu pop yang sangat produktif baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk penyanyi lain. Dan mungkin tidak banyak yang tahu, dia juga pernah tampil di beberapa serial televisi ataupun film. Yang terbaru, Ed Sheeran dikonfirmasi akan tampil musim terbaru serial televisi terkenal Game of Thrones. Kembali lagi ke musik, setelah istirahat cukup lama dari album terakhir nya “X” di tahun 2014, Ed Sheeran kembali dengan album “Divide”, dimana sebagai permulaan, dia melepas dua single sekaligus yaitu “Shape of You” dan “Castle on the Hill” secara bersamaan.


Untuk lagu “Shape of You” sendiri, kita akan mendengarkan lagu yang sangat bisa membuat kamu bergoyang. Cukup berbeda dengan kebanyakan lagunya yang bernuansa pop ballad. Terasa nuansa musik ala Jamaika (dance hall) tetapi dengan sentuhan pop yang kuat, dan walaupun secara lirik cukup ‘nakal’, lagu ini, seperti lagu-lagu dia sebelumnya, memuncaki tangga lagu di 30 negara termasuk Billboard Amerika Serikat. Dan sepertinya, keseluruhan lagu di album ini layak untuk menerima ganjaran memuncaki chart seperti lagu “shape of you”.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

Maudy Ayunda kembali bekerjasama dengan Dewi Lestari dalam proyek lagu yang hadir sebagai salah satu soundtrack pada film “Trinity, the Nekad Traveler”, setelah sebelum nya mereka juga menghasilkan lagu untuk soundtrack film juga yang berjudul “Perahu Kertas” yang memang diadaptasi dari buku karya Dewi Lestari.


Syair lagu ini menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995. Lagu ini mungkin sudah banyak yang tahu juga adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Dari segi musik, nuansa di lagu versi terbaru ini masih terasa dengan lagu asli nya, namun dengan sentuhan mini orkestra membuat lagu ini menjadi lebih megah, dan di zaman saat ini dimana banyak lagu pop yang berlirik ‘simple’, lagu ini seperti memberi penyegaran dengan lirik lagu yang ‘bersayap’ tetapi tidak berarti susah untuk dimengerti.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

Entah memang sudah di rencanakan sebelumnya atau memang keinginan masing-masing personel untuk menghasilkan karya individual yang membuat One Direction ‘harus’ tidur panjang. Setelah Zayn Malik yang memang memutuskan keluar dari boyband terbesar didunia saat ini, satu persatu personel 1D yang ada seperti tidak mau kalah untuk mempunyai karir sendiri, seperti Louis Tomlinson yang menjadi penyanyi tamu pada lagu “Just Hold On” oleh DJ/Produser Steve Aoki, ataupun Harry Styles yang sudah menelurkan album penuh pada bulan mei 2017 kemarin. Tak terkecuali, Niall Horan yang memang mengambil peran sebagai co-writer pada beberapa lagu hits One Direction.


Berbeda dari single sebelumnya “This Town” yang minimalis dan hanya mengandalkan gitar akustik, lagu “Slow Hands” cukup mengejutkan dengan menampilkan beat dan isian gitar elektrik yang terpengaruh musik funk dan R&B. dengan irama medium dan tetap bernuansa pop, lagu ini sangat pas dengan lirik yang sengaja diciptakan Nial Horan bersama tim penulis lirik lainnya bertema ringan dan sedikit nakal. Dengan dua single yang cukup bertolak belakang, akan sangat menarik menantikan kejutan lainnya dari materi album penuh nya nanti yang menurut Niall Horan sangat di pengaruhi band pop/rock legendaris Fleetwood Mac.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net