Review Lagu Enak



Setelah tiga tahun, Maliq & D’essentials kembali merilis album terbaru yang berjudul “Senandung Senandika” yang mudahnya diartikan sebagai proses mereka sebagai sebuah band yang berdialog dengan ‘diri sendiri’ dan hasil dari dialog tersebut dinyanyikan untuk pendengar atau penggemar mereka. Dari judul album nya yang filosofis tersebut, Maliq memang selalu ingin menghasilkan karya yang mempunyai arti ‘dalam’, tak hanya sekedar lagu pop yang ‘numpang lewat’. dan lagu “Senang” adalah salah satu nya.
Lagu ini jika didengarkan, secara musik dan irama nya terdengar ceria, dengan ketukan lagu yang cukup upbeat, sehingga cukup danceable. Tetapi jika diperhatikan liriknya, makna lagu lumayan ‘dalam’, seperti yang diungkapkan oleh Widi sang drummer dan juga otak musikalitas Maliq, bahwa lirik lagu ‘Senang’ ini tidak berarti senang secara harfiah. Lagu ini bercerita tentang bagaimana momen harus selalu dihargai dan diraih selagi ada waktu, karena mungkin saja tidak akan terulang kembali. Bagaimanapun, lagu ini kembali membuktikan bahwa sebagaimana kehidupan, musik yang dihasilkan oleh musisi sudah seharusnya terus berkembang dan menerobos batasan-batasan yang menghalangi.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

The Weeknd sepertinya muncul di kancah dunia pop disaat yang tepat. Memberikan warna baru dengan gaya vocal R&B yang terdengar seperti Michael Jackson tetapi dengan musik pop yang ‘tidak biasa’. Dan tentu saja dengan gaya rambut ajaib serta berpacaran dengan beberapa selebriti Hollywood, ketenarannya seperti terus menanjak. Di album terbarunya “Starboy” The Weeknd seperti ingin melampaui pencapaian musikalitas dari abum-album nya terdahulu, salah satunya dengan single kedua nya yaitu “I Feel it Coming”.
Kurang keren apalagi kalau yang menggarap lagu nya adalah duo electronic papan atas dunia asal Perancis, Daft Punk. Di lagu ini, The Weeknd lagi-lagi memang tidak bisa lepas dari gaya vocal almarhum Michael Jackson. Namun The Weeknd menyanyikan lirik nya dengan santai tanpa banyak ornament vocal yang berlebihan. Dan ini adalah kelebihannya. Selain itu tentu saja musik electronic/dance yang simple dan terpengaruh musik era 80an ala Daft Punk membuat lagu ini menjadi lagu pop yang tidak hanya numpang lewat di telinga.

 

reviewed by : reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Ed Sheeran sperti yang kita tahu, sudah menjadi popstar di dunia showbiz saat ini. Selain itu, Ed Sheeran juga merupakan penghasil lagu pop yang sangat produktif baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk penyanyi lain. Dan mungkin tidak banyak yang tahu, dia juga pernah tampil di beberapa serial televisi ataupun film. Yang terbaru, Ed Sheeran dikonfirmasi akan tampil musim terbaru serial televisi terkenal Game of Thrones. Kembali lagi ke musik, setelah istirahat cukup lama dari album terakhir nya “X” di tahun 2014, Ed Sheeran kembali dengan album “Divide”, dimana sebagai permulaan, dia melepas dua single sekaligus yaitu “Shape of You” dan “Castle on the Hill” secara bersamaan.


Untuk lagu “Shape of You” sendiri, kita akan mendengarkan lagu yang sangat bisa membuat kamu bergoyang. Cukup berbeda dengan kebanyakan lagunya yang bernuansa pop ballad. Terasa nuansa musik ala Jamaika (dance hall) tetapi dengan sentuhan pop yang kuat, dan walaupun secara lirik cukup ‘nakal’, lagu ini, seperti lagu-lagu dia sebelumnya, memuncaki tangga lagu di 30 negara termasuk Billboard Amerika Serikat. Dan sepertinya, keseluruhan lagu di album ini layak untuk menerima ganjaran memuncaki chart seperti lagu “shape of you”.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

Maudy Ayunda kembali bekerjasama dengan Dewi Lestari dalam proyek lagu yang hadir sebagai salah satu soundtrack pada film “Trinity, the Nekad Traveler”, setelah sebelum nya mereka juga menghasilkan lagu untuk soundtrack film juga yang berjudul “Perahu Kertas” yang memang diadaptasi dari buku karya Dewi Lestari.


Syair lagu ini menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995. Lagu ini mungkin sudah banyak yang tahu juga adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Dari segi musik, nuansa di lagu versi terbaru ini masih terasa dengan lagu asli nya, namun dengan sentuhan mini orkestra membuat lagu ini menjadi lebih megah, dan di zaman saat ini dimana banyak lagu pop yang berlirik ‘simple’, lagu ini seperti memberi penyegaran dengan lirik lagu yang ‘bersayap’ tetapi tidak berarti susah untuk dimengerti.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM