Review Lagu Enak



Entah memang sudah di rencanakan sebelumnya atau memang keinginan masing-masing personel untuk menghasilkan karya individual yang membuat One Direction ‘harus’ tidur panjang. Setelah Zayn Malik yang memang memutuskan keluar dari boyband terbesar didunia saat ini, satu persatu personel 1D yang ada seperti tidak mau kalah untuk mempunyai karir sendiri, seperti Louis Tomlinson yang menjadi penyanyi tamu pada lagu “Just Hold On” oleh DJ/Produser Steve Aoki, ataupun Harry Styles yang sudah menelurkan album penuh pada bulan mei 2017 kemarin. Tak terkecuali, Niall Horan yang memang mengambil peran sebagai co-writer pada beberapa lagu hits One Direction.


Berbeda dari single sebelumnya “This Town” yang minimalis dan hanya mengandalkan gitar akustik, lagu “Slow Hands” cukup mengejutkan dengan menampilkan beat dan isian gitar elektrik yang terpengaruh musik funk dan R&B. dengan irama medium dan tetap bernuansa pop, lagu ini sangat pas dengan lirik yang sengaja diciptakan Nial Horan bersama tim penulis lirik lainnya bertema ringan dan sedikit nakal. Dengan dua single yang cukup bertolak belakang, akan sangat menarik menantikan kejutan lainnya dari materi album penuh nya nanti yang menurut Niall Horan sangat di pengaruhi band pop/rock legendaris Fleetwood Mac.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Album soundtrack film umumnya berisi dari banyak band/penyanyi yang berkontribusi, baik lagu yang pernah dirilis ataupun lagu yang khusus diciptakan untuk film tersebut. Banyak aspek dimana suatu keputusan memilih penyanyi/band dalam membuat album soundtrack, bisa dari sutradara, produser film, atau memang ada kerjasama dengan label rekaman tertentu. Untuk pilihan yang terakhir, sepertinya yang terjadi dalam album soundtrack film “Cek Toko Sebelah” dimana ada dua grup muda berbakat yang terlibat yaitu Gamaliel Audrey Cantika (GAC) dengan The Overtunes yang memang juga berada dalam satu label rekaman.

Single utama dari lagu ini berjudul “Senyuman & Harapan” yang secara aransemen nya digarap bersama oleh kedua grup ini, dimana kesan minimalis seperti yang biasa The Overtunes mainkan dibuat lebih berwarna lewat vokal dari GAC. Lagu ini sangat layak disebut sebuah kolaborasi, karena kedua grup seperti saling menghargai dan menghargai satu sama lain, sehingga tidak ada yang lebih menonjol satu sama lain, semua terasa sangat imbang dan pas. Beruntung Indonesia mempunyai grup musik dan vokal muda berbakat seperti The Overtunes dan GAC yang memang sedang dalam puncak produktifitas nya dalam bermusik. Akan menarik jika ada kolaborasi musik lain dari kedua grup ini.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Karir Calum Scott cukup dibilang unik. Di tahun 2013, dia mengikuti dan memenangkan acara pencarian bakat yang di selenggarakan oleh harian lokal di kota Hull di Inggris. Selanjutnya bergabung dalam tribute band Maroon 5 bernama Maroon 4 yang menariknya adalah mereka sempat melakukan tur keliling Inggris Raya. Calum Scott juga pernah membentuk grup musik elektronik tetapi tidak bertahan lama. Sampai akhirnya ia mengikuti ajang pencarian bakat (lagi) tetapi yang berskala besar yaitu “Britain’s Got Talent” di tahun 2015 dan menjadi pemenang. Dari sinilah nama Calum Scott langsung menanjak dan setahun setelah kemenangannya dia merilis lagu cover yang juga dibawakan saat acara tersebut berjudul “Dancing On My Own”.

Lagu “Dancing On My Own” sendiri adalah lagu hits di tahun 2010 yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penyanyi pop asal Swedia Robyn. Yang menarik dari versi Calum Scott adalah lagu ini terdengar seperti lagu yang sama sekali baru karena hanya menampilkan vokal dan piano, sehingga kesan minimalis terasa di lagu ini, dan sangat berbeda dari versi asli nya yang merupakan berirama energik dengan musik elektronik. Kenyataan unik lainnya adalah bahwa lagu asli versi Robyn nya sendiri mendapat jumlah view ‘hanya’ 30 jutaan sangat jauh dibawah versi remake Calum Scott yang sudah mencapai view 100 jutaan lebih.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM