Zona 90an



Pupus sudah harapan penggemar Justin Bieber wilayah Asia, terutama Indonesia, untuk menyaksikan aksi sang idola secara live di atas panggung. Sang superstar asal Kanada telah membatalkan sisa di jadwal “Purpose World Tour” dengan alasan “situasi-situasi yang tidak terduga”, setelah tur berlangsung selama 2 tahun terakhir guna mendukung album terakhirnya, “Purpose”.

Hal ini terungkap dalam sebuah pernyataan yang dirilis di website resmi Bieber. “Justin mencintai fansnya dan benci untuk mengecewakan mereka. Ia berterimakasih kepada para fans untuk pengalaman luar biasa selama 18 bulan ‘Purpose World Tour’,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut pernyataan tersebut menyebutkan jika Bieber merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa membagi pengalamannya bersama para kru di sepanjang 150 konser yang sukses yang melintasi 6 benua. Hanya saja, setelah pertimbangan masak-masak, Bieber memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan jadwal tur dan uang untuk pembelian tiket akan dikembalikan.

Bieber memiliki 14 konser lagi yang tersisa untuk turnya. Sebagian besar adalah untuk wilayah Amerika Utara, yang seharusnya akan didukung oleh Vic Mensa, Migos, Martin Garrix dan Kehlani. Ia juga direncanakan untuk tampil di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Filipina, dan Singapura.

Mungkin untuk meredakan perasaan kecewa para fans, Bieber mengungkap rasa sesalnya dalam sebuah permintaan maaf secara langsung. Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh TMZ, Bieber mengungkap jika saat ini ia sedang mencari waktu untuk dirinya sendiri. “Segalanya baik-baik saja. Aku telah melakukan tur selama 2 tahun. Sekarang aku ingin beristirahat dan bersantai, kami akan menaiki sepeda,” katanya, sebelum menambahkan, “Aku mencintai kalian, menurutku kalian luar biasa. Maaf untuk siapa saja yang merasa kecewa atau dikhianati, sama sekali bukan maksudku.” 

Kabarnya Bieber juga akan mengundurkan diri sejenak dari spotlight menyusul pembatalan ini. Menurut sebuah sumber Bieber telah melakukan apapun yang sanggup ia lakukan untuk konser “Purpose”, hanya saja ia harus membatalkan sisa tur karena merasa sangat kelelahan. (bbcindonesia.com)

Vokalis Linkin Park, Chester Bennington telah meninggal dunia pada usia 41 tahun, demikian keterangan otoritas kesehatan di Los Angeles, AS.
Petugas kesehatan yang memeriksa jasad Bennington mengatakan kemungkinan besar dia meninggal dunia karena gantung diri.
Jasadnya ditemukan di rumah pribadinya di wilayah Coroner, Los Angeles, sekitar pukul 09:00 waktu setempat, Kamis

Bennington dilaporkan memiliki kedekatan dengan vokalis Soundgarden, Chris Cornell, yang juga meninggal karena bunuh diri pada Mei silam.

Didirikan pada 1996, Linkin Park telah memenangkan dua kali penghargaan Grammy dan pada masanya albumnya telah terjual 70 juta kopi di seluruh dunia.
Grup musik ini melahirkan sejumlah lagu yang kemudian meledak di pasar di antaranya Faint, In The End and Crawling. Mereka juga pernah berkolaborasi dengan penyanyi rap, Jay-Z.
Albumnya yang berjudul Meteora pernah menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 pada 2003 dan dianggap sebagai salah satu karya musik rock indie terbesar sepanjang masa.
Rencananya, Beninngton dkk akan memulai tur pada minggu depan.

Bennington meninggalkan seorang istri, dan enam anak dari dua pernikahannya.
Selama bertahun-tahun, mendiang berjuang keras untuk melepaskan diri dari penyalahgunaan alkohol dan narkoba.
Dalam sebuah kesempatan, dia pernah mengutarakan bahwa dirinya pernah memikirkan untuk bunuh diri akibat menjadi korban pelecehan ketika masih belia..

Kepada sahabatnya, Chris Cirnell, yang meninggal karena bunuh diri pada Mei lalu, Bennington pernah menulis sebuah surat terbuka: "Anda telah mengilhami saya dengan cara yang tidak pernah Anda ketahui ... Saya tidak dapat membayangkan sebuah dunia tanpa Anda di dalamnya."
Cornell akan merayakan ulang tahunnya yang ke-53 pada Kamis. Dia meninggal setelah melakukan gantung diri setelah konser di Detroit pada 17 Mei.
Anggota Linkin Park, Mike Shinoda mengkonfirmasi tentang kabar kematian Bennington di Twitter miliknya: "(Saya) Terkejut dan patah hati, tapi itulah kenyataannya. Pemberitahuann resmi akan diumumkan setelah kami mendapatkan kepastian penyebab kematiannya."
Bagaimanapun, kematian Bennington telah ditangisi oleh penggemarnya di seluruh dunia. Mereka menyatakan merasa kehilangan atas kematian sang vokalis. (bbcindonesia.com)

Radiohead tidak peduli akan seruan untuk membatalkan konser mereka di Israel. Rabu (19/7) malam, Thom Yorke cs tetap tampil sebagai akhir dari tur dunia mereka untuk mempromosikan album baru, A Moon Shaped Pool. Itu juga sekaligus perayaan 20 tahun album OK Computer.

Mereka memainkan konser kontroversial itu di Park HaYarkon, Tel Aviv.

Konser di mana Radiohead menyanyikan lagu mulai Daydreaming sampai Karma Police itu tetap penuh. Penonton mengunggah video dan foto-foto penampilan idola mereka ke Twitter.

Salah satu akun menulis, “Ancaman tidak pernah berhasil.”

Konser itu bahkan ‘menyatukan’ Israel dan Palestina. Ada penggemar dari Palestina yang berhasil datang ke lokasi konser setelah mendapat bantuan dari organisasi penyelenggara. Mereka seharusnya kesulitan bahkan untuk datang ke Israel. Namun mereka suka Radiohead.

Maka penggemar itu, seperti diberitakan Time Out Tel Aviv yang dikutip NME, mengunggah permintaan tolong di Reddit untuk meminta izin agar dirinya bisa datang ke Israel. Seperti diketahui, Israel dan Palestina hingga saat ini masih ‘terjebak’ dalam perang.

Namun orang-orang trenyuh dan berusaha membantunya. Penggemar itu akhirnya berhasil berhubungan dengan promotor. Naranjah, salah satu promotor membantu penggemar itu dengan mengontak militer Israel agar memberikan izin sehingga mereka bisa datang menonton konser.

“Setelah pengumuman kedatangan Radiohead di Israel musim panas ini, kami menerima permintaan dari orang Palestina yang tinggal di Judea dan Samaria, seorang penggemar Radiohead dan seorang penulis amatir di koran kampus,” demikian promotor menerangkan.

Alih-alih mengacuhkan mereka, promotor ingin membantu.

“Sejak permintaan itu diterima, kami tahu bahwa kami akan melakukan segalanya untuk membantunya menikmati konser. Sangat menyenangkan mengetahui bahwa ada orang-orang yang mau berusaha keras seperti itu untuk menonton konsernya,” mereka melanjutkan pernyataan.

Mereka pun berakhir bahagia.

Namun entah apa yang akan menimpa Radiohead setelah mereka memutuskan tetap konser di tengah kontroversi. Sebelum datang ke Israel, Radiohead sudah mendapat ancaman dan peringatan serta kritik terutama dari kelompok yang memboikot Israel.

Mereka menganggap kedatangan Radiohead ke sana sama saja seperti mendukung Israel yang menurut mereka telah menyalahi hak-hak kemanusiaan. Salah satunya melalui perang dengan Palestina. Mereka pun meminta Radiohead membatalkan konsernya lewat surat terbuka.

Surat itu dikeluarkan oleh Artists for Palestine di Inggris, yang di antaranya ditandatangani oleh musisi Roger Waters, Thurston Moore dan Young Fathers. (cnnindonesia.com)

Band kenamaan asal Inggris, Coldplay, telah menghadirkan sebuah video musik baru, yaitu ‘Miracles (Someone Special)’, yang diambi dari EP. terbaru mereka yang baru saja dirilis, “Kaleidoscope”.

Lagunya menampilkan rapper Big Sean sebagai bintang tamu, dan menawarkan lirik yang dinyanyikan Chris Martin dalam balutan tune bercorak indie-pop. Sedangkan untuk urusan videonya, klip menampilkan adegan yang memperlihatkan para imigran yang tiba di pulau Ellis, New York. Tentunya lagu menjadi latar adegan penuh muatan pesan sosial tersebut.

Perilisan ‘Miracles (Someone Special)’ berarti melengkapi single-single sebelumnya yang telah dirilis Coldplay untuk EP “Kaleidoscope”, yaitu ‘All I Can Think About Is You’, ‘Hypnotised’, ‘A L I E N” dan single hit hasil kolaborasi bersama The Chainsmokers ‘Something Just Like This’.

Simak klip ‘Miracles (Someone Special)’ di bawah ini:

(creativedisc.com)

Page 1 of 96

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net