Music



Kembali lagi di ZONA 90AN SPESIAL yang kali ini dengan tema DANCE SONG di DELTA FM.

Buat kamu yang suka lagu tahun 90an khususnya lagu dance nih, kita ada list lagu yang masih belum tahu mana aja yang bakal kita puterin di ZONA 90AN Delta FM.

Pilih lagu favorit kamu di bawah sini untuk nantinya kita puterin hari SENIN, 16 APRIL 2018 mulai jam 12:00 WIB cuma di Delta FM bersama RENO ADITYA.

Soon ! One Kiss @dualipa

A post shared by Calvin Harris (@calvinharris) on

Dua Lipa rasa-rasanya sudah punya calon hit berikutnya. Apalagi ada hitmaker Calvin Harris yang mendukungnya. Yup! Keduanya punya single kolaborasi berjudul ‘One Kiss’.

Melalui media sosial masing-masing, Dua Lipa dan Calvin mengumumkan kehadiran singlenya melalui postingan cover-art single serta tanggal rilis, yaitu Jumat, 6 April.

‘One Kiss’ merupakan susulan Calvin untuk single barunya, ‘Nuh Ready Nuh Ready’ yang menampilkan PartyNextDoor. Calvin menyebutkan jika di tahun 2018 ini ia akan bergerak dari musik yang diusungnya dari album “Funk Wav Bounces Vil. 1” dan akan kembali ke ranah pop sebagaimana beberapa hit terbesarnya.

Oleh karena itu, bisa jadi ‘One Kiss’ juga akan tetap bernuansa pop-centric yang siap memeriahkan berbagai chart dan radio. Apalagi ada Dua Lipa yang akan membantu sang DJ asal Skotlandia dan baru saja menuai sukses besar berkat single-single hitnya, seperti ‘New Rules’ dan ‘IDGAF’.

UPDATE
Akhirnya, tepat pada hari ini, Jumat, 6 April, Kolaborasi antara Calvin Harris dan Dua Lipa, ‘One Kiss’ dirilis. Sebagaimana yang dijanjikan Calvin, ia akan kembali ke warna dance yang lebih konvensional di dalam lagunya. Oleh karena itu, siapkan diri untuk bergoyang dalam hentakan deep house yang diusung Calvin di dalamnya. Mengingatkan ‘How Deep Is Your Love’ atau ‘This Is What You Came For’, tapi bukan berarti tak kalah seru. Sementara itu, Dua Lipa dengan santai dan chilling out membawakan lagunya.

Dengar ‘One Kiss’ di bawah ini:

(creativedisc.com)

Rupanya Cardi B masih punya single lain yang dilepasnya sebelum merilis album debut, “Invasion of Privacy”. Kini sang femcee bereuni dengan Migos dalam sebuah single, keempat lebih tepatnya, berjudul ‘Drip’, dan dirilis Selasa, 3 April.

Tidak seperti single ketiga yang agak emosional dan juga baru saja dirilis, ‘Be Careful’, maka Cardi kembali ke semangat berapi-api dalam menghadapi para pem-bully-nya, saat ia ngerap, “I gotta work on my anger / Might kill a b***h with my fingers / Running through your hood like ‘B***h, I’m the mayor.’/ You not my b***h, then b***h you a.”

Cardi dan Offset mengambil alih chorus, sedang Quavo dan Takeoff menghadirkan verse mereka sendiri menjelang akhir lagu, “Go get the back on a day off / Got get the rings out of the playoffs / Pasadena’s a bake off/ F**k on a diss, she get laid off.”

Single baru ini hadir hanya sehari selepas Cardi merilis video musik untuk ‘Bartier Cardi’ yang menampilkan 21 Savage dan menghadirkan sang kekasih, Offset, sebagai model untuk klipnya. Sedang album “Invasion of Privacy” rencananya akan dirilis pada Jumat, 6 April. Untuk tracklist album, Cardi sudah mengungkapnya melalui akun Instagram dirinya:

(creativedisc.com)

Ed Sheeran memutuskan untuk melawan balik tuntutan hukum yang ditujukan pada dirinya. Di bulan Januari lalu, Sean Carey dan Beau Golden menuduh sang penyanyi Inggris menjiplak melodi dari lagu rilisan 2014 mereka, ‘When I Found You’, yang ditulis untuk Jasmine Rae, untuk lagu ‘The Rest of Our Life’, hit yang dinyanyikan oleh Tim McGraw dan Faith Hill tahun lalu.

Saat Sean dan Beau mengajukan tuntutan hukum, mereka mengklaim ada “mencontek mentah-mentah” dari nada mereka, menambahkan jika proses meniru terjadi dalam berbagai bentuk, verbatim, not ke not dari lagu orisinal. Dalam tuntutan hukum tersebut, mereka juga menyebutkan rekan penulisan lagu Ed, Johnny McDaid dan Amy Wadge, serta Sony/ATV, Universal Polygram dan WB Music, sebagai tertuduh dan memintaa biaya ganti rugi sebesar $5 juta plus profit, royalti dan biaya pengacara serta biaya injunktif.

Ed mengajukan dokumennya sendiri sebagai bantahan dan menyebutkan sama sekali tidak ada kemiripan di antara dua lagu tersebut. Dalam berkas hukum yang didapat oleh TMZ, sang hitmaker ‘Shape of You’ mengaku ia tidak pernah meminta izin Sean dan Beau karena memang ‘The Rest of Our Life’ adalah lagu “orisinal dan dengan kompisisi musikal yang diciptakan secara mandiri”.

Lebih lanjut Ed menyebutkan jika tuntutan mereka sama sekali tidak berdasar dan meminta hakim untuk mengindahkan tuntutan dan membatalkannya. Sebagai catatan, ini bukan kali pertama Ed terlibat masalah hukum atas tuduhan penjiplakan. (creativedisc.com)

Secara perlahan tapi pasti Lauv semakin menegaskan eksistensi dirinya sebagai penyanyi pendatang baru yang bersinar terang. Tentu salah satu cara bagi Lauv untuk terus bersinar tadi adalah dengan rajin merilis single demi single.

Sang penyanyi berusia 23 tahun memulai karirnya dengan merilis single ‘The Other’ di awal tahun 2016. Memang agak lama bagi single ini untuk dikenal luas, namun setidaknya penantian berbayar lunas dengan menjadi sensasi Spotify berkat jumlah streaming yang melebihi 150 juta.

Single berikutnya, ‘I Like Me Better’, memiliki prestasi yang lebih baik lagi dengan 375 streaming di Spotify. Tidak hanya itu, kepopuleritasan ‘I Like Me Better’ bahkan menyebrang ke radio-radio dunia sehingga sukses mengantarkan Lauv untuk pertama kalinya memasuki Billboard Hot 100.

Semenjak itu, ia secara konsisten merilis single demi single lain, seperti ‘Easy Love’, ‘Getting Over You’ dan ‘Paris In The Rain’. Seolah belum cukup, Lauv datang lagi dengan single baru lain, ‘Chasing Fire’, yang dilepasnya pada tanggal 29 Maret lalu.

Meski bertema emosional tentang hubungan yang berakhir dengan buruk, ternyata Lauv menyajikan lagu daam tempo yang relatif upbeat dan bahkan bernuansa dance. Mengingat biasanya Lauv cenderung membawakan lagu slow atau mid-tempo, jeas ‘Chasing Fire’ memperkaya warna musiknya. (creativedisc.com)

Validitas Lana Del Rey sebagai musisi sebagai terasah, mengingat sang penyanyi ‘White Mustang’ akan mendapatkan penghargaan Global Impact Award di ajang ASCAP Pop Music Awards yang akan berlangsung pada 23 April mendatang.

Lana dianggap layak mendapatkan penghargaan berkat kesuksesan album “Lust For Life” yang mampu menguasai tangga album di berbagai negara, seperti Australia, Kanada dan Inggris (serta Amerika Utara tentu saja) dan menghuni 10 besar di pasar utama Eropa, termasuk Prancis, Jerman dan Italia.

Selain Lana, penerima piala lain adalah Portugal. The Man yang akan mendapatkan Vanguard Award dan penulis lagu legendaris Desmond Child. Dengan lagu-lagu hits seperti ‘Livin’ On A Prayer’ (Bon Jovi) atau ‘Livin’ La Vida Loca’ (Ricky Martin) dan karir berisi deretan #1 sepankang 5 dekade, tentu saja Child merupakan penerima yang pantas untuk Founders Awards. (creativedisc.com)

Pada tanggal 21 Maret lalu Michael Learns To Rock merilis album paling mutakhir mereka, “STILL”. Ini merupakan sebuah album yang istimewa karena dirilis di waktu yang istimewa, karena dilepas bertepatan dengan tanggal perayaan ke-30 tahun usia band ini.

Berdiri di tahun 1988, band asal Denmark ini terdiri atas Jascha Richter, Mikkel Lentz dan Kåre Wanscher (meski awalnya dalam formasi kuartet bersama Søren Madsen yang kini sudah memilih untuk keluar). Album pertama yang mereka rilis adalah sebuah self-titled yang dirilis di bulan Agustus 1991

Setelahnya MLTR, demikian juga mereka dikenal, menuai sukses besar dan menjadi salah satu ikon pop era 90-an. “STILL” merupakan album kesembilan dari MLTR, setelah terakhir merilis album “Scandinavia” di tahun 2012 lalu. Sebagai pemanasan, di bulan Februari lalu mereka telah merilis single perdana berjudul ‘Everything You Need’.

Berikut tracklist untuk “STILL”:

1. Everything You Need 3:47
2. The Best of Me 3:12
3. You’ll Be Mine 3:34
4. When I Look Around 3:34
5. Hiding Away from Life 3:36
6. Hold on a Minute 4:09
7. When Wrong Is Right 3:54
8. One Last Summer Night 3:17
9. Stranger in My Heart 3:23
10. Unconcerned 4:28

Jika penasaran bagaimana proses pembuatan “STILL”, MLTR telah merilis klip singkat di akun YouTube mereka:

(creativedisc.com)

Ariana Grande, Miley Cyrus dan banyak lagi, akan ambil bagian dalam sebuah demonstrasi sebagai bentuk protes atas senjata api yang disebut “Our Lives” dan akan berlangsung di Washington.

Miley – bersama dengan sosok penting lain di industri musik – telah menyuarakan dukungan dan respek kepada mereka yang berjuang melawan kekerasan akibat senjata api di Amerika Serikat. Gerakan protes ini sendiri disiapkan oleh barisan siswa dan staf sekolah menyusul tragedi penembakan bulan lalu di Florida, di mana mantan siswa berusia 19 tahun menembak dan menewaskan sekitar 17 orang.

Berbicara kepada CNN< David Hogg, salah satu penyintas insiden penembakan bulan lalu, mengungkap jika Miley, Ariana, serta Demi Lovato dan Jennifer Hudson, akan berpartisipasi dalam gerakan turun ke jalan ini yang rencananya akan berlangsung tanggal 24 Maret.

Awal pekan ini, di acara National walkout Day, Miley mengungkap kekagumannya kepada para remaja yang mengambil sikap tegas dan menggunakan kuasa yang mereka miliki untuk bertindak. Kemarin ia memposting ajakan untuk mendengar ‘Shine’, sebuah lagu yang ditulis oleh para siswa yang terjebak di insiden penembakan bulan lalu. (creativedisc.com)

Snapchat sepertinya memang bukan app favorit Rihanna dan sepertinya akan semakin menjadi tidak favorit, setelah sang hitmaker mengecam iklan app tersebut yang dianggap ofensif.

Dalam sebuah advertising, Snapchat tampak mengganggap remeh isu sensitif seperti kekerasan domestik. Pekan lalu app ini melepas iklan berjudul “Would You Rather” yang meminta penggunanya untuk memilih antara “Slap Rihanna” (menampar Rihanna) atau “Punch Chris Brown” (menonjok Chris Brown). Tampaknya iklan ini “terinspirasi” atas insiden kekerasan domestik yang pernah dilakukan Chris kepada Rihanna beberapa tahun lalu.

Snapchat sudah menerbitkan permintaan maaf mereka pada Selasa, 13 Maret lalu, dengan alasan “in error”. Tapi rupanya tidak cukup bagi RiRi yang “murka” dengan iklan ini. Ia lantas mengungkapkan rasa gusar dan kecamannya melalui sebuah tulisan cukup panjang yang diposting di Instagram Stories miliknya pada Kamis, 15 Maret:

RiRi menegaskan jika tindakan Snapchat tersebut adalah ignoran dan menyesalkan mengapa app ini secara sengaja membuat malu para korban kekerasan domestik dan bahkan menjadikan bahan bercanda. Bagi RiRi ini bukan tentang perasaan pribadinya, melainkan karena pengaruh buruk iklan kepada para korban kekerasan domestik, terutama bagi mereka yang masih takut untuk mengungkap kekerasan yang mereka alami.

RiRi juga tidak menerima permintaan maaf Snapchat, karena menutup pernyataanya dengan, “Shame on you. Throw the whole app-oligy away.” (creativedisc.com)

Make Amazing Music with brilliant songwriters! ????♥️? #secret

A post shared by Madonna (@madonna) on

Jangan khawatir, Madonna akan tetap merilis sebuah album, yang dibuktikan dengan postingan Instagramnya di beberapa hari terakhir (lihat di bawah). Tapi, sebelum kita bisa mendengar lagu-lagu barunya, sang Ratu Pop juga memiliki kesibukan lain, membuat sebuah film sebagai proyek barunya.

Film berjudul “Taking Flight” dan ceritanya berdasarkan perjalanan hidup luar biasa dari seorang ballerina bernama Michaela De Prince, yang sukses menaklukkan halangan di negara Sierra Leona yang tengah diobrak-abrik peperangan dan kemudian menjadi seorang penari kaliber.

Kalau sudah menyaksikan “Lemonde” milik Beyonce, maka bisa melihat penampakan dari Michaela De Prince ini. Film rencananya akan segera mulai dikerjakan dengan naskah merupakan hasil adaptasi oleh Camilla Blackett, yang dikenal berkat karya-karyanya di televisi, seperti serial “Fresh Off the Boat” dan “New Girl”.

Ini tentunya bukan kali pertama Madonna mengarahkan sebuah film. Ia melakukan debut penyutradaraan di tahun 2008 lalu dengan menggarap sebuah drama komedi Inggris berjudul “Filth and Wisdom”. Madonna menyusulnya dengan sebuah film drama sejarah, “W.E.”, di tahun 2011. Selain kisah hidup ballerina Michaela De Prince, ada beberapa proyek film lain yang berada di daftar kerja Madonna, seperti adaptasi novel karya Sean Greer, “The Impossible Lives of Greta Wells”. (creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM