Music



The Weeknd sepertinya muncul di kancah dunia pop disaat yang tepat. Memberikan warna baru dengan gaya vocal R&B yang terdengar seperti Michael Jackson tetapi dengan musik pop yang ‘tidak biasa’. Dan tentu saja dengan gaya rambut ajaib serta berpacaran dengan beberapa selebriti Hollywood, ketenarannya seperti terus menanjak. Di album terbarunya “Starboy” The Weeknd seperti ingin melampaui pencapaian musikalitas dari abum-album nya terdahulu, salah satunya dengan single kedua nya yaitu “I Feel it Coming”.
Kurang keren apalagi kalau yang menggarap lagu nya adalah duo electronic papan atas dunia asal Perancis, Daft Punk. Di lagu ini, The Weeknd lagi-lagi memang tidak bisa lepas dari gaya vocal almarhum Michael Jackson. Namun The Weeknd menyanyikan lirik nya dengan santai tanpa banyak ornament vocal yang berlebihan. Dan ini adalah kelebihannya. Selain itu tentu saja musik electronic/dance yang simple dan terpengaruh musik era 80an ala Daft Punk membuat lagu ini menjadi lagu pop yang tidak hanya numpang lewat di telinga.

 

reviewed by : reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Setelah tiga tahun, Maliq & D’essentials kembali merilis album terbaru yang berjudul “Senandung Senandika” yang mudahnya diartikan sebagai proses mereka sebagai sebuah band yang berdialog dengan ‘diri sendiri’ dan hasil dari dialog tersebut dinyanyikan untuk pendengar atau penggemar mereka. Dari judul album nya yang filosofis tersebut, Maliq memang selalu ingin menghasilkan karya yang mempunyai arti ‘dalam’, tak hanya sekedar lagu pop yang ‘numpang lewat’. dan lagu “Senang” adalah salah satu nya.
Lagu ini jika didengarkan, secara musik dan irama nya terdengar ceria, dengan ketukan lagu yang cukup upbeat, sehingga cukup danceable. Tetapi jika diperhatikan liriknya, makna lagu lumayan ‘dalam’, seperti yang diungkapkan oleh Widi sang drummer dan juga otak musikalitas Maliq, bahwa lirik lagu ‘Senang’ ini tidak berarti senang secara harfiah. Lagu ini bercerita tentang bagaimana momen harus selalu dihargai dan diraih selagi ada waktu, karena mungkin saja tidak akan terulang kembali. Bagaimanapun, lagu ini kembali membuktikan bahwa sebagaimana kehidupan, musik yang dihasilkan oleh musisi sudah seharusnya terus berkembang dan menerobos batasan-batasan yang menghalangi.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Capaian tur A Head Full of Dreams milik Coldplay yang berlangsung sejak 2016 membawa band Inggris tersebut ke posisi lima tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Posisi itu sebelumnya ditempati Madonna dengan Sticky & Sweet Tour yang berlangsung pada 2008.

Diberitakan Billboard, menurut data Billboard Boxscore, tur Coldplay untuk mempromosikan album ke-tujuh mereka itu telah mendapatkan pendapatan hingga US$412 juta atau Rp5,4 triliun.

Pendapatan tersebut menggeser posisi konser Sticky & Sweet Tour dari Madonna pada 2008 yang mendapatkan pemasukan US$408 juta atau Rp3,7 triliun (1 US$ = Rp9.145).

Berkat konser itu, Madonna sempat bertengger di posisi lima di deretan konser terlaris sepanjang masa, sebelum terganti oleh Coldplay.

Untuk posisi pertama di deretan tur terlaris sepanjang masa masih ditempati oleh band Inggris U2 dengan U2 360 Tour yang dilangsungkan pada 2009 hingga 2011. Konser itu mampu mengumpulkan pendapatan hingga US$736,4 juta.

A Head Full of Dreams Tour dimulai sejak Maret 2016 di Estadio Ciudad de La Plata, Argentina. Dan rencananya akan berakhir pada 15 November mendatang.

Hingga kini, tur Coldplay itu sudah tampil di 123 lokasi di seluruh dunia. Terakhir kali, tur itu berhenti di Paris pada 18 Juli dan kini band Inggris tersebut tengah rehat sejenak sebelum memulai babak baru di Amerika Serikat pada 1 Agustus mendatang.

A Head Full of Dreams Tour akan berakhir di tempat yang sama saat mulai, Estadio Ciudad de La Plata, Argentina.

Dari total pendapatan hingga US$408 juta, Coldplay mendapatkan uang terbanyak dari Eropa dengan US$104,9 juta.

Saat memulai tur di Eropa, konser yang dilangsungkan di Paris selama tiga hari pada 15 hingga 18 Juli lalu menjadi acara dengan pendapatan tertinggi, US$19,8 juta, dan dihadiri masing-masing hari sekitar 235 ribu penonton.

Di Asia sendiri, Coldplay bertandang ke tujuh negara yang dimulai dari Uni Emirat Arab, berlanjut ke Singapura, Filipina, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, dan berakhir di Jepang.

Dalam babak Asia yang dimulai pada 31 Desember 2016, Coldplay mendapatkan pendapatan tertinggi selama pertunjukan dua hari di Singapura yang dihadiri masing-masing hari sekitar 102 ribu penonton dan mendulang US$12,5 juta.

Tempat ke-dua Coldplay mendulang uang di Asia adalah di Seoul, Korea Selatan, dengan dua hari konser dan dihadiri 99 ribu orang per hari. Total, di Negeri Gingseng, Coldplay membawa pulang US$10,1 juta. (cnnindonesia.com)

WHAT ABOUT US 8/10/17

A post shared by P!NK (@pink) on

Pekan lalu Pink mengindikasikan jika memiliki sebuah single baru, saat memberitahu penggemarnya jika ia tengah mengerjakan sebuah video klip baru. Dan kini kabar tentang single baru Pink tersebut telah resmi dikonfirmasi langsung oleh sang penyanyi pop-rock ini.

Dengan memanfaatkan Instagram, Pink mengumumkan judul serta tanggal perilisan untuk singlenya. Berjudul ‘What About Us’, single akan dirilis pada tanggal 10 Agustus, yang berarti dalam waktu sekitar 2 minggu lagi. Sayangnya sejauh ini hanya itulah yang bisa kita ketahui, karena belum ada detil lain yang diungkap untuk singlenya.

Bisa jadi single merupakan kolaborasi Pink bersama Max Martin yang memang biasa bekerjasama dengan dirinya. Atau bisa juga Jack Antonoff, yang akhir-akhir ini sering diminta untuk membantu banyak penyanyi perempuan. Apalagi sang hitmaker veteran kedapatan berada di salah satu konser Pink di bulan April lalu.

Hampir 5 tahun berlalu memang semenjak Pink merilis album “The Truth About Love”. Namun bukan berarti Pink berdiam diri saja, karena ia masih tetap sibuk berkarya. Di tahun 2014 ia bekerjasama dengan Dallas Green untuk merilis sebuah album akustik di bawah naungan grup You+Me.

Ia juga mendapatkan hit top 10 lain berkat single ‘Just Like Fire’ yang diambil dari album soundtrack “Alice Through The Looking Glass”. Yang terakhir adalah berduet bersama Sia untuk membantu Stargate di single ‘Waterfall’ dan menghadirkan fusion pop dan country bersama Kenny Chesney di lagu ‘Setting The World On Fire’. (creativedisc.com)

Pupus sudah harapan penggemar Justin Bieber wilayah Asia, terutama Indonesia, untuk menyaksikan aksi sang idola secara live di atas panggung. Sang superstar asal Kanada telah membatalkan sisa di jadwal “Purpose World Tour” dengan alasan “situasi-situasi yang tidak terduga”, setelah tur berlangsung selama 2 tahun terakhir guna mendukung album terakhirnya, “Purpose”.

Hal ini terungkap dalam sebuah pernyataan yang dirilis di website resmi Bieber. “Justin mencintai fansnya dan benci untuk mengecewakan mereka. Ia berterimakasih kepada para fans untuk pengalaman luar biasa selama 18 bulan ‘Purpose World Tour’,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut pernyataan tersebut menyebutkan jika Bieber merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa membagi pengalamannya bersama para kru di sepanjang 150 konser yang sukses yang melintasi 6 benua. Hanya saja, setelah pertimbangan masak-masak, Bieber memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan jadwal tur dan uang untuk pembelian tiket akan dikembalikan.

Bieber memiliki 14 konser lagi yang tersisa untuk turnya. Sebagian besar adalah untuk wilayah Amerika Utara, yang seharusnya akan didukung oleh Vic Mensa, Migos, Martin Garrix dan Kehlani. Ia juga direncanakan untuk tampil di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Filipina, dan Singapura.

Mungkin untuk meredakan perasaan kecewa para fans, Bieber mengungkap rasa sesalnya dalam sebuah permintaan maaf secara langsung. Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh TMZ, Bieber mengungkap jika saat ini ia sedang mencari waktu untuk dirinya sendiri. “Segalanya baik-baik saja. Aku telah melakukan tur selama 2 tahun. Sekarang aku ingin beristirahat dan bersantai, kami akan menaiki sepeda,” katanya, sebelum menambahkan, “Aku mencintai kalian, menurutku kalian luar biasa. Maaf untuk siapa saja yang merasa kecewa atau dikhianati, sama sekali bukan maksudku.” 

Kabarnya Bieber juga akan mengundurkan diri sejenak dari spotlight menyusul pembatalan ini. Menurut sebuah sumber Bieber telah melakukan apapun yang sanggup ia lakukan untuk konser “Purpose”, hanya saja ia harus membatalkan sisa tur karena merasa sangat kelelahan. (bbcindonesia.com)

Vokalis Linkin Park, Chester Bennington telah meninggal dunia pada usia 41 tahun, demikian keterangan otoritas kesehatan di Los Angeles, AS.
Petugas kesehatan yang memeriksa jasad Bennington mengatakan kemungkinan besar dia meninggal dunia karena gantung diri.
Jasadnya ditemukan di rumah pribadinya di wilayah Coroner, Los Angeles, sekitar pukul 09:00 waktu setempat, Kamis

Bennington dilaporkan memiliki kedekatan dengan vokalis Soundgarden, Chris Cornell, yang juga meninggal karena bunuh diri pada Mei silam.

Didirikan pada 1996, Linkin Park telah memenangkan dua kali penghargaan Grammy dan pada masanya albumnya telah terjual 70 juta kopi di seluruh dunia.
Grup musik ini melahirkan sejumlah lagu yang kemudian meledak di pasar di antaranya Faint, In The End and Crawling. Mereka juga pernah berkolaborasi dengan penyanyi rap, Jay-Z.
Albumnya yang berjudul Meteora pernah menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 pada 2003 dan dianggap sebagai salah satu karya musik rock indie terbesar sepanjang masa.
Rencananya, Beninngton dkk akan memulai tur pada minggu depan.

Bennington meninggalkan seorang istri, dan enam anak dari dua pernikahannya.
Selama bertahun-tahun, mendiang berjuang keras untuk melepaskan diri dari penyalahgunaan alkohol dan narkoba.
Dalam sebuah kesempatan, dia pernah mengutarakan bahwa dirinya pernah memikirkan untuk bunuh diri akibat menjadi korban pelecehan ketika masih belia..

Kepada sahabatnya, Chris Cirnell, yang meninggal karena bunuh diri pada Mei lalu, Bennington pernah menulis sebuah surat terbuka: "Anda telah mengilhami saya dengan cara yang tidak pernah Anda ketahui ... Saya tidak dapat membayangkan sebuah dunia tanpa Anda di dalamnya."
Cornell akan merayakan ulang tahunnya yang ke-53 pada Kamis. Dia meninggal setelah melakukan gantung diri setelah konser di Detroit pada 17 Mei.
Anggota Linkin Park, Mike Shinoda mengkonfirmasi tentang kabar kematian Bennington di Twitter miliknya: "(Saya) Terkejut dan patah hati, tapi itulah kenyataannya. Pemberitahuann resmi akan diumumkan setelah kami mendapatkan kepastian penyebab kematiannya."
Bagaimanapun, kematian Bennington telah ditangisi oleh penggemarnya di seluruh dunia. Mereka menyatakan merasa kehilangan atas kematian sang vokalis. (bbcindonesia.com)

Band kenamaan asal Inggris, Coldplay, telah menghadirkan sebuah video musik baru, yaitu ‘Miracles (Someone Special)’, yang diambi dari EP. terbaru mereka yang baru saja dirilis, “Kaleidoscope”.

Lagunya menampilkan rapper Big Sean sebagai bintang tamu, dan menawarkan lirik yang dinyanyikan Chris Martin dalam balutan tune bercorak indie-pop. Sedangkan untuk urusan videonya, klip menampilkan adegan yang memperlihatkan para imigran yang tiba di pulau Ellis, New York. Tentunya lagu menjadi latar adegan penuh muatan pesan sosial tersebut.

Perilisan ‘Miracles (Someone Special)’ berarti melengkapi single-single sebelumnya yang telah dirilis Coldplay untuk EP “Kaleidoscope”, yaitu ‘All I Can Think About Is You’, ‘Hypnotised’, ‘A L I E N” dan single hit hasil kolaborasi bersama The Chainsmokers ‘Something Just Like This’.

Simak klip ‘Miracles (Someone Special)’ di bawah ini:

(creativedisc.com)

Episode perdana untuk serial “Game of Thrones” musim 7 memang sudah sangat ditunggu-tunggu, tidak hanya bagi para penggemar serial populer tersebut, namun juga antisipasi untuk melihat aksi cameo Ed Sheeran di dalamnya. Dan ternyata apa yang terjadi tidak berjalan dengan seperti yang diharapkan alias berakhir bencana.

Di episode yang berjudul “Dragonstone” dan tayang pada tanggal 16 Juli kemarin, Arya Stark (Maisie Williams) tampak berkuda di sebuah hutan selepas membantai sejumlah orang. Tidak berapa lama ia bersua dengan segerombolan prajurit yang tengah bersantai, dan Ed adalah salah satunya.

Tentunya Ed diberi waktu dan tempat untuk memamerkan vokalnya untuk menyanyikan sebuah lagu di adegan tersebut. Jangan cemas, karena lagu yang dinyanyikan Ed berasal dari buku yang menjadi sumber untuk serial “GoT”, bukan salah satu lagu album “Divide” (apalagi ‘Shape of You’). Ed kemudian menawarkan Arya sebuah kelinci yang sudah di masak.

Sebagai seorang “figuran”, tentunya Ed tidak mendapat jatah banyak dialog. Hanya saja, rupanya serial tidak melewatkan kesempatan untuk “mengeksplorasi” seorang Ed Sheeran, sehingga meski sama sekali tidak penting untuk esensi ceritanya, namun kamera “dengan berlebihan” memberi fokus pada Ed.

Porsi Ed yang “berlebihan” ini rupanya dianggap menganggu oleh fans setia “GoT”, yang memang kita ketahui agak militan, sehingga kecaman dan kritikan pun lantas membanjiri media sosial.

Sebenarnya ini bukan kali pertama musisi menjadi cameo dalam “GoT”. Beberapa yang sempat hadir adalah anggota Snow Patrol atau Coldplay misalnya, dan beberapa nama lagi. Hanya saja, memang Ed Sheeranlah yang pertama kali terasa diekspos secara berlebihan.

Produser “GoT” kabarnya memang telah lama ingin mengajak Ed bergabung, hanya saja baru kali ini ada kesempatan yang mengizinkan sang penyanyi untuk bisa terlibat. Lagipula kehadiran Ed sangat istimewa karena diniatkan sebagai sebuah kejutan kepada aktris Maisie Williams yang sangat mengidolakan Ed.

Ed sendiri tidak memberi tanggapan atas barisan kecaman ini. Yang dilakukan Ed selanjutnya cukup drastis yaitu dengan menutup akun Twitternya secara permanen. Memang belum diketahui apa alasannya, mengingat beberapa waktu lalu Ed sempat menyebutkan jika ia tidak akan aktif lagi dalam bermain Twitter, menyusul banyaknya komentar penuh kebencian yang ditujukan banyak netizen kepadanya.

Apakah tambahan kecaman yang didapat karena aksi cameonya dalam “GoT” akhirnya menjadi pencetus untuk menghapus akun Twitternya? Hanya Ed yang tahu jawabannya. Yang pasti, Ed masih tetap aktif di akun Instagram dan Facebooknya.

Simak aksi Ed Sheeran dalam “Game of Thrones” di bawah ini:

(creativedisc.com)

Gitaris Radiohead, Ed O'Brien tidak lama lagi akan meluncurkan gitar Fender tipe 'EOB Sustainer Stratocaster', yang dirancang khusus oleh dirinya sendiri.

Di laman resmi Fender, Stratocaster EOB Sustainer digambarkan sebagai "Sistem elektronik unik yang dirancang, yang memungkinkan mengontrol sustain dari satu atau banyak nada dalam tingkat nada suara gitar," tulisnya di website tersebut.

Di laman yang sama, pihak Fender juga membeberkan alasanannya memilih O'Brien untuk kerjasama ini. Menurutnya, gitaris Radiohead ini memiliki gaya permainan khas yang bisa diaplikasikan lewat gitar Fender.

"Gaya gitar ambient, permainan halus dan orchestral Ed O'Brien adalah bagian penting dari identitas Radiohead. Untuk itu, Fender bermitra dengan pemain gitar tersebut untuk menciptakan Stratocaster EOB Sustainer - instrumen yang unik, seperti suara khas permainan gitarnya," tulisnya di situs tersebut.

Gitar rancangan Ed O'Brien ini akan mulai resmi dipasarkan pada 14 November 2017 mendatang. Kabarnya, untuk bisa memiliki gitar tersebut, diperlukan biaya sebesar US$1,1 juta.

Gitaris Radiohead ini mengikuti daftar panjang artis yang telah berkolaborasi dengan Fender untuk mendapatkan karya cipta mereka.

Tahun lalu, Fender menciptakan desain bass baru yang berkolaborasi dengan bassis Red Hot Chili Peppers, Flea. (liputan6.com)

Siapa tidak kenal lagu "Beauty and the Beast" atau "Colors of the Wind" dari film Pocahontas.

Ada sosok yang tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan lagu-lagu dari film-film keluaran Disney seperti Beauty and the Beast, Aladdin, Hunchback of Notredame, ataupun Tangled.

Dialah Alan Menken, komposer musik panggung dan film sekaligus pianis yang menciptakan lagu-lagu dari film-film animasi tersebut.

Pada penyelenggaraan D23 Expo di Anaheim Convention Center, Aneheim, California, Menken memberikan persembahan khusus kepada para fans Disney, Minggu (16/7/2017).

Dalam konser bertajuk "A Whole New World with Alan Menken" itu, Menken menyanyikan tembang-tembang karya yang sudah dibuatnya sejak ia mengawali karier sebagai musisi.

Konser itu dibuka oleh aktor Zachary Levi, pemeran Flynn dalam film animasi produksi Disney, Tangled.

Sebagai informasi, Levi dan lawan mainnya dalam Tangled, Mandy Moore, berduet dalam lagu "I See The Light".

Mengawali konsernya, Menken bercerita tentang masa kecilnya. Menken menuturkan dia datang dari keluarga dokter gigi. Kakeknya dokter gigi, ayah, dan pamannya pun berprofesi sama.

Meskipun demikian, ia lebih tertarik pada musik. Ia pun berlatih piano dan mulai menciptakan lagu.

Sambil bercerita tentang kehidupannya, Menken pun menyanyikan sendiri lagu-lagu karyanya.

Tidak ada bintang tamu penyanyi lain yang pernah membawakan lagunya. Pria kelahiran 22 Juli 1949 itu hanya ditemani sebuah grand piano di panggung.

Ada cerita menarik yang dituturkan Menken. Ketika memenangi Piala Oscar pertamanya berkat lagu dari The Little Mermaid, Menken justru mendapat Razzies Award gara-gara lagunya dari film Newsies.

Ia juga menceritakan kenangannya dengan partner menulis lagunya, Howard Ashman, yang meninggal karena komplikasi penyakit HIV.

Kolaborasi mereka berhasil menelurkan lagu-lagu bagus untuk film The Little Mermain, Beauty and the Beast, dan Aladdin.

Bersama Ashman, Menken meraih dua Piala Oscar. Masing-masing untuk lagu "Under the Sea" dari The Little Mermaid (1989), dan "Beauty and the Beast" pada 1991.

Pada konser beberapa lagu terkenalnya, termasuk lagu soundtrack Aladdin, A Whole New World, yang menjadi judul konser tersebut.

Pada kesempatan sama, Menken mengumumkan bahwa ia sedang menggarap musik dan lagu untuk film The Little Mermaid versi live action.

Ia berkolaborasi dengan seorang aktor dan produser panggung yang saat ini sedang naik daun, Lin-Manuel Miranda.

Alan Menken mendapat standing ovation dari para fans Disney. Tepuk tangan itu cukup lama, sampai Menken pun naik ke panggung lagi untuk mengucapkan terima kasih. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net