Music



Pupus sudah harapan penggemar Justin Bieber wilayah Asia, terutama Indonesia, untuk menyaksikan aksi sang idola secara live di atas panggung. Sang superstar asal Kanada telah membatalkan sisa di jadwal “Purpose World Tour” dengan alasan “situasi-situasi yang tidak terduga”, setelah tur berlangsung selama 2 tahun terakhir guna mendukung album terakhirnya, “Purpose”.

Hal ini terungkap dalam sebuah pernyataan yang dirilis di website resmi Bieber. “Justin mencintai fansnya dan benci untuk mengecewakan mereka. Ia berterimakasih kepada para fans untuk pengalaman luar biasa selama 18 bulan ‘Purpose World Tour’,” tulis pernyataan tersebut.

Lebih lanjut pernyataan tersebut menyebutkan jika Bieber merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa membagi pengalamannya bersama para kru di sepanjang 150 konser yang sukses yang melintasi 6 benua. Hanya saja, setelah pertimbangan masak-masak, Bieber memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan jadwal tur dan uang untuk pembelian tiket akan dikembalikan.

Bieber memiliki 14 konser lagi yang tersisa untuk turnya. Sebagian besar adalah untuk wilayah Amerika Utara, yang seharusnya akan didukung oleh Vic Mensa, Migos, Martin Garrix dan Kehlani. Ia juga direncanakan untuk tampil di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Filipina, dan Singapura.

Mungkin untuk meredakan perasaan kecewa para fans, Bieber mengungkap rasa sesalnya dalam sebuah permintaan maaf secara langsung. Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh TMZ, Bieber mengungkap jika saat ini ia sedang mencari waktu untuk dirinya sendiri. “Segalanya baik-baik saja. Aku telah melakukan tur selama 2 tahun. Sekarang aku ingin beristirahat dan bersantai, kami akan menaiki sepeda,” katanya, sebelum menambahkan, “Aku mencintai kalian, menurutku kalian luar biasa. Maaf untuk siapa saja yang merasa kecewa atau dikhianati, sama sekali bukan maksudku.” 

Kabarnya Bieber juga akan mengundurkan diri sejenak dari spotlight menyusul pembatalan ini. Menurut sebuah sumber Bieber telah melakukan apapun yang sanggup ia lakukan untuk konser “Purpose”, hanya saja ia harus membatalkan sisa tur karena merasa sangat kelelahan. (bbcindonesia.com)

Vokalis Linkin Park, Chester Bennington telah meninggal dunia pada usia 41 tahun, demikian keterangan otoritas kesehatan di Los Angeles, AS.
Petugas kesehatan yang memeriksa jasad Bennington mengatakan kemungkinan besar dia meninggal dunia karena gantung diri.
Jasadnya ditemukan di rumah pribadinya di wilayah Coroner, Los Angeles, sekitar pukul 09:00 waktu setempat, Kamis

Bennington dilaporkan memiliki kedekatan dengan vokalis Soundgarden, Chris Cornell, yang juga meninggal karena bunuh diri pada Mei silam.

Didirikan pada 1996, Linkin Park telah memenangkan dua kali penghargaan Grammy dan pada masanya albumnya telah terjual 70 juta kopi di seluruh dunia.
Grup musik ini melahirkan sejumlah lagu yang kemudian meledak di pasar di antaranya Faint, In The End and Crawling. Mereka juga pernah berkolaborasi dengan penyanyi rap, Jay-Z.
Albumnya yang berjudul Meteora pernah menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 pada 2003 dan dianggap sebagai salah satu karya musik rock indie terbesar sepanjang masa.
Rencananya, Beninngton dkk akan memulai tur pada minggu depan.

Bennington meninggalkan seorang istri, dan enam anak dari dua pernikahannya.
Selama bertahun-tahun, mendiang berjuang keras untuk melepaskan diri dari penyalahgunaan alkohol dan narkoba.
Dalam sebuah kesempatan, dia pernah mengutarakan bahwa dirinya pernah memikirkan untuk bunuh diri akibat menjadi korban pelecehan ketika masih belia..

Kepada sahabatnya, Chris Cirnell, yang meninggal karena bunuh diri pada Mei lalu, Bennington pernah menulis sebuah surat terbuka: "Anda telah mengilhami saya dengan cara yang tidak pernah Anda ketahui ... Saya tidak dapat membayangkan sebuah dunia tanpa Anda di dalamnya."
Cornell akan merayakan ulang tahunnya yang ke-53 pada Kamis. Dia meninggal setelah melakukan gantung diri setelah konser di Detroit pada 17 Mei.
Anggota Linkin Park, Mike Shinoda mengkonfirmasi tentang kabar kematian Bennington di Twitter miliknya: "(Saya) Terkejut dan patah hati, tapi itulah kenyataannya. Pemberitahuann resmi akan diumumkan setelah kami mendapatkan kepastian penyebab kematiannya."
Bagaimanapun, kematian Bennington telah ditangisi oleh penggemarnya di seluruh dunia. Mereka menyatakan merasa kehilangan atas kematian sang vokalis. (bbcindonesia.com)

Band kenamaan asal Inggris, Coldplay, telah menghadirkan sebuah video musik baru, yaitu ‘Miracles (Someone Special)’, yang diambi dari EP. terbaru mereka yang baru saja dirilis, “Kaleidoscope”.

Lagunya menampilkan rapper Big Sean sebagai bintang tamu, dan menawarkan lirik yang dinyanyikan Chris Martin dalam balutan tune bercorak indie-pop. Sedangkan untuk urusan videonya, klip menampilkan adegan yang memperlihatkan para imigran yang tiba di pulau Ellis, New York. Tentunya lagu menjadi latar adegan penuh muatan pesan sosial tersebut.

Perilisan ‘Miracles (Someone Special)’ berarti melengkapi single-single sebelumnya yang telah dirilis Coldplay untuk EP “Kaleidoscope”, yaitu ‘All I Can Think About Is You’, ‘Hypnotised’, ‘A L I E N” dan single hit hasil kolaborasi bersama The Chainsmokers ‘Something Just Like This’.

Simak klip ‘Miracles (Someone Special)’ di bawah ini:

(creativedisc.com)

Episode perdana untuk serial “Game of Thrones” musim 7 memang sudah sangat ditunggu-tunggu, tidak hanya bagi para penggemar serial populer tersebut, namun juga antisipasi untuk melihat aksi cameo Ed Sheeran di dalamnya. Dan ternyata apa yang terjadi tidak berjalan dengan seperti yang diharapkan alias berakhir bencana.

Di episode yang berjudul “Dragonstone” dan tayang pada tanggal 16 Juli kemarin, Arya Stark (Maisie Williams) tampak berkuda di sebuah hutan selepas membantai sejumlah orang. Tidak berapa lama ia bersua dengan segerombolan prajurit yang tengah bersantai, dan Ed adalah salah satunya.

Tentunya Ed diberi waktu dan tempat untuk memamerkan vokalnya untuk menyanyikan sebuah lagu di adegan tersebut. Jangan cemas, karena lagu yang dinyanyikan Ed berasal dari buku yang menjadi sumber untuk serial “GoT”, bukan salah satu lagu album “Divide” (apalagi ‘Shape of You’). Ed kemudian menawarkan Arya sebuah kelinci yang sudah di masak.

Sebagai seorang “figuran”, tentunya Ed tidak mendapat jatah banyak dialog. Hanya saja, rupanya serial tidak melewatkan kesempatan untuk “mengeksplorasi” seorang Ed Sheeran, sehingga meski sama sekali tidak penting untuk esensi ceritanya, namun kamera “dengan berlebihan” memberi fokus pada Ed.

Porsi Ed yang “berlebihan” ini rupanya dianggap menganggu oleh fans setia “GoT”, yang memang kita ketahui agak militan, sehingga kecaman dan kritikan pun lantas membanjiri media sosial.

Sebenarnya ini bukan kali pertama musisi menjadi cameo dalam “GoT”. Beberapa yang sempat hadir adalah anggota Snow Patrol atau Coldplay misalnya, dan beberapa nama lagi. Hanya saja, memang Ed Sheeranlah yang pertama kali terasa diekspos secara berlebihan.

Produser “GoT” kabarnya memang telah lama ingin mengajak Ed bergabung, hanya saja baru kali ini ada kesempatan yang mengizinkan sang penyanyi untuk bisa terlibat. Lagipula kehadiran Ed sangat istimewa karena diniatkan sebagai sebuah kejutan kepada aktris Maisie Williams yang sangat mengidolakan Ed.

Ed sendiri tidak memberi tanggapan atas barisan kecaman ini. Yang dilakukan Ed selanjutnya cukup drastis yaitu dengan menutup akun Twitternya secara permanen. Memang belum diketahui apa alasannya, mengingat beberapa waktu lalu Ed sempat menyebutkan jika ia tidak akan aktif lagi dalam bermain Twitter, menyusul banyaknya komentar penuh kebencian yang ditujukan banyak netizen kepadanya.

Apakah tambahan kecaman yang didapat karena aksi cameonya dalam “GoT” akhirnya menjadi pencetus untuk menghapus akun Twitternya? Hanya Ed yang tahu jawabannya. Yang pasti, Ed masih tetap aktif di akun Instagram dan Facebooknya.

Simak aksi Ed Sheeran dalam “Game of Thrones” di bawah ini:

(creativedisc.com)

Gitaris Radiohead, Ed O'Brien tidak lama lagi akan meluncurkan gitar Fender tipe 'EOB Sustainer Stratocaster', yang dirancang khusus oleh dirinya sendiri.

Di laman resmi Fender, Stratocaster EOB Sustainer digambarkan sebagai "Sistem elektronik unik yang dirancang, yang memungkinkan mengontrol sustain dari satu atau banyak nada dalam tingkat nada suara gitar," tulisnya di website tersebut.

Di laman yang sama, pihak Fender juga membeberkan alasanannya memilih O'Brien untuk kerjasama ini. Menurutnya, gitaris Radiohead ini memiliki gaya permainan khas yang bisa diaplikasikan lewat gitar Fender.

"Gaya gitar ambient, permainan halus dan orchestral Ed O'Brien adalah bagian penting dari identitas Radiohead. Untuk itu, Fender bermitra dengan pemain gitar tersebut untuk menciptakan Stratocaster EOB Sustainer - instrumen yang unik, seperti suara khas permainan gitarnya," tulisnya di situs tersebut.

Gitar rancangan Ed O'Brien ini akan mulai resmi dipasarkan pada 14 November 2017 mendatang. Kabarnya, untuk bisa memiliki gitar tersebut, diperlukan biaya sebesar US$1,1 juta.

Gitaris Radiohead ini mengikuti daftar panjang artis yang telah berkolaborasi dengan Fender untuk mendapatkan karya cipta mereka.

Tahun lalu, Fender menciptakan desain bass baru yang berkolaborasi dengan bassis Red Hot Chili Peppers, Flea. (liputan6.com)

Siapa tidak kenal lagu "Beauty and the Beast" atau "Colors of the Wind" dari film Pocahontas.

Ada sosok yang tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan lagu-lagu dari film-film keluaran Disney seperti Beauty and the Beast, Aladdin, Hunchback of Notredame, ataupun Tangled.

Dialah Alan Menken, komposer musik panggung dan film sekaligus pianis yang menciptakan lagu-lagu dari film-film animasi tersebut.

Pada penyelenggaraan D23 Expo di Anaheim Convention Center, Aneheim, California, Menken memberikan persembahan khusus kepada para fans Disney, Minggu (16/7/2017).

Dalam konser bertajuk "A Whole New World with Alan Menken" itu, Menken menyanyikan tembang-tembang karya yang sudah dibuatnya sejak ia mengawali karier sebagai musisi.

Konser itu dibuka oleh aktor Zachary Levi, pemeran Flynn dalam film animasi produksi Disney, Tangled.

Sebagai informasi, Levi dan lawan mainnya dalam Tangled, Mandy Moore, berduet dalam lagu "I See The Light".

Mengawali konsernya, Menken bercerita tentang masa kecilnya. Menken menuturkan dia datang dari keluarga dokter gigi. Kakeknya dokter gigi, ayah, dan pamannya pun berprofesi sama.

Meskipun demikian, ia lebih tertarik pada musik. Ia pun berlatih piano dan mulai menciptakan lagu.

Sambil bercerita tentang kehidupannya, Menken pun menyanyikan sendiri lagu-lagu karyanya.

Tidak ada bintang tamu penyanyi lain yang pernah membawakan lagunya. Pria kelahiran 22 Juli 1949 itu hanya ditemani sebuah grand piano di panggung.

Ada cerita menarik yang dituturkan Menken. Ketika memenangi Piala Oscar pertamanya berkat lagu dari The Little Mermaid, Menken justru mendapat Razzies Award gara-gara lagunya dari film Newsies.

Ia juga menceritakan kenangannya dengan partner menulis lagunya, Howard Ashman, yang meninggal karena komplikasi penyakit HIV.

Kolaborasi mereka berhasil menelurkan lagu-lagu bagus untuk film The Little Mermain, Beauty and the Beast, dan Aladdin.

Bersama Ashman, Menken meraih dua Piala Oscar. Masing-masing untuk lagu "Under the Sea" dari The Little Mermaid (1989), dan "Beauty and the Beast" pada 1991.

Pada konser beberapa lagu terkenalnya, termasuk lagu soundtrack Aladdin, A Whole New World, yang menjadi judul konser tersebut.

Pada kesempatan sama, Menken mengumumkan bahwa ia sedang menggarap musik dan lagu untuk film The Little Mermaid versi live action.

Ia berkolaborasi dengan seorang aktor dan produser panggung yang saat ini sedang naik daun, Lin-Manuel Miranda.

Alan Menken mendapat standing ovation dari para fans Disney. Tepuk tangan itu cukup lama, sampai Menken pun naik ke panggung lagi untuk mengucapkan terima kasih. (kompas.com)

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Entah memang sudah di rencanakan sebelumnya atau memang keinginan masing-masing personel untuk menghasilkan karya individual yang membuat One Direction ‘harus’ tidur panjang. Setelah Zayn Malik yang memang memutuskan keluar dari boyband terbesar didunia saat ini, satu persatu personel 1D yang ada seperti tidak mau kalah untuk mempunyai karir sendiri, seperti Louis Tomlinson yang menjadi penyanyi tamu pada lagu “Just Hold On” oleh DJ/Produser Steve Aoki, ataupun Harry Styles yang sudah menelurkan album penuh pada bulan mei 2017 kemarin. Tak terkecuali, Niall Horan yang memang mengambil peran sebagai co-writer pada beberapa lagu hits One Direction.


Berbeda dari single sebelumnya “This Town” yang minimalis dan hanya mengandalkan gitar akustik, lagu “Slow Hands” cukup mengejutkan dengan menampilkan beat dan isian gitar elektrik yang terpengaruh musik funk dan R&B. dengan irama medium dan tetap bernuansa pop, lagu ini sangat pas dengan lirik yang sengaja diciptakan Nial Horan bersama tim penulis lirik lainnya bertema ringan dan sedikit nakal. Dengan dua single yang cukup bertolak belakang, akan sangat menarik menantikan kejutan lainnya dari materi album penuh nya nanti yang menurut Niall Horan sangat di pengaruhi band pop/rock legendaris Fleetwood Mac.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Sosialita, model, DJ dan kadang-kadang penyanyi, Paris Hilton, akan segera meluncurkan parfum barunya yang diberi nama Rosé Rush. Dan tidak sekedar parfum, bersamaan Paris juga akan merilis single barunya yang berjudul ‘Summer Reign’. Hal ini diungkap perempuan berusia 36 tahun ini melalui akun Twitternya:

Bahkan sebagai pemanasan ia pun memperdengarkan snippet untuk single bernuansa club anthem tersebut. “When it feels this good I come alive, when it feels this good I get so wild / When it feels this good, welcome to my summer reign,” nyanyi Paris di ditengah hentakan synth.

Paris memang telah cukup lama mendengung-dengungkan album keduanya, setidaknya semenjak tahun 2013 saat ia merilis single ‘Good Time’. Paris kemudian menyusulnya dengan bop lain yang bertajuk ‘Come Alive’ di tahun 2014. Disusul dengan ‘High Off My Love’ di tahun 2015.

Sepertinya Paris sudah memiliki cukup amunisi untuk sebuah album. Hanya saja ia belum mengumumkan tanggal perilisan untuk ‘Summer Reign’. Namun kemungkinan besar akan dirilis pada Jumat ini. (creativedisc.com)

Maudy Ayunda kembali bekerjasama dengan Dewi Lestari dalam proyek lagu yang hadir sebagai salah satu soundtrack pada film “Trinity, the Nekad Traveler”, setelah sebelum nya mereka juga menghasilkan lagu untuk soundtrack film juga yang berjudul “Perahu Kertas” yang memang diadaptasi dari buku karya Dewi Lestari.


Syair lagu ini menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995. Lagu ini mungkin sudah banyak yang tahu juga adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Dari segi musik, nuansa di lagu versi terbaru ini masih terasa dengan lagu asli nya, namun dengan sentuhan mini orkestra membuat lagu ini menjadi lebih megah, dan di zaman saat ini dimana banyak lagu pop yang berlirik ‘simple’, lagu ini seperti memberi penyegaran dengan lirik lagu yang ‘bersayap’ tetapi tidak berarti susah untuk dimengerti.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net