Music



Gitaris Radiohead, Ed O'Brien tidak lama lagi akan meluncurkan gitar Fender tipe 'EOB Sustainer Stratocaster', yang dirancang khusus oleh dirinya sendiri.

Di laman resmi Fender, Stratocaster EOB Sustainer digambarkan sebagai "Sistem elektronik unik yang dirancang, yang memungkinkan mengontrol sustain dari satu atau banyak nada dalam tingkat nada suara gitar," tulisnya di website tersebut.

Di laman yang sama, pihak Fender juga membeberkan alasanannya memilih O'Brien untuk kerjasama ini. Menurutnya, gitaris Radiohead ini memiliki gaya permainan khas yang bisa diaplikasikan lewat gitar Fender.

"Gaya gitar ambient, permainan halus dan orchestral Ed O'Brien adalah bagian penting dari identitas Radiohead. Untuk itu, Fender bermitra dengan pemain gitar tersebut untuk menciptakan Stratocaster EOB Sustainer - instrumen yang unik, seperti suara khas permainan gitarnya," tulisnya di situs tersebut.

Gitar rancangan Ed O'Brien ini akan mulai resmi dipasarkan pada 14 November 2017 mendatang. Kabarnya, untuk bisa memiliki gitar tersebut, diperlukan biaya sebesar US$1,1 juta.

Gitaris Radiohead ini mengikuti daftar panjang artis yang telah berkolaborasi dengan Fender untuk mendapatkan karya cipta mereka.

Tahun lalu, Fender menciptakan desain bass baru yang berkolaborasi dengan bassis Red Hot Chili Peppers, Flea. (liputan6.com)

Siapa tidak kenal lagu "Beauty and the Beast" atau "Colors of the Wind" dari film Pocahontas.

Ada sosok yang tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan lagu-lagu dari film-film keluaran Disney seperti Beauty and the Beast, Aladdin, Hunchback of Notredame, ataupun Tangled.

Dialah Alan Menken, komposer musik panggung dan film sekaligus pianis yang menciptakan lagu-lagu dari film-film animasi tersebut.

Pada penyelenggaraan D23 Expo di Anaheim Convention Center, Aneheim, California, Menken memberikan persembahan khusus kepada para fans Disney, Minggu (16/7/2017).

Dalam konser bertajuk "A Whole New World with Alan Menken" itu, Menken menyanyikan tembang-tembang karya yang sudah dibuatnya sejak ia mengawali karier sebagai musisi.

Konser itu dibuka oleh aktor Zachary Levi, pemeran Flynn dalam film animasi produksi Disney, Tangled.

Sebagai informasi, Levi dan lawan mainnya dalam Tangled, Mandy Moore, berduet dalam lagu "I See The Light".

Mengawali konsernya, Menken bercerita tentang masa kecilnya. Menken menuturkan dia datang dari keluarga dokter gigi. Kakeknya dokter gigi, ayah, dan pamannya pun berprofesi sama.

Meskipun demikian, ia lebih tertarik pada musik. Ia pun berlatih piano dan mulai menciptakan lagu.

Sambil bercerita tentang kehidupannya, Menken pun menyanyikan sendiri lagu-lagu karyanya.

Tidak ada bintang tamu penyanyi lain yang pernah membawakan lagunya. Pria kelahiran 22 Juli 1949 itu hanya ditemani sebuah grand piano di panggung.

Ada cerita menarik yang dituturkan Menken. Ketika memenangi Piala Oscar pertamanya berkat lagu dari The Little Mermaid, Menken justru mendapat Razzies Award gara-gara lagunya dari film Newsies.

Ia juga menceritakan kenangannya dengan partner menulis lagunya, Howard Ashman, yang meninggal karena komplikasi penyakit HIV.

Kolaborasi mereka berhasil menelurkan lagu-lagu bagus untuk film The Little Mermain, Beauty and the Beast, dan Aladdin.

Bersama Ashman, Menken meraih dua Piala Oscar. Masing-masing untuk lagu "Under the Sea" dari The Little Mermaid (1989), dan "Beauty and the Beast" pada 1991.

Pada konser beberapa lagu terkenalnya, termasuk lagu soundtrack Aladdin, A Whole New World, yang menjadi judul konser tersebut.

Pada kesempatan sama, Menken mengumumkan bahwa ia sedang menggarap musik dan lagu untuk film The Little Mermaid versi live action.

Ia berkolaborasi dengan seorang aktor dan produser panggung yang saat ini sedang naik daun, Lin-Manuel Miranda.

Alan Menken mendapat standing ovation dari para fans Disney. Tepuk tangan itu cukup lama, sampai Menken pun naik ke panggung lagi untuk mengucapkan terima kasih. (kompas.com)

Kiprahnya sebagai singer/songwriter di dunia musik tanah air dimulai ketika dia merilis album perdananya di tahun 2010 silam. Walau ada fakta yang cukup mengejutkan bahwa Nadya Fatira sempat bergabung dalam band yang memainkan musik dance punk saat kuliah. Pada akhirnya karya Nadya Fatira di dunia musik pun terus berkembang hingga dipercaya beberapa film terkenal seperti “Perahu Kertas”, “Radio Galau Fm” sebagai salah satu pengisi soundtrack, dan sebagai pengisi scoring di film “Hijabers In Love” dan “Miracle, Jatuh Dari Surga”.

Di awal tahun 2017 kemarin, setelah sempat mencuat juga dengan cover version lagu “Jauh” milik band Cokelat, Nadya Fatira kembali hadir dengan merilis sebuah single baru berjudul “Penyendiri” dengan aransemen musik pop yang di balut dengan nuansa jazz plus petikan gitar akustik yang sudah menjadi ciri khas nya selama ini. Salah satu keunikan dari lagu ini adalah, pada bagian interlude, kita seolah-olah dibawa ke dalam suatu pertunjukan live music di sebuah bar jazz. Belum banyak perempuan, khususnya di Indonesia yang berkarir sebagai singer/songwriter, dan juga seorang pembuat scoring film dan musik untuk iklan komersial. Dengan kapasitas musikal yang lebih dari cukup, Nadya Fatira seperti ingin membuktikan bahwa hidup dari musik adalah bukan hal yang mustahil.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Entah memang sudah di rencanakan sebelumnya atau memang keinginan masing-masing personel untuk menghasilkan karya individual yang membuat One Direction ‘harus’ tidur panjang. Setelah Zayn Malik yang memang memutuskan keluar dari boyband terbesar didunia saat ini, satu persatu personel 1D yang ada seperti tidak mau kalah untuk mempunyai karir sendiri, seperti Louis Tomlinson yang menjadi penyanyi tamu pada lagu “Just Hold On” oleh DJ/Produser Steve Aoki, ataupun Harry Styles yang sudah menelurkan album penuh pada bulan mei 2017 kemarin. Tak terkecuali, Niall Horan yang memang mengambil peran sebagai co-writer pada beberapa lagu hits One Direction.


Berbeda dari single sebelumnya “This Town” yang minimalis dan hanya mengandalkan gitar akustik, lagu “Slow Hands” cukup mengejutkan dengan menampilkan beat dan isian gitar elektrik yang terpengaruh musik funk dan R&B. dengan irama medium dan tetap bernuansa pop, lagu ini sangat pas dengan lirik yang sengaja diciptakan Nial Horan bersama tim penulis lirik lainnya bertema ringan dan sedikit nakal. Dengan dua single yang cukup bertolak belakang, akan sangat menarik menantikan kejutan lainnya dari materi album penuh nya nanti yang menurut Niall Horan sangat di pengaruhi band pop/rock legendaris Fleetwood Mac.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Sosialita, model, DJ dan kadang-kadang penyanyi, Paris Hilton, akan segera meluncurkan parfum barunya yang diberi nama Rosé Rush. Dan tidak sekedar parfum, bersamaan Paris juga akan merilis single barunya yang berjudul ‘Summer Reign’. Hal ini diungkap perempuan berusia 36 tahun ini melalui akun Twitternya:

Bahkan sebagai pemanasan ia pun memperdengarkan snippet untuk single bernuansa club anthem tersebut. “When it feels this good I come alive, when it feels this good I get so wild / When it feels this good, welcome to my summer reign,” nyanyi Paris di ditengah hentakan synth.

Paris memang telah cukup lama mendengung-dengungkan album keduanya, setidaknya semenjak tahun 2013 saat ia merilis single ‘Good Time’. Paris kemudian menyusulnya dengan bop lain yang bertajuk ‘Come Alive’ di tahun 2014. Disusul dengan ‘High Off My Love’ di tahun 2015.

Sepertinya Paris sudah memiliki cukup amunisi untuk sebuah album. Hanya saja ia belum mengumumkan tanggal perilisan untuk ‘Summer Reign’. Namun kemungkinan besar akan dirilis pada Jumat ini. (creativedisc.com)

Maudy Ayunda kembali bekerjasama dengan Dewi Lestari dalam proyek lagu yang hadir sebagai salah satu soundtrack pada film “Trinity, the Nekad Traveler”, setelah sebelum nya mereka juga menghasilkan lagu untuk soundtrack film juga yang berjudul “Perahu Kertas” yang memang diadaptasi dari buku karya Dewi Lestari.


Syair lagu ini menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995. Lagu ini mungkin sudah banyak yang tahu juga adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Dari segi musik, nuansa di lagu versi terbaru ini masih terasa dengan lagu asli nya, namun dengan sentuhan mini orkestra membuat lagu ini menjadi lebih megah, dan di zaman saat ini dimana banyak lagu pop yang berlirik ‘simple’, lagu ini seperti memberi penyegaran dengan lirik lagu yang ‘bersayap’ tetapi tidak berarti susah untuk dimengerti.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

Ed Sheeran sperti yang kita tahu, sudah menjadi popstar di dunia showbiz saat ini. Selain itu, Ed Sheeran juga merupakan penghasil lagu pop yang sangat produktif baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk penyanyi lain. Dan mungkin tidak banyak yang tahu, dia juga pernah tampil di beberapa serial televisi ataupun film. Yang terbaru, Ed Sheeran dikonfirmasi akan tampil musim terbaru serial televisi terkenal Game of Thrones. Kembali lagi ke musik, setelah istirahat cukup lama dari album terakhir nya “X” di tahun 2014, Ed Sheeran kembali dengan album “Divide”, dimana sebagai permulaan, dia melepas dua single sekaligus yaitu “Shape of You” dan “Castle on the Hill” secara bersamaan.


Untuk lagu “Shape of You” sendiri, kita akan mendengarkan lagu yang sangat bisa membuat kamu bergoyang. Cukup berbeda dengan kebanyakan lagunya yang bernuansa pop ballad. Terasa nuansa musik ala Jamaika (dance hall) tetapi dengan sentuhan pop yang kuat, dan walaupun secara lirik cukup ‘nakal’, lagu ini, seperti lagu-lagu dia sebelumnya, memuncaki tangga lagu di 30 negara termasuk Billboard Amerika Serikat. Dan sepertinya, keseluruhan lagu di album ini layak untuk menerima ganjaran memuncaki chart seperti lagu “shape of you”.

 

reviewed by Aulia Panji (@pienji)

 

Sebuah acara animasi televisi khusus menampilkan Michael Jackson akan tayang pada momen Halloween tahun ini. Acara yang 'membangkitkan' kembali King of Pop itu dibuat sebagai bentuk penghargaan kepada sang legenda.

Diberitakan AFP, perwakilan dari pewaris Michael Jackson mengatakan acara tersebut akan tayang pada momen liburan Halloween pada 31 Oktober di Amerika Serikat yang bernuansa mistik dan supranatural.

Perwakilan pewaris Jacko juga menyatakan keinginannya untuk menyiarkan acara tersebut di luar Amerika Serikat.

Sejak kematian mendadak MJ pada 2009 lalu, lembaga yang mengurus warisan King of Pop itu telah menempuh serangkaian proyek untuk menguangkan dari peninggalan musisi pop paling laris dalam sejarah tersebut.

Salah satu yang dilakukan lembaga pengelola warisan MJ adalah mempersiapkan lahan Neverland Ranch di California yang dimiliki Jackson untuk dijual.

Neverland Ranch yang terletak di Santa Barbara County itu dibuka pertama kali pada 1988 dan memiliki luas sekitar 1.200 hektar.

Lahan itu berisi kediaman megah Michael Jackson, taman bunga berbentuk jam, sejumlah wahana bermain anak-anak, dan kebun binatang privat.

Neverland kini dikelola oleh lembaga pewaris Michael Jackson dan setelah sang musisi meninggal, sempat muncul pembahasan untuk melestarikan lahan tersebut.

Upaya menguangkan warisan Michael Jackson bukan hanya melalui acara animasi dan menjual lahan Neverland, namun juga merilis sejumlah album.

Dua album baru yang berasal dari materi yang belum pernah diungkap telah dirilis setelah Jackson meninggal. 

Namun album Michael yang dirilis pada 2010 sempat menimbulkan kontroversi tentang keinginan MJ untuk merilis materi yang belum rampung serta peluang King of Pop menyanyi di semua lagu di album tersebut.

Album anumerta lainnya yang sudah dirilis adalah Xcape pada 2014 lalu. Album ini mencakup single Love Never Felt So Good yang dibuat ulang dengan mengajak Justin Timberlake untuk duet dengan Michael Jackson. (cnnindonesia.com)

ALAJUELA - Seorang pria warga Kolombia berusia 22 tahun ditangkap karena diduga akan mencoba menyerang penyanyi Ariana Grande dalam konsernya di Kosta Rika.

Pria bernama Caicedo Lopez itu ditahan beberapa jam sebelum konser itu diadakan di Alajuela, Kosta Rika, pada Minggu (9/7/2017) waktu setempat.

Konser Grande pun berjalan sebagaimana direncanakan.

Ancaman dari Lopez itu dikirim melalui online.

Sejak konsernya di Manchester Arena, Manchester City, Inggris, mendapat serangan dari teroris, konser-konser Grande di berbagai belahan dunia selalu mendapat pengamanan ketat.

Dalam konsernya di Alajuela pun, para penggemar Grande harus melewati tiga lapis pemeriksaan keamanan.

Kepala polisi Kosta Rika, Walter Espinoza, mengatakan kepada media Costa Rica Star, apabila ancaman keamanan dijadikan semacam "lelucon", pihaknya harus melakukan "verifikasi" apakah ancaman itu nyata atau tidak.

"Karena ini adalah situasi yang sangat sensitif dan dapat menyebabkan sebuah tragedi," kata Espinoza.

Penyanyi berusia 24 tahun itu mengunggah fotonya ketika tampil dalam konsernya di Alajuela pada akun Instagram miliknya, tetapi tidak menyebut soal ancaman itu.

Selain mengadakan konser di Kosta Rika, Grande dijadwalkan akan tampil di Meksiko selama delapan hari berikutnya, sebelum berangkat ke Jepang pada Agustus 2017.

Akibat serangan teroris di Manchester Arena, 22 orang tewas, termasuk tujuh anak. (kompas.com)

Ed Sheeran mungkin merasa capek melihat kelakukan netizen haters dengan komentar-komentar sinis mereka, sehingga merasa perlu untuk berhenti menggunakan Twitter. Namun, tetap saja pemenangnya adalah Ed, karena kesuksesan demi kesuksesan terus menerpanya.

Prestasi terbarunya adalah dengan mencatatkan mega hitnya, ‘Shape of You’, yang telah memecahkan rekor sebagai lagu dengan jumlah streaming terbanyak sepanjang masa untuk wilayah Inggris.

Lagu Ed ini telah mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang ‘One Dance’ milik Drake. Menurut Official Charts Company, ‘Shape of You’ telah mendapatkan sebanyak 184 juta streaming semenjadi dirilis di bulan Januari.

‘Shape Of You’ sejauh ini juga sukses menjadi lagu dengan penjualan terbaik untuk tahun 2017 ini, yang disusul dengan lagu Ed lain, ‘Castle On The Hill’ yang berada di posisi kedua. Melengkapi 3 besar adalah ‘Despacito’ yang merupakan proyek kroyokan antara Luis Fonsi, Daddy Yankee dan Justin Bieber. Dengan ‘Galway Girl’, lagu Ed lain, berada di posisi 4, maka monopoli posisi 3 besar semakin mungkin untuk diraih oleh Ed. (creativedisc.com)

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net