Music

Sebuah laporan terbaru yang datang dari Record Industry Association of America menyebutkan jika di tahun 2016 lalu layanan streaming telah mengambil alih dominasi penjualan lagu dari format download (unduh), CD dan vinyl untuk kawasan Amerika Serikat.

Layanan streaming mendapatkan 51% dari total pendapatan, sebagaimana yang dicatat oleh RIAA. Penjualan dari download digital untuk album ataupun single mengalami penurunan sebanyak 22% dari tahun 2015, sementara penjualan secara fisik turun sebanyak 16%.

Dengan semakin berkibarnya streaming, pendapatan untuk industri musik secara keseluruhan di Amerika Serikat meninggkat 11%. Ini erupakan peningkatan berdigit ganda pertama untuk tahun-per-tahun semenjak 1994, dan pertumbuhan terbaik secara keseluruhan sejak tahun 1998.

Namun demikian, penjualan musik rekaman di tahun 2016 hanya setengah dari $14.6 miliar yang dihasilkan industri di tahun 1999, di mana penjualan terbesar didapat dari musik rekaman secara fisik.

Pendapatan yang didapat dari layanan berbayar untuk tahun 2016, seperti Spotify dan Apple Music, mendapatkan sebesar $2.26 miliar, naik sekitar 94.9% dibandingkan tahun 2015. Sedangkan pendapatan yang didapat dari layanan gratis, seperti YouTube dan layanan gratis Spotify, mendapatkan sekitar $496 juta. (creativedisc.com)

Sedikit mengingat ke belakang, tepatnya di tahun 2014 lalu, saat Isyana Sarasvati baru saja meluncurkan debut single-nya ‘Keep Being You’, publik diramaikan dengan perdebatan “Raisa versus Isyana”. Bagi sebagian fans garis keras Raisa, kehadiran Isyana seolah menjadi ancaman terhadap kepopuleran sang idola. Tapi disisi lain, kehadiran Isyana justru melengkapi jiwa-jiwa mereka yang selalu kagum akan penyanyi muda wanita Indonesia, dengan mengangkat slogan: Harta, Tahta, Raisa, dan Isyana.

Hampir tiga tahun sejak Isyana debut, akhirnya kedua penyanyi yang makin berkilau karirnya ini berkerja sama di dapur rekaman dengan merilis sebuah single duet berjudul ‘Anganku Anganmu’. Dirilisnya lagu ini seolah menampar apapun yang public pikirkan tentang drama “Isyana versus Raisa” dengan sebuah kejutan special.

Berlokasi di Senayan City Jakarta pada Kamis sore kemarin, Raisa dan Isyana hadir dalam press conference peluncuran single ‘Anganku Anganmu : Raisa & Isyana’. Dalam acara ini, keduanya mengungkapkan bagaimana mereka bersusah payah untuk merahasiakan project rahasia ini agar tidak diketahui public dan menahannya untuk menajdi sebuat surprise. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan dipilihnya Swedia sebagai lokasi syuting video klip. Kurang lebih selama 6 bulan mereka menggodok lagu ini, mulai dari penulisan lirik hingga pembuatan video clip.

‘Anganku Anganmu’ sendiri merupakan lagu yang diakui oleh keduanya sebagai sebuah tantangan dan eksplorasi baru. Raisa mengaku bahwa lagu ini nggak Raisa banget, juga nggak Isyana banget.

Bila sebelumnya mereka membawakan lagu bernuansa cinta, kini mereka mencoba menyuarakan girl power dalam lagu ini. ‘Anganku Anganmu’ adalah tentang kekuatan perempuan untuk saling memberikan dukungan satu sama lain. Juga tentang sebuah mimpi yang bisa dimiliki oleh semua orang dan saling membantu untuk bisa mewujudkan dengan caranya masing-masing.

“Duet ini kan momentum langka, kami gak mau menyia-nyiakannya, jadi kami ingin membuat lagu yang inspiratif dan penuh makna,” ujar Raisa. “Lagipula ternyata lagu-lagu kita itu banyak didengar anak-anak belia, masih SD, SMP. Jadi kita ingin memberikan pesan positif untuk mereka,” tambahnya. Sedangkan Isyana berharap duet mereka bisa menyejukkan suasana panas antara fans di kedua kubu. “Karena kitanya juga santai biasa aja, kadang ngelihatnya (perseteruan fans) suka lucu aja,” ucap Isyana.

Ketika Team Creative Disc menanyakan apa yang dipelajari satu sama lain oleh keduanya selama bekerja sama, Raisa menjawab bahwa ia banyak belajar tentang musikalitas Isyana. “Aku selalu melihat dia mengeluarkan chord-chord aneh. Aku ngelihat dia tuh hidupnya music banget, dan itu menginspirasi aku untuk terus belajar lagi dalam bermusik.”

“Semoga ke depannya bisa makin dapat banyak ilmu dari adik,” ucap Raisa sambil menepuk bahu Isyana.

Sedangkan Isyana yang memang lebih muda dari Raisa, melihat sisi dewasa Raisa yang seperti sosok kakak baginya. “Wawasan Yaya (panggilan akrab Raisa) tentang music itu sangat luas. Banyak banget warna music baru yang aku dapat dari Yaya.”

Raisa dan Isyana akan mengadakan sebuah showcase bertajuk “Raisa & Isyana Showcase 2017” bertempat di Assembly Hall Menara Mandiri pada tanggal 5 April 2017. Untuk pertama kalinya Raisa dan Isyana akan berdiri tampil dalam panggung yang sama di showcase ini. Keduanya berjanji bahwa aka nada hal yang unik dan special dalam showcase ini. Raisa akan membawakan lagu-lagu Isyana dan sebaliknya. Jadi sayang sekali untuk dilewatkan, apalagi harga tiketnya tidak begitu mahal. Tiket showcase Raisan & Isyana sudah mulai dijual di website www.raisaxisyana.com seharga Rp.165.000 dan hanya terdiri dari satu kelas penonton saja. (creativedisc.com)

Selena Gomez yang selama ini kita kenal sebagai penyanyi dan aktris, tengah mengembangkan karir pula sebagai produser. Tepatnya untuk serial remaja “13 Reasons Why” yang akan ditayangkan oleh layanan streaming populer, Netflix. Serial yang diangkat dari novel tersebut dan mengangkat permasalahan-permasalahan remaja, seperti bully, shaming dan bunuh diri, akan tayang mulai besok, Jumat, 31 Maret.

Guna menyambut penayangan serial ini, maka Selena pun menghadirkan dua lagu yang merupakan bagian soundtrack untuk serialnya, yaitu cover version lagu klasik milik Yazoo, ‘Only You’, serta versi akustik hit single miliknya, ‘Kill Em With Kindness’.

Lagu manis ‘Only You’ di tangan Gomez menjadi sebuah lagu atmosferik. Begitu pula dengan versi akustik ‘Kill Em With Kindness’, yang melantun harmonis ditemani denting piano. Dengan aransemen musik latar yang lebih sederhana, maka Selena pun memanfaatkannya untuk menghadirkan kekuatan vokalnya secara lebih prima.

Selain dua lagu dari Selena Gomez, album soundtrack “13 Reason Why” diisi juga oleh sebuah lagu baru dari Billie Eilish berjudul ‘Bored’, selain ‘Cool Blue’ milik The Japanese House, ‘The Night We Met’ dari Lord Huron, dan ‘High’ dari Sir Sly. Selain itu soundtrack juga diisi oleh beberapa lagu klasik, seperti ‘Fascination Street’ milik The Cure atau ‘Love Will Tear Us Apart’. (creativedisc.com)

LOS ANGELES - Drake menghentikan Ed Sheeran bertengger selama dua minggu pada tangga album Billboard 200.

Rapper Kanada itu berhasil menjual 505.000 unit More Life, album barunya yang dirilis pada 18 Maret 2017.

Merujuk ke Nielsen SoundScan, Drake, yang merupakan penyanyi paling laris selama 2016, naik ke nomor satu setelah mencetak angka penjualan albumnya yang paling besar di AS, sejak rilis albumnya terdahulu, Views, pada 2016.

Nielsen mengungkapkan bahwa angka 257.000 unit didapat dari streaming, mengalahkan streaming album Views dengan angka 163.000 unit.

Billboard 200 dihitung berdasarkan jumlah penjualan album, penjualan lagu (10 lagu disetarakan dengan satu album), dan aktivitas streaming (1.500 streaming setara dengan satu album).

Rilis terbaru Drake itu membuat album Divide milik Sheeran turun ke posisi kedua pada Billboard 200 dengan 118.000 unit album terjual.

Rapper Rick Ross berada pada posisi ketiga berkat album barunya, Rather You Than Me.

Namun, Sheeran masih menempati posisi pertama untuk lagu digital berkat "Shape of You", yang terjual 97.000 unit pada minggu kesebelas dalam tangga lagu Billboard 200, demikian Reuters. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net