Music



The Weeknd sukes meraih album #1 keduanya di Billboard 200 berkat persembahan terbarunya, “Starboy”. Album studio penyanyi asal Kanada ini terjual sebanyak 348.000 unit di perhitungan yang berakhir pada tanggal 1 Desember. Dan angka ini termasuk penjualan secara tradisional, yaitu sebanyak 209.000 kopi, menurut Nielsen Music.

“Starboy” dirilis pada tanggal 25 November oleh XO/Republic Records dan merupakan susulan album “Beauty Behind the Madness”, yang duduk di posisi teratas Billboard 200 saat dirilis di tahun 2015 dengan mendapatkan jumlah penjualan sebesar 412.000 unit.

Penjualan “Starboy” sebanyak 348.000 unit merupakan penjualan debut terbesar ketiga untuk tahun 2016, menyusul album milik Drake, “Views” (1.04 juta) dan Beyonce Knowles “Lemonade” (653.000).

Patut menjadi catatan juga adalah melejitnya posisi album soundtrack film animasi Disney, “Moana”, yang melompat dari posisi #16 dari pekan sebelumnya menjadi nomor #5 dengan 66.000 unit.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. “Starboy” – The Weeknd (348,000)
2. “A Pentatonix Christmas” – Pentatonix (131,000)
3. “Hardwired…To Self-Destruct” – Metallica (75,000)
4. “24K Magic” – Bruno Mars (73,000)
5. “Moana” Soundtrack – Various Artists (66,000)
6. “Trolls” Soundtrack – Various Artists (53,000)
7. “That’s Christmas to Me” – Pentatonix (40,000)
8. “Christmas” – Michael Buble (slightly less than 36,000)
9. “The Weight of These Wings” – Miranda Lambert (36,000)
10. The “Hamilton” Soundtrack – Various Artists (34,000)

(creativedisc,com)

https://open.spotify.com/embed/album/77C7N5engnxpD5Fw0Ctlq3

Imagine Dragons barus saja memperkenalkan lagu baru mereka. Berjudul ‘Levitate’, lagu merupakan soundtrack untuk film yang dibintangi Jennifer Lawrence dan Chris Pratt, roman fiksi-ilmiah berjudul “Passengers”.

Hal ini diungkap melalui akun Twitter mereka

I know that we’re far from where we need to be/But the world wasn’t made in just one day/Though our journey’s long, I know our love is strong/You’re my shooting star/We’re flying higher babe,” demikian nyanyi sang frontman Dan Reynolds di dalam lagunya.

Jadi, nikmati lagunya sepuasnya, karena album baru mereka tampaknya belum akan tiba dalam waktu dekat.

Imagine Dragons terakhir kali merilis album di tahun 2015 dengan “Smoke + Mirrors” yang cukup sukses di pasaran. Album tersebut merupakan susulan debut mereka, “Night Visions”, yang sukses mengangkat nama band rock ini di tahun 2012 lalu.

Dengar lagunya di bawah ini:

(creativedisc.com)

Metallica menubuhkan album #1 keenam mereka di Billboard 200 berkat album kesepuluh mereka “Hardwired…To Self-Destruct”. Album terjual sebanyak 291.000 kopi dalam pekan yang berakhir di tanggal 24 November, yang termasuk 282.000 untuk penjualan album secara tradisional, menurut Nielsen Music. Album dirilis secara mandiri melalui label mereka sendiri, Blackened Recordings pada tanggal 18 November.

Debut penjualan sebanyak 291.000 kopi menandakan sebagai yang terbesar ketiga untuk tahun ini, menyusul “Views” Drake (1.04 juta kopi) dan “Lemonade” Beyonce (653.000 kopi).

Istimewanya, “Hardwired… to Self-Destruct” merupakan album rock dengan penjualan debut terbesar dalam periode 2.5 tahun terakhir. Prestasi sebelumnya dipegang “Ghost Stories” milik Coldplay dengan 382.000 kopi di bulan Juni 2014.

Dengan suksesnya album Metallica ini, dengan demikian album terbaru Bruno Mars, “24K Magic”, harus puas berada di posisi #2 dengan 231.000 unit. Cukup besar juga memang. Jika tidak ada Metallica, dipastikan Mars akan menjadi juara pertama.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. “Hardwired…To Self-Destruct” – Metallica (291,000)
2. “24K Magic” – Bruno Mars (231,000)
3. “The Weight of These Wings” – Miranda Lambert (133,000)
4. “A Pentatonix Christmas” – Pentatonix (101,000)
5. “We Got it From Here… Thank You 4 Your Service” – A Tribe Called Quest (59,000)
6. “Trolls” Soundtrack – Various Artists (53,000)
7. “Christmas Together” – Garth Brooks and Trisha Yearwood (39,000)
8. “Sremmlife 2” – Rae Sremmurd (little more than 38,000)
9. The “Hamilton” Soundtrack – Various Artists (38,000)
10. “Views”- Drake (34,000)

(creativedisc.com)

Siapa saja pasti tak meragukan jika Harry Styles akan hadir sebagai artis solo. Hanya saja detil atau info tentang album solonya tersebut masih lumayan kabur kejelasannya. Setidaknya sudah sedikit ada titik terang tentang album solo tadi setelah Harry bergabung bersama Columbia Records dengan nilai kontrak sebesar $80 juta.

Dan ada informasi lain yang kini bisa kita ketahui. Datangnya justru dari Robbie Williams, yang baru saja meluncurkan album barunya. Dalam sebuah pernyataan berbau cuhat, Robbie menyebutkan jika Harry tengah dalam proses pengerjaan lagu bersama Bruno Mars dan Max Martin.

Last year I tried to work with Bruno Mars – didn’t hear anything back,” kata Robbie di artikel sedisi terbaru Radio Times. “Tried to work with (Swedish hitmaker) Max Martin – didn’t hear anything back. They literally didn’t return my calls.

Then I met Harry Styles in an airport. ‘Oh, you’re writing, Harry? Great, who with?’ He goes: ‘Well, I just spent a week with Bruno Mars, and I’m about to spend a week with Max Martin’.

Robbie mengaku senang dengan “prestasi” Harry dalam menyabet nama-nama penting dalam dunia pop ini. Ia menganggap jika Harry adalah versi baru dari dirinya. Sebagaimana kita ketahui, Robbie juga menuai kesuksesan sebagai artis solo selepas keluar dari boyband Take That 20 tahun lalu.

Terlepas dari itu, dengan nama-nama seperti Bruno dan Max, pastinya album solo Harry berada di tangan yang tepat. Apalagi Martin, yang telah dengan gemilang membidani beberapa lagu hit untuk barisan artis seperti Britney Spears, Justin Timberlake, Katy Perry, Taylor Swift, dan yang terbaru, The Weeknd.

Album solo Harry diperkirakan rilis di tahun 2017. Selain itu ia juga melakukan debut akting di layar lebar melalui sebuah film perang karya Christopher Nolan berjudul “Dunkirk”, juga akan dirilis tahun depan. (creativedisc.com)

Beyonce Knowles sukses mendominasi Soul Train Awards pada Minggu, 27 November. Sang diva R&B membawa pulang total 4 buah piala, termasuk Song of the Year dan Video of the Year untuk ‘Formation’, serta Album of the Year untuk “Lemonade”.

Queen Bey yang mendapatkan 8 nominasi tahun ini juga mendapatkan gelar untuk Best R&B/Soul Female Artist. Ia mendapatkan piala penghargaanya setelah mengalahkan rekan sesama penyanyi terkenal lainnya, seperti Alicia Keys, Fantasia Barrino, Jill Scott dan Rihanna.

Pemenang lainnya adalah Kanye West. Sang rapper yang saat ini tengah dirawat karena depersi dan paranoia menenangkan Best Dance Performance, berkat single ‘Fade’ yang menampilkan Teyana Taylor. Sedangkan Best New Artist jatuh kepada Chance the Rapper. Ia menyingkirkan para pesaingnya, seperti Anderson .Paak, Andra Day, Bryson Tiller, Ro James dan Tory Lanez.

Berikut daftar pemenang Soul Train Awards 2016:

  • Best New Artist: Chance the Rapper
  • Best R&B/Soul Male Artist: Maxwell
  • Centric Certified Award: Anderson .Paak
  • Video of the Year: Beyonce Knowles – “Formation”
  • Best Gospel/Inspirational Song: Kirk Franklin – “123 Victory”
  • Album/Mixtape of the Year: Beyonce Knowles – “Lemonade”
  • Rhythm & Bars Award (Formerly Best Hip-Hop Song of the Year): Fat Joe & Remy Ma ft. French Montana and Infared – “All the Way Up”
  • Best R&B/Soul Female Artist: Beyonce Knowles
  • Song of the Year: Beyonce Knowles – “Formation”
  • The Ashford & Simpson Songwriter’s Award: “Rise Up” written by Andra Day and Jennifer Decilveo (Andra Day)
  • Best Dance Performance: Kanye West ft. Teyana Taylor – “Fade”
  • Best Collaboration: Fat Joe & Remy Ma ft. French Montana and Infared – “All the Way Up”

(creativedisc.com)

Grup band Nidji merilis piringan hitam atau vinyl untuk album perdana mereka yang berjudul Breakthru. Rencananya akan ada 225 piringan hitam yang akan didistribusikan secara bertahap.

Gitaris Ramadhista Akbar mengatakan, piringan hitam tersebut dirilis dalam rangka memperingati 10 tahun album Breakthru yang diluncurkan Nidji pada 2006 lalu.

"Ini sebuah energi baru bagi kami. Pas banget momentumnya 10 tahun lalu rilis album Breakthru," ujar Rama dalam jumpa pers peluncuran vinyl tersebut di Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2016).

Rama mengungkapkan, ide pembuatan piringan hitam sudah ada sejak 2014. Nidji, lanjut dia, ingin mendedikasikan produk piringan hitam tersebut kepada para penggemarnya, yakni Nidjiholic.

Prancis menjadi negara yang dipilih Nidji untuk proses produksi rekaman piringan hitam itu pada pertengahan 2016 ini. Aransemen materi dalam album ini sengaja dipertahankan keasliannya untuk membawa suasana nostalgia.

"Enggak ada yang diubah, benar-benar orisinal," kata Rama.

Mewakili Giring (vokal), Ariel (gitar), Randy (keyboard), Andro (bas), dan Adri (drum), Rama mengatakan bahwa peluncuran piringan hitam tersebut akan menandai gelaran konser tunggal Nidji pada 2017 mendatang.

"Setelah ini kami akan konser," ucapnya. (kompas.com)

Tampaknya Apple Music Festival kini akan punya saingan berat. Mengapa? Karena salah satu perusahaan besar dan berpengaruh, Google, telah mengumumkan akan melakukan seri konser mereka yang diberi nama GOODFest.

Yang mengejutkan, festival musik ini akan segera berlangsung hanya dalam tempo beberapa hari lagi, atau tepatnya Selasa, 29 November. Kalau takut tidak mendapat tiket, jangan kuatir, karena GOODFest akan ditayangkan secara live melalui layanan streaming.

Google menggambarkan GOODFest sebagai ‘yang pertama di jenisnya” dan sebagai “sebuah perayaan akan perkembangan, postivitas, dan kekuatan orang untuk mendorong dunia maju ke depan”. Dalam sebuah pernyataan, Google menyebutkan jika, “In five live streamed shows, we’re bringing together music, community, and technology to raise funds and connect with fans across the world.

Pertunjukan pertama akan berlangsung di kota New York pada tanggal 29 November. Dilanjutkan di New Orleans di tanggal 9 Desember, Seattle 12 Desember, dengan San Fransisco dan Lo Angeles dalam tanggal yang belum ditentukan. Beberapa artis yang dipastikan akan tampil adalah Glass Animals, Shilpa Ray, Gogol Bordello, Nick Zinner of the Yeah Yeah Yeahs dan D.R.A.M. (creativedisc.com)

BADAI suara itu datang lagi! Gemuruh raungan gitar, dentuman bas dan drum, serta teriakan kencang dari raksasa musik thrash metal asal California, Amerika Serikat, Metallica, kembali menerpa indera pendengaran penikmat musik melalui album baru mereka, Hardwired...To Self-Destruct.

Album Hardwired...To Self-Destruct ini diibaratkan sebagai mobil balap klasik dan elegan yang masih mampu melaju kencang.

Hardwired adalah momentum bangunnya Metallica dari tidur panjang mereka. Pembuatan album baru Metallica ini dalam beberapa tahun belakangan hanya sekadar menjadi gosip yang tidak jelas.

Sejak merilis album Death Magnetic pada 2008, personel Metallica, James Hetfield (vokal, gitar), Lars Ulrich (drum), Kirk Hammett (gitar), dan Robert Trujillo (bas), tidak pernah mengindikasikan untuk membuat album baru.

Selama kurun waktu tersebut, mereka hanya menggelar konser dunia dengan memainkan lagu-lagu dari album lama. Metallica sempat singgah di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 2013 dan menggelar konser yang ditonton lebih dari 50.000 metal mania Tanah Air.

Dalam konser-konsernya, Metallica sesekali menyelipkan lagu "Lord of Summer" yang dikatakan James Hetfield sebagai "mungkin" menjadi salah satu materi lagu di album baru mereka.

Janji itu bagai harapan palsu bagi penggemar Metallica karena hingga bertahun-tahun kemudian, tidak ada informasi yang mengarahkan bahwa Metallica sedang mempersiapkan album baru.

Baru pada awal tahun 2016, Metallica akhirnya memberikan kabar bahwa mereka sedang dalam proses merampungkan album baru.

Berita ini ditanggapi dengan beragam oleh penggemar Metallica. Mereka penasaran dengan materi musik di album terbaru Metallica.

Penggemar Metallica punya alasan untuk khawatir sebab dua album terakhir Metallica, St Anger (2003), dan Death Magnetic, jauh dari harapan. Album St Anger dinilai gagal karena konsep album yang buruk dan pemilihan instrumen yang jelek, contohnya bunyi drum Lars Ulrich yang terdengar seperti pukulan di kaleng rombeng.

Death Magnetic oleh sebagian pengamat dinilai mampu membangkitkan Metallica, tetapi lagu-lagunya dianggap monoton sehingga mudah dilupakan.

Pembuktian

Album Hardwired...To Self-Destruct yang dikemas menjadi dobel album berisi 12 lagu ini akhirnya menjadi produk pembuktian apakah Metallica masih bisa membuat musik yang bagus, atau sekadar menjadi band nostalgia.

Hardwired diawali dan diakhiri dengan cara yang sama, yaitu dengan kecepatan tinggi. Lagu pembuka berjudul "Hardwired" dan lagu penutup, "Split Out The Bone", dimainkan dengan irama cepat semacam lagu di album-album awal Metallica.

Pukulan bertubi-tubi dari drum dan permainan gitar berkejaran seperti pembalap yang memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Ini semacam pembuktian bahwa energi Metallica masih berlimpah.

Usia para personel yang berada di atas setengah abad dan memainkan jenis musik yang menguras keringat tentu membutuhkan ekstra semangat.

Metallica tampaknya belajar dari kekurangan album St Anger dan Death Magnetic. Album Hardwired...To Self-Destruct ini bukan tentang musik yang melulu "gas pol".

Mereka kembali meramu komposisi musik yang sudah akrab didengar penggemar Metallica. Hardwired dipenuhi dengan riff-riff renyah yang menjadi semacam tanda bagi setiap lagu. Lagu "Moth Into Flame" boleh dibilang jadi bintang album Hardwired.

Lagu ini memiliki harmoni yang kuat dan membuat seolah tidak ada akhirnya. Ini mengingatkan pada karya akbar mereka, "Master of Puppets" dan "And Justice For All".

Lagu seperti "Now That We're Dead" dan "Halo On Fire" juga cukup gampang dinikmati karena temponya yang tidak terlalu cepat. Kualitas suara James Hetfield sangat prima di album ini.

Karakter vokal James semakin matang dan belum terlihat meredup. Sayangnya, Lars Ulrich tidak bisa menyajikan permainan drum yang unik dan variatif yang menjadi ciri khas permainannya.

Secara keseluruhan, album Hardwired...To Self-Destruct ini cukup pas untuk didengar meski belum istimewa. (kompas.com)

OK Go harus diakui sebagai band yang sangat memikirkan konsep untuk video musik mereka. Rasa-rasanya video-video musik band ini selalu mengadirkan inovasi tertentu yang berkesan. Termasuk yang paling mutakhir, ‘The One Moment’, dimana di dalamnya OK Go bermain-main dengan kecepatan.

Awalnya video hanya berdurasi sekitar 4.2 detik saja yang memperlihatkan ledakan warna-warni dalam sekelebatan mata. Lantas video diulamg kembali dengan teknik slow motion sehingga kita bisa memperhatikan dengan lebih jelas detil yang terjadi selama 4.2 detik tadi, sementara lagu menjadi latar.

Ternyata video dilakukan secara teknik one shot alias sekali pengambilan gambar saja dan para member OK Go melakukan koreografi yang sangat terkalkulasi agar bisa menghasilkan adegan yang sinkron dan pas dengan durasi lagu, jika diputar secara gerak lambat.

Dengan menggunakan kamera high-speed, video merekam berbagai ledakan miniatur dan bentuk-bentuk kekacauan lain hanya dalam sekedipan matan. Yang paling niat pastinya menggunakan buku untuk lip-sync lirik ‘The One Moment’.

We triggered 325 events with extremely precise digital triggers to create the choreography, which unfolds over a little more than four seconds,” kata Damian Kulash, Jr yang juga bertindak sebagai sutradara. “We shot with extremely high-speed cameras, which allows us to stretch those few seconds over the full length of the song.

Video dikerjakan atas kerjasama dengan Morton Salt untuk program kampanye #walkherwalk.’The One Moment’ menambah koleksi video kreatif OK Go lainnya, setelah video treadmill yang menjadi sensasi viral dalam ‘Here It Goes Again’ dan ‘This Too Shall Pass’ yang juga direkam secara one shot.

Simak video ‘The One Moment’, yang diambil dari album rilisan 2014 mereka, “Hungry Ghosts”, di bawah ini:

(creativedisc.com)

Laris manisnya penjualan tiket Coldplay di Singapura yang langsung ludes membuat sang promotor harus putar otak. Akhirnya Live Nation Lushington selaku promotor baru saja mengumumkan bahwa konser Coldplay di Singapura akan dibagi menjadi dua hari.

Dilansir dari Channel News Asia, konser yang tadinya akan digelar pada 1 April 2017 akan ditambah harinya pada sehari sebelumnya, yakni 31 Maret 2017. Keduanya akan tetap dihelat di Singapore National Stadium.

Tiket untuk tanggal 31 Maret akan mulai dijual pada Jumat, 25 November besok pada pukul 10 pagi waktu setempat. Pada hari itu juga turut dijual tiket kelas berdiri tambahan untuk konser tanggal 1 April.

Pihak promotor juga mengumumkan bahwa pembelian akan dibatasi 4 tiket tiap transaksi bagi semua kategori tiket. Untuk harga belum ada pengumuman lebih lanjut.

Namun jika harga tiketnya sama dengan konser pada 1 April, maka harga tiket yang dijual seharga S$78 (sekitar Rp 741 ribu), S$128 (sekitar Rp 1,2 juta), S$168 (sekitar Rp 1,5 juta), dan S$268 (sekitar Rp 2,5 juta) untuk kategori duduk.

Kemudian untuk kategori tiket berdiri dimulai dari harga S$128 (sekitar Rp 1,2 juta) dan S$228 (sekitar Rp 2,1 juta). Terdapat pula kategori VIP dengan harga yang dibanderol seharga S$298 (sekitar Rp 2,8 juta) dengan fasilitas tiket prioritas dan merchandise resmi.

Nantinya tiket bisa dibeli online lewat situs www.sportshubtix.sg.

Sebelumnya pada Senin kemarin, tiket konser Coldplay di Singapura terjual ludes dalam waktu 90 menit saja. Padahal kabarnya promotor telah menyiapkan tiket hingga 14 ribu lembar. Dan diperkirakan tiket yang terjual kini mencapai 40 ribu lembar. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM