Music



Penyanyi Taylor Swift menjadi pesohor berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2016 dalam daftar 100 selebriti berbayaran terbesar versi majalah Forbes, Senin (11/7/2016).

Dari Juni 2015 hingga Juni 2016, pelantun "Shake It Off" itu menghasilkan 170 dollar AS (Rp 2,2 triliun). Sebagian besar dihasilkan dari tur konser album 1989. Ia juga membintangi iklan Diet Coke, Keds, dan Apple.

Perolehannya ini dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang "hanya" 80 milliar dollar AS (Rp 1,05 triliun).

Penghasilannya jauh di atas penyanyi-penyanyi lain seperti Adele, Bruce Springsteen, Rihanna, dan Madonna.

Ia juga mengalahkan rivalnya, Katy Perry, yang tahun lalu menjadi pesohor berpenghasilan terbesar dengan 135 juta dollar (Rp 1,7 triliun). Tahun ini Perry menduduki peringkat 63 denan penghasilan 41 juta dollar.

Berada di posisi kedua adalah boyband Inggris, One Direction yang menghasilkan 110 juta dollar (Rp 1,4 triliun). Disusul dengan penulis James Patterson yang menghasilkan 95 juta dollar AS.

Sementara itu penyanyi Inggris Adele berada di  posisi 9 dengan 80,5 juta dollar. Mantan pacar Swift, Calvin Harris juga masuk dalam daftar itu. Ia berada di peringkat 21 dengan penghasilan 63 juta dollar AS.

Yang masuk dalam 10 besar daftar tersebut adalah aktor komedi Kevin Hart yang berada di peringkat 6 dengan 87,5 juta dollar, penyiar radio Howard Stern di posisi 7 dengan 85 juta dollar.

"Penghasilan 100 pesohor ini total menghasilkan 5,1 miliar dollar sebelum pajak dalam 12 bulan terakhir. Jumlah itu melebihi gabungan pendapatan nasional Belize, Gambia, dan Bhutan," jelas Forbes.

Editor Forbes Zack O'Malley Greenberg mengatakan pertunjukan dunia hiburan masih menjadi penghasilan uang terbesar.

"Dari pertandingan sepak bola di Spanyol hingga konser di China, para penggemar rela mengeluarkan uang untuk menonton para pesohor. Itulah yang menyebabkan penghasilan para selebriti semakin besar," kata Greenberg. (kompas.com)

Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC),  berhasil menjadi juara umum (Winner of Grand Prix) dalam Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition di kota Venezia, Italia pada tanggal 7-10 July 2016.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/7/2016), project manager TRCC Dani Dumadi, mengungkapkan, paduan suara anak itu berkompetisi dalam kategori Children and Youth Choir. Mereka dipimpin konduktor Devi Fransisca.

Dalam final yang digelar pada Sabtu (9/7/2016), TRCC mengenakan busana bernuasa Papua.

"Mereka membawakan dua lagu. Yakni lagu Papua 'Yamko Rambe Yamko' yang diaransemen Agustinus Bambang Jusana, dan lagu 'Táncnóta' karya komposer Hungaria Zoltán Kodály," kata Dian.

Dalam video yang diunggah di Facebook oleh Metta Dharmasaputra, TRCC memang tampil atraktif ketika membawakan lagu "Yamko Rambe Yamko" dengan iringan tifa, alat musik pukul dari Indonesia Timur.

Mengenakan baju serba hijau, mereka tidak hanya menyanyi, tetapi juga menampilkan koreografi yang dinamis. Mereka bergerak memenuhi seluruh area panggung.

Tangan mereka tidak pernah berhenti, sementara kaki mereka menghentak. Badan mereka meliuk mengikuti irama rancak musik khas Papua.

Dalam babak semifinal, mereka membawakan empat lagu yaitu "Der Wassermann" karya Robert Schumann, "Salve Regina" karya Javier Busto, serta dua lagu karya Fero Aldiansya yaitu "137 Hip Street" dan lagu Aceh "Bungong Jeumpa".

“Dengan berbalut kostum bernuansa Aceh, paduan suara berkekuatan 42 anak ini mampu memukau juri serta para hadirin yang memadati ruangan Auditorium Santa Margherita. Hal tersebut nampak dari riuh  tepukan serta standing ovation yang diberikan," tutur Dani.

Para juri pun kemudian meloloskan TRCC ke babak final  melawan keempat finalis dari kategori lainnya yaitu kategori Adult’s Choir dan kategori Sacred Music.

Pada kompetisi ini, TRCC berhasil menjadi Juara Umum (Winner of Grand Prix). Selain itu TRCC juga meraih juara pertama untuk kategori Children’s and Youth Choir, dengan nilai 94.5, dan memperoleh Gold Diploma Level II.

Keikutsertaan pada kompetisi ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan tour concerts & competition bertajuk Musical Journey 2016.

Kegiatan tersebut  diawali dengan konser di Balai Resital Kertanegara, Jakarta pada tanggal 2 dan 3 April, dan dilanjutkan denga tour concertsdi Jeman, yakni di Hannover dan Berlin.

Di kota Hannover, TRCC menggelar konser di Richard Jacoby Saal, Hochschule für Musik, Theater und Medien (HMTM) pada tanggal 29 Juni 2016. Di kota Berlin, TRCC berkonser atas undangan konser bersama dari Mädchenchor der Sing-Akademie zu Berlin pada tanggal 2 Juli 2016.

Paduan suara anak TRCC bernaung dibawah Yayasan The Resonanz Music Studio yang bermarkas di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Selain TRCC, sekolah musik pimpinan konduktor Avip Priatna ini, juga menaungi kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers dan kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra.

Dalam waktu dekat sekolah musik tersebut juga akan menyelenggarakan kompetisi solo vokal tingkat nasional, Catharina W. Leimena Singing Competition yang akan diselenggarakan pada tanggal 14-16 September 2016. (kompas.com)

Band Red Hot Chili Peppers mengalami kejadian lucu mendarat di sebuah bandara di Belarus. Petugas bandara mengira mereka adalah Metallica.

Menurut pemain bassnya, Flea, mereka sedang menggelar konser keliling Eropa untuk mempromosikan karya baru mereka, The Getaway.

Ketika tiba di salah satu bandara di negara Eropa Timur itu, mereka tiba-tiba diminta masuk ke salah satu ruangan oleh petugas bandara.

Di dalam ruangan itu, mereka diminta menandatangani sejumlah foto dan CD. Masalahnya, itu bukan foto band mereka, melainkan Metallica.

Kisah itu dituturkan Flea dalam akun Instagram. Ia mengunggah fotonya sedang menandatangani selembar foto Metallica.

"Kami diminta masuk ke ruangan di sebuah bandara di Belarus dan mereka meminta kami menandatangani setumpuk CD dan foto Metallica," tulis Flea memberi keterangan foto itu.

"Kami mencoba menjelaskan bahwa kami bukan Metallica, tetapi mereka berkeras. Mereka yang punya kuasa. Okelah, aku memang pernah memainkan lagu 'Fight Fire with Fire'," lanjut Flea.

"Aku menyukai Metallica, tetapi aku kan bukan Robert Trujillo (bassist Metallica)," pungkas Flea.

Dalam foto itu, tampak Flea membubuhkan namanya di bagian kosong foto-foto Metallica.

Belum jelas apakah petugas bandara Belarus itu benar-benar mengira Flea dan kawan-kawan adalah personel Metallica. (kompas.com)

Yuna adalah salah satu contoh dari sedikit penyanyi perempuan dari benua Asia yang sukses dan mendapatkan pengakuan secara internasional. Berasal dari Malaysia, sejumlah penghargaan dari negeri nya sendiri, menyanyikan lagu untuk iklan komersial produk fashion internasional dan mendapat kesempatan tampil di studio legendaris milik channel musik MTV di New York adalah beberapa hal saja yang sudah dilakukan penyanyi bernama lengkap Yunalis Mat Zara'ai ini.

Menampilkan penyanyi R&B asal Amerika Serikat Usher, yang memang diakui Yuna sebagai penyanyi yang memang dia harapkan untuk mengisi bagian suara laki-laki di lagu ini. Bercerita tentang perasaan jatuh cinta kepada seseorang tetapi secara unik lagu dengan tempo pelan ini terdengar tidak seceria seperti lagu-lagu jatuh cinta kebanyakan. Terdapat pada album internasional ketiga nya dibawah Verve records yang sekarang dijalani oleh David Foster, Yuna merupakan kebanggaan yang dimiliki Malaysia ataupun Asia sekarang ini.

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

 

“Ombak Asmara” adalah single terbaru dari RAN yang melibatkan RAN sendiri sebagai produser. Perpaduan kocokan gitar, rap, irama riang dan lirik yang menceritakan rasa penasaran terhadap orang yang disukai, mengingatkan kepada lagu-lagu seperti “Pandangan Pertama” dan “Hanya Untukmu”. “Ombak Asmara” adalah upaya Rayi, Asta dan Nino untuk kembali ke warna musik berwarna-warni yang membuat mereka diperhitungkan sejak album perdana RAN for Your Life beredar di tahun 2007. 

Ini juga menandai dimulai nya karir terbaru dari RAN sebagai band ‘indie’ dengan merilis lagu “Ombak Asmara” dibawah  label yang mereka dirikan sendiri ORANGE Record. Akan sangat menarik dinanti apakah album penuh pertama mereka sebagai band ‘indie’ yang rencana nya dirilis akhir 2016 ini akan berhasil secara kualitas dan tentu saja penjualannya sebagai kado 10 tahun karir RAN di dunia musik.

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

 

Chris Martin menyebutkan kalau Rihanna memiliki suara emas layaknya seorang Frank Sinatra. Bukan cuma itu saja, ia juga menyelipkan pujian atas suara emas yang dimiliki pelantun lagu Work itu.

"Rihanna adalah Frank Sinatra untuk generasi musik saat ini. Dia mampu mengubah apapun menjadi emas dengan suara indah seperti itu," ujar Chris Martin seperti yang dilansir dari Guardian via Metro.

Tapi bukan cuma itu saja lho KLovers, frontman Coldplay ini juga mengibaratkan suara emas Rihanna keluar seperti pasta gigi yang ditekan secara perlahan lalu keluar dengan bentuk yang rapih dan utuh pada bagian ujungnya. Selain itu, Chris juga menilai kalau vokal Rihanna mampu memberikan sensasi yang menyenangkan saat mengalun di telinga.

"Rihanna punya tone vokal yang tebal, jadi tidak mungkin orang lain akan merasa terganggu. Suaranya indah seperti pasta gigi yang ditekan perlahan lalu  keluar dengan rapih dan utuh. Saat kamu berpikir tentang suara Rihanna, maka sesuatu yang kaya, kuat seperti batang kayu dan tipikal suaranya yang hampir sama seperti Drake akan terlintas di pikiran," lanjutnya.

Warna vokal dan suara segar inilah yang membuat Chris Martin melihat Rihanna seperti seorang Frank Sinatra yang selalu sukses memukau telinga para penikmat musik. "Tapi suara Rihanna memang sangat nikmat untuk didengar telingamu. Sinatra juga punya hal yang sama, apapun yang ia nyanyikan selalu terdengar menyenangkan untuk banyak orang," tandasnya.

 

Sobat Delta, Voting lagu 90an sudah ada yang edisi ke 3 nih,

vote lagu 90an favorit kamu langsung di bawah ini ya,

selain itu kamu juga bisa dengerin langsung lagunya di playlistnya dibawah nya,

Enjoy!

Tak ada yang menyangsikan kemampuan Raisa dalam mengolah vokal. Suaranya yang khas seakan membalut setiap lagu menjadi enak didengar dan mewakili perasaan siapa pun yang mendengarnya.

Namun, bukan suara apik pelantun lagu "Kali Kedua" yang berjasa melahirkan album terbarunya yang bertajuk Handmade. Raisa mengaku album tersebut lahir dari caranya menggunakan telinga dengan baik.

"Dari musik, aransemen, sound sekecil apa pun pasti akan melalui telinga saya dulu dan melalui approval data," ucap Raisa saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2016).

Raisa mengatakan sangat penting baginya menggunakan kepekaan indra pendengaran untuk memastikan lagu yang akan ia nyanyikan memiliki pengaruh bagi para pendengar musiknya.

"Lagu yang punya makna dan karakter itu jauh lebih menantang sih untuk dinyanyikan," Raisa mengungkapkan.

Album Handmade sendiri merupakan karya terbaru Raisa yang dibuat secara langsung oleh penyanyi yang saat ini berstatus sebagai kekasih Keenan Pearce, kakak kandung artis Pevita Pearce.

Dalam proses pembuatannya, Raisa terjun langsung mengolah lagu-lagu yang berbeda dari album sebelumnya. "Itu karena album ini adalah pertama kalinya saya rekaman indie. Betul-betul terasa buatan tangan sendiri. Di situ saya ada 100 persen setiap prosesnya," Raisa mengakhiri. (liputan6.com)

LOS ANGELES - Pengadilan federal Amerika Serikat memutuskan band legendaris Led Zeppelin tidak menjiplak lagu klasik mereka, "Stairway to Heaven", Kamis (23/6/2016).

Sebelumnya diberitakan, band Inggris itu digugat di pengadilan dengan tuduhan menjiplak beberapa bagian dari lagu "Taurus" milik band Spirit (AS) untuk "Stairway to Heaven".

Pihak penggugat, yakni pengelola aset gitaris Spirit, Randy Wolfe menuntut sebesar 40 juta sebagai kompensasi kerugian. Ia juga menuntut nama Wolfe dimasukkan sebagai salah satu penulis lagu legendaris tersebut.

Namun dalam sidang yang digelar di Los Angeles pada Kamis kemarin, panel juri yang terdiri dari delapan orang menyatakan "unsur asli lagu milik Spirit tidak mirip dengan 'Stairway to Heaven'."

Dua personel Led Zeppelin, Jimmy Page dan Robert Plant, menghadiri sidang putusan tesebut. Page dan Plant langsung memeluk tim kuasa mereka begitu sidang ditutup.

"Kami berterima kasih kepada juri dan bahagia karena putusan mereka memenangkan kami, sekaligus menghentikan pertanyaan tentang asal-usul 'Stairway to Heaven' dan menegaskan apa yang kami ketahui selama 45 tahun terakhir," kata Plant dan Page dalam pernyataan bersama setelah putusan itu dijatuhkan.

"Kami berterima kasih atas dukungan para fans dan ingin masalah hukum ini segera berakhir," lanjut mereka.

Namun pengacara penggugat Francis Malofiy mengatakan, "Mereka menang secara teknis. Kami membuktikan mereka memiliki akses ke musik (Taurus), tetapi juri tidak pernah mendengar lagunya."

Lagu "Taurus" memang tidak diperdengarkan selama persidangan sehingga juri pun tidak pernah mendengarnya.

"Jadi juri yang duduk di persidangan tidak pernah mendapat kesempatan mendengar barang bukti (lagu)," kata Malofiy.

"Jika juri mendengar 'Taurus', hasil rekaman, kami pasti memenangi kasus ini. Mereka terbatas pada melihat selembar kertas," timpal Michael Skidmore, pengelola aset Randy Wolfe.

Skidmore menuding sejak awal persidangan berpihak kepada Led Zeppelin. Pihaknya bahkan tidak diperbolehkan mengungkap bahwa bila gugatan mereka dikabulkan, uangnya akan disumbangkan.

"Yang bisa saya katakan adalah uang memang lebih berkuasa dibanding akal sehat. Kami melakukan hal yang benar. Kami berusaha melanjutkan warisan Randy. Tim kami kecil, berhadapan dengan korporasi multinasional. Saya rasa kami cukup berhasil," lanjut Skidmore.

"Kami bertarung dengan kaki dipaku di tanah dan tangan diikat. Bukan pertarungan yang adil," tukas Malofiy.

Ketika ditanya apakah mereka akan mengajukan banding, ia menjawab, "Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk banding."

Selama persidangan pihak penggugat berusaha membuktikan bahwa Led Zeppelin memiliki akses atau bisa mendengar rekaman "Taurus" dan dua lagu tersebut mirip.

Kedua pihak juga menggali sejarah "Stairway to Heaven". Pihak penggugat antara lain menuding personel Zeppelin mendengarkan Spirit memainkan lagu "Taurus".

Tudingan ini dibantah Plant dan kawan-kawan. Mereka menegaskan Zeppelin menciptakan sendiri lagu itu, bahkan memainkan rekaman versi-versi awal lagu tersebut.

Beberapa pakar musik yang menjadi saksi dalam persidangan mengakui ada kesamaan dalam kedua lagu tersebut. Namun unsur musik yang sama itu merupakan ranah publik dan pernah digunakan oleh band-band besar seperti The Beatles. (kompas.com)

Lama tak merilis album, band rock /rif segera menelurkan karya baru. Band beranggotakan Andy (vokal), Ovy (gitar), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Teddy (bass) ini akan kembali dengan kejutan baru.

Dalam waktu dekat, band pelantun "Salah Jurusan" itu merilis album baru yang dikerjakan bersama ebuah label asal London, Inggris.

"Ada kabar baik, semoga jadi yah. Doakan lancar, kita akan kerja sama dengan label di London, semoga terwujud. Album tahun lalu sih masih kita godok lagi, semoga ada kabar baik kita dapat rekaman di sana," kata Jikun saat ditemui di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

Band pemilik album Radja ini mengaku sengaja merekam album terbarunya di London lantaran nantinya album tersebut akan dirilis di London.

"Kita mau rilis album di sana. Albumnya sudah selesai, semoga terbuka pintunya dalam waktu dekat bisa dirilis di sana," ujar Jikun lagi.

"Ingin melakukan hal yang beda. Kita khususkan album ini untuk pasar di sana. Kita sebarkan di daratan Eropa. Kalau di Indonesia setelah di sana," imbuh sang vokalis, Andy.

Sebagai informasi, /rif terakhir merilis album pada 2013 lalu yang berjudul 18 Years of Rock. Album ini berisi 15 lagu, beberapa di antaranya adalah lagu lama yang diaransemen ulang dan direkam secara live recording. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net