Music



LOS ANGELES -- Pihak saluran televisi HBOmengumumkan bahwa tur orkestra dan paduan suara yang menyajikan musik dari film seri Game of Thrones dijadwalkan akan diadakan di 28 kota di AS pada 2017.

Komposer untuk tur berjudul Game of Thrones Live Concert Experience itu, Ramin Djawadi, mengatakan bahwa sebagian dari adegan populer Game of Thrones juga akan dihadirkan pada layar lebar di panggung konser tersebut.

"Saya menginginkan sesuatu yang membawa Anda lebih dari hanya menonton orkestra lewat berbagai hal yang dipentaskan di panggung untuk meningkatkan kenikmatan menonton musik," ucapnya di Hollywood Palladium, Los Angeles, California, pada Senin (8/8/2016) waktu setempat.

Tur akan dimulai di Sprint Center, Kansas City, Missouri, pada 15 Februari 2017. 

Tur akan diakhiri di Portland, Oregon, pada 2 April 2017. (kompas.com)

Penyanyi Inggris Ed Sheeran menghadapi gugatan baru. Kali ini terkait lagu "Thinking Out Loud".

Gugatan itu datang dari pewaris Ed Townsend, salah satu penulis lirik "Let's Get It On", lagu legendaris milik Marvin Gay.

Dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal di New York itu, Selasa (9/8/2016), Sheeran dituding menjiplak sejumlah unsur penting dari lagu yang dirilis pada tahun 1973 itu.

"Tergugat menjiplak 'jantung' dari 'Let's' dan terus mengulangnya sepanjang lagu 'Thinking'," kata pihak Townsend dalam gugatannya.

"Komposisi melodi, harmoni, dan ritme 'Thinking' mirip dengan komposisi drum pada 'Let's'."
Belum ada jawaban dari pihak Sheeran maupun dari Sony/ATV Music Publishing dan Atlantic Records.

"Thinking Out Loud" merupakan lagu paling terkenal Ed Sheeran. Pada Juni 2015, lagu itu menjadi single pertama yang bertahan selama 1 tahun di daftar UK Top 40.

Hingga September 2015, lagu itu juga menjadi satu dari tujuh lagu yang merebut tiga platinum di Inggris sepanjang abad 21.

Pada Oktober 2015, "Thinking Out Loud" sudah didengarkan lebih dari 500 juta kali secara streaming di Spotify. Sementara videonya di YouTube sudah ditonton lebih dari 1,2 miliar kali.

Sebagian besar kritikus musik memberikan review bagus untuk lagu itu. Pada Februari lalu, "Thinking Out Loud" merebut dua Grammy, yakni Song of the Year dan Best Pop Solo Performance.

Gugatan kedua

Ini bukan gugatan pertama yang dialamatkan kepada penyanyi berambut keriting dan merah itu.

Dua bulan lalu, dua penulis lagu, yakni Martin Harrington dan Thomas Leonard, dan rumah produksi HaloSongs, menuding lagu Sheeran bertajuk "Photograph" menjiplak lagu mereka "Amazing" yang dirilis tahun 2009.

Mereka mengajukan gugatan sebesar 20 juta dollar AS. (kompas.com)

Penyanyi Theresia Pardede (36) yang akrab disapa Tere terpingkal-pingkal saat menyaksikan polah beberapa bocah di restoran Paviliun 28, Jakarta, Jumat (29/7/2016). 

Seorang anak yang bermain sulap merajuk untuk terus tampil dengan celoteh-celotehnya. Padahal, waktu yang diberikan untuk pesulap cilik itu sudah habis.

Pada sesi lain, beberapa anak berjoget-joget dengan riang. Tingkah mereka sungguh lucu, menggemaskan, dan menghibur.

Tere memang memberikan ruang untuk anak-anak berekspresi. Mereka adalah anak-anak yang belajar di Teraseni. 

Tempat itu dibentuk Tere untuk mengekspresikan diri dengan suasana yang menyenangkan.

"Lulusan Teraseni yang mau mengadu mental bisa tampil. Kalau nyaman, silakan pentas lagi. Mereka menunjukkan bakatnya," katanya.

Tere rutin mengadakan acara pada Jumat terakhir setiap bulan. Anak-anak selalu diberi kesempatan untuk berpentas di sela penampilan remaja dan orang dewasa. 

"Kalau anak-anak diajak, mereka pasti lebih apresiatif, ekspresif, dan punya konsep diri yang baik," ujar Tere.

Di ajang itu, mereka yang sudah jadi artis berbagi inspirasi dengan bibit-bibit potensial di bidang hiburan. 

"Para pendatang baru itu tak kalah dengan senior-seniornya," kata Tere seusai acara bertema "Childhood Idol" (idola masa kanak-kanak) itu.

Jika sudah terbiasa tampil, lanjut Tere, kepercayaan diri anak akan tumbuh dengan sendirinya. (kompas.com)

NEW YORK -- Deretan angka yang menunjukkan besaran usia tampaknya bukan hal penting bagi penyanyi jazz legendaris asal Amerika Serikat, Tony Bennett.

Penyanyi yang Rabu (3/8/2016) lalu genap berumur 90 tahun itu tampak sehat, gagah, dan bersemangat ketika menghadiri perayaan ulang tahun yang digelar di The Empire State Building, New York, AS. 

"Ini hari yang tak akan terlupakan sepanjang hidupku," kata Tony kepada para reporter yang hadir untuk menghormati dirinya itu. 

Ia menambahkan, meski sudah berusia 90 tahun, dirinya merasa masih seperti berusia 19 tahun.

"Ini hari yang sangat spesial dalam hidupku," lanjutnya.

Selain istrinya, Susan, dan keluarga besarnya, diva pop Lady Gaga juga hadir di acara tersebut.

Tony menyebut Lady Gaga sebagai teman yang hebat. Keduanya pernah bekerja sama dalam pembuatan album berjudul Cheek to Cheek (2014).

Album tersebut berhasil merebut Grammy Award 2015.

Kondisi Tony yang tetap sehat membuat banyak orang bertanya-tanya, apa rahasianya. 

Si pemenang 15 Grammy Award itu kemudian membagikan resep awet mudanya.

"Aku senang (mendapat kesempatan) hidup. Setiap hari aku suka dengan hidupku. Itu seperti keajaiban untukku," ujar sang bintang yang pernah tampil menyanyi di Jakarta tersebut. (kompas.com)

Dentingan piano sang ayah, maestro jazz Tanah Air, Indra Lesmana, terdengar mengalun sendu, Jumat (29/7) malam, mengiringi lantunan suara mezzo soprano sang putri, Eva Celia, yang kini telah menjelma sesosok perempuan matang yang molek.

Dalam introduksinya, Indra menyebut lagu karya artis legendaris Frank Sinatra, yang dibawakan pada urutan dan sesi kedua konser kecil Eva di klub jazz Motion Blue Hotel Fairmont Jakarta itu, juga merupakan lagu favorit penuh kenangan. Lagu yang mengingatkan pada mendiang ayahnya, yang juga kakek Eva, Jack Lesmana.

Lirik-lirik lagu Frank Sinatra, "Embracable You" itu pada intinya mengisahkan kecintaan dan rasa kasih sayang seorang ayah terhadap darah dagingnya. Dengan penghayatan penuh, keduanya membawakan lagu tadi seolah dipersembahkan khusus teruntuk mendiang Jack.

"Dahulu waktu masih kecil, saya pernah main dengan band ayah. Sekarang giliran saya yang ikut main dengan band anak saya," ujar Indra dalam jumpa pers beberapa saat menjelang ayah dan anak itu manggung.

Konser kali ini sekaligus menjadi ajang Eva memperkenalkan sejumlah single-nya menjelang rencana peluncuran album perdana pada September mendatang. Album itu akan dipasarkan baik dalam bentuk cakram digital maupun format digital download.

Dalam penampilannya kali ini, penggemar fanatik penyanyi jazz era 50-an hingga 70-an macam Billie Holiday, Donny Hathaway, dan juga Joni Mitchell itu membawakan tiga single ciptaannya, "Mother Wound", "Against Time", dan "Reason".

Walau terkesan "lambat panas" dan juga "irit" gerak ataupun ekspresi, Eva bisa dibilang berhasil dengan lancar membawakan ke-14 lagunya, sepanjang dua sesi konser pada Jumat malam itu. Sang ayah ikut mengiringi sebagian besar lagu-lagu yang dibawakan.

Tiga lagu hits ciptaan sang ayah, seperti "Jangan Duakan Cintaku", "Aku Ingin", dan "Diam" bahkan juga ikut membantu menghidupkan suasana. Beberapa pengunjung tampak ikut melantunkan penggalan lagu-lagu tadi saat Eva menyanyikannya.

Berbalut jump-suit berbahan tipis warna hitam dan bermotif, tubuh ramping Eva tampak santai dan rileks saat bernyanyi di atas panggung.

Namun, bagi mereka yang mengharapkan penampilan gadis yang energik dan meledak-ledak dipastikan bakal sangat kecewa. Hanya saat membawakan satu-dua lagu, Eva tampak sedikit menggerakkan tubuhnya mengikuti irama. Eva sedikit "pelit" bergoyang.

Suasana dan mood baru terasa sedikit "naik" saat Indra masuk "mengintervensi" di dua lagu terakhir di sesi pertama, dengan hits nostalgianya berjudul "Jangan Duakan Cintaku" dan "Aku Ingin". Energi muncul bersamaan seiring dengan bangkitnya memori para penonton saat menikmati dua tembang lawas tadi.

Pada sesi kedua, ayah dan anak itu mencoba kembali membangkitkan kenangan terhadap sosok mendiang Jack Lesmana. Bersama-sama mereka membawakan salah satu hits penyanyi jazz besar Amerika Serikat era 60-an, Billie Holiday, berjudul "God Bless The Child".

"Kalau manggung bersama ayah sepertinya kurang afdal kalau belum membawakan lagu ini. Is that the right word? Afdal?" ujar Eva dari atas panggung, sesaat akan mulai menyanyikan lagu tadi.

Berikutnya menyusul sebuah lagu sentimental bagi Indra dan Eva, berjudul "Angels on My Sides", yang liriknya ditulis sang tante, Mira Lesmana.

"Saat lagu ini pertama direkam, saya masih tinggal dan bersekolah di LA (Los Angeles, Amerika Serikat). Isinya ya pokoknya tentang long distance relationship dengan ayah gitu deh," ujar Eva saat memperkenalkan lagu itu.

Idealis

Darah seni, terutama sebagai seorang penyanyi dan pencipta lagu, tampak jelas mengalir dari sang ayah ke putrinya itu.

"Setidaknya dia itu jenis (musisi pencipta lagu) idealis, yang enggak mau sekadar mengejar ketenaran, menciptakan lagu-lagu yang cepat ngetop dan bisa diputar di sebanyak-banyaknya stasiun radio," puji Indra.

Setidaknya, album perdana Eva kali ini membutuhkan waktu hingga 1,5 tahun untuk bisa diselesaikan. Waktu yang panjang lantaran Eva mengaku sempat mengalami kebuntuan kreativitas.

"Awalnya saya selalu mencoba menciptakan lagu yang sempurna. Akibatnya, saya sempat mengalami blocked selama beberapa bulan," ujar Eva.

"Jeleknya dia itu memang karena selalu ingin perfeksionis dan jadinya gampang khawatir. Makanya kurus karena sering begadang dan lupa makan," timpal Indra, yang langsung disambut tawa renyah Eva.

Walau jelas dipengaruhi genre bermusik sang ayah yang sangat jazz, Eva dinilai tetap tak mau hanya terpaku pada satu aliran terutama saat berkarya. Ada banyak warna dan genre yang coba diusung Eva dalam lagu-lagu ciptaannya, mulai dari Soul, R&B, hingga old school jazz.

Lebih lanjut Eva mengaku senang lagu single-nya yang berjudul "Reason" lumayan mendapat tanggapan dari para penggemarnya.

Dia menambahkan, lagu-lagu dalam album perdananya itu diciptakan berdasarkan perjalanan hidup dan kontemplasi lainnya.

Saat ditanya adakah lagu di albumnya itu, yang dibuat berdasarkan hubungan atau pengalaman percintaannya, Eva menjawab pasti tak ada.

Eva mengaku tak terlalu ambil pusing jika musiknya dianggap sulit dinikmati. Baginya, para pendengar dan penikmat lagunya akan pasti datang menemui karya-karyanya.

"My listeners will find their way to me. Kalau enggak nangkep ya, berarti lagu-lagu itu bukan untuk mereka," ujarnya penuh keyakinan.

Malam itu, di atas panggung, satu per satu lagu pun mengalir dinyanyikan, melodius, dan terkadang mengentak. (kompas.com)

"Rise" milik Katy Perry terpilih menjadi salah satu lagu tema di Olimpiade 2016 yang berlangsung di Rio de Janeiro, 6 sampai 27 Agustus 2016. Dengan bangga, Katy Perry merilis videoklip "Rise".

Di video, Katy Perry terlihat berjuang saat menarik parasut besar yang ia bawa. Katy Perry dengan sekuat tenaga berusaha menerbangkannya meski mendapatkan halangan yang sangat besar.

Katy Perry memberi interpretasi literal tentang konsep: berjuang, menaklukkan rasa takut, dan bertahan di videonya. Berlatar beberapa lokasi ekstrem, video klip "Rise" ini menunjukkan usaha Katy Perry yang pantang menyerah.

Tak hanya bertahan, Rise mengajarkan untuk jangan menyerah dengan keadaan. Lagu itu juga menggambarkan tentang perjuangan yang dilakukan akan berbuah hasil manis.

Namun lagu itu mendapatkan kritikan pedas dari ayah Nick Jonas, Kevin Jonas Sr, yaang menyebutkan video "Rise" plagiat dari lagu Olivia Somerlyn yang rilis 2014 silam. Bahkan, Kevin Jonas mengunggah beberapa foto yang membandingkan video Katy Perry dan Olivia Somerlyn.

Di satu adegan, terlihat Katy dan Olivia sama-sama berada di dalam parasut. Lalu, Katy dan Olivia tengah duduk. Terakhir, keduanya menarik parasut.

"Aku suka lagu baru Katy Perry. Tapi video Rise tampaknya mirip dengan milik Olivia Somerlyn," tulis Kevin Jonas."Rise" milik Katy Perry disebut-sebut terpilih karena menampilkan semangat membara yang cocok dengan suasana pertandingan olahraga bergengsi itu.

"Lagu ini telah aku pikirkan selama beberapa lama. Kini, aku siap menyajikan di depan kalian. Aku yakin, dengan semangat dan rasa persatuan, kita bisa bersinar (rise) menghadapi rasa takut. Aku harap lagu ini menjadi inspirasi untuk mengikat dan bangkit bersama," tulis Katy Perry mengenai lagunya. (liputan6.com)

Dua grup band pop progresif Indonesia,  Maliq & D'Essential dan The Groove, siap menggelar konser bersama bertajuk "D'Essential of Groove" pada 6 September 2016 mendatang.

Sebagai awalan, dua band ini merilis single hasil kolaborasi yang bertajuk "Coba Katakan dengan Cinta".

Lagu ini merupakan ciptaan Yovie Widiyanto yang diambil dari lagu Maliq & D'Essential berjudul "Coba Katakan" dan The Groove yang berjudul "Katakan dengan Cinta".

"Kalau tentang lagu mungkin buat saya tidak terlalu sulit. Musik yang dibawakan The Groove saya mengerti karena saya produser mereka pertama kali. Sekarang ketika berkembang mereka punya gaya The Groove. Begitupun Maliq saya lihat asyik nih," ujar Yovie saat menggelar jumpa pers di CGV Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).

Yovie mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk meramu lagu baru tersebut.

"Buat proses lagu, enggak lama. Karena proses kreatifnya dua judul lagu dari mereka yang dipilih netizen terpilih 'Katakan dengan Cinta' dari The Groove, kalau Maliq judulnya 'Coba Katakan'. Jadi jangan ragu-ragu kalau ada cinta di depan mata katakan saja," jelas Yovie lagi.

Yovie pun mencoba mengaduk dua band ini menjadi satu dalam singlebuatannya. Meski demikian, ia tetap ingin menonjolkan kekuatan masing-masing demi mempertahankan ciri khas The Groove dan Maliq & D'Essential.

"Pendekatannya enggak jauh dari melody yang biasa mereka ciptakan. Misalnya awalnya Maliq banget bridge-nya, The Groove-nya di chorus-nya bareng. Kekuatan mereka jadi warna yang jadi kuat dan menarik. Saya lihat Angga kuat nyanyian dan warnanya Rika aja lengkingannya kedengeran meskipun kecil," papar Yovie.

Konser D'Essentials Of Groove akan dihelat di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat.

Pertunjukan ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Maliq & D'Essential yang ke 15 tahun dan The Groove yang ke 20 tahun yang sama-sama jatuh setiap tanggal 15 Mei.

Konser ini dibagi dalam beberapa kelas tiket yakni Acid, Soul (festival), Funk (Platinum), Pop (VIP) dan Swing (Diamond). (kompas.com)

Krisdayanti patut berbangga hati lantaran kini dirinya sudah dikenal sebagai penyanyi internasional yang diakui secara global. Bukan hanya karena proses rekaman dua single terbarunya yang bertajuk "Sleep to Dream" dan "In Love Again" dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat. Lebih dari itu, namanya tercatat sebagai salah satu penyanyi internasional yang berhak merilis lagunya ke seluruh dunia melalui iTunes.

Dengan begitu, lagu milik penyanyi yang karib disapa KD itu bisa dinikmati hingga ke penjuru dunia. "Album ini digital download worldwide. Kalau sekarang saya syukuran rilis lagu di Indonesia dulu, karena saya orang Indonesia. Tapi lagu ini bisa dinikmati oleh seluruh dunia," ucap KD saat ditemui di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Dengan kemampuannya sebagai diva, KD membuktikan impian berkarier sebagai penyanyi internasional bukan sebatas ambisi.

Di hadapan produser musiknya, yang notabene pernah menangani musikus sekaliber Justin Bieber dan Shakira, KD sanggup mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Saat proses rekaman, KD menjelaskan, dirinya sukses menyelesaikan dua lagu internasionalnya dalam waktu relatif singkat. Para produser musik KD di Amerika Serikat juga sangat puas dengan kualitas vokal si pelantun lagu "Menghitung Hari".

"Puji syukur aku bisa rekaman di sana dalam dua hari saja dari jadwal tiga hari. Semuanya lancar dan dimudahkan segalanya," KD mengakhiri. (liputan6.com)

Shawn Mendes adalah salah satu contoh dari anak muda yang mendapatkan popularitas dan perhatian dari orang banyak dari video cover yang dilakukannya. Banyak mem-posting video menyanyi nya di aplikasi video ‘Vine’ yang sempat populer. Dan dari video cover ini, Shawn Mendes berhasil menarik perhatian manajemen artis dan perusahaan rekaman Island records. Kerjasama ini melahirkan mini album dan album penuh pertamanya yang mempopulerkan lagu seperti “stitches’ dan “I Know What You Did Last Summer” pada tahun 2015 yang lalu.

 

lagu “Treat You Better” menjadi single andalan di album kedua nya yang berjudul ‘Ílluminate’ yang baru akan diluncurkan bulan september nanti. Secara komposisi lagu, terutama di bagian reffrain, masih sangat terasa nada dari hit single sebelumnya “Stitches”, apakah ada kesengajaan atau tidak tetapi secara keseluruhan, lagu ini bisa dan bahkan sudah menjadi hits karena saat lagu ini dirilis pada juni lalu dan sudah menempati 10 besar chart di dunia termasuk di negara asalnya Kanada, ditambah views di channel youtube untuk video musik nya sudah mencapai 41 juta lebih.

 

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

Hivi! Kembali dengan single terbaru dan seperti di lagu-lagu dan di album pertama mereka, lagu ini di produseri oleh Nino ‘RAN’ dengan tambahan produser lain yaitu Lale dan Ilman dari ‘Maliq & D’essentials’.

Tentang Nino, Lale dan Ilman ini sendiri adalah sebuah kolektif produser yang lumayan baru tetapi sudah menghasilkan beberapa karya untuk band dan solois Indonesia, seperti proyek solo vokalis Gigi, Armand Maulana.

Lagu “Pelangi” ini sendiri bercerita tentang cinta yang datang dan pergi, layaknya keindahan pelangi yang hadirnya hanya sesaat. Masih dengan musik pop, tetapi kali ini dengan petikan gitar yang jazzy tanpa instrumen perkusi, menjadikan lagu ini terdengar minimalis dan juga sebuah keberanian oleh Hivi! Karena di lagu ini mereka hanya menampilkan suara vokalis wanita yang kebetulan juga baru yaitu Nadhia Aleida atau Neida yang menggantikan penyanyi wanita sebelumnya Dea.

 

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM