Music



Chris Martin menyebutkan kalau Rihanna memiliki suara emas layaknya seorang Frank Sinatra. Bukan cuma itu saja, ia juga menyelipkan pujian atas suara emas yang dimiliki pelantun lagu Work itu.

"Rihanna adalah Frank Sinatra untuk generasi musik saat ini. Dia mampu mengubah apapun menjadi emas dengan suara indah seperti itu," ujar Chris Martin seperti yang dilansir dari Guardian via Metro.

Tapi bukan cuma itu saja lho KLovers, frontman Coldplay ini juga mengibaratkan suara emas Rihanna keluar seperti pasta gigi yang ditekan secara perlahan lalu keluar dengan bentuk yang rapih dan utuh pada bagian ujungnya. Selain itu, Chris juga menilai kalau vokal Rihanna mampu memberikan sensasi yang menyenangkan saat mengalun di telinga.

"Rihanna punya tone vokal yang tebal, jadi tidak mungkin orang lain akan merasa terganggu. Suaranya indah seperti pasta gigi yang ditekan perlahan lalu  keluar dengan rapih dan utuh. Saat kamu berpikir tentang suara Rihanna, maka sesuatu yang kaya, kuat seperti batang kayu dan tipikal suaranya yang hampir sama seperti Drake akan terlintas di pikiran," lanjutnya.

Warna vokal dan suara segar inilah yang membuat Chris Martin melihat Rihanna seperti seorang Frank Sinatra yang selalu sukses memukau telinga para penikmat musik. "Tapi suara Rihanna memang sangat nikmat untuk didengar telingamu. Sinatra juga punya hal yang sama, apapun yang ia nyanyikan selalu terdengar menyenangkan untuk banyak orang," tandasnya.

 

Sobat Delta, Voting lagu 90an sudah ada yang edisi ke 3 nih,

vote lagu 90an favorit kamu langsung di bawah ini ya,

selain itu kamu juga bisa dengerin langsung lagunya di playlistnya dibawah nya,

Enjoy!

Tak ada yang menyangsikan kemampuan Raisa dalam mengolah vokal. Suaranya yang khas seakan membalut setiap lagu menjadi enak didengar dan mewakili perasaan siapa pun yang mendengarnya.

Namun, bukan suara apik pelantun lagu "Kali Kedua" yang berjasa melahirkan album terbarunya yang bertajuk Handmade. Raisa mengaku album tersebut lahir dari caranya menggunakan telinga dengan baik.

"Dari musik, aransemen, sound sekecil apa pun pasti akan melalui telinga saya dulu dan melalui approval data," ucap Raisa saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2016).

Raisa mengatakan sangat penting baginya menggunakan kepekaan indra pendengaran untuk memastikan lagu yang akan ia nyanyikan memiliki pengaruh bagi para pendengar musiknya.

"Lagu yang punya makna dan karakter itu jauh lebih menantang sih untuk dinyanyikan," Raisa mengungkapkan.

Album Handmade sendiri merupakan karya terbaru Raisa yang dibuat secara langsung oleh penyanyi yang saat ini berstatus sebagai kekasih Keenan Pearce, kakak kandung artis Pevita Pearce.

Dalam proses pembuatannya, Raisa terjun langsung mengolah lagu-lagu yang berbeda dari album sebelumnya. "Itu karena album ini adalah pertama kalinya saya rekaman indie. Betul-betul terasa buatan tangan sendiri. Di situ saya ada 100 persen setiap prosesnya," Raisa mengakhiri. (liputan6.com)

LOS ANGELES - Pengadilan federal Amerika Serikat memutuskan band legendaris Led Zeppelin tidak menjiplak lagu klasik mereka, "Stairway to Heaven", Kamis (23/6/2016).

Sebelumnya diberitakan, band Inggris itu digugat di pengadilan dengan tuduhan menjiplak beberapa bagian dari lagu "Taurus" milik band Spirit (AS) untuk "Stairway to Heaven".

Pihak penggugat, yakni pengelola aset gitaris Spirit, Randy Wolfe menuntut sebesar 40 juta sebagai kompensasi kerugian. Ia juga menuntut nama Wolfe dimasukkan sebagai salah satu penulis lagu legendaris tersebut.

Namun dalam sidang yang digelar di Los Angeles pada Kamis kemarin, panel juri yang terdiri dari delapan orang menyatakan "unsur asli lagu milik Spirit tidak mirip dengan 'Stairway to Heaven'."

Dua personel Led Zeppelin, Jimmy Page dan Robert Plant, menghadiri sidang putusan tesebut. Page dan Plant langsung memeluk tim kuasa mereka begitu sidang ditutup.

"Kami berterima kasih kepada juri dan bahagia karena putusan mereka memenangkan kami, sekaligus menghentikan pertanyaan tentang asal-usul 'Stairway to Heaven' dan menegaskan apa yang kami ketahui selama 45 tahun terakhir," kata Plant dan Page dalam pernyataan bersama setelah putusan itu dijatuhkan.

"Kami berterima kasih atas dukungan para fans dan ingin masalah hukum ini segera berakhir," lanjut mereka.

Namun pengacara penggugat Francis Malofiy mengatakan, "Mereka menang secara teknis. Kami membuktikan mereka memiliki akses ke musik (Taurus), tetapi juri tidak pernah mendengar lagunya."

Lagu "Taurus" memang tidak diperdengarkan selama persidangan sehingga juri pun tidak pernah mendengarnya.

"Jadi juri yang duduk di persidangan tidak pernah mendapat kesempatan mendengar barang bukti (lagu)," kata Malofiy.

"Jika juri mendengar 'Taurus', hasil rekaman, kami pasti memenangi kasus ini. Mereka terbatas pada melihat selembar kertas," timpal Michael Skidmore, pengelola aset Randy Wolfe.

Skidmore menuding sejak awal persidangan berpihak kepada Led Zeppelin. Pihaknya bahkan tidak diperbolehkan mengungkap bahwa bila gugatan mereka dikabulkan, uangnya akan disumbangkan.

"Yang bisa saya katakan adalah uang memang lebih berkuasa dibanding akal sehat. Kami melakukan hal yang benar. Kami berusaha melanjutkan warisan Randy. Tim kami kecil, berhadapan dengan korporasi multinasional. Saya rasa kami cukup berhasil," lanjut Skidmore.

"Kami bertarung dengan kaki dipaku di tanah dan tangan diikat. Bukan pertarungan yang adil," tukas Malofiy.

Ketika ditanya apakah mereka akan mengajukan banding, ia menjawab, "Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk banding."

Selama persidangan pihak penggugat berusaha membuktikan bahwa Led Zeppelin memiliki akses atau bisa mendengar rekaman "Taurus" dan dua lagu tersebut mirip.

Kedua pihak juga menggali sejarah "Stairway to Heaven". Pihak penggugat antara lain menuding personel Zeppelin mendengarkan Spirit memainkan lagu "Taurus".

Tudingan ini dibantah Plant dan kawan-kawan. Mereka menegaskan Zeppelin menciptakan sendiri lagu itu, bahkan memainkan rekaman versi-versi awal lagu tersebut.

Beberapa pakar musik yang menjadi saksi dalam persidangan mengakui ada kesamaan dalam kedua lagu tersebut. Namun unsur musik yang sama itu merupakan ranah publik dan pernah digunakan oleh band-band besar seperti The Beatles. (kompas.com)

Lama tak merilis album, band rock /rif segera menelurkan karya baru. Band beranggotakan Andy (vokal), Ovy (gitar), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Teddy (bass) ini akan kembali dengan kejutan baru.

Dalam waktu dekat, band pelantun "Salah Jurusan" itu merilis album baru yang dikerjakan bersama ebuah label asal London, Inggris.

"Ada kabar baik, semoga jadi yah. Doakan lancar, kita akan kerja sama dengan label di London, semoga terwujud. Album tahun lalu sih masih kita godok lagi, semoga ada kabar baik kita dapat rekaman di sana," kata Jikun saat ditemui di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

Band pemilik album Radja ini mengaku sengaja merekam album terbarunya di London lantaran nantinya album tersebut akan dirilis di London.

"Kita mau rilis album di sana. Albumnya sudah selesai, semoga terbuka pintunya dalam waktu dekat bisa dirilis di sana," ujar Jikun lagi.

"Ingin melakukan hal yang beda. Kita khususkan album ini untuk pasar di sana. Kita sebarkan di daratan Eropa. Kalau di Indonesia setelah di sana," imbuh sang vokalis, Andy.

Sebagai informasi, /rif terakhir merilis album pada 2013 lalu yang berjudul 18 Years of Rock. Album ini berisi 15 lagu, beberapa di antaranya adalah lagu lama yang diaransemen ulang dan direkam secara live recording. (kompas.com)

Karya musik berupa lagu terkadang dapat membuat kita terhanyut dalam makna yang terkandung di dalamnya. Tak hanya bagi para pendengar, tetapi juga bagi sang penyanyi dan pencipta lagu tersebut. Seperti yang terjadi pada Rihanna, Selasa (21/5/2016) lalu.

Di tengah berlangsungnya pertunjukan, Rihanna tiba-tiba saja meneteskan air mata dan hanyut dalam tangis. Sontak, para penonton pun kebingungan. Mereka tidak biasa melihat sang idola bersedih atau bahkan menangis di depan publik.

Hal itu terjadi saat Rihanna tengah menyanyikan lagu kolaborasinya bersama Eminem yang bertajuk "Love The Way You Lie". Penyanyi berusia 28 tahun itu tengah menyelenggarakan salah satu pertunjukan dari rangkaian tur dunia yang bertajuk "ANTI World Tour" di Aviva Stadium, Dublin.

Dalam video dan foto yang tersebar melalui media sosial, terlihat mantan kekasih Chris Brown tersebut mengeluarkan air mata dan membiarkannya jatuh membasahi pipinya. Ia pun kemudian menyeka air mata tersebut dan memutuskan untuk tetap bernyanyi.

Kekhawatiran yang dirasakan oleh para penggemar Rihanna terlihat melalui media sosial Twitter. "Mengapa Rihanna menangis saat konser?" ujar salah satu penggemar. "Aku tidak pernah melihat Rihanna menangis. Mengapa ia menangis?" ungkap penggemar lainnya.

Meskipun sang penggemar telah menunjukkan kekhawatirannya pada sang idola, Rihanna tetap tidak menceritakan penyebab tangisan tersebut. Namun, dalam keterangan video yang ia unggah dalam Instagram, Rihanna mengaku bahwa pertunjukan tersebut memang terasa sangat emosional bagi dirinya.

"Malam yang keren! Pertunjukan yang emosional untukku! Aku merasa beruntung karena memiliki tim seperti #Navy man!" ungkap RiRi dalam keterangan tersebut. Terakhir, ia pun menyatakan bahwa dirinya bersyukur karena memiliki penggemar yang luar biasa. "Aku sangat bersyukur karena memiliki kalian semua!" pungkas Rihanna. (liputan6.com)

Penyanyi Devia Sherly membuktikan kualitasnya saat berduet dengan musisi kelas atas. Setelah sempat berduet dengan Charly van Houten, Devia Sherly kini berduet dengan penyanyi religi Opick.

Hal ini terlihat saat keduanya berkolaborasi di depan ribuan anak yatim dan anak-anak pasantren Kota Tarakan, dalam rangka kegiatan Kaltara Bersyukur, Kamis (16/6).

Suara merdu keduanya memang sempat membuat histeris anak-anak. Apalagi saat keduanya menyanyikan lagu 'Allah Maha Melihat' dan 'Alhamdulillah' sembari menanti waktu berbuka puasa. Padahal, sebelum duet, Devia Sherly mengaku tak sempat latihan.

"Pas mau kolaborasi sama Opick nggak ada latihan sama sekali, ini spontan saja menyanyikan kedua lagu itu," ujar Devia Sherly.

Bagi Devia Sherly, Opick bukan sekadar penyanyi religi biasa. Dirinya pertama kali mengenal Opick saat bertemu di kegiatan Spirit of Ramadan di Bogor. Di sanalah dirinya pertama kali bertemu Opick.

"Waktu itu saya tidak punya uang membayar beliau, dan beliau tidak mempermasalahkan. Yang jelas sejak saat itu, kita dekat dan berkawan. Dia baik dan ahli sedekah. Bangga dan terharu juga bisa duet sama beliau di depan anak-anak dalam kegiatan Kaltara Bersyukur ini," ungkap Devia Sherly, yang juga merupakan CEO De’Capitol. (liputan6.com)

Charlie Puth ternyata penyanyi yang serba bisa, tidak hanya menciptakan lirik dan lagu, kemahirannya bermain gitar dimunculkan dalam lagu ‘we don’t talk anymore’. Melodi gitar pada lagu ini diciptakan saat Charlie Puth sedang tur di Jepang, sedang untuk beat di kerjakan saat dia tur di Filipina dan bagian vokal nya sendiri direkam di studio di Los Angeles. Charlie Puth memilih Selena Gomez dalam lagu ini karena dianggap cocok dengan lagu ini yang berirama mid tempo, dan Selena gomez hanya memerlukan waktu 15 menit untuk merekan bagian vokal nya.

 

Lirik lagu nya bercerita tentang berakhirnya hubungan cinta yang walaupun secara baik-baik tetapi ternyata mereka merasa bahwa memang sudah tidak bisa berbicara satu sama lain lagi walaupun hanya sebagai teman. Pilihan tropical house beat pada lagu ini sepertinya juga merupakan pertimbangan dari cukup meledaknya lagu ini, beat ini memang sedang banyak digunakan pada lagu-lagu pop belakangan seperti oleh Justin Bieber di beberapa lagu nya dan memang secara keseluruhan lagu ini sangat cacthy dan membuat yang mendengarkan dengan mudah mendendangkan bagian reffrain yang juga memang mudah ‘nempel’ di telinga.

 

 

 

 

 

 

Review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

Lagu mimpi adalah single ke tiga yang terdapat di album perdana Isyana berjudul ‘Explore!’. Masih dengan tema cinta, namun secara lirik lagu ini seperti menggambarkan keadaan seorang yang sudah tidak bisa bersama pasangannya, tetapi masih bisa merasakan keadaan saling mencintai dan masih bermimpi untuk bisa melanjutkan kisah cinta mereka.

 

Yang menjadi kekuatan dari lagu ini selain lirik nya sudah pasti adalah komposisi musik yang diciptakan oleh Isyana sendiri dan di bantu oleh tim produser asal Swedia yang memang juga menggarap keseluruhan album ‘Explore!’ ini. skill bermain instrumen Isyana (khusus nya piano) yang memang diatas rata-rata, memberikan sentuhan yang sendu yang terasa sangat ‘kena’ dan pas dengan lirik nya. Berirama pop ballad, lagu ini bisa menjadi single yang semakin membuat membuat Isyana Sarasvati sebagai penyanyi/penuli lirik/penulis lagu yang stand out diantara penyanyi perempuan lainnya.

 

 

 

 

 

Review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

Dengan diperingatinya Hari Ayah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 19 Juni 2016, mari sama-sama sejenak berpikir mengenai seseorang yang selama ini dekat dengan kita, selaian ibu,  ketika pertama kali kita lahir di dunia ini. Dialah ayah, laki-laki yang menjadi cinta pertama kita, seseorang yang mencintai kita dengan tulus, dan seseorang yang menjadikan kita nomor satu.

Ayah adalah seseorang yang secara tulus mencintai, menyayangi, mengagumi, memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan anaknya, tanpa pamrih. Seseorang yang selalu berdiri menjadi tembok untuk keluarga, menjadi guru untuk anaknya, dan menjadi lelaki yang akan selalu siap siaga 24 jam menemani.

Walaupun tak semua manusia di dunia ini beruntung memiliki ayah yang selalu menemaninya, tak ada salahnya mengenang sang ayah yang mungkin sudah meninggalkan kita dengan senyuman dan petuahnya. Ayah yang selalu mengingatkan kita ketika kita berlaku salah, dan yang selalu menyediakan pundaknya ketika kita bersedih.

Ayah akan selalu mengelus rambut kita ketika akan tertidur, ayah yang akan selalu menceritakan cerita sebelum tidur, dan ayah yang selalu mendoakan anaknya tiada habis hingga dunia berakhir.

Untuk memberikan kado kecil atas hal yang telah ayah lakukan selama ini, tak ada salahnya untuk mendengarkan beberapa lagu berbahasa Inggris untuk dinyanyikan di depan ayah Anda. Sampaikan kepada ayah, bahwa Anda sangat mencintai dirinya, dan betapa beruntungnya Anda telah terlahir di dunia ini.

Beyonce memberikan penggemarnya lagu hangat mengenai hubungan antara anak perempuan dan ayah. Dalam lagu yang dirilis tahun 2003, menceritakan hubungan dekat antara Beyonce dan sang ayahnya.

Di dalam liriknya pun, terdapat beberapa tulisan mengenai kenangan yang pernah dilakukan Beyonce bersama ayahnya ketika dirinya masih kecil. Beyonce pun menceritakan bagaimana dirinya sangat beruntung memiliki ayah yang selama ini selalu menjaganya hingga ia dewasa.

Suara kuat Beyonce benar-benar dituangkan di dalam lagu ini. Emosi cinta yang tercampur aduk menjadikan lagu ini benar-benar menyentuh, "and, thank you for loving me." Beyonce, mengajarkan pendengarnya untuk berterima kasih karena ayah sudah mencintai dirinya.

Lagu yang dirilis pada tahun 2003 ini, pastinya akan membuat Anda meneteskan air mata ketika mendengar suara Luther Vandross yang merdu bergema di telinga Anda.

Lirik lagu secara keseluruhan menceritakan betapa beruntungnya sang anak memiliki seorang ayah yang selalu menemani ada untuk anaknya.

Dalam lagu ini pun dikisahkan bagaimana ayah bisa selalu menjadi penengah ketika sang anak dan ibunya, tidak sependapat. Ayah yang selalu memberikan dadanya untuk bersandar ketika kita merasa lelah.

Lagu "Dance With My Father" diciptakan sendiri oleh Luther Vandross untuk mengenang ayahnya yang meninggal ketika dirinya masih berusia tujuh tahun. "Never dreamed that he would be gone from me," ungkapnya dalam nyanyiannya tersebut.

Secara garis besar, lagu ini mengingatkan sang ayah, untuk selalu berlaku baik kepada anak perempuannya. Perilaku baik tersebut akan ditanamkan di dalam diri anaknya ketika anaknya beranjak dewasa.

Lagu yang dirilis John Mayer pada tahun 2004 ini, kabarnya terinspirasi dari masalah percintaannya dengan beberapa wanita yang selalu menghiasi hidupnya.

John Mayer, ingin menyampaikan pesannya kepada ayah-ayah di dunia, untuk selalu menjaga anaknya, agar tidak mudah disakiti ketika anaknya tumbuh dewasa.

Jika lagu yang sebelumnya memang dikhususkan untuk ayah, kali ini,Will Smith mengajak pendengar lebih mengerti perasaan ayah ketika pertama kali bertemu dengan malaikat kecilnya, yaitu sang anak.

Lagu yang dirilis tahun 1997 ini memfokuskan hubungan dekat antara anak lelaki dan ayahnya. Lagu ini pun menunjukkan perasaan ayahnya yang mulai bermimpi anaknya jika akan tumbuh dewasa nanti.

Will Smith menceritakan betapa bahagia hatinya mempunyai seorang anak. Dalam lagunya tersebut, ia mulai berpikir bagaimana cara membesarkan anaknya untuk menjadi anak yang baik dan juga berguna, bagaimana dirinya mengajarkan sang anak, memberikan petuah-petuah kehidupan.

Lagu yang dirilis tahun 1974 ini menceritakan hubungan anak dan ayahnya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ayah yang lebih memilih untuk bekerja daripada menemani sang anak untuk melakukan aktivitas anak-anak bersama.

Ketika sang anak meminta untuk menemani bermain, sang ayah akan selalu sibuk untuk menata kehidupan. Akhirnya, sang anak pun merasakan kesepian hingga akhirnya dirinya mengatakan bahwa dirinya akan menjadi seperti sang ayah.

Hingga suatu hari, anaknya sudah beranjak dewasa, sang ayah yang sudah berangsur tua, menyadari satu hal, anaknya memang telah menjadi dirinya, yang sibuk dengan dunia, hingga akhirnya tidak mempunyai waktu untuk berjalan bersama dengan ayahnya yang sudah bertambah tua.

Tidak semua lagu yang dikhususkan untuk ayah bertemakan kebahagiaan dan juga keberuntungan, terkadang, lagu tersebut pun bertemakan kesedihan. Hal ini pula yang dituangkan penyanyi Madonna dalam lagu "Oh Father" yang dirilis tahun 1989.

Diambil dari kisah pribadinya, Madonna menceritakan kepada penggemarnya hubungan yang terjadi antara dirinya dan juga ayahnya, yang tak pernah mencintainya, dan juga memanfaatkan dirinya dan juga ibunya.

Walaupun begitu, Madonna menceritakan bagaimana rasa menyesalnya telah berjauhan dengan sang ayah, ketika dirinya pergi meninggalkan ayahnya sendirian.

"Maybe someday when I look back, I'll be able to say 'You didn't mean to be cruel," lirik lagu ini menunjukkan bahwa tidak semua hari ayah berakhir bahagia. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM