Music



“Dream, Hope, & Faith” (2010) sebuah album pop dengan pengaruh jazz yang sangat kuat ini menjadi perkenalan yang sangat manis untuk Monita kepada para pendengar musik Indonesia. Album ini adalah perpaduan antara lagu-lagu cover seperti “Dibatas Mimpi” milik Indra Lesmana atau “Over the Rainbow” karangan Harold Arlen/ E.G. Harburg yang dinterpretasi ulang secara sederhana dengan lagu orisinil yang juga melibatkan Monita pada departemen lirik seperti dalam lagu “Kisah yang Indah”. Keterlibatan musisi jazz terbaik Indonesia seperti Aksan Syuman, Dewa Budjana dan tentu saja Indra Lesmana sebagai produser dan komposer tidak bisa dipungkiri menjadi sebuah batu pijakan yang sangat kuat bagi perjalanan karir dan musikalitas Monita.

 Setelah enam tahun sejak album “Dream, Hope, & Faith”, Monita kembali hadir dengan album penuh kedua nya bertitel “Dandelion” dan lagu “Memulai Kembali” merupakan single pertama yang dirilis oleh penyanyi yang juga adalah seorang lulusan jurusan Desain Grafis ini. Di lagu “Memulai Kembali”, musik folk terasa sangat mendominasi baik secara komposisi musik ataupun instrumen yang dipergunakan. Lirik lagunya sendiri bercerita tentang keputusan hati yang memilih untuk bebas dari masa lalu, tidak menyerah serta melangkah dengan pengharapan. Perpaduan komposisi musik dan lirik yang apik ini melahirkan nuansa yang riang serta menyenangkan dan membuat kita yang mendengarkannya selalu terbayang langit berwarna jingga di sore hari yang hangat.

 

Sebuah keputusan yang berani bagi Monita untuk terlibat dalam hampir keseluruhan komposisi dan juga memproduseri album ini bersama rekan nya, seorang gitaris jazz muda berbakat, Gerald Situmorang. Minimalis dan simple adalah dua kata yang sangat tepat untuk menggambarkan lagu dan album “Dandelion” secara keseluruhan, dan tentu saja Monita kembali berhasil menghasilkan album pop bagus tanpa perlu menjadi pop.

 

review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

Tak perlu lama untuk Meghan Trainor untuk kembali merilis album penuhnya. Hanya satu tahun sejak merilis album pertama bersama major label berjudul “Title” di tahun 2015, penyanyi yang bulan februari kemarin menerima Grammy Awards untuk kategori artis pendatang baru terbaik ini sudah menelurkan album major label keduanya berjudul “Thank You” secara eksklusif pada layanan streaming Apple Music pada tanggal 6 Mei 2016. Sedangkan untuk single “No” sendiri sudah dirilis secara digital juga sejak maret 2016. 

Melalui single ini, Meghan Trainor sepertinya mencoba untuk merubah haluan, baik secara konsep musik yang dimainkan ataupun kemasan secara visual nya. Ini terlihat dari konsep cover album dan video klip dari lagu “No” ini yang menonjolkan tampilan Meghan Trainor yang lebih gelap sehingga membuat ia terlihat lebih dewasa dan ini sangat berbeda jauh dengan konsep tampilan serta musik yang dia mainkan pada album sebelumnya yang lebih berwarna-warni. 

Lirik lagu ini bercerita tentang perempuan yang menolak saat didekati oleh lelaki dan si lelaki tersebut sepertinya tidak menangkap ‘tanda-tanda’ penolakan yang dilakukan si perempuan. Potongan lirik “My name is ‘no’/My Number is ‘no” menggambarkan bahwa si perempuan merasa tidak (belum?) mau untuk didekati lelaki. Secara musik, lagu ini sangat dipengaruhi lagu-lagu pop / RnB pada era 2000 an awal yang dipopulerkan oleh Britney Spears, Destiny’s Child ataupun ‘N Sync di lagu “It’s Gonna Be Me”. Di lagu “No” ini, kita seperti disuguhkan sebuah kenyataan bahwa Meghan Trainor yang kita dengar dan lihat sekarang sangat jauh berbeda dengan Meghan Trainor yang berwarna-warni pada album sebelumnya. Dia pun mendeskripsikan lagu ini sebagai “sesuatu yang tidak (cocok) untuk radio” dan lagu yang sangat “berbeda”. 

Tapi apakah itu hanya untuk membuat orang penasaran? Karena ternyata lagu yang ‘berbeda’ ini sudah mencapai urutan nomor tiga pada US Billboard Hot 100

 

review by: Panji Aulia - https://twitter.com/pienji

 

 

Jakarta - Tiwi Sakuramoto tampil terakhir di Konser 10 Besar Grup A Dangdut Academy Celebrity yang berlangsung Senin, 16 Mei 2016 atau tadi malam. Mantan anggota duo T2 ini membawakan lagu Sik Asik milik Ayu Ting Ting. Mendapat lagu yang energik, Tiwi dipuji tampil keren dan pas, meski nafasnya terdengar terengah-engah. Namun juri sepakat, Tiwi tampil bagus kali ini.

Sayangnya, Tiwi justru harus tersenggol. Ia kalah di polling SMS dari Edric Tjandra. Sebelumnya, keduanya berada di bottom three bersama Gilang Dirga. Namun, Gilang lolos pertama setelah mendapat 4 lampu gambar dari para juri. Hanya Ivan Gunawan yang memencet tombol silang.

Edric dan Tiwi sama-sama mendapat 3 lampu gambar dan 2 lampu silang. Maka keputusan mengeliminasi kontestan pun kembali ke data polling SMS terakhir. Disini, Tiwi ternyata berada diurutan terakhir dengan 14,2%. Edric yang semalam menyanyikan lagu Pacar 5 Langkah, berhasil melaju ke babak 8 besar, karena meraih 16,4%.

Sementara itu, tadi malam Gilang tampil dibawah standar. Menyanggupi tantangan Soimah membawakan lagu Kehilangan, Gilang memang tampil penuh penjiwaan. Namun, ia mendapat koreksi untuk pitching dan tarikan nafasnya yang kurang panjang. Tak seperti malam-malam sebelumnya, kali ini Gilang harus puas berada di peringkat ketiga setelah hanya mendapat SMS sebanyak 19,1%.

Beda nasib, Billy Syahputra justru kembali ke trek bagusnya. Tadi malam, Billy menyanyikan lagu Aku Rindu Padamu. Meski masih terdengar fals dibeberapa nada, Billy dianggap berhasil memainkan teknik suara hidung. Satu kesalahannya hanya pada masalah salah lirik lagu saja. Di akhir polling, Billy ada di puncak dengan perolehan SMS mencapai 27,6%.

Menguntit dibelakangnya, ada Maria Calista dengan 22,7%. Dianggap sebagai kuda hitam, Maria yang dipuji juri sebagai penyanyi serba bisa ini, makin menunjukan mentalnya sebagai calon penantang juara. Teknik vokal, soul, aksi panggung Maria sudah tak diragukan lagi.

Empat kontestan tersisa ini akan kembali bertarung di Konser 8 Besar pada Rabu (18/5/2016) nanti. Namun, belum diketahui apakah masih dalam komposisi grup yang sama atau kembali diacak. Penentuannya baru akan diumumkan setelah Konser 10 Besar Grup B usai pada Selasa (17/5/2016) atau nanti malam. (liputan6.com)

Coming soon...

A video posted by @adele on

Adele meluncurkan single keduanya dari album 25, Senin (16/5/2016). Lagu itu bisa diunduh secara digital pada hari sama.

Lagu itu berjudul "Send My Love (To Your New Lover)", yang artinya kira-kira 'titip salam untuk pacar barumu'.

Lagu itu ditulis oleh Max Martin dan Shellback (Karl Johan Schuster) yang pernah bekerja bareng Taylor Swift dalam lagu "We Are Never Getting Back Together", "Bad Blood" dan "I Knew You Were Trouble".

Dalam sebuah acara di iHeartRadio pada November lalu, Adele mengisahkan bagaimana ia berkolaborasi dengan Martin dan Shellback.

"Saya menulis ini dengan Max Martin," kata Adele tentang lagu "Send My Love", ketika itu.

"Saya mendengarkan lagu 'Trouble' milik Taylor Swift dan saya langsung penasaran 'siapa yang menulis lagu itu?"

Menurut Adele, single barunya itu bernada riang, meskipun mengisahkan tentang cara dia melupakan mantan kekasih.

"Saya sekarang bahagia. Dan saya tidak tahu dimana dia sekarang," lanjut pelantun lagu "Hello" itu.

Bersamaan dengan pengumuman single itu, Adele juga menampilkan promo untuk video lagu yang akan ditampilkan pertama kali pada Billboard Music Award 2016, Minggu (22/5/2016) mendatang.

Ibu satu anak itu mengunggah cuplikan video musiknya pada Twitter dan Instagram. "Coming soon," begitu ia memberi keterangan cuplikan itu. (kompas.com)

Sukses berakting di sejumlah judul sinetron Cut Meyriska kini menjajal kemampuannya di dunia tarik suara.

Tak tanggung-tanggung, dara berdarah Aceh ini didapuk membawakan lagu "Wonderful Life" (Mi Oh My) dalam album original soundtrackfilm Angry Birds The Movie di Indonesia.

Dalam versi internasionalnya, lagu tersebut dibawakan oleh Matoma,seorang DJ asal Norwegia.

Suara Icut, sapaan akrab Cut Meyriska, dinilai unik untuk membawakan lagu dalam film dengan karakter kartun yang sangat populer itu.

"Awalnya kami diminta mengirimkan contoh suara dan data yang ada, kita tidak kesulitan untuk meyakinkan mereka. Ternyata DJ Matoma langsung menyetujuinya," kata Toto Widjojo, Managing Director Warner Music Indonesia saat peluncuran soundtrack Angry Birds The Movie di kantor Warner Music Indonesia, kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).

 

Bagi Icut, mendapat kesempatan menyanyikan lagu untuk film seperti sebuah mimpi.

"Aku enggak mimpi bisa punya single saja sudah bahagia, apalagi membawakan single soundtrack film internasional," kata pemain pesinetron yang dikenal sebagai Hello Kitty itu.

Namun menyanyikan lagu untuk soundtrack film Angry Birds menjadi tantangan berat bagi Icut. Sebab dia harus menggunakan nada menyesuaikan karakter suara Matoma.

"Kita kata Matoma harus sama persis, jadi kesulitannya kan suara cowok sama cewek kan beda yak, jadi pakai keytone yang sama dengan lagu aslinya," tandasnya. (kompas.com)

SINGKAWANG - Grup band Slank mengimbau masyarakat Singkawang, Sintang, Sambas, dan Entikong untuk waspada peyelundupan yang kerap terjadi di daerah perbatasan antara Kalimantan Barat dan Malaysia.
 
"Singkawang, saya ingin mengajak untuk mengendus penyelundupan. Awasi jangan sampai terjadi penyelundupan," seru vokalis band Slank, Kaka, saat tampil bersama Bimbim (drum), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) dalam "Konser Perbatasan" di Stadion Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (15/5/2016).
 
Menurut Bimbim, daerah perbatasan cukup rentan akan penyelundupan dan perdagangan manusia atau human trafficking.
 
"Iya, kita tahu penyelundupan itu masuk dari daerah-daerah perbatasan. Penyelundupan, pembalakan, human trafficking," kata Bimbim usai konser.
 
Selain mengimbau untuk selalu waspada, Slank juga tampil impresif di depan 13.000 penononton "Konser Perbatasan". Aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, dan Ivanka dibuka dengan lagu-lagu "Mars Slank",  "Lo Harus Grak", "Jurus Tandur", "Garuda Pancasila", dan "I Miss You But I Hate You".
 
Dengan lagu-lagu yang bernapas persatuan tersebut Bimbim berharap masyarakat di daerah perbatasan Kalimantan Barat dapat menyebarkan virus perdamaian.
 
"Singkawang, apapun yang terjadi semua harus menyebarkan virus perdamaian. Semua siaaap?" seru dia sebelum Kaka memainkan intro lagu "Virus" dengan permainan gitar akustiknya.
 
Total, grup band yang bermarkas di gang Potlot III itu menyuguhkan 23 lagu, antara lain "Seperti Para Koruptor", "Mawar Merah", "Halal", "Tong Kosong", "Indonesiakan UNA", dan "Lembah Baliem". (kompas.com)

Bagi gitaris dan pencipta lagu Eross Candra (36), bermusik dalam format grup Six Strings, bersama Aria Baron Suprayogi, I Dewa Gede Budjana, Tohpati Ario Hutomo, dan Ibrahim Imran atau Baim, membawa pengaruh kepada Sheila on 7, band asal Eross.

Menurut Eross, ide dan kreativitas bermusik dalam Six Strings memicunya untuk membuat musik Sheila on 7 lebih segar dengan aransemen baru.

"Bersama Six Strings ini vitamin buat saya dan, yang pasti, ada pengaruhnya buat Sheila on 7, karena akan membawa sesuatu yangfresh lagi," kata Eross kepada Kompas.com di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016) malam.

Menurut Eross pula, para personel Sheila on 7 berpikiran terbuka--satu sama lain saling mendukung untuk berkarya di luar band itu.

"Kami saling support," kata dia lagi.

Bagi Eross, yang bergabung dalam Six Strings, ia memiliki prioritas untuk Sheila on 7. Ia tetap memilih manggung pada akhir minggu bersama Sheila on 7 daripada Six Strings.

"Makanya Six Strings enggak main pas weekend ya, karena weekendmilik Sheila on 7," ujarnya. (kompas.com)

Los Angeles - Penyanyi pop wanita Christina Aguilera baru saja mengumumkan kabar yang cukup menjanjikan. Dalam waktu dekat, wanita 35 tahun ini bakal membawa kembali mendiang Whitney Houston ke atas panggung.

Seperti dilansir dari Ace Showbiz, Rabu (11/5/2016), Whitney Houston dikabarkan bakal tampil di puncak acara kontes The Voice musim ini. ET Online menyampaikan bahwa diva yang meninggal pada 2012 itu akan dimunculkan melalui sebuah hologram.

Duet khusus Christina Aguilera dengan hologram Whitney Houston tersebut, menjadi bagian dari penghormatan sang pelantun "Beautiful" kepada diva pemenang enam Grammy Awards itu.

Beberapa hari sebelumnya, sempat beredar rumor mengenai rencana penampilan Christina Aguilera ini setelah beberapa foto dan video mencuat di dunia maya. Di situ terlihat Christina Aguilera menyanyikan lagu "I Have Nothing" bersama hologram Whitney Houston di atas panggung.

Ketika ditanya mengenai rumor duet, Christina menolak untuk membenarkan atau menyangkalnya. Namun begitu, ia memberi isyarat bahwa hal-hal yang menarik akan terjadi di puncak ajang tarik suara tersebut.

"Saya disumpah untuk menjaga rahasia," ucapnya kepada ET Online. Sanggahan tersebut juga dilaporkan oleh NBC yang isinya, "Saya tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi saya sangat bersemangat akan final ini. Hal yang sangat menarik akan terjadi."

Kemunculan Whitney Houston sebagai hologram bukanlah suatu kejutan lagi. Pasalnya, Hologram USA sempat mengumumkan pada tahun lalu bahwa mereka berniat untuk membawa versi digital sang diva di tur dunia. Perusahaan tersebut bermitra dengan Pat Houston, saudara perempuan Whitney Houston.

Selain berencana tampil bersama Whitney Houston, Christina Aguilera juga sedang sibuk mengerjakan album kedepelapan sejak 2014 lalu untuk bisa dirilis pada 2016. Pada Januari 2015, Christina Aguilera mengonfirmasi kepada Extra bahwa proyek albumnya sedang dikerjakan bersama Pharrell Williams. (liputan6.com)

Usia rupanya tidak membatasi musisi legendaris Virgiawan Listanto (54) atau yang dikenal dengan Iwan Fals dalam berkarya.

Hal itu ia buktikan lewat sebuah album berjudul Satu. Album ini hasil kolaborasi Iwan Fals dengan empat band papan kenamaan Tanah Air. Mereka adalah NOAH, D'MASIV, Nidji dan Geisha. 

"Di sini kita buat sesuatu, saya pemusik ya tentu saya membuat musik," ungkap Iwan dalam peluncuran album Satu di Pisa Kafe Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).

Dalam proses pembuatan album tersebut, pelantun tembang "Bento" ini mendapat banyak pengalaman unik. Apalagi kolaborasi dengan empat band yang punya karakter dan kelebihan masing-masing.

"Saya butuh waktu lama masuk ke dalam situ. Ini pikiran kita bersama, akhirnya terwujud," kata Iwan. 

Menurut Iwan, album ini lebih membahas persoalan cinta. Cinta yang universal.

"Bahas tentang Cinta di album ini, jadi saya cuma bisa bersyukur dengan adanya album Satu ini," ucapnya. 

Sementara itu, menurut Indrawati Wijaya, produser musik Musica Studio yang menaungi empat band tersebut, keinginan untuk menggarap album kolaborasi sudah digagas sejak lama.

"Sebenarnya sudah lama pengin kerjasama bareng dengan Iwan Fals. Waktu itu di Bali kita diskusi dan silaturahmi dan terjadilah album Satu ini. Kemudian kita sampaikan ke Nidji, NOAH, Geisha dan D'MASIV," ujar Acin, sapaan akrabnya. 

Album Satu berisi 10 materi lagu yang terdiri dari lima lagu lama dan lima lagu baru yakni "Yang Terlupakan" (Noah), "Pesawat Tempur" (Nidji), "Izinkan Aku Menyayangimu" (Geisha), dan "Entah" (D'MASIV).

Selain itu ada "Para Penerka" (Iwan Fals ft. Noah), "Tak Seimbang" (Iwan Fals ft. Geisha), "Satu-satunya" (Iwan Fals ft. D'MASIV), "Hidup yang Hebat" (Iwan Fals ft. Nidji), "Kemesraan" (Kolaborasi semua artis), dan "Abadi" (Kolaborasi semua artis). (kompas.com)

Album baru Iwan Fals bertajuk Satu resmi diluncurkan, Rabu (11/5/2016). Album yang merupakan hasil kolaborasi sang musisi legendaris dengan sejumlah band seperti NOAH, Geisha, Nidji dan D'Masiv, ini ternyata menyisakan sejumlah cerita dan pengalaman unik bagi Iwan Fals.

Diakui pelantun lagu "Bento" ini, butuh waktu lama baginya untuk bisa 'nyetel' atau ngeklik dengan para musisi muda. Apalagi, band yang berkolaborasi dengannya memiliki gaya bermusik dan berasal dari genre yang berbeda-beda.

"Saya dapat pengalaman unik saat rekaman. Saya akui, mereka anak-anak muda yang punya kelebihan masing-masing. Saya butuh waktu lama masuk ke dalam situ," ucap Iwan Fals di sela-sela peluncuran album Satu, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).

"Tapi kita mencoba untuk buat sesuatu. Saya pemusik, ya tentu saya membuat musik," ia melanjutkan.

Tak mudah bagi Iwan Fals untuk membuat album kolaborasi bersama para musisi muda. Aktivitas bermusik yang padat dari masing-masing band, juga menyulitkan dirinya untuk bisa bertatap muka dan berdiskusi dengan mereka.

"Kolaborasi seperti ini ke depannya mungkin belum tentu bisa dibuat untuk kedua kalinya. Soalnya sulit menyatukan semua artis ini dengan kesibukannya masing-masing," Iwan Fals menjelaskan.

Meski begitu, Iwan Fals begitu menikmati setiap proses rekaman di album terbarunya. "Ini kan sebenarnya album dari pikiran kita bersama. Alhamdulillah akhirnya terwujud. Saya bersyukur dengan adanya album ini," Iwan Fals mengakhiri. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM