Music



Paris- Pokemon Go belakangan ini menjadi permainan paling digandrungi. Banyak orang kini telah keranjingan permainan tersebut. Namun, tampaknya Rihanna tak termasuk salah satunya.

Buktinya, Rihanna melarang sang penggemar bermain Pokemon Go saat konsernya tengah berlangsung. Dilansir dari E! News, Senin (25/7/2016), saat konser bertajuk "Anti" digelar di Prancis, Sabtu (23/7/2016), Rihanna meminta para penggemar untuk tidak memainkan Pokemon Go.

Rihanna menginginkan semua perhatian penonton tertuju pada pertunjukan, bukan pada yang lain. Salah satu cara agar perhatian terpusat pada sang penyanyi, adalah para penggemar harus melupakan ponselnya selama dua jam.

"Aku tidak ingin melihatmu bertukar pesan dengan pacar-pacarmu," ungkap Rihanna pada ribuan penonton yang hadir. "Aku pun tidak ingin melihatmu menangkap Pokemon di tempat sialan ini!" ujar Rihanna.

Perkataan tersebut tentu mengejutkan para penggemar yang menonton. Pasalnya, Rihanna dengan sengaja melontarkan kata-kata kasar untuk memperingatkan penggemar yang keranjingan Pokemon Go.

Rihanna memang tidak suka dengan orang-orang yang gemar bermain Pokemon Go

Wah kalau demikian, berarti ada 10 selebritas dunia seperti John Mayer, Josh Groban, Joe Jonas, dan Demi Lovato yang sebaiknya tidak datang ke konser Rihanna. Soalnya, mereka disebut-sebut termasuk seleb yang doyan bermain Pokemon Go. (liputan6.com)

Dua puluh tahun sejak Be Here Now, dirilis dan menempati nomor 2 di Billboard 200, superband asal Inggris dan dedengkot britrockOasis, akan merilis ulang album ketiga mereka tersebut. 

Big Brothers Recording telah mengumumkan bahwa album ketiga Oasis, Be Here Now, akan dirilis ulang pada tanggal 7 Oktober 2016, dilengkapi dengan isi yang belum pernah didengar sebelumnya. Peluncuran ini merupakan bagian dari seri Chasing the Sun, yang pada 2014 memberikan perlakuan yang sama pada dua album Oasis sebelumnya.

Album edisi spesial akan berisikan juga 14 lagu, demo yang belum pernah dirilis oleh band ini. Lagu-lagu demo tadi berasal dari proses rekaman Be Here Now dilakukan oleh Oasis pada tahun 1996 saat penampilan langsung mereka di Knebworth Park. Akan dimasukkan juga mix baru dari Noel Gallagher dari lagu hits mereka "D'You Know What I Mean?"

"Seiring berjalannya waktu, aku mulai menerima bahwa lagu-lagu dalam 'Be Here Now' sangat panjang...terlalu panjang," Noel Gallagher memberi pernyataan. "Seseorang (aku tidak bisa ingat siapa) punya ide untuk mengedit ulang keseluruhan album."

Album ketiga band yang terbentuk pada tahun 1991 ini berisikan hits mereka yang masih relevan sampai sekarang, seperti "Stand by Me", "Don't Go Away", dan tentunya "D'You Know What I Mean?". Dan memang rata-rata lagu di dalam album ini berdurasi 5-7 menit.

Saat album ketiga ini dirilis, Oasis sudah menjadi meraih pengakuan dan kesuksesan internasional berkat album pertama dan kedua mereka, Definitely Maybe (1994) dan (What's the Story?) Morning Glory (1995). Para penggemar juga sudah sangat tidak sabar menunggu peluncuran Be Here Now sampai-sampai membuat manajemen Oasis khawatir.

Hal ini membuat pihak manajemen membatasi paparan media terhadap isi album ini sebelum diluncurkan. Para awak media juga "dipaksa" menandatangani perjanjian tutup mulut. Usaha pengendalian kontrol ini kemudian menimbulkan ketegangan antara pihak media dan beberapa orang di industri musik.

Untungnya, saat akhirnya diluncurkan, album ini laris manis. Pada hari pertama rilis, Be Here Now terjual 424 ribu kopi, menjadikan sebagai album dengan penjualan tercepat dalam sejarah musik Inggris.

Walaupun begitu produser album ini, Owen Morris, mengatakan: "Satu-satunya alasan orang-orang itu (para personel Oasis) hadir hanyalah karena uang. Noel sudah memutuskan bahwa Liam adalah penyanyi yang buruk, dan Liam sudah memutuskan bahwa dia membenci lagu-lagu Noel...Ada narkotika dalam jumlah yang sangat besar. Perkelahian sengit. Suasana yang buruk. Dan proses rekaman yang mengerikan."

Walaupun begitu, sampai tahun 2008, album ini telah mencapai angka penjualan 8 juta kopi, dan termasuk dalam buku "1001 Album yang Harus Didengar Sebelum Mati". Oasis bubar pada tahun 2009 setelah perseteruan panjang antara Liam dan Noel Gallagher, dan Noel akhirnya memutuskan keluar dari band legendaris tersebut. (liputan6.com)

Pertunjukan musik jazz bernama Ijen Summer Jazz akan diadakan tiga kali dalam tahun ini, yaitu pada 30 Juli, 10 September, dan 22 Oktober, di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

Panggung terbukanya akan berada di Jiwa Jawa Resort, Ijen.

Menurut Sigit Pramono, inisiator pertunjukan jazz di kawasan gunung yang disebut Jazz Gunung, konsep Jazz Gunung berbeda dengan festival-festival jazz semacam Java Jazz Festival.

"Java Jazz itu jazz konglomerat. Kalau Jazz Gunung itu jazz UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)," ujar Sigit dalam jumpa pers mengenai Ijen Summer Jazz di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (22/7/2016).

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional tersebut mengatakan bahwa ia ingin mempromosikan keindahan alam di Indonesia melalui musik.

"Mempromosikan tempat terindah di negeri ini yang kadang salah dalam mempromosikan," katanya.

"Jazz penting, tempat juga penting. Paling penting bantu wisata. Ada alasan orang datang ke tempat itu selain wisatanya, tapi juga nontonjazz," katanya lagi.

Syaharani & QueenFireworks (ESQI:EF) dan pemain keyboard Nita Aartsen akan mengisi pertunjukan pertama, yaitu pada 30 Juli 2016.

Tiket bisa dibeli mulai 16 Mei 2016 di situs www.jazzgunung.com atau dengan mengirim email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. (kompas.com)

Manajer musik terkenal yang juga juri The X Factor Inggris, Louis Walsh, berpendapat bahwa karier Niall Horan dan Harry Styles akan cemerlang setelah tak lagi bersama boyband One Direction.

"Mereka mencetak banyak uang tapi sekarang sudah selesai, siapa yang akan solo karier. Saya rasa Niall akan bagus sekali dan juga Harry," kata Walsh, dikutip dari laman NME.

Walsh berpendapat bahwa boyband jebolan The X Factor itu tidak akan utuh lagi, mengingat Horan kini berada di tempat dan waktu yang tepat.

"Dia laki-laki paling beruntung di dunia dan dia sadar itu," kata dia.

Styles dikabarkan telah menandatangani kontrak album solo dengan Columbia Records, label rekaman yang mengeluarkan album One Direction di Amerika Serikat.

Menurut Billboard, yang mengutip sumber anonim, belum ada tanggal pasti mengenai album solo perdana Harry Styles.

Sejauh ini baru Zayn Malik, mantan anggota One Direction yang lebih dulu merilis album solo.

Album perdana Zayn, Mind of Mine, dirilis pada Maret lalu dan berada di posisi terfavorit AS dan Inggris. (kompas.com)

Gitaris The Rolling Stones, Keith Richards mengungkapkan beberapa pernyataan terkait band legendaris yang menaunginya. Dalam wawancaranya bersama Radio Times, Richards mengatakan bahwa bandnya masih ingin dan berpotensi untuk merilis album baru.

 

"Kami bekerja keras dan tidak ada yang menyepelekan itu. Kami masih berpikir untuk membuat album terbaik kami dan menampilkannya dalam penampilan terbaik kami. The Stones telah berhasil menjadi bagian dalam hidup, tanpa menjadi sesuatu yang ketinggalan jaman. Lalu, apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak pernah tumbuh, kamu hanya sedikit belajar lebih banyak. Saya tidak bertambah tua, saya berkembang," tuturnya seperti dilansir NME.

 

Selain menyinggung potensi atas album terbaru dari bandnya, Richards juga turut membicarakan keakraban diantara para anggota bandnya terhitung sejak debut album berjudul sama dengan nama bandnya rilis pada 1964. Ia beranggapan bandnya akan tetap bersama hingga maut memisahkan mereka.

 

"Bukan benar-benar band jika mereka tidak bertahan lama, mereka adalah grup. Kami adalah band dan sebuah band yang bersama hingga mati. Sejumlah band, mereka menjadi besar, tapi hanya pada generasi mereka, hanya untuk satu dekade. Mereka benar-benar pergi ketika testoteron mereka pergi," ungkap Richards. (rollingstone.co.id)

Saat masih bernama Peterpan, Ariel dan kawan-kawan sukses mendaur ulang lagu "Kupu Kupu Malam" yang pernah dinyanyikan vokalis dan pencipta lagu Titiek Puspa.

Sejak itu, band asal Bandung yang kini bernama NOAH tersebut kerap mendapat respons positif setiap merilis lagu daur ulang.

Yang terbaru, dalam album Sing Legend, band dengan anggota Ariel (vokal), Lukman (gitar), Uki (gitar), dan David (keyboard), mengaransemen ulang "Andaikan Kau Datang" yang dicipta serta dipopulerkan Koes Plus.

"Niatnya sih buat album Sings Legend, awalnya kita aransemen ulang lagu orang, pertama ya lagunya Titiek Puspa itu. Awalnya enggak ada masalah dan enggak ada harapan macam-macam. Ternyata responsnya bagus," kata Ariel di sela kegiatan shooting klip video "Andaikan Kau Datang", di kawasan Otista, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016).

Ariel mengatakan, hal ini membuktikan bahwa lagu lawas tak pernah mati.

"'Kisah Cintaku' juga responsnya bagus, dari situlah ke kitanya sendiri kita punya kesimpulan, itu membuktikan kalau lagu lama enggak akan pernah mati, sound-nya aja yang mati." imbuhnya.

Menurut kekasih artis peran dan model Sophia Latjuba itu, lagu lawas bisa kembali dinikmati di masa sekarang.

"Asal kita pintar dapatkan sound yang tepat itu lagu bisa didengerinlagi zaman sekarang," jelasnya.

"Saya yakin generasi sekarang enggak dengerin yang dulu. Langsung dengerin lagu luar aja, makannya kayanya kita harus bawain ini. Mereka perlu tahu ada lagi yang bagus," imbuhnya. (kompas.com)

Tak heran bila mendengar seorang penyanyi besar menyanyikan lagu-lagu ciptaan komposer lagu terkenal. Maka, tak heran bila lagu-lagu tersebut langsung melejit menjadi top chart di berbagai tangga musik dunia. Tapi, bagaimana jadinya bila penyanyi sekelas Katy Perry justru menciptakan lagu untuk penyanyi lain?

Berbeda dengan Taylor Swift, yang memang terkenal dengan ciptaan lagunya yang ia khususkan untuk seseorang, Katy Perry membuktikan dirinya sebagai seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu untuk penyanyi-penyanyi terkenal Hollywood. Benar-benar bertalenta bukan?

Katy Perry bahkan bisa menyihir lirik-lirik lagu tersebut menjadi lagu-lagu yang dapat menjuarai beberapa tangga lagu dunia. Lantas lagu apa saja yang ia ciptakan? Jangan-jangan salah satunya lagu favorit Anda. Penasaran? Langsung saja lihat beberapa penyanyi berikut yang telah tim Liputan6.com himpun.

1. "I Do Not Hook Up" - Kelly Clarkson

Lagu "I Do Not Hook Up" ini diciptakan oleh Katy Perry dan beberapa pencipta lagu lainnya di tahun 2009. Katy Perry menjadi satu-satunya penyanyi yang menulis lagu tersebut.

"I Do Not Hook Up" ini, masuk ke dalam album Kelly Clarkson yang diberi nama All I Ever Wanted yang juga dirilis tahun 2009. Menariknya, lagu ini sebelumnya akan dinyanyikan oleh Katy Perry sebelum akhirnya ia merasa Kelly Clarkson-lah yang lebih pantas menyanyikan lagu tersebut.

Terbukti, lagu ini langsung masuk menjadi top chart di beberapa tangga musik dunia dan mendapatkan apresiasi yang bagus dari masyarakat luas.

2. "Passenger" - Britney Spears

Lagu "Passengers" ditulis oleh Katy Perry dan penyanyi Sia, untuk album terbaru Britney Spears di tahun 2013. Lagu "Passengers" awalnya dibuat secara rahasia, sebelum akhirnya lagu ini bocor di internet.

Pada awalnya, lagu ini akan dinyanyikan oleh Katy Perry untuk album Katy Perry yang terbaru, Prism di tahun 2013. Tetapi pada akhirnya, lagu ini akhirnya dipotong dan dihilangkan dari albumnya. Hmm sayang sekali ya!

3. "That’s More Like It" - Selena Gomez And The Scene

Yup! Walaupun sahabatnya, Taylor Swift bermasalah dengan Katy Perry, tetapi, Selena Gomez membuktikan tidak ada "bad blood" antara dirinya dan Katy Perry.

Pembuktian ini dilakukan salah satunya dengan Katy Perry menciptakan lagu "That's More Like It" untuk Selena Gomez. Lagu ini pun masuk ke dalam track album Selena Gomez & The Scene, When The Sun Goes Down.

Tetapi lagi-lagi lagu "That's More Like It" awalnya akan dinyanyikan oleh Katy Perry, sebelum akhirnya Katy Perry menganggap bahwa Selena Gomez lebih pantas menyanyikan lagu tersebut.

4. "Black Widow" - Iggy Azalea Featuring Rita Ora

"Black Widow" adalah lagu yang diambil dari album Iggy Azalea, The New Classic di tahun 2013. Lagu ini dinyanyikan bersama dengan Rita Ora yang langsung menjadi hit di beberapa tangga lagu dunia.

Tapi tidak ada yang mengetahui siapa penulis di balik salah satu lagu sukses milik Iggy Azalea ini. Ia adalah Katy Perry. Katy Perry menjadi salah satu penulis dari sederetan pencipta lagu lainnya, termasuk Iggy Azalea sendiri.

5. "Breakout" - Miley Cyrus

Lagu ini dirilis ketika miley Cyrus masih menjadi Hannah Montana dalam serial TV Disney yang melambungkan namanya itu. Lagu ini, berhasil menjadi salah satu hits single Miley Cyrus.

"Breakout" diciptakan langsung oleh Katy Perry. Bahkan, lagu ini pun menjadi lagu demo Katy Perry dalam debut albumnya, One of the Boys. (liputan6.com)

LONDON — Grup musik rock, Queen, merasa frustrasi karena imbauan agar Donald Trump tak menggunakan lagu-lagu mereka di dalam kampanye tak diindahkan.

Selain imbauan dari Queen itu, perusahaan rekaman yang menaungi grup musik itu menegaskan, tim kampanye Donald Trump tak pernah meminta izin untuk menggunakan lagu-lagu Queen.

Perusahaan rekaman Sony/ATV, yang mengelola katalog lagu-lagu Queen, seperti "We Are the Champion", Selasa (19/7/2016), mengatakan, pihaknya sudah berulang kali meminta Trump tak menggunakan lagu-lagu milik Queen.

Namun, permintaan itu diabaikan dan lagu legendaris "We Are the Champions" dikumandangkan dalam konvensi nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio.

Bulan lalu, gitaris Queen, Brian May, juga lewat blognya memprotes penggunaan lagu-lagu grup musik asal Inggris itu di dalam kampanye-kampanye Donald Trump.

"Atas nama Queen, kami merasa frustrasi karena lagu-lagu mereka terus digunakan meski telah berulang kali kami meminta agar lagu tersebut tak digunakan. Permintaan kami diabaikan Trump dan tim kampanyenya," demikian pernyataan Sony/ATV.

Queen juga menyampaikan rasa tak sukanya terkait penggunaan "We Are the Champions" dalam konvensi di Cleveland, Ohio.

"Penggunaan lagu tanpa otorisasi di konvensi Partai Republik bertentangan dengan keinginan kami," demikian Queen lewat akun Twitter-nya.

Lagu tersebut digunakan mengiringi penampilan singkat Donald Trump di panggung konvensi beberapa saat sebelum sang istri, Melania, memberikan pidato.

"Queen tak ingin musik mereka diasosiasikan dengan debat politik apa pun di negara mana pun. Queen tak ingin 'We Are the Champions' dianggap sebagai dukungan terhadap Trump dan pandangan politik partai politik," demikian pernyataan Sony/ATV.

"Kami yakin dan berharap Tuan Trump dan tim kampanyenya akan menghormati permintaan ini di masa depan," tambah pernyataan itu.

Tak hanya Queen, grup musik lain seperti The Rolling Stones juga meminta Donald Trump tak menggunakan lagu-lagu mereka pada masa kampanye politik.

Demikian juga Adele dan Aerosmith yang meminta agar lagu-lagu mereka tak diputar untuk menyemangati para pendukungnya.

Neil Young juga keberatan lagunya "Rockin' in the Free World" digunakan sebagai pembuka kampanye Trump tahun lalu.

Permintaan serupa juga datang dari Elton John yang tak ingin lagu-lagunya digunakan dalam ajang kampanye. (kompas.com)

Penyanyi keroncong Indra Utami Tamsir sangat berambisi mengangkat musik keroncong kembali ke permukaan. Untuk mengenalkan musik keroncong kepada generasi muda, Utami akan menggelar konser musik keroncong.

Konser yang rencananya akan digelar pada Agustus 2016 ini, akan digelar di tujuh kota di Indonesia. "Rencananya konser di Semarang, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Medan dan beberapa kota lainnya," ujar Indra Utami Tamsir, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Agar konsernya kali ini lebih diterima generasi muda dan berbagai kalangan, Utami akan menggandeng beberapa musikus ternama Tanah Air. Iwan Fals dan Titiek Puspa adalah dua nama yang sudah diminta untuk bekerja sama.

"Ini belum pasti jadi, tapi saya sudah bicara kepada manajemen Iwan Fals untuk mengajak beliau di konser nanti. Saya belum tahu beliau bisa atau tidak, tapi yang pasti saya sudah meminta. Selain Iwan Fals juga ada Titiek Puspa," kata Indra Utami Tamsir.

Penyanyi berusia 42 tahun ini memang tak mau main-main dalam konsernya nanti. Selain bakal menggandeng sejumlah penyanyi ternama, Indra Utami Tamsir juga bakal menggandeng Djaduk Ferianto sebagai sutradara pementasan.

"Karena konsep konser teatrikal keroncong, jadi ada sutradaranya. Saya sudah mengajak kerja sama Mas Djaduk Ferianto. Tapi ini juga belum deal. Masih ada pembicaraan lanjutan," ungkap Indra Utami Tamsir, peraih penghargaan Penyanyi Keroncong Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2013.

Indra Utami Tamsir memastikan, konsernya nanti bakal berlangsung megah dan bakal membuat bangga semua penonton yang hadir. "Saya ingin menunjukkan musik keroncong ini musik yang indah dan megah. Saya ingin semua orang yang hadir nanti menjadi bangga dengan keroncong," tutur Indra Utami Tamsir. (liputan6.com)

Los Angeles - Siapa yang tidak menyukai lagu-lagu Adele? Hampir sebagian masyarakat dunia menyukai lagu penyanyi asal Inggris itu. Tetapi berbeda dengan Simon Cowell yang mengaku sudah lelah mendengarkan lagu Adele setiap hari.

Dilansir Mirror, Senin (18/7/2016) menurut sang presenter acara program pencarian bakatX Factor, Dermot O'Leary, Simon Cowell lelah selalu mendengarkan para peserta yang kerap menyanyikan lagu Adele.

Saking bosannya, Simon Cowell sempat memberikan respon yang kurang enak bila mendengarkan lantunan musik Adele.

"Banyak orang yang menyanyikan lagu Adele, dan dia selalu berkata, 'apakah kamu tak mempunyai pilihan yang lain'," ungkap presenter X Factor tersebut.

Tak hanya itu, Dermot O'Leary pun mengatakan bagaimana perlakuan Simon Cowell bila lagu Adele sudah diputar. "Simon akan langsung menaruh tangannnya ke kepalanya, aku kerap kali melihat dia seperti itu," tambahnya.

Bukan tanpa alasan Simon Cowell melakukan hal tersebut. Menurutnya, banyaknya peserta audisi yang menyanyikan lagu Adele dan mencoba ingin seperti Adele. Inilah yang menjadi alasan Simon Cowell akhirnya merasa bosan. (liputan6.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM