Music



Katy Perry baru saja kembali dengan merilis sebuah single berjudul "Rise". Bintang pop asal Amerika Serikat ini menulis dan merekam lagunya untuk ikut memeriahkan pergelaran Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio, Brazil. Lagu ini sekaligus menjadi lagu pertamanya setelah dua tahun terakhir merilis album Prism pada 2013.

 

Musik pop yang dibalut dengan unsur elektronik ini berisi sejumlah lirik motivasi yang dilantunkan Perry. "When, when the fire's at my feet again, and the vultures all start circling, they're whispering, 'you're out of time', but still I rise," demikian kutipan lirik lagu tersebut.

 

Single terbaru Perry ini juga dilengkapi artwork yang menampilkan setengah wajahnya yang muncul di atas permukaan air dengan latar merah dan biru serta bertuliskan "Rise". Lagu ini juga nantinya akan digunakan oleh NBC pada beberapa ulasan Olimpiade Rio dalam tayangannya. Sejak 14 Juli lalu, "Rise" juga telah dapat dinikmati secara streaming di Apple Music dan diunduh lewat iTunes.

 

"Ini adalah lagu yang telah dibuat dan saya simpan dalam beberapa tahun, yang akhirnya muncul ke permukaan. Saya bersemangat untuk menyelesaikannya sekarang, daripada menyimpannya untuk album berikutnya, sebab saat ini ada kebutuhan bagi dunia kita untik bersatu," ungkap Perry dalam sebuah pernyataan, dilansir dari situs resminya.

 

"Saya tahu bahwa bersama kita dapat bangkit dari ketakutan – di negara kita, dan di seluruh dunia. Saya tidak bisa memikirkan contoh yang lebih baik dari pada para atlet Olimpiade, ketika mereka berkumpul di Rio dengan kekuatan dan keberaniannya, untuk mengingatkan kita bagaimana kita bisa datang bersama-sama, dengan tekad menjadi yang terbaik. Saya harap lagu ini dapat menginspirasi kita untuk sembuh, bersatu, dan bangkit bersama," tulisnya. (rollingstone.co.id)

Boston - Gwen Stefani baru saja memulai rangkaian tur musiknya yang bertajuk "This Is What teh Truth Feels Like Tour" di Xfinity Center, Boston, Amerika Serikat, Selasa (12/7/2016). Namun, kabarnya tidak banyak tiket terjual dalam konser tersebut, sehingga menyebabkan kosongnya sebagian besar bangku penonton.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu (13/7/2016), dua minggu sebelum pertunjukan di Boston, hanya sebesar 30 persen tiket yang berhasil terjual. Hal itu yang mendorong Live Nation menjual tiket seharga US$ 40 saja.

Kosongnya bangku penonton dilihat dari rekaman yang dipublikasikan Yahoo! Musicmelalui Perez Hilton. Dalam video tersebut terlihat banyak bangku kosong dalam pertunjukan Gwen Stefani. Bahkan, seorang sumber menyatakan bahwa pihak Live Nation memberikan tiket gratis untuk banyak orang.

Kekasih Gwen Stefani, Blake Shelton membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa konser sang kekasih dipenuhi oleh penonton yang antusias menyaksikan pertunjukan. Melalui akun Twitter pribadinya, Blake mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan keramaian pertunjukan Gwen.

Dengan nada sindiran Blake berkicau, "itu benar kawan-kawan... tidak peduli seberapa bagus pandangan kalian, konser @gwenstefani sangat 'kosong' tadi malam." Blake tampak geram dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa pertunjukan Gwen Stefani sepi penonton.

Tak sampai di situ, Blake pun mengunggah foto yang ia potret sendiri. "Wow.. aku adalah fotografer yang buruk tapi ini hal menakjubkan untuk dilihat," ungkap Blake pada foto yang menunjukan keriuhan penonton dari balik panggung. (liputan6.com)

Berakhirnya hubungan cinta Taylor Swift dengan Calvin Harris diduga ada kaitannya dengan lagu "This Is What You Came For".

Pada kreditnya, lagu yang dibawakan Rihanna itu diproduseri oleh Harris dan ditulis oleh Nils Sjoberg, yang diduga merupakan nama samaran Swift.

Hal itu dibenarkan oleh pihak Swift yang dikutip majalah People, Rabu (13/7/2016). "Taylor Swift menulis 'This Is What You Came For' dengan nama samaran Nils Sjoberg."

Calvin Harris pun angkat bicara soal itu. Ia membenarkan bahwa Swift menulis lagu itu dan mengisi sedikit vokal.

"Dia juga menyumbang sedikit vokal. Penulis lirik yang bagus dan dia melakukannya dengan bagus, seperti biasa," kata Harris melalui sebuah tweet.

"Aku membuat musiknya, menjadi produser lagu itu, dan membuat aransemennya. Awalnya ia ingin itu dirahasiakan, karena itu kami menggunakan nama samaran," lanjut Harris.

Namun pada tweet berikutnya, Harris mengaku tersinggung karena Swift dan timnya melakukan hal-hal yang membuatnya terlihat buruk.

Sebelumnya, situs berita hiburan TMZ melaporkan  Swift menciptakan lagu itu ketika masih berpacaran dengan Harris.

Pelantun "Shake It Off" itu duduk di balik piano dan merekam lagu itu dengan iPhone. Ia kemudian mengirimnya ke Harris, yang ternyata menyukai lagu tersebut.

Mereka lalu masuk studio dan membuat demo utuh dengan Swift pada vokal dan Harris mengerjakan beat-nya.

Mereka yakin lagu itu bakal menjadi hit. Namun Swift menulisnya untuk Harris. Keduanya sependapat menggunakan nama samaran untun Swift.

Alasannya, orang hanya akan berfokus pada nama Harris-Swift, bukan pada lagunya, bila tahu itu hasil kolaborasi mereka.

Namun dalam wawancara dengan Ryan Seacrest, Harris mengaku tidak berencana berkolaborasi dengan pacarnya itu.

"Kami belum bicara soal itu. Sepertinya (kolaborasi) itu tidak akan terjadi," kata Harris ketika mempromosikan lagu itu.

Menurut orang-orang dekat Swift itulah yang membuat pelantun "Shake It Off" itu tersinggung. Saat itulah hubungan mereka memburuk.

Yang jelas, kata TMZ, Taylor Swift adalah pemegang publishing rights lagu itu. Selain menulis liriknya, Swift juga membuat melodi lagu yang videonya sudah ditonton lebih dari 200 juta orang di YouTube tersebut. (kompas.com)

Gitaris Aerosmith Joe Perry jatuh sakit di panggung ketika tampil bersama bandnya, Hollywood Vampires, di Ford Amphitheater, Coney Island, New York, Minggu (10/7/2016) malam.

Sebagai informasi, di luar Aerosmith, Perry membentuk sebuah band rock bersama dua superstar lain, yakni aktor Johnny Depp dan vokalis rock Alice Cooper.

Dalam sebuah video hasil rekaman penonton, Perry tampak  memainkan gitar sambil duduk di panggung drum. Ia kemudan berjalan terhuyung-huyung ke belakang panggung.

Di belakang panggung itulah ia benar-benar ambruk dan pingsan. Ia langsung ditangani tim medis dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

"jika Anda perhatikan, salah satu saudara kami tidak berada di panggung saat ini. Dia sakit sebelum pertunjukan," kata Cooper kepada para penonton.

Hollywood Vampires menyelesaikan konser tanpa Perry. Kepada penonton Alice Cooper mengatakan, mereka berimprovisasi.

Namun mereka tidak menampilkan lagu-lagu yang dibawakan Perry dalam konser sebelumnya. Misalnya dua lagu Aerosmith "Train Kept A-Rollin'" dan "Sweet Emotion".

Usai konser Cooper menyampaikan kondisi Perry melalui sebuah tweet.

"Terima kasih sudah menanyakan kabar saudara kami Joe Perry. Kondisinya sudah stabil dan kini dia bersama keluarga dan berada dalam perawatan terbaik." (kompas.com)

Penyanyi Taylor Swift menjadi pesohor berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2016 dalam daftar 100 selebriti berbayaran terbesar versi majalah Forbes, Senin (11/7/2016).

Dari Juni 2015 hingga Juni 2016, pelantun "Shake It Off" itu menghasilkan 170 dollar AS (Rp 2,2 triliun). Sebagian besar dihasilkan dari tur konser album 1989. Ia juga membintangi iklan Diet Coke, Keds, dan Apple.

Perolehannya ini dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang "hanya" 80 milliar dollar AS (Rp 1,05 triliun).

Penghasilannya jauh di atas penyanyi-penyanyi lain seperti Adele, Bruce Springsteen, Rihanna, dan Madonna.

Ia juga mengalahkan rivalnya, Katy Perry, yang tahun lalu menjadi pesohor berpenghasilan terbesar dengan 135 juta dollar (Rp 1,7 triliun). Tahun ini Perry menduduki peringkat 63 denan penghasilan 41 juta dollar.

Berada di posisi kedua adalah boyband Inggris, One Direction yang menghasilkan 110 juta dollar (Rp 1,4 triliun). Disusul dengan penulis James Patterson yang menghasilkan 95 juta dollar AS.

Sementara itu penyanyi Inggris Adele berada di  posisi 9 dengan 80,5 juta dollar. Mantan pacar Swift, Calvin Harris juga masuk dalam daftar itu. Ia berada di peringkat 21 dengan penghasilan 63 juta dollar AS.

Yang masuk dalam 10 besar daftar tersebut adalah aktor komedi Kevin Hart yang berada di peringkat 6 dengan 87,5 juta dollar, penyiar radio Howard Stern di posisi 7 dengan 85 juta dollar.

"Penghasilan 100 pesohor ini total menghasilkan 5,1 miliar dollar sebelum pajak dalam 12 bulan terakhir. Jumlah itu melebihi gabungan pendapatan nasional Belize, Gambia, dan Bhutan," jelas Forbes.

Editor Forbes Zack O'Malley Greenberg mengatakan pertunjukan dunia hiburan masih menjadi penghasilan uang terbesar.

"Dari pertandingan sepak bola di Spanyol hingga konser di China, para penggemar rela mengeluarkan uang untuk menonton para pesohor. Itulah yang menyebabkan penghasilan para selebriti semakin besar," kata Greenberg. (kompas.com)

Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC),  berhasil menjadi juara umum (Winner of Grand Prix) dalam Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition di kota Venezia, Italia pada tanggal 7-10 July 2016.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/7/2016), project manager TRCC Dani Dumadi, mengungkapkan, paduan suara anak itu berkompetisi dalam kategori Children and Youth Choir. Mereka dipimpin konduktor Devi Fransisca.

Dalam final yang digelar pada Sabtu (9/7/2016), TRCC mengenakan busana bernuasa Papua.

"Mereka membawakan dua lagu. Yakni lagu Papua 'Yamko Rambe Yamko' yang diaransemen Agustinus Bambang Jusana, dan lagu 'Táncnóta' karya komposer Hungaria Zoltán Kodály," kata Dian.

Dalam video yang diunggah di Facebook oleh Metta Dharmasaputra, TRCC memang tampil atraktif ketika membawakan lagu "Yamko Rambe Yamko" dengan iringan tifa, alat musik pukul dari Indonesia Timur.

Mengenakan baju serba hijau, mereka tidak hanya menyanyi, tetapi juga menampilkan koreografi yang dinamis. Mereka bergerak memenuhi seluruh area panggung.

Tangan mereka tidak pernah berhenti, sementara kaki mereka menghentak. Badan mereka meliuk mengikuti irama rancak musik khas Papua.

Dalam babak semifinal, mereka membawakan empat lagu yaitu "Der Wassermann" karya Robert Schumann, "Salve Regina" karya Javier Busto, serta dua lagu karya Fero Aldiansya yaitu "137 Hip Street" dan lagu Aceh "Bungong Jeumpa".

“Dengan berbalut kostum bernuansa Aceh, paduan suara berkekuatan 42 anak ini mampu memukau juri serta para hadirin yang memadati ruangan Auditorium Santa Margherita. Hal tersebut nampak dari riuh  tepukan serta standing ovation yang diberikan," tutur Dani.

Para juri pun kemudian meloloskan TRCC ke babak final  melawan keempat finalis dari kategori lainnya yaitu kategori Adult’s Choir dan kategori Sacred Music.

Pada kompetisi ini, TRCC berhasil menjadi Juara Umum (Winner of Grand Prix). Selain itu TRCC juga meraih juara pertama untuk kategori Children’s and Youth Choir, dengan nilai 94.5, dan memperoleh Gold Diploma Level II.

Keikutsertaan pada kompetisi ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan tour concerts & competition bertajuk Musical Journey 2016.

Kegiatan tersebut  diawali dengan konser di Balai Resital Kertanegara, Jakarta pada tanggal 2 dan 3 April, dan dilanjutkan denga tour concertsdi Jeman, yakni di Hannover dan Berlin.

Di kota Hannover, TRCC menggelar konser di Richard Jacoby Saal, Hochschule für Musik, Theater und Medien (HMTM) pada tanggal 29 Juni 2016. Di kota Berlin, TRCC berkonser atas undangan konser bersama dari Mädchenchor der Sing-Akademie zu Berlin pada tanggal 2 Juli 2016.

Paduan suara anak TRCC bernaung dibawah Yayasan The Resonanz Music Studio yang bermarkas di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Selain TRCC, sekolah musik pimpinan konduktor Avip Priatna ini, juga menaungi kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers dan kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra.

Dalam waktu dekat sekolah musik tersebut juga akan menyelenggarakan kompetisi solo vokal tingkat nasional, Catharina W. Leimena Singing Competition yang akan diselenggarakan pada tanggal 14-16 September 2016. (kompas.com)

Band Red Hot Chili Peppers mengalami kejadian lucu mendarat di sebuah bandara di Belarus. Petugas bandara mengira mereka adalah Metallica.

Menurut pemain bassnya, Flea, mereka sedang menggelar konser keliling Eropa untuk mempromosikan karya baru mereka, The Getaway.

Ketika tiba di salah satu bandara di negara Eropa Timur itu, mereka tiba-tiba diminta masuk ke salah satu ruangan oleh petugas bandara.

Di dalam ruangan itu, mereka diminta menandatangani sejumlah foto dan CD. Masalahnya, itu bukan foto band mereka, melainkan Metallica.

Kisah itu dituturkan Flea dalam akun Instagram. Ia mengunggah fotonya sedang menandatangani selembar foto Metallica.

"Kami diminta masuk ke ruangan di sebuah bandara di Belarus dan mereka meminta kami menandatangani setumpuk CD dan foto Metallica," tulis Flea memberi keterangan foto itu.

"Kami mencoba menjelaskan bahwa kami bukan Metallica, tetapi mereka berkeras. Mereka yang punya kuasa. Okelah, aku memang pernah memainkan lagu 'Fight Fire with Fire'," lanjut Flea.

"Aku menyukai Metallica, tetapi aku kan bukan Robert Trujillo (bassist Metallica)," pungkas Flea.

Dalam foto itu, tampak Flea membubuhkan namanya di bagian kosong foto-foto Metallica.

Belum jelas apakah petugas bandara Belarus itu benar-benar mengira Flea dan kawan-kawan adalah personel Metallica. (kompas.com)

Yuna adalah salah satu contoh dari sedikit penyanyi perempuan dari benua Asia yang sukses dan mendapatkan pengakuan secara internasional. Berasal dari Malaysia, sejumlah penghargaan dari negeri nya sendiri, menyanyikan lagu untuk iklan komersial produk fashion internasional dan mendapat kesempatan tampil di studio legendaris milik channel musik MTV di New York adalah beberapa hal saja yang sudah dilakukan penyanyi bernama lengkap Yunalis Mat Zara'ai ini.

Menampilkan penyanyi R&B asal Amerika Serikat Usher, yang memang diakui Yuna sebagai penyanyi yang memang dia harapkan untuk mengisi bagian suara laki-laki di lagu ini. Bercerita tentang perasaan jatuh cinta kepada seseorang tetapi secara unik lagu dengan tempo pelan ini terdengar tidak seceria seperti lagu-lagu jatuh cinta kebanyakan. Terdapat pada album internasional ketiga nya dibawah Verve records yang sekarang dijalani oleh David Foster, Yuna merupakan kebanggaan yang dimiliki Malaysia ataupun Asia sekarang ini.

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

 

“Ombak Asmara” adalah single terbaru dari RAN yang melibatkan RAN sendiri sebagai produser. Perpaduan kocokan gitar, rap, irama riang dan lirik yang menceritakan rasa penasaran terhadap orang yang disukai, mengingatkan kepada lagu-lagu seperti “Pandangan Pertama” dan “Hanya Untukmu”. “Ombak Asmara” adalah upaya Rayi, Asta dan Nino untuk kembali ke warna musik berwarna-warni yang membuat mereka diperhitungkan sejak album perdana RAN for Your Life beredar di tahun 2007. 

Ini juga menandai dimulai nya karir terbaru dari RAN sebagai band ‘indie’ dengan merilis lagu “Ombak Asmara” dibawah  label yang mereka dirikan sendiri ORANGE Record. Akan sangat menarik dinanti apakah album penuh pertama mereka sebagai band ‘indie’ yang rencana nya dirilis akhir 2016 ini akan berhasil secara kualitas dan tentu saja penjualannya sebagai kado 10 tahun karir RAN di dunia musik.

 

Reviewed by: Aulia Panji - @pienji

 

Chris Martin menyebutkan kalau Rihanna memiliki suara emas layaknya seorang Frank Sinatra. Bukan cuma itu saja, ia juga menyelipkan pujian atas suara emas yang dimiliki pelantun lagu Work itu.

"Rihanna adalah Frank Sinatra untuk generasi musik saat ini. Dia mampu mengubah apapun menjadi emas dengan suara indah seperti itu," ujar Chris Martin seperti yang dilansir dari Guardian via Metro.

Tapi bukan cuma itu saja lho KLovers, frontman Coldplay ini juga mengibaratkan suara emas Rihanna keluar seperti pasta gigi yang ditekan secara perlahan lalu keluar dengan bentuk yang rapih dan utuh pada bagian ujungnya. Selain itu, Chris juga menilai kalau vokal Rihanna mampu memberikan sensasi yang menyenangkan saat mengalun di telinga.

"Rihanna punya tone vokal yang tebal, jadi tidak mungkin orang lain akan merasa terganggu. Suaranya indah seperti pasta gigi yang ditekan perlahan lalu  keluar dengan rapih dan utuh. Saat kamu berpikir tentang suara Rihanna, maka sesuatu yang kaya, kuat seperti batang kayu dan tipikal suaranya yang hampir sama seperti Drake akan terlintas di pikiran," lanjutnya.

Warna vokal dan suara segar inilah yang membuat Chris Martin melihat Rihanna seperti seorang Frank Sinatra yang selalu sukses memukau telinga para penikmat musik. "Tapi suara Rihanna memang sangat nikmat untuk didengar telingamu. Sinatra juga punya hal yang sama, apapun yang ia nyanyikan selalu terdengar menyenangkan untuk banyak orang," tandasnya.

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM