Music

Coachella Festival untuk tahun ini memulai perhelatannya di hari Jumat, 14 April lalu. Band rock Radiohead menjadi headliner pertama dan membuka festival. Sayangnya, pertunjukan Thom Yorke dan teman-teman tidak berjalan mulus akibat terjadinya gangguan teknis.

Akibatnya Radiohead harus meninggalkan panggung. Dan tidak hanya sekali, tapi dua kali, karena gangguan teknis terjadi hanya setelah band memainkan 3 buah lagu. Sound tiba-tiba mati dan kemudian terdegar feedback yang menginterupsi lagu-lagu yang dimainkan Radiohead, ‘Full Stop’, ’15 Step’ dan ‘Let Down’. Menurut laporan Pitchfork, Radiohead tetap melanjutkan pertunjukkan mereka. “F**king aliens,” kata Yorke kepada penonton.

Saat di akhir lagu ‘Let Down’, sebuah masalah terjadi dengan speaker utama dan memaksa band untuk turun dari atas panggung untuk kedua kalinya. Saat masalah sudah teratasi, Yorke bertanya kepada penonton, “Bisakah kalian mendengarkanku sekarang? Aku maunya sih menceritakan lelucon untuk meringankan mood. Tapi kami Radiohead, so f**k it.

Rupanya mood band memang sudah ringan kemudian karena Radiohead memainkan salah satu hit klasik mereka, ‘Creep’, yang sungguh di luar dugaan mengingat kabarnya Radiohead membenci lagu yang sudah mengangkat nama mereka tersebut. Oleh karena itu, tidak heran penonton menjadi histeris saat Radiohead membawakan lagunya.

Selepas Coachella, Radiohead akan kembali tampil di festival besar lain, yaitu Glastonburry di Inggris di bulan Juni mendatang. Semoga saat itu konser mereka bisa berjalan mulus tanpa gangguan teknis lagi. (creativedisc.com)

Akhirnya album “More Life” turun tahta juga di Billboard 200. Jadi siapa yang melengserkan album milik Drake tersebut? Tidak lain adalah album debut The Chainsmokers, “Memories…Do Not Open”. Album sukses menghuni posisi #1 dengan penjualan sebanyak 221.000 unit, termasuk 166.000 untuk penjualan secara tradisional, dalam pekan perhitungan yang berakhir pada tanggal 13 April, sebagaimana yang dilaporkan oleh Nielsen Music.

Penjualan album milik duo pengusung musik electronic ini terdorong dengan paket bundling untuk pembelian tiket konser mereka yang berlangsung mulai tanggal 13 April lalu di Miami.

Album ini diisi oleh beberapa hit single terbaru The Chainsmokers seperti ‘Paris’, ‘Something Just Like This’ dan ‘The One’. Sayangnya, jika berharap akan bisa juga mendengarkan hit-hit mereka sebelumnya, seperti ‘Closer’ atau ‘Don’t Let Me Down’, harus kecewa karena album tidak menyertakan mereka.

Sebelum perilisan “Memories…Do Not Open” The Chainsmokers sebelumnya juga sudah menyambangi Billboard 200 berkat dua EP mereka yaitu, “Collage” (2016) yang duduk di posisi 6 dan “Bouquet” (2015) di posisi 31.

Dengan berjayanya The Chainsmokers, maka “More Life” milik Drake pun turun ke posisi 2 dengan 108.000 unit setelah selama 3 pekan berturut-turut berjaya menjadi juara. Mantan juara lain, “Divide” dari Ed Sheeran berada di posisi 3 dengan 70.000 unit.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. Memories…Do Not Open” – The Chainsmokers (221,000)
2. “More Life” – Drake (108,000)
3. “Divide (division sign)” – Ed Sheeran (70,000)
4. “PTX Vol. IV – Classics” – Pentatonix (54,000)
5. “All-Amerikkkan Bada$$” – Joey Bada$$ (51,000)
6. “24K Magic” – Bruno Mars (45,000)
7. “Moana” Soundtrack – Various Artists (43,000)
8. “Painting Pictures” – Kodak Black (39,000)
9. “Future” – Future (38,000)
10. “Pure Comedy – Father John Misty (35,000)

(creativedisc.com)

Seperti yang sudah dijadwalkan, member kenamaan One Direction, Harry Styles, pun tampil sebagai bintang tamu untuk acara sketsa komedi Saturday Night Live yang tayang di hari Sabtu, 15 April yang lalu.

Pasca pelepasan single debutnya, ‘Sign of the Times’, yang bernuansa rock klasik, maka ia melanjutkan persona rock-starnya tersebut di SNL. Setelah dirinya dan Nile Rodgers membantu host Jimmy Fallon memberi tribut kepada David Bowie, Harry kemudian ia membawakan lagu ‘Sign of the Times.

Tapi, sebagaimana umumnya musisi yang menjadi bintang tamu Saturday Night Live, maka Harry pun harus membawakan dua lagu. Menjadi pertanyaan, lagu apa lagi yang akan dibawakannya mengingat ia baru merilis satu lagu saja? Tentu saja lagu baru! Maka hadirlah sebuah lagu berjudul ‘Ever Since New York’, yang merupakan sebuah track yang akan terdapat dalam album debutnya. Jika ‘Sign of the Times’ mengingatkan akan Queen, maka dalam ‘Ever Since New York’ Harry mencoba untuk mengangkat imej rock yang lebih kontemporer, yaitu Eddie Vedder dan Pearl Jam-nya.

Oh ya, selain sebagai bintang tamu untuk segmen musik, Harry juga “diperbantukan” untuk hadir di sebuah sketsa, Celebrity Family Feud, di mana ia berperan sebagai Mick Jagger. Aksi kocaknya sukses mengundang gelak tawa.

Simak aksi-aksi Saturday Night Live Harry Styles di bawah ini:

(creativedisc.com)

Kita masih menantikan album terbaru daru band post-rock kenamaan asal Islandia, Sigur Rós, selepas merilis “Kveikur” di tahun 2013 lalu. Tapi sembari mempersiapkan album tadi, rupanya Sigur Ros justru akan meluncurkan sebuah produk yang tak ada hubungan dengan album atau single, yaitu sebuah permen karet.

Tapi bukan permen karet biasa, melainkan sebuah permen karet medikatif dengan rasa kanabis alias ganja. Bermerek “Wild Sigurberry”, permen karet ini diedarkan secara terbatas dan diproduksi dengan bekerjasama dengan produsen bernama Lord Jones.

Menurut pendiri Lord Jones, Robert Rosenheck, hal ini merupakan sebuah mimpi menjadi nyata bagi mereka untuk berkolaborasi bersama Sigur Rós. “Musik mereka telah menjadi sumber inspirasi kami selama bertahun-tahun,” katanya sebagaimana yang dikutip dari NME.

Mengutip press release-nya, permen ini digambarkan sebagai terinspirasi oleh cita rasa dari buah beri Islandia seperti blackberry liar, strawberry dan blueberry. Permen karet juga mengandung terpenes yang tersedia dalam 3 pilihan dosis, yaitu 5, 10 dan 20 miligram yang diinfusi THC atau Tetrahydrocannabinol (konstituen psychoactive utama kanabis), dengan rasio 5:1 CBD dan THC. Permen juga tersedia dalam pilihan produk yang terbuat dari CBD (Cannabidiol alias kanabis) murni.

Penawaran terbatas untuk produknya berbentuk sebuah kotak yang terdiri atas 9 bagian dengan emblem Sigur Rós yang dikreasikan secara khusus oleh ilustrator asal London, Andrew Rae. Varietas terinfusi THC ini akan dijual secara online melalui website Lord Jones serta beberapa lokasi tertentu di California yang memiliki kualifikasi untuk mengobati pasien dengan marijuana. Sedang versi CBD murni akan tersedia secara luas dan akan dihantarkan secara eksklusif jika memesan melalui website Lord Jones.

Sebagai bagian dari peluncuran produk, Sigur Rós dan Lord Jones akan memandu sebuah acara yang berlangsung di NeueHouse, Hollywood, pada Kamis, 18 April, sehingga para penggemar yang menghadiri acara bisa mencicipi permen karet tersebut dalam sebuah “pengalaman yang meninggi secara penuh”. Ya, tentu saja, karena gabungan musik atmosferik Sigur Rós dan permen ganja adalah sebuah perjodohan yang dibuat di surga. Ha! (creativedisc.com)

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net