Music



Justin Bieber sukses membuat kecewa banyak fansnya setelah membatalkan sisa jadwal tur “Purpose”-nya. Bieber memang tidak segera mengungkap alasan mengapa ia melakukan hal itu, hingga akhirnya muncul berbagai spekulasi tentang alasan pembatalan, termasuk alasan religi.

Namun kini Bieber sudah memberi keterangan resmi mengapa ia merasa perlu untuk membatalkan “Purpose”. Hal ini diungkap sang megastar dalam sebuah postingan lumayan panjang yang dirilisnya di Instagram.

Bieber menyebutkan jika ia merasa sangat bersukur bisa melangsungkan turnya. Hanya saja pembelajaran dan menjadi dewasa bukan sesuatu yang mudan untuk dilalui, meski tahu ia tidak sendiri dalam melewatinya.

“Aku telah membiarkan rasa insekuritasku berkuasa,” tulisnya. “Aku membiarkan hubunganku yang rusak mendikte cara aku bersikap kepada orang lain. Aku membiarkan kepahitan, kecemburuan dan ketakutan menguasai hidupku.”

Ia lebih lanjut menjelaskan mengapa ia membatalkan turnya, menyebutkan jika ia ingin pikiran, hati dan jiwanya untuk lebih berkelanjutan. Bieber ingin karirnya juga tetap berkelanjutan. Ia ingin setiap aspek tadi saling menyatu, sehingga ia bisa menjadi seorang pria yang diinginkannya, juga menjadi seorang suami dan ayah yang nantinya diinginkannya.

Bieber berharap fans bisa menghargai dan memahami keputusan yang telah diambilnya. (creativedisc.com)

Afgan kembali dengan album yang sangat matang secara konsep dan eksekusi nya. kurang serius apa, jika hampir keseluruhan lagu ini menampilkan musik orchestra yang dimainkan dan direkam di kota Praha Republik Ceko, dan dimainkan oleh musisi yang berasal dari sana juga yaitu Czech Symphony Orchestra. Lagu “Ku dengannya Kau Dengan Dia” adalah salah satu lagu yang menampilkan kemegahan orchestra tersebut.
Konduktor,composer,pencipta lagu Erwin Gutawa dipercaya untuk men-aransemen orchestra di lagu ini. sedangkan, untuk departemen lirik dan komposisi lagu, Rian dari band D’Masiv yang menciptakannya. Lagu ini dasarnya nya adalah lagu pop balada yang memang sudah menjadi ciri khas Afgan dan juga sang pencipta lagu Rian. Menceritakan tentang sebuah pertemuan antara dua orang yang sebenarnya saling mencinta, tetapi masing-masing sudah saling memiliki pasangan. Jeritan hati dari orang yang dalam kondisi tersebut sangat pas di vokalkan oleh Afgan, ditambah dengan orchestra yang ‘menyayat’, membuat yang mendengarkan merasakan ‘kepedihan mendalam’ yang sama.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Betapa simbiosis mutualisme menghasilkan sesuatu hal yang tak pernah disangka-sangka. Siapa yang mengira lagu pop latin / reggaeton dari negara kecil di Amerika Selatan Puertorico bisa dikenal luas seantero dunia. Versi orisinil lagu ini sebenarnya sudah dirilis di awal tahun 2017 dan menjadi lagu berbahasa spanyol pertama sejak lagu “Macarena” (rilis tahun 1996) yang sempat memuncaki tangga lagu Billboard top 100.
Kemungkinan dari begitu popularnya lagu ini sudah pasti karena remix yang tak disangka-sangka dilakukan oleh Justin Bieber. Secara musik, versi remix ini memang tidak berubah banyak dari versi aslinya, tetap menonjolkan sisi latin yang memang tidak mungkin membuat kita tidak beroyang. Perubahan ada pada sisi lirik, dimana ada bagian lagu yang dinyanyikan oleh Justin Bieber menggunakan bahasa Inggris tetapi pada bagian reff, tetap mempertahankan lirik dengan bahasa Spanyol. Dan efek setelah versi remix Justin Bieber ini dirilis, voila, lagu ini benar-benar ‘meledak’ dengan bukti views di youtube yang mencapai ratusan juta. Efek yang cukup mengagetkan adalah dilarangnya lagu ini oleh negara Malaysia. Alasan utama terkait konten lirik yang dianggap tidak patut dan mengglorifikasi seksualiatas. Tapi apapaun efeknya, sekarang sampai beberapa bulan kedepan, kita tidak akan bisa menghindari lagu ini ada di tiap-tiap speaker yang menyala di sekeliling kita.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Layanan streaming terbesar saat ini, Spotify, sepertinya semakin besar saja. Kini disebutkan jika Spotify telah sukses meraih lebih dari 60 juta pelanggan.

Kabar ini terungkap dari sebuah laporan yang dilepas oleh Reuters, dan menyusul klaim di bulan Maret lalu yang menyebutkan jika layanan ini telah mendapatkan 50 juta pelanggan berbayar. Ini berarti hanya dalam 4 bulan saja, Spotify telah sukses mendapatkan 10 juta pelanggan baru.

Dengan demikian Spotify sejauh ini masih memimpin dalam pasar layanan streaming dan jauh mengalahkan pesaing ketatnya, Apple Music, yang di bulan Juni lalu diungkap memiliki sekitar 27 juta pelanggan berbayar.

Sukses masif ini tentunya membuka peluang bagi banyak insan musik, termasuk berbagai label indie yang akan memanfaatkan Spotify untuk secara eksklusif memperdengarkan rilisan-rilisan baru mereka, setidaknya dalam periode tertentu.

Sebuah perjanjian baru antara Spotify dan agensi hak digital Merlin, yang mewakili ribuan label indie terkemuka dunia, seperti XL, Domino dan Warp, akan menghadirkan sebuah “jendela” perilisan. Artinya, album baru dari berbagai label ini hanya akan tersedia bagi para pelanggan berbayar Spotify untuk dua minggu pertama setelah dirilis.

Langkah ini tentunya mendorong lebih banyak lagi pengguna yang melanjutkan langganan Spotify mereka, bahkan mungkin menarik pelanggan baru, sehingga nantinya akan menghasilkan lebih banyak profit baik untuk sang artis maupun label yang menaungi mereka. Artis-artis yang semula ragu memanfaatkan Spotify pun bisa jadi akan tergerak untuk memasukkan musik mereka ke dalamnya. Win-win solution, indeed. (creativedisc.com)

Dalam sebuah persaingan ketat, Lana Del Rey akhirnya bisa mengalahkan Tyler, The Creator, dalam memperebutkan tempat di posisi puncak Billboard 200. Album barunya, “Lust For Life”, menghuni posisi #1 setelah terjual sebanyak 108.000 unit (baik dari penjualan secara tradisional, digital dan streaming).

“Lust For Life” kini tercatat sebagai album #1 kedua milik Lama setelah album rilisan 2014-nya, “Ultraviolence”. Sementara itu, dua album Lana lainnya, “Born to Die” da “Honeymoon”, masing-masing debut di posisi #2. Jelas sebuah prestasi yang mengagumkan untuk sang penyanyi ikonik dan khas ini.

Prestasi Lana ini juga menambah deretan penyanyi perempuan lain yang sukses meraih posisi #1 Billboard 200 tahun ini, seperti Katy Perry, Lorde dan Halsey. “Witness” milik Katy merupakan album artis perempuan dengan pejualan terbaik tahun ini, namun bisa jadi “Lust For Life” Lana akan menggesernya. (creativedisc.com)

Industri musik hip hop di Indonesia kehadiran salah satu pendatang baru, Adrian Khalif. Menjalani hidup sebagai remaja di Amerika Serikat, tepatnya di New York, membuat Adrian mulai menemukan ketertarikannya dengan musik hip hop dan bertekad mengejar mimpinya untuk menjadi seorang musisi. Adrian menyebut Kanye West sebagai tokoh yang paling banyak memberikan pengaruh dalam musiknya.
Pengalamannya tinggal di berbagai tempat membuat Adrian terekspos akan berbagai macam budaya dan kebiasaan. Hal ini ini menjadikan dirinya memiliki empati terhadap orang dari lingkungan dan latar belakang yang beraneka ragam, dan semakin menguatkan identitas diri dan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia. Bersama Dipha Barus – salah satu DJ dan produser terbaik Indonesia, Juni 2017 kemarin, Adrian merilis single pertamanya yang berjudul Made In Jakarta yang terinspirasi dari manis pahitnya tinggal di ibukota. “The story behind Made in Jakarta is basically a song about celebration of struggles. Saya ingin lagu ini menjadi sebuah anthem untuk mereka yang berjuang dan sukses [di Jakarta]—anthem tentang [hasil] kerja keras saya dalam mewujudkan mimpi”, ujar Adrian.
Berkolaborasi dengan Dipha Barus dalam pembuatan debut single-nya ini merupakan satu pengalaman yang sangat luar biasa bagi Adrian. Dengan mengangkat ambience musik gospel dipadukan dengan melodi dan rap yang ear-friendly, Made in Jakarta diharapkan akan memberikan warna baru dalam musik Indonesia.

 

by : Aulia Panji (@pienji)

Album ke-tiga Ed Sheeran, ÷ (Divide), dinobatkan menjadi salah satu nomine untuk meraih penghargaan bagi musisi terbaik se-Inggris Raya dan Irlandia, Mercury Prize 2017.

“Apa yang dimiliki para seniman ini adalah kesenangan dalam membuat musik yang mewabah dan menekankan pesan dalam musik yang mereka buat,” kata juri saat mengumumkan 12 nomine yang akan memperebutkan Mercury Prize tahun ini, seperti diberitakan AFP.

“Mereka senang mengeksplorasi kemungkinan dalam musik dan menolak untuk terjebak dalam genre tertentu,” lanjut para juri.

Album ÷ (Devide) milik Sheeran berhasil menjadi karya yang fenomenal di tahun ini. Album tersebut memecahkan sejumlah rekor, serta menduduki puncak tangga album di sejumlah negara, termasuk di kampung halaman sang musisi, Inggris.

Album itu juga memecahkan rekor Spotify dengan catatan 57 juta aktivitas streaming di hari pertama dirilis. Rekor ini menggeser capaian sebelumnya yang diraih oleh Starboy dari The Weeknd dengan 29 juta aktivitas streaming.

Meski telah mendapatkan sejumlah penghargaan, termasuk Grammy Awards sejak kemuculannya dalam + (Plus), Ed Sheeran belum pernah masuk dalam jajaran nomine Mercury Prize.

Didirikan sejak 1992, Mercury Prize diadakan sebagai penghargaan untuk album terbaik dari musisi Inggris dan Irlandia.

Selain Ed Sheeran, ada musisi pendatang baru asal London, Stormzy yang juga menjadi nomine penghargaan itu pada tahun ini.

Para juri Mercury Prize menyebut musisi bernama asli Michael Ebenaer Kwadjo Omari Owuo, Jr itu sebagai lagu penuh ‘petualangan, emosi, dan perasaan’.

Stormzy mengungkapkan perasaannya melalui Twitter usai menerima nomine tersebut. Ia menyebut sangat bangga akan capaiannya itu.

“Saya memberikan hati, jiwa, dan segalanya untuk membuat album ini,” kata Stormzy.

Pengumuman pemenang Mercury Prize 2017 akan diumumkan pada 14 September nanti di London. Berikut nomine Mercury Prize 2017:

Alt-J - Relaxer
The Big Moon - Love in the 4th Dimension
Blossoms - Blossoms
Loyle Carner - Yesterday’s Gone
Dinosaur - Together, As One
Glass Animals - How to Be a Human Being
J Hus - Common Sense
Sampha - Process
Ed Sheeran - ÷
Stormzy - Gang Signs & Prayer
Kate Tempest - Let Them Eat Chaos
The xx - I See You

(cnnindonesia.com)

Introducing your MOONWOMAN, @katyperry ? | Watch her host the 2017 @VMAs on Aug 27!

A post shared by MTV (@mtv) on

Katy Perry bakal memandu jalannya MTV Video Music Awards tahun ini. Perry sekaligus menjadi penampil pertama yang diumumkan dalam ajang penghargaan tersebut.

MTV mengumumkan keterlibatan Katy Perry itu melalui akun media sosial mereka. Dalam unggahannya di Instagram, Katy tampak mengenakan pakaian astronot berlatar nuansa violet, meniru Moonman yang menjadi simbol piala VMA.

“Perkenalkan MOONWOMAN kalian, Katy Perry! Tonton saat dia memandu VMA 2017 pada 27 Agustus!” tulis keterangan dalam unggahan MTV.

Diberitakan AFP, dalam pernyataannya, Perry berkelakar sudah berlatih dalam instalasi bebas gravitasi untuk melakukan foto tersebut dan memandu VMA tahun ini yang bakal diadakan di Inglewood, California.

MTV diketahui telah bereksperimen dengan sejumlah pemandu acara wanita untuk pesta musisi tahunan itu. Namun, eksperimen tersebut ternyata membuat penonton ‘gagal fokus’ karena lebih menarik perhatian pemirsa ketimbang pemenang penghargaan.

Dua tahun lalu, Miley Cyrus memimpin VMA yang diselenggarakan di Microsoft Theater, Los Angeles. Penampilan dia dan konstroversi ‘Bad Blood’ milik Taylor Swift menjadi berita utama berbagai media hiburan.

Namun pada tahun lalu, MTV mencoba menggunakan dua pemandu acara, yaitu DJ Khaled, Charmalagne tha God, dan musisi hip hop wanita, Lizzo.

Meski menjadi pemandu acara, Katy Perry juga berpeluang menjadi peraih penghargaan musik itu mengingat ia mendapatkan sejumlah nominasi berkat Chained to the Rhythm, yaitu Best Pop, Best Direction, dan Best Visual Effects.

Selain itu, lagu Feels karyanya bersama Calvin Harris, Pharrell Williams, dan Big Sean juga mendapatkan nominasi VMA dalam kategori Best Collaboration. Pun dengan Bon Appetit bersama Migos jadi nomine kategori Best Art Direction.

Katy Perry pernah memenangkan sejumlah penghargaan VMA, yaitu Video of The Year untuk Fireworks, Best Collaboration untuk E.T bersama Kanye West, Best Art Direction untuk Wide Awake, serta Best Female Video untuk lagu Dark Horse bersama Juicy J. (cnnindonesia.com)

The Weeknd sepertinya muncul di kancah dunia pop disaat yang tepat. Memberikan warna baru dengan gaya vocal R&B yang terdengar seperti Michael Jackson tetapi dengan musik pop yang ‘tidak biasa’. Dan tentu saja dengan gaya rambut ajaib serta berpacaran dengan beberapa selebriti Hollywood, ketenarannya seperti terus menanjak. Di album terbarunya “Starboy” The Weeknd seperti ingin melampaui pencapaian musikalitas dari abum-album nya terdahulu, salah satunya dengan single kedua nya yaitu “I Feel it Coming”.
Kurang keren apalagi kalau yang menggarap lagu nya adalah duo electronic papan atas dunia asal Perancis, Daft Punk. Di lagu ini, The Weeknd lagi-lagi memang tidak bisa lepas dari gaya vocal almarhum Michael Jackson. Namun The Weeknd menyanyikan lirik nya dengan santai tanpa banyak ornament vocal yang berlebihan. Dan ini adalah kelebihannya. Selain itu tentu saja musik electronic/dance yang simple dan terpengaruh musik era 80an ala Daft Punk membuat lagu ini menjadi lagu pop yang tidak hanya numpang lewat di telinga.

 

reviewed by : reviewed by Aulia Panji (@pienji)

Setelah tiga tahun, Maliq & D’essentials kembali merilis album terbaru yang berjudul “Senandung Senandika” yang mudahnya diartikan sebagai proses mereka sebagai sebuah band yang berdialog dengan ‘diri sendiri’ dan hasil dari dialog tersebut dinyanyikan untuk pendengar atau penggemar mereka. Dari judul album nya yang filosofis tersebut, Maliq memang selalu ingin menghasilkan karya yang mempunyai arti ‘dalam’, tak hanya sekedar lagu pop yang ‘numpang lewat’. dan lagu “Senang” adalah salah satu nya.
Lagu ini jika didengarkan, secara musik dan irama nya terdengar ceria, dengan ketukan lagu yang cukup upbeat, sehingga cukup danceable. Tetapi jika diperhatikan liriknya, makna lagu lumayan ‘dalam’, seperti yang diungkapkan oleh Widi sang drummer dan juga otak musikalitas Maliq, bahwa lirik lagu ‘Senang’ ini tidak berarti senang secara harfiah. Lagu ini bercerita tentang bagaimana momen harus selalu dihargai dan diraih selagi ada waktu, karena mungkin saja tidak akan terulang kembali. Bagaimanapun, lagu ini kembali membuktikan bahwa sebagaimana kehidupan, musik yang dihasilkan oleh musisi sudah seharusnya terus berkembang dan menerobos batasan-batasan yang menghalangi.

 

reviewed by : Aulia Panji (@pienji)

Page 1 of 39

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net