Music



Akhirnya album “More Life” turun tahta juga di Billboard 200. Jadi siapa yang melengserkan album milik Drake tersebut? Tidak lain adalah album debut The Chainsmokers, “Memories…Do Not Open”. Album sukses menghuni posisi #1 dengan penjualan sebanyak 221.000 unit, termasuk 166.000 untuk penjualan secara tradisional, dalam pekan perhitungan yang berakhir pada tanggal 13 April, sebagaimana yang dilaporkan oleh Nielsen Music.

Penjualan album milik duo pengusung musik electronic ini terdorong dengan paket bundling untuk pembelian tiket konser mereka yang berlangsung mulai tanggal 13 April lalu di Miami.

Album ini diisi oleh beberapa hit single terbaru The Chainsmokers seperti ‘Paris’, ‘Something Just Like This’ dan ‘The One’. Sayangnya, jika berharap akan bisa juga mendengarkan hit-hit mereka sebelumnya, seperti ‘Closer’ atau ‘Don’t Let Me Down’, harus kecewa karena album tidak menyertakan mereka.

Sebelum perilisan “Memories…Do Not Open” The Chainsmokers sebelumnya juga sudah menyambangi Billboard 200 berkat dua EP mereka yaitu, “Collage” (2016) yang duduk di posisi 6 dan “Bouquet” (2015) di posisi 31.

Dengan berjayanya The Chainsmokers, maka “More Life” milik Drake pun turun ke posisi 2 dengan 108.000 unit setelah selama 3 pekan berturut-turut berjaya menjadi juara. Mantan juara lain, “Divide” dari Ed Sheeran berada di posisi 3 dengan 70.000 unit.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. Memories…Do Not Open” – The Chainsmokers (221,000)
2. “More Life” – Drake (108,000)
3. “Divide (division sign)” – Ed Sheeran (70,000)
4. “PTX Vol. IV – Classics” – Pentatonix (54,000)
5. “All-Amerikkkan Bada$$” – Joey Bada$$ (51,000)
6. “24K Magic” – Bruno Mars (45,000)
7. “Moana” Soundtrack – Various Artists (43,000)
8. “Painting Pictures” – Kodak Black (39,000)
9. “Future” – Future (38,000)
10. “Pure Comedy – Father John Misty (35,000)

(creativedisc.com)

Coachella Festival untuk tahun ini memulai perhelatannya di hari Jumat, 14 April lalu. Band rock Radiohead menjadi headliner pertama dan membuka festival. Sayangnya, pertunjukan Thom Yorke dan teman-teman tidak berjalan mulus akibat terjadinya gangguan teknis.

Akibatnya Radiohead harus meninggalkan panggung. Dan tidak hanya sekali, tapi dua kali, karena gangguan teknis terjadi hanya setelah band memainkan 3 buah lagu. Sound tiba-tiba mati dan kemudian terdegar feedback yang menginterupsi lagu-lagu yang dimainkan Radiohead, ‘Full Stop’, ’15 Step’ dan ‘Let Down’. Menurut laporan Pitchfork, Radiohead tetap melanjutkan pertunjukkan mereka. “F**king aliens,” kata Yorke kepada penonton.

Saat di akhir lagu ‘Let Down’, sebuah masalah terjadi dengan speaker utama dan memaksa band untuk turun dari atas panggung untuk kedua kalinya. Saat masalah sudah teratasi, Yorke bertanya kepada penonton, “Bisakah kalian mendengarkanku sekarang? Aku maunya sih menceritakan lelucon untuk meringankan mood. Tapi kami Radiohead, so f**k it.

Rupanya mood band memang sudah ringan kemudian karena Radiohead memainkan salah satu hit klasik mereka, ‘Creep’, yang sungguh di luar dugaan mengingat kabarnya Radiohead membenci lagu yang sudah mengangkat nama mereka tersebut. Oleh karena itu, tidak heran penonton menjadi histeris saat Radiohead membawakan lagunya.

Selepas Coachella, Radiohead akan kembali tampil di festival besar lain, yaitu Glastonburry di Inggris di bulan Juni mendatang. Semoga saat itu konser mereka bisa berjalan mulus tanpa gangguan teknis lagi. (creativedisc.com)

Kita masih menantikan album terbaru daru band post-rock kenamaan asal Islandia, Sigur Rós, selepas merilis “Kveikur” di tahun 2013 lalu. Tapi sembari mempersiapkan album tadi, rupanya Sigur Ros justru akan meluncurkan sebuah produk yang tak ada hubungan dengan album atau single, yaitu sebuah permen karet.

Tapi bukan permen karet biasa, melainkan sebuah permen karet medikatif dengan rasa kanabis alias ganja. Bermerek “Wild Sigurberry”, permen karet ini diedarkan secara terbatas dan diproduksi dengan bekerjasama dengan produsen bernama Lord Jones.

Menurut pendiri Lord Jones, Robert Rosenheck, hal ini merupakan sebuah mimpi menjadi nyata bagi mereka untuk berkolaborasi bersama Sigur Rós. “Musik mereka telah menjadi sumber inspirasi kami selama bertahun-tahun,” katanya sebagaimana yang dikutip dari NME.

Mengutip press release-nya, permen ini digambarkan sebagai terinspirasi oleh cita rasa dari buah beri Islandia seperti blackberry liar, strawberry dan blueberry. Permen karet juga mengandung terpenes yang tersedia dalam 3 pilihan dosis, yaitu 5, 10 dan 20 miligram yang diinfusi THC atau Tetrahydrocannabinol (konstituen psychoactive utama kanabis), dengan rasio 5:1 CBD dan THC. Permen juga tersedia dalam pilihan produk yang terbuat dari CBD (Cannabidiol alias kanabis) murni.

Penawaran terbatas untuk produknya berbentuk sebuah kotak yang terdiri atas 9 bagian dengan emblem Sigur Rós yang dikreasikan secara khusus oleh ilustrator asal London, Andrew Rae. Varietas terinfusi THC ini akan dijual secara online melalui website Lord Jones serta beberapa lokasi tertentu di California yang memiliki kualifikasi untuk mengobati pasien dengan marijuana. Sedang versi CBD murni akan tersedia secara luas dan akan dihantarkan secara eksklusif jika memesan melalui website Lord Jones.

Sebagai bagian dari peluncuran produk, Sigur Rós dan Lord Jones akan memandu sebuah acara yang berlangsung di NeueHouse, Hollywood, pada Kamis, 18 April, sehingga para penggemar yang menghadiri acara bisa mencicipi permen karet tersebut dalam sebuah “pengalaman yang meninggi secara penuh”. Ya, tentu saja, karena gabungan musik atmosferik Sigur Rós dan permen ganja adalah sebuah perjodohan yang dibuat di surga. Ha! (creativedisc.com)

 

Seperti yang sudah dijadwalkan, member kenamaan One Direction, Harry Styles, pun tampil sebagai bintang tamu untuk acara sketsa komedi Saturday Night Live yang tayang di hari Sabtu, 15 April yang lalu.

Pasca pelepasan single debutnya, ‘Sign of the Times’, yang bernuansa rock klasik, maka ia melanjutkan persona rock-starnya tersebut di SNL. Setelah dirinya dan Nile Rodgers membantu host Jimmy Fallon memberi tribut kepada David Bowie, Harry kemudian ia membawakan lagu ‘Sign of the Times.

Tapi, sebagaimana umumnya musisi yang menjadi bintang tamu Saturday Night Live, maka Harry pun harus membawakan dua lagu. Menjadi pertanyaan, lagu apa lagi yang akan dibawakannya mengingat ia baru merilis satu lagu saja? Tentu saja lagu baru! Maka hadirlah sebuah lagu berjudul ‘Ever Since New York’, yang merupakan sebuah track yang akan terdapat dalam album debutnya. Jika ‘Sign of the Times’ mengingatkan akan Queen, maka dalam ‘Ever Since New York’ Harry mencoba untuk mengangkat imej rock yang lebih kontemporer, yaitu Eddie Vedder dan Pearl Jam-nya.

Oh ya, selain sebagai bintang tamu untuk segmen musik, Harry juga “diperbantukan” untuk hadir di sebuah sketsa, Celebrity Family Feud, di mana ia berperan sebagai Mick Jagger. Aksi kocaknya sukses mengundang gelak tawa.

Simak aksi-aksi Saturday Night Live Harry Styles di bawah ini:

(creativedisc.com)

Perlahan tapi pasti, Lana Del Rey mengungkap detil dan informasi penting tentang album barunya. Selepas merilis single perdana, ‘Love’, di bulan Februari, Lana menyusulnya dengan mengungkap judul album, yaitu “Lust For Life”, pada tanggal 29 Maret yang lalu, bersamaan dengan sebuah trailer untuk albumnya.

Kini menyusul sebuah cover-art untuk album “Lust For Life” di akun media sosialnya pada Selasa, tanggal 11 April.

Dalam sampul album tersebut sepertinya Lana ingin menghadirkan nuansa era 60-an, di mana ia terlihat memakai busana ala bohemia lengkap dengan atasan berpita serta taburan beberapa bunga sebagai penghias rambut. Di belakangnya tampak sebuah truk pick-up tua, sementara Lana tersenyum dengan manis.

Memang, selepas mendengar ‘Love’ yang terkesan retro dan klasik, ada insikasi jika Lana ingin menyalurkan enerji klasik Hollywood di dalam albumnya. Tentu saja baru bisa dibuktikan setelah mendengar album secara keseluruhan. Rasa-rasanya itu bisa kita lakukan dalam waktu dekat, karena selepas cover art, bisa dipastikan sebentar lagi Lana akan merilis tracklist untuk album dan bisa jadi single kedua. Ditunggu saja. (creativedisc.com)

Band virtual gawangan Damon Albarn dan Jamie Hewlett, Gorillaz, akan merilis album baru mereka, “Humanz” pada tanggal 28 April. Menjelang perilisan album, band ini melalukan sesi wawancara bersama dengan majalah Q dan mengungkap jika memiliki sebuah serial televisi berisi 10 episode yang yang akan segera tayang.

Hewlet yang mengungkap tentang serial TV tadi, meski ia tidak menyebutkan kapan dan dimana serial tersebut akan tayang. Tapi setidaknya serialnya memang ada. Ia juga mengungkap fakta jika sebuah film animasi Gorillaz juga hampir sempat dikerjakan oleh DreamWorks namun gagal terjadi karena dianggap “terlalu gelap untuk menghabiskan ratusan juta dollar”.

Selain tentang kabar serial TV tadi (yang pastinya sangat layak ditunggu), band ini juga mengungkap siapa saja artis kenamaan yang enggan untuk terlibat dalam pembuatan “Humanz”. Mereka di antaranya adalah Morrisey, yang menolak setelah melakukan proses korespondensi email yang panjang bersama Gorillaz. Ada juga Sade dan Dionne Warwick yang menolak, dengan Warwick menyebutkan lirik dalam lagu Gorillaz bertentangan dengan ajaran agamanya sebagai alasan.

Albarn menerima setiap penolakan dengan lapang dada dan tidak memasukkannya ke dalam hati. (creativedisc.com)

Mungkin dulu ada yang bertanya-tanya, bagaimana lagu yang diusung oleh para anggota One Direction jika bersolo karir. Kini jawaban untuk pertanyaa tersebut sudah bisa diketahui, karena baik Zayn Malik, Niall Horan, Louis Tomlinson dan terakhir Harry Styles masing-masing telah merilis lagu solo mereka. Dengan pengecualian Liam Payne yang tampaknya harus menunda proyek solonya karena masih disibukkan dengan status sebagai ayah baru.

Muncul pertanyaan berikutnya, bagaimana jadinya jika lagu-lagu solo para anggota One Direction tersebut disatukan dalam sebuah lagu? Maka untuk pertanyaan itu pun sudah ada jawabannya, karena kini sudah bisa disimak sebuah megamix yang menyatukan single-single debut mereka, ‘Sign of the Times’ Harry, ‘Pillowtalk’ Zayn, ‘Just Hold On’ Louis dan ‘This Town’ Niall.

Lagu-lagu tersebut disatukan oleh sosok kreatif bernama beken Eminik Remixes, yang sebelumnya memang sudah cukup sering meremix lagu-lagu 1D. Kini ia menghadirkan megamix untuk lagu-lagu di atas dalam sebuah track EDM yang penuh gaya. Berkat ketelatenan proses remixnya, ternyata hasilnya cukup menarik.

Jadi, sembari menunggu reuni yang sebenarnya terjadi, untuk sementara kita simak saja reuni dalam bentuk megamix di bawah ini:

(creativedisc.com)

Album terbaru Drake, “More Life”, selama 3 pekan berturut-turut berada di posisi puncak Billboard 200. Di pekan ketiganya ia mendapatkan tambahan penjualan sebanyak 136.000 unit di pekan perhitungan yang berakhir pada tanggal 6 April, seperti yang diungkap oleh Nielsen Music.

Penjualan album masih didominiasi oleh streaming, dengan ekuivalen sebesar 111.000 unit. Sedang untuk penjualan secara tradisional, album terjual hanya sebanyak 16.000 unit saja.

“More Life” merupakan album pertama yang berada 3 pekan di posisi #1 semenjak album Drake sebelumnya, “Views”, di tahun 2016, yang sukses selama 9 pekan berturut-turut menjadi juara dengan 13 pekan tidak berturut sebagai totalnya. Prestasi yang diraih album “More Life” untuk pekan ini menandakan pekan ke-21 Drake berada di posisi #1 Billboard 200.

Sementara itu album “Divide” Ed Sheeran masih betah berada di posisi #2 selama 3 pekan secara berturut dengan tambahan 80.000 unit. Sementara itu, Kodak Black melesat di posisi #3 dengan album debut mereka, “Painting Pictures”, yang terjual sebanyak 71.000 unit, dengan 51.000 unit di antaranya didapat dari layanan streaming.

Berikut 10 besar Billboard 200 untuk pekan ini:

1. “More Life” – Drake (136,000)
2. “Divide (division sign)” – Ed Sheeran (80,000)
3. “Painting Pictures” – Kodak Black (71,000)
4. “24K Magic” – Bruno Mars (48,000)
5. “Beauty and The Beast (2017)” Soundtrack – Various Artists (46,000)
6. “Moana” Soundtrack – Various Artists (44,000)
7. “Emperor of Sand” – Mastodon (43,000)
8. “Future” – Future (38,000)
9. “Culture” – Migos (34,000)
10. “Lifer” – MercyMe (33,000)

(creativedisc.com)

Vinyl untuk album soundtrack film musikal sukses, “La La Land“, saat ini tercatat sebagai yang terlaris di sepanjang tahun 2017 ini untuk wilayah Amerika Serikat.

Album soundtrack yang sempat disebut sebagai Best Picture di Oscar bulan Februari ini menampilkan scoring oleh komposer Justin Hurwitz. Sedang untuk urusan lagu, selain John Legend, album juga menampilkan vokal dari para pemain filmnya, yaotu Emma Stone dan Ryan Gosling.

Sebuah data statistik yang baru saja dipublikasikan oleh Nielsen Music menyebutkan jika album soundtrack “La La Land” yang dirilis oleh Interscope sebagai album dalam bentuk vinyl dengan penjualan terbanyak di kuartal pertama tahun 2017. Sedang sebagai kompetitor utamanya adalah album milik Bob Marley, yang berada di posisi kedua. Ada beda 9.000 kopi di antara dua album ini, di mana “La La Land” terjual sebanyak 25.000 kopi. Sementara itu album baru Ed Sheeran, “Divide”, “hanya” berada di posisi 4, dengan 15.000 kopi.

Berikut 10 besar album vinyl terlaris tahun 2017 di Amerika:

1. La La Land Soundtrack (25.000)
2. Bob Marley and The Wailers – ‘Legend’ (16.000)
3. Amy Winehouse – ‘Back to Black’ (16.000)
4. Ed Sheeran – ‘÷’ (15.000)
5. Run the Jewels – ‘Run the Jewels 3’ (14.000)
6. The Killers – ‘Hot Fuss’ (14.000)
7. The Beatles – ‘Abbey Road’ (13.000)
8. Ryan Adams – ‘Prisoner’ (13.000)
9. Twenty One Pilots – ‘Blurryface’ (13.000)
10. The xx – ‘I See You’ (13.000)

(creativedisc.com)

Rapper beken dan suami Beyonce Knowles, Jay Z, telah melakukan tindakan drastis (yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan); ia telah menarik sebagian besar koleksi musiknya dari layanan streaming populer, Spotify.

Sang rapper asal Brooklyn yang juga merupakan salah satu pemilik layanan streaming saingan, Tidal, telah mengambil sikap yang disebut sebagai “opsi inti” sebagai penyebutan untuk kebijakannya dengan menarik berbagai album dan single suksesnya dari Spotify.

Satu-satunya album Jay Z yang tersedia di Spotify adalah album-album rilisan 1997, “In My Lifetime Vol. 1” dan “Reasonable Doubt”, serta album rilisan 1998, “Vol. 2 Hard Knock Life”. Yang juga masih tersedia adalah “Collision Course”, album kolaboratif bersama Linkin Park yang dirilis di tahun 2004, serta beberapa single, termasuk kolaborasi bersama Kanye West, ‘N***as in Paris’, sebuah remix lagu Fat Joe dan Remy Ma. ‘All The Way Up’ serta ‘Clique’, juga bersama Kanye.

Spotify sendiri sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Billboard dengan menyebutkan “beberapa” musik Jay Z telah ditarik dari layanan mereka atas “permintaan sang artis”. (creativedisc.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net