Sinema adaptasi novel karya Stephen King, IT telah melewati rekor The Exorcist sebagai film horor berpendapatan tertinggi dalam basis domestik.

Rekor IT ini ditembus dengan beberapa peringatan. Melansir Variety, sinema klasik karya William Friedkin, The Exorcist masih menjadi film horor dengan penghasilan tertinggi dalam basis internasional sepanjang sejarah.

The Exorcist mengantongi total US$441,3 juta (Rp5,9 triliun) secara global, sedangkan IT sejauh ini telah menghasilkan US$404,3 juta (Rp5,4 triliun). Namun, The Exorcist dirilis pada 1973 silam, sehingga rekor pendapatannya itu belum dihitung dengan akumulasi inflasi saat ini.

Meski demikian, capaian IT tentu masih layak untuk dirayakan oleh Warner Bros. dan New Line, studio yang bertanggungjawab atas kembalinya badut pemakan bocah, Pennywise ke layar lebar.

IT telah menghasilkan US$236,3 juta (Rp3,14 triliun) secara domestik, sementara di masanya, The Exorcist meraih US$232,9 juta (Rp3 triliun). Untuk menambah ‘teror’ kepada pecinta horor ’70-an, The Exorcist merilis ulang dua klip potongan sutradara.

IT disutradarai Andres Muschietti dan dibintangi oleh Bill Skarsgard yang memerankan Pennywise, bersama para aktor cilik berbakat, Jaeden Lieberher, Jeremy Ray Taylor, Sophia Lillis dan Finn Wolfhard. Film ini mengikuti segerombolan remaja yang tengah berjuang melawan sebuah kekuatan jahat yang meneror kota mereka.

Film ini diproduksi dengan total bujet US$35 juta (Rp465,5 miliar) dan melewati rekor The Exorcist hanya dua pekan setelah tayang perdana. Dengan pendapatan raksasa ini, tak mengherankan jika Warner Bros. dan New Line tengah berencana untuk membuat sekuel IT, IT: Chapter Two.

IT diperkirakan akan segera mencetak rekor-rekor lainnya, mengingat posisinya yang hingga kini masih belum tergoyahkan di daftar film box-office. Film ini kini menjadi sinema berkategori-R dengan pendapatan tertinggi ke-9 sepanjang sejarah dan tertinggi di antara film yang dirilis pada September 2017. (cnnindonesia.com)

Bekerja di perusahaan teknologi ternama atau start-up kini jadi impian banyak orang muda. Gaji yang lumayan, jam kerja fleksibel, jenjang karier, dan tim kerja yang kreatif, menjadi daya tarik yang menjanjikan.

Namun, ada anggapan bahwa hanya lulusan universitas ternama saja atau berasal dari jurusan ilmu komputer saja yang bisa lolos masuk ke perusahaan IT.

Faktanya ternyata tak demikian. Obed Louissant, VP of HR IBM Watson's mengatakan, di IBM terdapat 380.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia dari berbagai macam pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Menurut Louissant, jika seorang kandidat memiliki keterampilan (skill) tertentu dan mampu memberi perspektif baru pada kerja tim, meski tak berasal dari universitas ternama tetap bisa direkrut.

Alasannya, mereka percaya bahwa bakat dan loyalitas seseorang terhadap suatu pekerjaan, akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi dirinya sendiri dan perusahaan.

"Kami melakukan penilaian terhadap orang-orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dari kami. Pemikiran yang berbeda dari setiap orang selalu membawa kami masuk ke wilayah baru. Ini yang dibutuhkan dunia teknologi saat ini," kata Louissant seperti dilansir dari laman Business Insider.

Ia mengatakan, paling tidak ada dua hal yang wajib dimiliki oleh kandidat yang ingin bekerja di perusahaan teknologi.

1. Perspektif baru

Menurut Louissant, keragaman pikiran merupakan komponen utama yang diperlukan IBM. Artinya, tidak perlu lulusan teknologi atau komputer untuk bekerja di IBM. Yang dibutuhkan IBM adalah seberapa tahan seseorang menghadapi dan memecahkan masalah, serta seberapa kreatif seseorang memberikan ide atau gagasannya untuk sebuah perusahaan.

Louissant mencontohkan, seseorang yang telah mengenyam pendidikan sosial seperti bahasa Perancis atau filsafat, kemudian mereka bisa menemukan ide terkait apa yang sedang dibutuhkan dunia saat ini yang bisa dikaitkan ke bidang teknologi, maka ia pasti diterima.

"Mereka bisa membawa perbedaan, mereka lebih memahami apa yang dibutuhkan dalam  kehidupan sehari-hari. Kemudian kami menyediakan produk yang lebih baik, perangkat lunak yang lebih baik, dan layanan yang lebih baik serta perangkat keras yang lebih baik untuk klien kami dan dunia," tutur Louissant.

2. Keterampilan

Tentu saja, keterampilan teknologi penting bagi perusahaan seperti IBM. Namun, pada beberapa pekerjaan teknik pihaknya tak mematok calon karyawannya berasal dari universitas mana.

Untuk teknisi server, manajer database, dan berbagai macam pekerjaan TI lainnya, keterampilan yang relevan dan kemampuan untuk menyesuaikan lebih penting daripada mengetahui semuanya. "Ini bukan tentang gelar, ini tentang keterampilan," pungkas Louissant. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM