Superstar asal Portugal Cristiano Ronaldo sudah menginjakkan kakinya di kota Turin pada Minggu (15/07) petang waktu setempat.

Ronaldo sudah pasti meninggalkan Real Madrid. Los Blancos mengumumkan kepergiannya pada tanggal 10 Juli 2018 lalu.

Juventus pun dipastikan akan merapat ke Juventus musim depan. Ia didatangkan dengan dana 105 juta Euro.

Akan tetapi, Ronaldo masih belum bisa diperkenalkan ke publik. Pasalnya ia masih menikmati masa liburannya.

Ronaldo sempat berlaga di Piala Dunia 2018. Akan tetapi Portugal tersingkir di babak 16 besar melawan Uruguay.

Setelah itu ia memilih untuk berlibur ke Yunani. Saat Madrid mengumumkan kepergiannya, Ronaldo sudah berada di sana.

Ronaldo kemudian dikabarkan akan diperkenalkan ke publik setelah Piala Dunia 2018 berakhir. Kabarnya prosesi perkenalan itu akan dihelat pada tanggal 16 Juli.

Ronaldo akhirnya menuntaskan masa liburannya. Ia pun telah tiba di Turin pada hari Minggu ini melalui bandara Caselle. Ia tiba dengan menaiki jet pribadinya.

Ia tak sendirian. Kekasihnya yakni Georgina Rodriguez juga mendampingi pemain berusia 33 tahun tersebut. (Bola.net)

Sejumlah negara di dunia saat ini sedang mengalami musim panas. Musim pun memengaruhi tren fesyen dunia, termasuk cara berpakaian. Namun, tren fesyen musim panas tak selalu bisa diikuti di Indonesia yang hanya memiliki dua musim. Fashion stylist Kesya Moedjenan berbagi tipsnya. Menurut dia, tampilan bergaya musim panas di perkotaan dengan daerah seperti Bali tentu berbeda. "Di Jakarta tampilan se-summer apa pun pasti bajunya akan lebih formal." "Di Jakarta kita enggak mungkin pakai baju seperti di Bali," ujar Kesya seusai Summer Trunk Show Plaza Indonesia, Jumat (13/7/2018).

Jika ingin tampil ala musim panas, Kesya menyarankan kita untuk memilih potongan yang tak terlalu bertumpuk dengan bahan pakaian yang ringan dan sejuk.

Ia juga menyarankan untuk melakukan permainan motif. Sebab, untuk cuaca di Indonesia kita tidak mungkin mengadopsi gaya berpakaian musim panas di negara empat musim. Sementara dari segi warna, tren saat ini, menurut dia, mengarah pada warna kuning, ungu, pink, hingga putih. "Kalau pakai hijab, atasan dan bawahan hitam, mungkin kerudung bisa motif bunga," tutur dia.

Kuncinya, kata dia, adalah penekanan pada satu aksen dengan memilih warna terang. Kesya mencontohkan pakaian warna kuning yang digunakannya saat itu. Namun, tak semua orang berani menggunakan pakaian berwarna kuning, sehingga sentuhan aksesori bernuansa musim panas bisa menjadi pilihan. "Untuk daily wear mungkin sentuhan bros atau aksesori motif bunga dan daun-daun," ujar wanita yang menjadi stylist Summer Trunk Show Plaza Indonesia itu. (KOMPAS.com)

Selepas album keduanya yang sudah lama dinanti-nanti, “Joyride”, yang dirilis April lalu, Tinashe ternyata sudah gerak cepat dengan menghadirkan lagu baru. Pada 13 Juli kemarin sang bintang berusia 25 tahun menghadirkan single berjudul ‘Like I Used To’.

Setelah melompat-lompat antar genre di album keduanya tadi, kali ini Tinashe kembali ke zona amannya, R&B yang moody. Tapi tenang saja, ‘Like I Used To’ bukanlah sebuah lagu melankolis, karena di dalamnya Tinashe berkisah tentang move-on dari seorang mantan. “I had to let go, I’m in my bag bro / If it ain’t about the cash flow, I’m sorry got to pass on / I got to pass on you, yeah,” nyanyi Tinashe.

Jadi, tidak heran jika lagu mengedepankan beat ritmis dan nuansa breezy. Hitmaka dan Smash David yang bertugas untuk memproduksi lagu tampaknya mengerti benar karakter vokal Tinashe, sehingga lantunan lembut sang penyanyi bisa berpadu dengan pas dengan komposisi melodi lagu atau musik latar berderapnya.

‘Like I Used To’ bisa jadi terinsprasi dari Ben Simmon, pemain NBA yang berstatus sebagai mantan pacar Tinashe. Pasangan ini baru saja putus di tengah rumor jika Ben selingkuh dengan Kendall Jenner. Terlepas dari itu, memang agak mengejutkan Tinashe juga sudah begitu cepat “move-on” dari album “Joyride” dan segera memulai era barunya kembali. Kabarnya single ini merupakan andalan untuk album barunya yang bertajuk “Nashe”. Dengar ‘Like I Used To’ di bawah ini: (Creative Disc)

 

Kroasia harus mengakui kekuatan Prancis saat takluk 2-4 di final Piala Dunia 2018 Rusia, Minggu (15/7) malam WIB kemarin. Setelah melalui perjalanan berat di enam laga sebelumnya, langkah Kroasia akhirnya terhenti di hadapan kekuatan Prancis.

Final kali ini seakan menjadi rangkuman perjalanan Piala Dunia 2018 mulai dari fase grup. Ada gol melalui situasi bola mati, gol yang berawal dari insiden VAR, gol serangan balik cepat, dan gol tendangan dari luar kotak penalti. Wasit pun beberapa kali menjadi sorotan lantaran keputusannya dianggap kurang tepat.

Dua gol pertama Prancis dinilai lahir dari keputusan kontroversial wasit. Pertama saat memberikan tendangan bebas karena pelanggaran minim, kedua saat memberikan hadiah penalti karena handball Ivan Perisic.

Di kedua insiden tersebut, keputusan wasit terus diperdebatkan.

Kapten timnas Kroasia, Luka Modric menilai dua insiden tersebut sangat berpengaruh pada mentalitas timnya. Di saat timnya mau bertarung, berjuang, wasit justru memberikan hadiah penalti pada Prancis.

"Saya tidak melihat penalti itu tetapi Perisic mengatakan pada saya bahwa dia tidak sengaja. Pemain lain mengatakan sebaliknya. Gol pertama juga bukan pelanggaran dan hal-hal ini mempengaruhi anda," kata Modric dikutip dari diario as.

"Kami mendominasi Prancis dan penalti ini datang, anda harus bertarung dan melakukan serangan balik. Namun kami tak bisa mengubah apa yang terjadi."

Lebih lanjut, Modric merasa timnya sudah tampil lebih baik dan layak mendapatkan hasil yang maksimal. Hanya saja sepak bola memang selalu seperti ini, dia pun tetap mengaku bangga.

"Saya kira kami layak mendapat lebih baik di final tetapi inilah sepak bola. Kami harus bangga karena kami tak pernah menyerah."

"Dengan apa yang sudah kami lakukan, kami pergi dengan kepala tegak. Kami sudah sangat dekat dan itu tidak mudah," imbuh dia.

"Kami layak mendapatkan lebih baik tetapi tim terbaik tak selalu menang. Karena itulah sepak bola adalah olahraga terbaik di dunia, meski tidak mudah ketika anda kalah." (Bola.net)

Page 1 of 643

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM