Rate this item
(0 votes)
in News

Ribuan Siswa AS Bolos Demi Demo Aturan Senjata

By Published March 15, 2018

Ribuan siswa di berbagai penjuru Amerika Serikat membolos untuk ikut serta dalam demonstrasi besar-besaran menuntut pengetatan aturan senjata demi menghindari penembakan massal di sekolah.

Dari Washington hingga Los Angeles, sekitar 2.500 siswa kompak meninggalkan kelasnya mengikuti kampanye Bolos Sekolah Nasional yang dimulai pukul 10.00 sesuai zona waktu masing-masing lokasi pada Rabu (14/3).

Di Washington, ratusan remaja berkumpul di depan Gedung Putih, mengacungkan poster dan spanduk bertuliskan "Buku Bukan Peluru" dan "Lindungi Manusia Bukan Senjata" sambil berjalan bersama menuju gedung parlemen.

Sesampainya di Gedung Capitol, semua serempak mengenang kembali peristiwa penembakan di Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang tepat satu bulan lalu.

"Kami ingin menunjukkan kepada Kongres dan para politikus bahwa kami tidak akan tinggal diam. Kami tidak akan diam terus. Parkland akan menjadi tragedi penembakan di sekolah yang terakhir," ujar Brenna Levitan yang mengikuti aksi bersama ibunya, kepada AFP.

Sementara itu, di dalam gedung parlemen, Dewan Perwakilan menggelar pemungutan suara dengan hasil akhir 407-10 untuk undang-undang pencegahan kekerasan bersenjata di sekolah.

Rancangan undang-undang itu mencakup aturan untuk meningkatkan keamanan, pemeriksaan kesehatan mental, dan menciptakan sistem pelaporan agar siswa dapat melaporkan ancaman.

Namun, rancangan itu tak mencantumkan aspek kontroversial yang selama ini menjadi tuntutan para siswa, yaitu pengetatan aturan senjata.

Aspek tersebut mencakup pemeriksaan latar belakang saat penjualan senjata, larangan pembelian senjata berat, dan meningkatkan usia minimal untuk jual beli beberapa jenis pistol.

Aksi serupa juga merambah ke sekitar Washington. Dari Maryland, siswa dari Montgomery Blair dikawal oleh mobil polisi menuju stasiun kereta bawah tanah, di mana mereka akan menaiki moda transportasi tersebut menuju Gedung Putih.

Tak hanya di Washington, aksi juga digelar di Florida. Berpakaian merah, para siswa di Stoneman Douglas datang ke tempat peringatan kematian teman-teman mereka sambil berpelukan dan menangis.

Di New York, para siswa LaGuardia keluar dari kelasnya selama 17 menit, mewakili setiap korban tewas dalam tragedi di Florida.

"Ini bukan masalah kiri atau kanan. Ini masalah keamanan publik. Kami bekerja sama, seperti yang sudah lama tidak kami lihat dilakukan oleh para orang dewasa," tutur salah satu murid, Cate Whitman, kepada CNN.

Namun, tak semua siswa setuju dengan gerakan akar rumput ini. Sekelompok siswa pendukung Partai Republik lebih memilih berkumpul di sebuah kafe untuk berdiskusi menyuarakan pendapat mereka.

"Saya 100 persen mendukung demo nasional untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban di Florida dan penembakan sekolah lainnya. Namun, saya tidak mendukung mereka yang menggunakan peristiwa tragis ini untuk mendukung agenda politik seperti pengetatan aturan senjata," kata siswa sekolah Lapeer di Michigan, Austin Roth.

Salah satu sekolah di Daerah Cobb, Georgia, pun menyatakan akan memberlakukan hukuman khusus bagi siswa yang membolos demi mengikuti demo ini.

Meski demikian, salah satu siswa senior bernama Kara Litwin mengatakan bahwa ancaman hukuman itu mungkin bisa melemahkan tekad sejumlah murid, tapi masih banyak yang tetap berani keluar, termasuk dirinya sendiri.

"Perubahan tidak pernah terjadi tanpa penolakan. Ini adalah sebuah gerakan, bukan sekadar momen, dan ini hanyalah langkah pertama dari proses panjang kami," kata Litwin. (bbcindonesia.com)

Read 341 times

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM