Rate this item
(0 votes)
in News

Ketahui Penyakit Autoimun Lebih Dalam Bersama Prodia

By Published April 30, 2018

JAKARTA, 28 April 2018 - Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut. Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang sering kita dengan sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai 0,5% dari total penduduk. Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria. Kurangnya edukasi akan penyakit autoimun membuat masyarakat tidak menaruh perhatian pada penyakit autoimun. Menyadari pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit autoimun, maka Prodia mengadakan seminar nasional dengan tema KeepStrongStayHealthyterhadapPenyakitAutoimun. Seminar Keep Strong Stay Healthy terhadap Penyakit Autoimun akan digelar di delapan kota di seluruh Indonesia yang dimulai pertama kali di kota Bogor dan diselenggarakan di Hotel Oasis Ball Room Amir. Hadir sebagai pembicara utama Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI (K) yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan (termasuk nutrisi); dan Product Specialist PT Prodia Widyahusada Tbk. Ardian Susanto, M.Farm. yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimunsertapemeriksaanpendukung. Dr. dr. Iris menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar penyakit autoimun agar dapat melakukan tindak pencegahan sejak dini.

“Autoimun menjadi penyakit yang memang belum diketahui pasti penyebabnya, selain dari genetik itu sendiri. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata defisiensi vitamin D menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit ini dan saya rasa masyarakat belum banyak yang tahu tentang ini. Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar autoimun ini. Mulai dari faktor risiko, bagaimana pencegahannya, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis.”tuturnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D, disebutkan bahwa konsentrasi vitamin D pada pasien autoimun rendah. Di Indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45-55 tahun adalah sekitar 50%. Penelitian diIndonesia dan Malaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar63% terjadi pada wanita usia 18-40 tahun. Sedangkan penelitian pada anak 1-12,9 tahun, ditemukan 45% anak mengalami insufisiensi vitamin D. Oleh karena itu pemantauan kecukupan vitamin D dalam tubuh perlu dilakukan. Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Ardian Susanto, M.Farm. mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. Selain pemeriksaan lab untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun. “Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagiindividu yangbergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.”terangnya. Seminar nasional merupakan event tahunan yang diselenggarakan Prodia sebagai wadah edukasi kepada masyarakat. Dalam seminar nasional ini Prodia mengangkat tema seputar penyakit yang memang perlu mendapat perhatian masyarakat agar dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini. Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Reskia Dwi Lestari menyatakan bahwa sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, yang salah satu di antaranya adalah preventive medicine, Prodia merasa perlu turut andil untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan pereventif di tengah masyarakat. “Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oleh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit. Diperlukan informasi dan juga semacam ajakan dari para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti kami, Prodia, kepada para pelanggan, agar kita mulai membiasakan diri untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit.” ungkap Reskia. 

 

Read 234 times

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM