Bintang Timnas Brasil, Marcelo menyatakan kedatangan Neymar ke Real Madrid tak berarti Cristiano Ronaldo harus keluar dari tim tersebut.

Real Madrid saat ini tengah dalam kondisi sulit karena Zinedine Zidane sudah memutuskan mundur dari kursi pelatih. Masa depan Ronaldo juga belum jelas seiring komentarnya usai final Liga Champions.

Selain urusan pendapatan, rumor keinginan Real Madrid mendatangkan Neymar juga jadi salah satu faktor yang mungkin mendorong Ronaldo hengkang.

 

Namun bagi Marcelo, Ronaldo dan Neymar bisa bermain dalam satu tim yang sama.

"Cristiano Ronaldo tidak memiliki Real Madrid. Bila Presiden Florentino Perez menginginkan seseorang, maka dia akan coba mendapatkannya."

 

"Situasi yang ada saat ini bukan seperti Neymar tidak akan masuk karena Cristiano Ronaldo masih ada di dalam tim," ucap Marcelo seperti dikutip dari Sportskeeda.

Marcelo menyatakan dirinya juga sudah berusaha meyakinkan Ronaldo untuk tetap bertahan di Los Blancos. Selain itu, Marcelo juga tak pernah kehilangan keyakinan bahwa Neymar benar-benar akan datang ke Real Madrid.

"Saya ingin Cristiano Ronaldo untuk bertahan, semua pemain ingin itu. Pintu Real Madrid selalu terbuka untuk Neymar. Pemain terbaik di dunia seharusnya bermain di Real Madrid."

"Saya sudah mengatakanan 2-3 tahun lalu. Saya menerka suatu hari Neymar akan bermain di Real Madrid. Namun saya tak tahu kapan hal itu terjadi," kata Marcelo.

Tak Mau Terlibat Konflik Ramos-Firmino

Marcelo juga menyatakan dirinya tak mau terlalu terlibat dalam perselisihan Sergio Ramos dengan Roberto Firmio. Ramos mengejek pemain-pemain Liverpool yang menyalahkan dirinya dan Firmino tak menerima hal tersebut.

"Tentang Firmino dan Sergio, saya memahami apa yang dikatakan olehnya sebagai gurauan, semua bisa melihat hal itu dari video."

"Saya tak mau memberikan opini tentang hal ini. Saya mempertimbangkan bahwa setiap pemain seharusnya saling menghormati sesama," ujar Marcelo.(CNN Indonesia)

Pemerintah berencana menaikkan tarif batas atas pesawat jika harga bahan bakar avtur mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Sejak dua hingga tiga minggu terakhir, kenaikan harga avtur sudah mencapai 6,67 persen.

"Kalau sudah kenaikan bahan bakar dan mata uang, masukan dalam rumus ya 10 persen baru kita naikkan, ini belum," kata Direktur Angkutan Udara Maria Kristi Endah Murni saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/6).

Kristi mengatakan bahwa pihaknya juga telah menanggapi permintaan maskapai untuk menaikkan tarif batas bawah menjadi 40 persen dari tarif batas atas dari saat ini yang masih 30 persen. Namun, permintaan tersebut belum akan dikabulkan dalam waktu dekat.


"Sudah kami jawab, tapi kayaknya enggak masuk di hitungan," katanya.

Menurut Kristi, maskapai pun sudah memaklumi keputusan tersebut. Pasalnya, saat musim mudik seperti saat ini, maskapai memang tengah mengejar tarif batas atas.

"Sekarang kan sudah bukan tarif batas bawah yang dikejar, Lebaran ini tarif batas atas," katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) mengajukan penyesuaian tarif batas bawah 40 persen dari tarif batas atas kepada Kementerian Perhubungan. Hal ini menyusul kenaikan harga bahan bakar pesawat avtur yang saat ini sudah mencapai 40 persen.

Ketua Umum Inaca Pahala N Mansury mengatakan pihaknya telah mengajukan penyesuaian tarif batas tersebut sejak pertengahan 2017.

"Sekarang tarif batas bawah 30 persen dari tarif batas atas, kami berharap dilakukan penyesuaian kembali lagi seperti sebelumnya 40 persen dari tarif batas atas," ujarnya.

Pahala menjelaskan 90 persen pengeluaran dilakukan dalam mata uang dolar AS, dan 30 persen porsi biaya operasional adalah untuk pembelian avtur.

Dengan depresiasi nilai tukar rupiah sekitar empat hingga lima persen, menurut dia, kenaikan biaya operasional mencapai 17 persen.

"Pengeluaran kami hampir semua dalam dollar, sementara pendapatan dalam rupiah, jadi tidak berimbang. Tahun lalu harga avtur itu lebih rendah 29 persen, sekarang lebih mahal 12 persen," jelasnya. (CNN Indonesia)

Pengadilan Australia menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun kepada seorang warga negara Sri Lanka karena mengancam akan meledakkan bom di Malaysia Airlines di Melbourne tahun lalu.

Karena aksi Manodh Marks, 26, maka penerbangan Malaysia Airlines MH128 menuju Kuala Lumpur terpaksa kembali ke Melbourne, Australia, Mei tahun 2017 setelah ia berusaha mendobrak pintu kokpit.

Pesawat itu membawa lebih dari 200 orang dan mendarat dengan selamat sekitar 15 menit setelah Marks dikendalikan oleh para penumpang.

Aparat keamanan kemudian mendapati Marks membawa bahan peledak dan mengalami psikosis karena obat yang ia konsumsi. Demikian keterangan yang dipaparkan di pengadilan.

"Para penumpang dan awak kabin tentu saja tidak hanya khawatir, tetapi yakin bahwa Anda membawa bom," kata hakim Michael McInerney ketika menjatuhkan vonis di County Court of Victoria, Kamis (07/06).

 

Ditambahkannya bahwa ancaman Marks memberikan tekanan yang besar kepada pilot dan membahayakan keselamatan penumpang.

Inilah untuk pertama kalinya pengadilan Australia memenjarakan seseorang dalam kasus percobaan mengendalikan pesawat terbang.

Marks akan dipulangkah ke Sri Lanka setelah menjalani hukuman maksimal 12 tahun. Ia akan berhak mengajukan pengampunan setelah menjalani sembilan tahun hukuman penjara.

Lampu kilat

Di saat kejadian, Marks berada di Australia dengan visa mahasiswa, dan baru saja dikeluarkan dari klinik psikiatri pada hari itu.

Dalam keterangan yang disampaikan di pengadilan, ia mengonsumsi sabu-sabu dalam perjalanan menuju ke bandara.

 

Tidak lama setelah pesawat tinggal landas, ia mengacung-acungkan dua benda hitam. Kedua barang itu kemudian diketahyi sebagai pengeras suara portabel dan bungkisan baterai dengan lampu kilat.

"Saya membawa bom," kata Marks kepada awak kabin, seperti dilaporkan Fairfax Media.

"Saya ingin berbicara dengan kapten. Saya ingin berbicara dengan pilot. Jangan mendekati saya. Saya ingin menghancurkan pesawat ini," katanya.

Kontroversi penanganan
Sekitar lima menit kemudian, Marks berhasil dikendalikan oleh para penumpang yang membergol tangannya dengan kabel tali.

Pada waktu kejadian Kepolisian Australia dikritik karena baru masuk ke pesawat hampir 90 menit setelah pendaratan.

Kepala Kepolisian Victoria Graham Ashton mengatakan kepolisian semula memperlakukan insiden itu sebagai insiden yang mungkin terkait dengan terorisme, sebelum memutuskan bahwa sejatinya adalah "kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental". (BBC Indonesia)

Pemerintah Indonesia mewajibkan PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan bensin Premium di Jawa, Madura, dan Bali, terutama pada arus musim libur Lebaran.

Kebijakan itu berbalik 180 derajat dari ketentuan sebelumnya dan dianggap akan merugikan keuangan Pertamina.

Ketua Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, menyebut pemerintah kembali menggenjot penjualan Premium agar masyarakat kelas ekonomi bawah tetap dapat mengakses bahan bakar minyak (BBM).

Fanshurullah merujuk Pasal 2 UU 22/2001 tentang Migas yang mengharuskan pemerintah mengelola energi secara berkeadilan.

"Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan distribusi BBM. BBM itu apa? Bukan hanya Pertalite dan Pertamax tapi termasuk Premium."

"Kami kasih pilihan. Kami tetap mengimbau masyarakat gunakan BBM yang lebih bagus. Tapi kalau tidak mampu, premium mesti ada, kalau tidak ada, pemerintah salah," ujarnya kepada wartawan BBC Indonesia, Abraham Utama, Selasa (05/06).

Sejak 2014, pemerintah secara bertahap mengurangi penjualan Premium. Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014 tidak mewajibkan Pertamina menjamin ketersediaan Premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Namun, melalui Perpres 43/2018, Presiden Joko Widodo menganulir aturan tersebut. Konsekuensinya, Pertamina harus memasok Premium ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia.

Tujuh hari sebelum hari raya Lebaran, 517 SPBU di Jawa, Madura, dan Bali harus sudah menjual Premium. Sementara sekitar 900 SPBU lainnya di daerah itu ditargetkan menyediakan Premium sebelum akhir 2018.

"Pemerintah kasih ketersediaan Premium, khususnya bagi masyarakat yang daya belinya lemah atau miskin. Kalau orang mampu beli Premium, ya salah. Mereka tidak boleh pakai itu," kata Fanshurullah.

 

Pertamina menjual Premium seharaga Rp6.550. Adapun, mereka mematok harga Rp7.800 dan Rp8.900 untuk Pertalite dan Pertamax.

Bagaimanapun, Pertamina beberapa kali mengklaim harus menanggung selisih antara harga ideal dan harga jual Premium di masyarakat.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman, sebelumnya mengatakan, perusahaannya membayar Rp800 hingga Rp1.500 untuk setiap penjualan satu liter Premium.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, menyebut Pertamina berpotensi rugi jika terus menjual Premium, terutama setelah pemerintah menghentikan subsidi atas BBM jenis itu.

 

 

Pertamina menjual Premium seharaga Rp6.550. Adapun, mereka mematok harga Rp7.800 dan Rp8.900 untuk Pertalite dan Pertamax.

Bagaimanapun, Pertamina beberapa kali mengklaim harus menanggung selisih antara harga ideal dan harga jual Premium di masyarakat.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman, sebelumnya mengatakan, perusahaannya membayar Rp800 hingga Rp1.500 untuk setiap penjualan satu liter Premium.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, menyebut Pertamina berpotensi rugi jika terus menjual Premium, terutama setelah pemerintah menghentikan subsidi atas BBM jenis itu. (BBC Indonesia)

Page 1 of 294

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM