WASHINGTON DC - Iring-iringan kendaraan Presiden AS Donald Trump dicegat sebuah mobil van yang pengemudinya kemudian memaki-maki sang Presiden.

Insiden ini terjadi saat Trump tengah menuju ke resor Mar-a-Lago, Florida, yang merupakan miliknya. Tiba-tiba van itu mencegat iring-iringan mobil yang mengawal Trump.

"Di satu titik, van berwarna merah itu berusaha memotong jalur iring-iringan mobil Presiden," demikian penjelasan Gedung Putih.

"Polisi setempat menghentikan mobil tersebut, kemudian pengemudinya membuat gestur tak pantas dan meneriakkan makian," tambah Gedung Putih.

Insiden itu terjadi setelah Trump menginap empat hari berturut-turut di resor itu untuk merayakan Thanksgiving.

Trump mengumumkan, dirinya bermain golf bersama Tiger Woods dan Dustin Jonhson sebelum pulang ke Gedung Putih.

Kegiatannya yang sering bermain golf ini amat ironis karena Trump kerap mengkritik pendahulunya, Barack Obama, yang dianggapnya terlalu sering bermain golf dan meninggalkan pekerjaan.

Namun, saat ini frekuensi Trump bermain golf lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan dengan Obama.

Sementara itu, insiden yang melibatkan iring-iringan mobil Trump ini merupakan kali kedua.

Sebelumnya, seorang pesepeda perempuan mengacungkan jari tengahnya ke arah iring-iringan mobil Presiden Trump yang menyalipnya.

Sejauh ini belum diperoleh informasi soal identitas pengemudi van dan apakah dia harus berurusan dengan hukum akibat aksinya itu. (kompas.com)

Isi percakapan penyerang Barcelona Lionel Messi dengan wasit Ignacio Iglesias dan hakim garis Enrique Ramos di pertandingan kontroversial melawan Valencia, Minggu (26/11), terungkap.

Pertandingan Barcelona melawan Valencia di Stadion Mestalla berakhir imbang 1-1. Kontroversi sempat mewarnai pertandingan setelah gol Messi pada menit ke-30 tidak disahkan wasit Iglesias.

Tendangan Messi dari luar kotak penalti gagal ditangkap sempurna oleh kiper Valencia Neto. Bola terlihat sudah melewati garis gawang sebelum dibuang Neto. Messi pun sempat melakukan selebrasi dan berlari ke arah hakim garis Ramos. Tapi, wasit Iglesias tidak mengesahkan gol Messi.

Dikutip dari Mundo Deportivo, Messi berusaha melakukan protes kepada wasit Iglesias dan hakim garis Ramos saat berjalan menuju ke ruang ganti usai babak pertama yang berakhir dengan skor kacamata. Messi bertanya kenapa golnya tidak disahkan.

Messi berkata “Itu sebuah gol” kepada hakim garis Ramos, yang kemudian dibalas sang hakim garis, “Itu tidak jelas.”

Messi kemudian menghampiri wasit Iglesias dan mengatakan, “Kamu melakukan keputusan yang salah, sekarang kamu akan melihat tayangan ulangnya.”

Wasit Iglesias dengan singkat mengatakan, “Karena saya tidak yakin, maka itu tidak gol.”

Messi sempat bertanya sejenak kepada pelatih kiper Barcelona, Jose Ramon de la Fuente, untuk mengonfirmasi apakah bola sudah melewati garis gawang dan kemudian mengatakan, “Garis gawang ada di sini, dan bola ada di sini.”

Terakhir, wasit Iglesias mengatakan, “Saya tidak yakin, kita akan melihat tayangan ulangnya di dalam.”

Di babak kedua Barcelona sempat tertinggal lebih dulu setelah Valencia mencetak gol lewat Rodrigo. Azulgrana kemudian menyamakan kedudukan menit ke-82 melalui gol Jordi Alba.

Kontroversi gol Messi tidak disahkan tercipta karena La Liga belum menggunakan teknologi garis gawang dan tayangan ulang (VAR). Teknologi VAR baru akan digunakan La Liga mulai musim depan. (cnnindonesia.com)

Kementerian Keuangan membantah bahwa peraturan untuk memberi kelonggaran terhadap wajib pajak (WP) untuk mendeklarasikan aset yang belum dilaporkan sebagi 'tax amnesty' atau pengampunan pajak kedua.
Namun pengamat perpajakan melihat peraturan terbaru tersebut sebagai 'penegakkan hukum dan uluran tangan yang dijalankan bersamaan'.
Darussalam -pengamat perpajakan Universitas Indonesia- berpendapat kesempatan diberikan pemerintah kepada wajib pajak yang 'belum jujur' dan tidak mengikuti pengampunan pajak agar segera membereskan laporan pajaknya.
"Sebenarnya ini bukan kelonggaran bagi yang belum patuh selama ini karena pemeriksaan pun jalan bersamaan dengan kelonggaran. Jadi menurut saya, pemeriksaan jalan, tapi pemerintah tetap memberi kesempatan. Tapi kalau pemeriksaan sudah masuk, ya kesempatan itu hilang," ujar Darussalam kepada BBC Indonesia, Senin (27/11).
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165/PMK.03/2017 memberi kesempatan kepada WP yang memiliki harta yang belum dilaporkan baik dalam SPT untuk melaporkan asetnya dan membayar pajak sesuai dengan tariff normal yang diatur dalam PP Nomor 36 Tahun 2017, adapun mengenai tarifnya untuk WP Badan sebesar 25%, untuk WP orang pribadi (OP) sebesar 30%, dan WP tertentu sebesar 12,5%.
Belakangan, publik memahami aturan ini sebagai pengampunan pajak (tax amnesty) jilid 2 yang langsung dibantah oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Kasubdit Perencanaan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Tunjung Nugroho, menuturkan batas waktu untuk mengungkapkan sampai sebelum Ditjen Pajak menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) mengenai harta yang belum diungkapkan.
"Ada pilihan sampai ada temuan, atau bisa mengakui sendiri aset-asetnya dalam SPT (surat pemberitahuan) Selama kita belum menemukan data, itu adalah kesempatan untuk mengungkap sendiri aset-asetnya yang belum dilaporkan dalam SPT," ujar Tunjung.
Bagi wajib pajak yang terbukti menyembunyikan aset, maka mereka dikenai sanksi 200% bagi wajib pajak yang ikut program pengampunan pajak atau 2% per bulan bagi wajib pajak yang tidak ikut program tersebut.
Lalu apa beda aturan ini dengan tax amnesty?
Darussalam menuturkan PMK 165/2017 yang baru saja dirilis pemerintah memang dipahami sebagai tax amnesty jilid II lantaran masyarkat masih mengkaitkan dengan kelanjutan dari sanksi yang diatur di pasal 13 UU Pengampunan Pajak dan pasal 18 UU Pengampunan Pajak, di mana wajib pajak akan diberi sanksi denda jika petugas pajak menemukan harta yang belum dilaporkan.

Aspek Perpajakan PMK 165/2017 Pengampunan pajak
Tarif 12,5% - 30%(Berdasar PP 36/2017) 0,5% - 10% (Berdasar UU Pengampunan Pajak
Dilakukan pemeriksaaan/penyidikan Ya Tidak
Penghentian pemeriksaan/penyidikan Tidak (Wajib pajak yang telah diterbitkan SP2 tidak dapat lagi melakukan pengungkapan sukarela Ya
Penghapusan sanksi apabila membayar pokok tunggakan pajak yang terutang dalam SKP Tidak Ya
Pembebasan PPh atas pengalihan saham, tanah dan bangunan Tidak Ya

Menurutnya, ini tidak bisa disebut tax amnesty karena sebenarnya perlakuan perpajakan sementara pemerintah tetap melakukan pemeriksaan tapi wajib pajak diberi kesempatan sepanjang belum dilalukan pemeriksaan.
"Menurut saya, ini dipandang sebagai kesempatan yang diberikan kesempatan sekali lagi bagi mereka yang belum patuh tapi tidak mengikut tax amnesty."
Saat ini, Ditjen Pajak sudah menindaklanjuti 786.163 wajib pajak pasca pengampunan pajak atau tax amnesty. Dari total jumlah itu, jumlah peserta yang tidak mengikuti tax amnesty mencapai 98%, sementara peserta tax amnesty hanya 2%.
Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak, Yon Arsal, menuturkan dari data tersebut, sebanyak 94% data dalam proses validasi sementara yang dinyatakan sudah valid sejauh ini baru 4% dan masih akan bergerak.

"Per hari ini jumlah lembar pengawasan sudah dikeluarkan 7.000 wajib pajak. Setelah lembar pengawasan terbit baru dikeluarkan SP2 (Surat Perintah Pemeriksaan)," jelasnya.
Sementara itu, Kasubdit Perencanaan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Tunjung Nugroh, menuturkan sampai saat ini pihaknya sudah menerbitkan sekitar 1.500 instruksi pemeriksaaan. Dari jumlah tersebut, sudah ada 208 laporan pemeriksaaan dengan nilai ketetapan pajak sebesar Rp 300 miliar.
"Angka ini akan terus berkembang karena kita lakukan pemeriksaan terus. Kalau ada indikasi dari peserta tax amnesty yang belum melaporkan asetnya, akan kita follow up. Sekarang prioritas kami adalah wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty," kata dia.
Genjot penerimaan pajak?
Pemerintah beralasan kebijakan ini dilakukan utamanya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperbaiki database perpajakan Indonesia.
Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan penerimaan pajak, diperkirakan penerimaan pajak akan mengalami peningkatan sebanyak 3% - 5%.

Kendati begitu, Darussalam mengatakan kalau pun kebijakan ini memberi tambahan penerimaan pajak, itu merupakan konsekuensi logis dari 'kelonggaran pemerintah.
"Atau uluran tangan pemerintah agar wajib pajak yang belum patuh dan tidak ikut tax amnesty ingin tidak mendapatkan sanksi yang sedemikian besar, yakni sebesar 200% ya ini pilihan mau tidak mau harus diambil. Karena kalau ini tidak diambil, pemerintah masuk melalui pemeriksaan, ya sanksi berat sebesar 200% bagi mereka yang ikut tax amnesty dan tidak jujur dan bagi yang tidak ikut tax amnesty 48%," kata dia.
Hingga Oktober 2017 , realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp869,6 triliun atau 67,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2017 sebesar Rp1.238,6 triliun. (bbcindonesia.com)

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Senin (27/11/2017) ditutup hingga Selasa (28/11/2017) pagi. Bandara Lombok pun sempat ditutup pada Minggu (26/11/2017) tapi dinyatakan kembali aman untuk penerbangan pada Senin pagi.

Penutupan kedua bandara tersebut, khususnya bandara di Bali dilakukan karena debu letusan Gunung Agung yang bertiup ke arah selatan, ke wilayah udara Denpasar, sebagaimana disiarkan oleh Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, pada Minggu (26/11/2017) malam.

Pihak otoritas bandara Ngurah Rai pun sudah mengeluarkan NOTAM, yang menyatakan bandara ditutup selama kurang lebih 24 jam, mulai dari Senin (27/11/2017) pagi pukul 07.00 WITA, hingga Selasa (28/11/2017) pagi pukul 07.15 WITA.
A4242/17 NOTAMN
Q) WAAF/QFALC/IV/NBO/A/000/999/0845S11510E005
A) WADD
B) 1711262315
C) 1711272300 EST
E) AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH
CREATED: 26 Nov 2017 23:15:00
SOURCE: WRRRYNYX

Mengapa operasi bandara sampai ditutup? Seberapa bahayakah debu letusan gunung berapi bagi pesawat terbang?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh NASA, debu gunung berapi bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet dalam pesawat turbofan, komponen vital dalam penerbangan.

Hal itu telah terbukti dari insiden yang pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways. Pesawat dengan callsign Speedbird 9 (nomor penerbangan BA09) itu pada 24 Juni 1982 melakukan penerbangan rute Kuala Lumpur - Perth.

Di tengah perjalanan, saat melintasi Pulau Jawa, Indonesia, Speedbird 9 terperangkap di tengah abu letusan Gunung Galunggung.

Empat mesin B747 tersebut mati karena menyedot debu silika Gunung Galunggung. Pilot kemudian memutuskan untuk menurunkan ketinggian jelajah dari 36.000 kaki ke 12.000 kaki. Beruntung, pilot akhirnya berhasil kembali menyalakan mesin pesawat setelah terbang di ketinggian yang lebih rendah dan terbebas dari kepungan abu vulkanik.

Jika tidak segera menurunkan ketinggian dan terbebas dari kepungan abu vulkanik, bisa jadi malapetaka yang lebih besar tidak terhindarkan saat itu, seperti pesawat yang bakal mengalami disintegrasi dan sebagainya.

Speedbird 9 kemudian mengalihkan pendaratannya di bandara terdekat, yaitu Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Fanblade (bilah kipas) milik mesin B747 British Airways BA09 yang rontok akibat menyedot abu vulkanik gunung Galunggung pada 1982 lalu.(Wikimedia)
Debu silika yang ukurannya sangat kecil, diameternya antara 6 mikron hingga 2 mm, bisa terbawa angin dengan mudah, dan karena terlontar dari kawah gunung berapi, maka debu bisa membubung tinggi hingga ketinggian jelajah pesawat.

Karena saking kecil dan ringannya, debu gunung berapi sulit untuk dihilangkan, dan membutuhkan waktu yang lama untuk hilang sepenuhnya jika tidak segera diambil tindakan.
Jika hal ini terjadi dan dibiarkan, maka dalam jangka waktu lama debu yang menempel dalam badan atau komponen pesawat bisa menyebabkan retakan-retakan halus di bodi pesawat.

Retakan di badan pesawat, sekecil apa pun, tentu sangat membahayakan. Sebab, badan pesawat didesain agar bisa "mengembang" dan "mengempis" saat di udara dan di darat, menyesuaikan tekanan udara.

Debu silika gunung berapi memiliki titik leleh pada suhu 1.100 derajat celsius. Lelehan itu bisa menempel dan melumerkan komponen bilah-bilah turbin di dalam mesin jet, atau nozzle, yang dalam pesawat jet modern suhunya bisa mencapai 1.400 derajat celsius.

Hal itu sesuai dengan kesaksian salah satu penumpang British Airways nomor penerbangan 9 yang mengatakan bahwa mesin B747 yang ditumpanginya terlihat menyala terang.
Bila komponen mesin terbakar dan meleleh, pesawat tidak lagi memiliki daya dorong yang seharusnya dibutuhkan untuk terbang.

Debu gunung berapi juga bisa merusak kaca depan pesawat. Debu silika memiliki kontur yang tajam. Jika ditabrak dengan kecepatan tinggi, maka kumpulan debu itu bisa membuat kaca depan pesawat tersayat-sayat, pandangan pilot pun jadi terbatas.

Abu vulkanik yang menempel di pesawat dalam jumlah banyak juga akan merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan justru menjadi penghambat laju (drag).

Pesawat yang baru saja melintasi area abu vulkanik akan mendapatkan pengecekan secara menyeluruh. Hal ini untuk memastikan tidak ada residu-residu abu vulkanik yang menempel di badan pesawat.

Jika ada komponen-komponen yang terdampak, seperti rusak atau berubah bentuk karena terkikis, juga harus diganti secepatnya.

Dengan mengetahui dampak yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik terhadap pesawat udara, maka penutupan wilayah udara dan bandara seperti yang dilakukan pihak Angkasa Pura II di Bandara Juanda Surabaya adalah hal yang tepat. Keamanan adalah hal yang mutlak dalam setiap penerbangan.

Sejauh ini memang belum ada insiden pesawat jatuh yang dipicu oleh debu gunung berapi. Namun, dari kasus-kasus sebelumnya yang dipaparkan di atas, bisa jadi leading factor yang menimbulkan bahaya yang lebih besar. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM