Tiga kapal selam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, termasuk kapal selam yang diberikan oleh Nazi Jerman, ditemukan dengan kondisi utuh di dasar laut Jepang, dekat dengan Kyoto, kata para peneliti Selasa (3/7).

Para peneliti telah mengidentifikasi nama-nama kapal selam yang ditenggelamkan oleh pasukan yang dipimpin AS selama Perang Dunia II pada 1946.

"Kapal selam RO-68 buatan 1924, I-121 buatan 1927, dan U-boat yang diberikan Jerman kepada Jepang pada 1943 terbaring di dasar laut sedalam 90 meter Teluk Wakasa," kata Tamaki Ura, professor Institut Teknologi Kyushu anggota dari tim peneliti seperti dilansir kantor berita Kyodo.

Tim mulai mencari di daerah sejak Juni dengan menggunakan sonar dari kapal selam tak berawak untuk mencari bangkai kapal selam tersebut.

Ketiga bangkai kapal selam tersebut sebagian besar masih utuh sehingga mempermudah para peneliti untuk mengidentifikasi. (CNN Indonesia)

iya de, tenang dengan saya mah gratis.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Pemerintah Indonesia secara resmi memblokir aplikasi Tik Tok karena aplikasi tersebut disebut melanggar banyak pelanggaran.

"Pornografi, pelecehan agama, banyak sekali pelanggarannya," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan kepada BBC Indonesia, 3 Juli 2018.

Semuel menjelaskan bahwa Tik Tok diblokir sejak Selasa siang (03/07).

"Sebagai aplikasi media sosial yang user generated, [Tik Tok] seharusnya punya mekanisme bagaimana membuat standar konten dan bagaimana mencegah dan menyelesaikan apabila ada konten yang melanggar undang-undang kita," kata Semuel.

Menurutnya, Kominfo telah mengontak Tik Tok untuk meminta penjelasan, tapi belum ada balasan.

Per Selasa (3/7) sore, Tik Tok masih dapat dibuka di aplikasi, tapi tidak dapat dibuka di browser dari beberapa provider dengan tulisan "Situs Terlarang".

Warganet pun berbeda pendapat soal pemblokiran Tik Tok. Ada yang setuju karena beberapa konten yang dianggap tidak layak.

Apa itu Tik Tok?
Tik Tok menyebut dirinya sebagai komunitas video 15 detik yang kreatif.

Cara kerjanya sederhana, pengguna tinggal merekam video selama 15 detik dan menghiasinya dengan berbagai musik, filter, atau efek-efek seperti telinga kelinci, gambar hati, atau menyundul bola.

Sebelumnya ketika BBC Indonesia mencoba membuat video dengan aplikasi tersebut, filter telah terpasang otomatis ketika membuka fitur kamera. Dengan filter tersebut, wajah nampak lebih putih dan halus. Filter tersebut bisa saja dimatikan, atau diganti dengan banyak filter lainnya sesuai keinginan.

Video tersebut kemudian bisa dibagikan di dalam aplikasinya sendiri atau ke media sosial lain seperti Twitter dan Facebook.

Tik Tok adalah bagian dari Bytedance Inc, perusahaan internet raksasa Cina yang juga jadi induk usaha Musical.ly. Di negara asalnya, Cina, Tik Tok dikenal dengan nama Douyin.

Di Indonesia, Tik Tok resmi diluncurkan pada September 2017 dengan sebuah pesta peluncuran di Jakarta. Aplikasi ini dengan cepat menarik banyak perhatian.

Tik Tok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh dari App Store di seluruh dunia, dan aplikasi paling banyak diunduh nomor 7 di seluruh dunia sepanjang kuartal pertama 2018, menurut lembaga SensorTower. Di iOS saja, aplikasi itu diunduh lebih dari 45 juta kali.

Munculnya selebritas Tik Tok
Kepopuleran Tik Tok memunculkan 'selebritas' baru yang terkenal karena aktivitasnya di aplikasi tersebut.

Salah satunya adalah Prabowo Mondardo, dengan akun Tik Tok Bowoo_Outt_Siders yang punya lebih dari 840 ribu fans dan video-video singkatnya telah disukai lebih lebih dari 7,4 juta kali.

Prabowo yang terkenal dengan nama Bowo dan sering menyebut dirinya sendiri dengan nama "owo" ini adalah seorang siswa SMP di Tangerang Selatan.

Bowo begitu populer sampai penggemarnya bersedia membayar Rp 80 ribu untuk hadir dalam acara jumpa fans anak berumur 13 tahun itu. Tak hanya dipuja oleh fans, tak sedikit juga orang yang kemudian menghujatnya dengan kata-kata yang tidak pantas.

Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun berfoto dengannya. "Iya de, tenang dengan saya mah gratis," kata Ridwan Kamil di Instagramnya.

Menurut Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, fenomena kepopuleran Tik Tok adalah sesuatu yang biasa terjadi. "Ini kan hanya aplikasi yang sedang tren, seperti dulu ada euforia Pokemon, sampai ada kehebohan. Sekarang jamannya Tik Tok," kata dia.

Menurut Heru, kepopuleran Tik Tok biasa saja sepanjang aplikasinya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, atau setidaknya tidak merugikan. "Penggunaan aplikasi tergantung kita, kalau untuk hiburan sah-sah saja, asal tidak melanggar norma," kata Heru.

Kepopuleran Bowo yang instan, adalah kewajaran dalam media sosial yang memangkas 'birokrasi' yang dulu membutuhkan televisi atau media tradisional untuk menjadi terkenal.

"Ini hal yang harus kita hadapi di era pemanfaatan teknologi informasi, sehingga wajar jika ada orang yang populer melalui aplikasi tertentu," kata dia.

"Tidak perlu ditolak karena eranya seperti itu, asal dia tidak melanggar nilai-nilai," kata dia. Tapi dia menyakini, mereka yang terkenal dengan cepat pun akan dilupakan jika tidak didukung dengan prestasi.

"Dengan Tik Tok, ini kan aplikasi lip sync, jadi orang harus membedakan apa yang dia lihat di media sosial mungkin tidak sama dengan kenyataan," kata dia.

"Yang memanfaatkan aplikasi ini harus lebih bijak, orang tua harus mengawasi anaknya dan memberikan masukan mana yang boleh dan tidak boleh," kata dia.

Dia mendukung tindakan pemerintah melakukan pengawasan. "Kalau ada konten yang berlebihan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai bisa diawasi atau ditake-down," kata dia. (BBC Indonesia)

Setelah kalah dari Belgia, pelatih timnas Jepang Akira Nishino mengaku menginstruksikan timnya untuk memburu gol ketiga saat sudah unggul 2-0 atas Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Jepang tidak mencoba mengubah gaya main jadi lebih defensif saat unggul dua gol. Samurai Biru tetap menampilkan permainan terbuka dan berusaha meraih gol ketiga.

"Ketika kami unggul 2-0 dan saya tak mengganti pemain, saya sangat ingin menambah gol dan kami memiliki sejumlah peluang. Kami sampai pada batas tertentu, mengontrol bola dan mengontrol permainan, tapi pada titik itu Belgia meningkatkan permainan mereka saat mereka harus melakukannya," tutur Nishino, dikutip dari situs FIFA.

Pada pertandingan yang digelar di Rostov Arena, Selasa (3/7) dini hari WIB, Jepang unggul 2-0 lebih dulu. Namun sisa 21 menit terakhir justru jadi bencana bagi Jepang karena Belgia mampu mencetak tiga gol balasan.

Pada menit 69, Jan Vertonghen menipiskan selisih dengan sundulan jarak jauhnya. Pemain pengganti Marouane Fellaini membuat Belgia mengimbangi Jepang 2-2.

Jepang Terkejut Serangan Balik Belgia

Saat memasuki injury time, Jepang mendapatkan sepak pojok usai kiper Belgia Thibault Courtois menepis tendangan bebas Keisuke Honda. Courtois kemudian menangkap bola sepak pojok dan mengalirkannya kepada Kevin de Bruyne.

Gelandang Manchester City itu kemudian mengumpan ke Meunier di sisi kanan. Bek PSG itu melakukan umpan tarik ke tengah. Bola dibiarkan lewat di sela-sela kaki Lukaku, dan Nacer Chadli di sisi kiri tanpa ampun menggelontorkannya ke gawang Jepang dengan tendangan keras mendatar.

Serangan balik kilat les Diables Rouges menghabisi perlawanan tim Samurai Biru 3-2.

"Ketika tendangan bebas dan tendangan sudut diambil, kami ingin mengambil keputusan dan mengakhiri pertandingan. Tentu saja saat itu berpikir mungkin kami akan menuju babak perpanjangan waktu," ucap Nishino.

"Namun saya tak memperkirakan serangan balik super itu dan dan para pemain saya tak menduga itu dalam beberapa detik bola akan dibawa ke separuh lapangan kami dan ini menentukan hasil laga," katanya menambahkan.

Laga itu sendiri berjalan relatif berimbang. Penguasaan bola Jepang mencapai 44 persen berbanding 56 persen milik Belgia. Akurasi umpan Jepang mencapai 83 persen berbanding 87 persen Belgia.

Tim Samurai Biru juga memiliki 4 tembakan tepat sasaran dan 4 tendangan melenceng, sementara Belgia memiliki 8 shot on target dan 10 tendangan tak tepat sasaran. Dalam hal sepak pojok, Jepang punya 6 buah berbanding 10 milik Belgia.

"Kami ingin memenangkan laga ini. Tim kami cukup kuat dan saya percaya bisa mengimbangi Belgia. Ada sekenario-skenario yang berbeda di kepala saya dan tentu saja kami memulainya dengan sangat baik, tapi pada akhirnya kebobolan dengan gol yang tidak kami duga," kata Nishino.

Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez mengaku timnya tak menyerah kendati tertinggal 2-0. Kebersamaan dan keinginan kuat untuk menang jadi senjatanya.

Ia pun memuji serangan balik yang kuat di menit akhir itu.

"Gol ketiga adalah benar-benar hasil serangan balik yang kuat. Dalam tempo enam detik kami melaju dari kotak yang satu ke yang lain dengan tiga pemain," ucapnya.

"Kemudian permainan yang tidak egois datang dari Romelu Lukaku, si nomor 9 yang bisa menjadi penyelesai akhir, tapi dia menyadari [keberadaan] Nacer Chadli dan membiarkannya menceploskan bola ke gawang Jepang," ujar Martinez. (cnnindonesia.com)

Gelandang Chelsea Cesc Fabregas mengklaim permainan Tiki-Taka yang diperagakan oleh Spanyol saat ini hanya digunakan untuk bertahan saja ketimbang menyerang.

Skuat Spanyol terpaksa gigit jari sekarang ini. Sebab mereka dipastikan sudah tersingkir dari gelaran Piala Dunia 2018.

Pasalnya di babak 16 besar, mereka dikalahkan oleh tuan rumah Rusia. Kekalahan itu didapat melalui babak adu penalti, di mana sang tuan rumah unggul dengan skor 4-3.

Spanyol sejatinya tetap bermain dengan gaya khas mereka yakni Tiki-Takanya. Mereka juga mendominasi penguasaan bola, namun di waktu normal hanya bisa main imbang 1-1 saja. (bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM