WASHINGTON - Sebuah kelompok yang terafiliasi dengan perusahaan investasi milik pendiri Microsoft Bill Gates telah berinvestasi sebesar 80 juta dollar AS.

Investasi ini digunakan untuk mengembangkan sebuah kawasan berteknologi tinggi di luar kota Phoenix, Arizona, AS.

Mengutip CNN Money, Selasa (14/11/17), sebuah kawasan di Belmont akan dirancang memiliki jaringan berkecepatan tinggi, kendaraan swakemudi, jaringan digital berkecepatan tinggi, pusat data, teknologi manufaktur baru, dan pusat logistik otomatis.

Namun demikian, belum jelas seberapa besar Gates akan terlibat dalam rencana ini.

Gates adalah pemilik perusahaan investasi Cascade Investment yang menanamkan modal pada rencana tersebut. Proyek ini akan dipimpin oleh grup investasi Belmont Partners.

Kawasan tersebut kabarnya akan serupa dengan kawasan di dekat Tempe, Arizona yang memiliki populasi 182.000 jiwa.

"Mewujudkan infrastruktur masa depan dari nol sangat jauh lebih mudah dan lebih hemat biaya ketimbang membentuk dari yang sudah ada," kata Grady Gammage juru bicara perusahaan.

Arizona sendiri memiliki reputasi sebagai negara bagian yang ramah teknologi. Beberapa pemain besar dalam industri kendaraan swakemudi, seperti Waymo, Uber, dan Intel, melakukan uji coba atas inovasi mereka di negara bagian tersebut.

Tren pengembangan kota pintar telah meraih momentum sejalan dengan pergeseran fokus Silicon Valley ke inovasi transportasi seperti kendaraan swakemudi dan layanan berbagi kendaraan (ridesharing).

Menurut Gammage sendiri, pengembangan kota pintar ini merupakan investasi yang sangat lama dan penuh kesabaran. (kompas.com)

Timnas Italia gagal ke Piala Dunia 2018 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Swedia pada lag kedua babak playoff di Stadion San Siro, Milan, Senin (13/11) malam waktu setempat.

Hasil imbang di Stadion San Siro membuat timnas Swedia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 dengan keunggulan 1-0 atas Italia di babak playoff zona Eropa.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah fakta menarik usai timnas Italia gagal ke putaran final Piala Dunia 2018:

1. Timnas Italia untuk kali pertama sejak 1958 gagal melaju ke Piala Dunia. Pada 1958 ajang Piala Dunia digelar di Swedia.

2. Timnas Italia untuk kali ketiga gagal melaju ke putaran final Piala Dunia. Sebelum 2018, Gli Azzurri juga gagal ke Piala Dunia 1930 dan 1958.

3. Timnas Swedia untuk kali ke-12 tampil di Piala Dunia, setelah kali terakhir tampil di Piala Dunia 2006 ketika Italia menjadi juara dunia.

4. Kegagalan timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2018 membuat kiper sekaligus kapten tim, Gianluigi Buffon, gagal menjadi pemain pertama yang tampil di enam putaran final Piala Dunia.

5. Setelah 7.320 hari berlalu sejak melakoni debut bersama timnas Italia pada 1997, Gianluigi Buffon telah mengoleksi 175 caps bersama Gli Azzurri.

6. Setidaknya ada empat pemain yang akan pensiun dari timnas Italia setelah gagal ke Piala Dunia 2018: Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, dan Giorgio Chiellini. (cnnindonesia.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan memiliki 'hubungan baik' dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah keduanya bertemu di Manila, di sela-sela pertemuan puncak ASEAN, Senin (13/11).
"Kami memiliki hubungan baik. (Pertemuan ini) amat berhasil. Kami melakukan banyak pertemuan dengan para pemimpin lain," kata Trump.
Pertemuan keduanya dibayang-bayangi kebijakan keras Duterte untuk memberantas peredaran narkoba, yang sudah menewaskan sekitar 4.000 terduga pengedar narkoba dan dikritik para pegiat hak asasi.
Namun Presiden Trump tidak menjawab pertanyaan para wartawan yang menanyakan apakah keduanya membahas masalah hak asasi.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, belakangan mengatakan topik itu disebut singkat saat pertemuan pribadi keduanya dalam konteks perang melawan narkoba namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Namun juru bicara Presiden Duterte, Harry Roque, dalam peryataan kepada para wartawan menegaskan masalah hak asasi manusia tidak diangkat.

"Presiden menjelkaskan panjang lebar tentang perang melawan narkoba, Presiden Trump tampak menghargai upayanya. Tidak ada komentar tentang perang melawan narkoba, yang ada seperti kralifikasi tentang pengedar narkoba yang telah ditangkap," jelas Roque.
Dia menggambarkan hubungan Trump dan Duterte sebagai 'hangat, bersahabat, dan terus terang' dengan menambahkan keduanya memilliki perasaan yang sama atas mantan Presiden Barack Obama.

Presiden Duterte beberapa kali mengejek Presiden Obama, yang mengecam kebijakan yang memungkinkan aparat keamanan Filipina menembak mati para terduga pengedar narkoba.
Duterte antara lain pernah menjuluki Obama sebagai 'anak pelacur' pada September lalu dan sempat pula menyatakan berpisah' dari Washinton seteah dia bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing, pada bulan Oktober.

Sementara Presiden Trump dilaporkan pernah memuji perang yang dilancarkan Duterte untuk menghadapi para pengedar narkoba.
"Saya hanya ingin mengucapkan selama kepada Anda karena saya mendengar tentang pekerjaan Anda yang tidak bisa dibayangkan dalam masalah narkoba. Banyak negara yang menghadapi masalah itu, kami punya masalah tersebut, namun yang Anda lakukan hebat."
Transkrip pembicaraan telepon kedua pemimpin pada 29 April itu kemudian bocor ke media di Amerika Serikat.

Trump dan para pemimpin yang menghadiri pertemuan puncak ASEAN sudah bertemu dalam acara makan malam di Manila dan di sana Presiden Duterte tampil menyanyikan sebuah lagu cinta Filipina yang populer.
Setelah membawakan lagu tersebut, Duterte mengatakan 'atas perintah komandan puncak Amerika Serikat'.
Kunjungan Presiden Trump ke Manila diwarnai aksi unjuk rasa, Minggu maupun Senin, yang antara lain memajang spanduk bertuliskan 'Trump Pulanglah' dan 'Larang Trump #1 teroris'.
Polisi sampai menggunakan meriam air dan juga bel sonik untuk membubarkan para pengunjuk rasa. (bbcindonesia.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak terima diejek 'tua' oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Dia lantas mencurahkan isi harinya di Twitter.

Presiden berusia 71 tahun itu mempertanyakan hinaan tersebut dan menyindir Jong-un sebagai lelaki pendek dan gendut.

Trump bahkan secara sarkastis mengaku telah berupaya berteman dengan Jong-un di tengah ketegangan antara kedua negara akibat ambisi nuklir Korea Utara yang semakin mengkhawatirkan.

"Kenapa Kim Jong-un menghina saya dengan memanggil saya 'tua' saat saya tidak pernah menyebut dia 'pendek dan gendut'?" Saya sudah mencoba segigih mungkin untuk menjadi temannya [Jong-un], dan mungkin suatu saat itu akan terjadi," tutur Trump melalui akun Twitternya pada Minggu (12/11).

Kicauan Trump itu muncul menanggapi pernyataan Korut sebelumnya yang menyebut dia sebagai "penghancur yang tengah mengemis agar perang nuklir terjadi". Pyongyang juga menyebut Trump sebagai "dotard", kata dalam bahasa Inggris yang berarti orang sangat tua dan rentan.

Selama kunjungan ke Asia, Trump dianggap kerap melontarkan pernyataan yang menyerang Korut. Dia bahkan meminta negara sekutu di kawasan untuk mengisolasi Korut agar dapat menyetop pengembangan senjata nuklir negara itu.

Kicauan Trump di Tiwtter muncul tak lama usai dirinya menghadiri konferensi tingkat tinggi Forum Kerja Sama Asia-Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam.

Kepada wartawan di Vietnam, Trump juga sempat mengisyaratkan bahwa peluang dirinya bersahabat dengan Kim Jong-un tetap ada, meski keduanya telah lama bermusuhan hingga saling melontarkan ancaman perang.

"Hal-hal aneh bisa saja terjadi dalam heidupan, tentu saja itu [bersahabat dengan Jong-un] adalah sebuah kemungkinan," papar Trump sebagaimana dikutip CNN.

"Akan menjadi hal yang baik bagi Korut, dan juga bagi tempat lainnya, bahkan dunia, jika hal itu terjadi. Tentunya, ini [persahabatan] adalah sesuatu yang bisa terjadi. Saya tidak tahu akan apakah akan terjadi, tapi akan sangat baik jika menjadi kenyataan," tuturnya menambahkan.

Lawatan Trump di Vietnam menjadi bagian dari rangkaian tur 12 harinya di Asia. Isu Korut pun menjadi isu utama yang dibawa Trump saat berkunjung Jepang, Korea Selatan, dan China beberapa hari lalu.

Di Jepang, Trump bersama Perdana Menteri Shinzo Abe sepakat menjatuhkan sanksi baru bagi Korut. Sementara di hadapan parlemen Korsel, Trump memperingatkan Kim Jong-un untuk tidak meremehkan dan menantang negaranya dengan senjata nuklir.

"Senjata yang Anda dapatkan tidak membuat Anda lebih aman, senjata-senjata itu hanya menempatkan rezim Anda dalam bahaya. Setiap langkah yang Anda ambil di jalan yang gelap ini meningkatkan bahaya yang Anda hadapi," ucap Trump merujuk pada Korut dalam pidatonya. (cnnindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM