Pertandingan El Clasico di Camp Nou kemarin boleh saja berjalan panas, tapi situasi jadi dingin setelah laga usai. Setidaknya hal itu yang ditunjukkan oleh kapten masing-masing tim; Andres Iniesta dan Sergio Ramos.

Laga antara Barcelona melawan Real Madrid kemarin memang menjadi laga El Clasico terakhir bagi Iniesta. Setelah laga usai, Iniesta memberikan hadiah kepada Ramos berupa jersey yang dipakainya dalam pertandingan itu.

Iniesta menulis pesan dalam jersey yang diberikannya kepada Ramos itu. "Untuk teman saya Sergio, untuk banyak momen kita bersama dan juga sebagai rival. Terima kasih dan semoga sukses."

Lewat akun Twitter-nya, Ramos pun memamerkan hadiah yang didapatnya itu. Ia menegaskan bahwa El Clasico kemarin adalah milik Iniesta. "Di luar yang terjadi di lapanganlaga tadi malam akan dikenang sebagai El Clasico-nya Iniesta. Kamu akan dirindukan, teman."

Laga kemarin berakhir imbang dengan skor 2-2. Barca bisa unggul dua kali lewat Luis Suarez dan Lionel messi namun Madrid bisa menyamakan kedudukan lewat Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. (bola.net)

Presiden Donald Trump memutuskan tidak akan menghadiri pembukaan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Gedung Putih mengatakan bahwa delegasi AS akan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri, John Sullivan. Anggota delegasi terdiri dari Menteri Keuangan, Steve Mnuchin, dan putri Trump, Ivanka, bersama suaminya, Jared Kushner.

Upacara peresmian Kedubes tersebut akan berlangsung pada 14 Mei, bersamaan dengan 70 tahun berdirinya negara Israel.

Dalam beberapa hari belakangan Trump sempat memberi isyarat akan menghadiri pembukaan kedutaan namun kini sudah pasti dia tidak akan datang.

Keputusan Presiden Trump memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu kemarahan di kalangan warga Palestina dan sejumlah negara Islam.

Sebelumnya Amerika Serikat hanya memiliki kantor konsulat jenderal di Yerusalem.

Status Yerusalem merupakan inti dari konflik Israel-Palestina.

Israel memandang Yerusalem sebagai ibu kota 'abadi yang tidak dipisahkan' sementara Palestina menganggap Yerusalem Timur -yang diduduki Israel dapam perang tahun 1967- merupakan ibu kota negara masa depan mereka.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional dan menurut kesepakatan damai Israel-Palestina tahun 1993, status akhir Yerusalem akan dibahas pada tahap akhir dari perundingan damai.

Sejak tahun 1967, Israel membangun belasan kawasan pemukiman -yang menjadi tempat tinggal 20.000 umat Yahudi- di Yerusalem timur. Pemukiman tersebut dipertimbangkan ilegal di bawah hukum internasional walau Israel menentang pandangan itu.

Pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, sebelumnya menyebut bahwa rencana untuk meresmikan kedubes AS di Yerusalem sebagai 'provokasi terang-terangan'.

Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memujinya dengan menyebut sebagai 'hari besar bagi rakyat Israel'. (bbcindonesia.com)

Ronny Gani, salah satu animator asal Indonesia yang mengerjakan efek visual film Avengers: Infinity War, mengatakan, tantangan tersulit dari tugasnya adalah memenuhi harapan penonton.

"Untuk proyek ini tantangannya itu ekspektasi dari audience sangat tinggi terhadap proyek ini sebagai sebuah produk film," kata Ronny kepada Kompas.com dalam wawancara eksklusif di Marina Bay Sands, Singapura, baru-baru ini. Selain Ronny, ada pula Renald Taurusdi yang menjabat sebagai Creator Technical Director di Industrial Light & Magic, anak perusahaan Lucas Animation yang menggarap efek visual Avengers: Infinity War. Ronny dan Renald beserta tim harus memastikan efek visual dan animasi yang mereka kerjakan bisa tersampaikan dan sesuai harapan penonton. "Kami juga harus memastikan filmmaker puas atas apa yang kami produksi," ucap Ronny yang pernah menjadi tim animator untuk Avengers: Age of Ultron. Selain itu, lanjut Ronny, ada banyak dinamika selama mengerjakan film Infinity War arahan sutradara Joe dan Anthony Russo. Kerja kreatif yang mereka lakukan tak semulus kelihatannya. Terkadang hasil pekerjaan Ronny, Renald, dan tim diterima. Namun karya mereka tak jarang pula kurang memuaskan bagi sutradaranya. "Karena ini sangat kreatif, prosesnya enggak linear. Tapi prosesnya selalu akan organik, kadang udah diterima, dua hari kemudian di-recall lagi. Tapi itu semua punya goal satu yaitu to make the product the film to be as good as it get. Dan kami semua satu komando menuju goal itu," ucap Ronny. "Kami memberikan kontribusi terbaik untuk film ini karena memang proyek sangat besar ini mereka ingin memberikan storytelling yang terbaik. Bagaimana audience bisa enjoy, jadi prosesnya sangat dinamis," timpal Renald.

Paling menyenangkan

Kendati menggarap efek visual dan animasi itu sulit dan banyak tantangannya, Ronny dan Renald sepakat bahwa bagian paling menyenangkan adalah ketika menyaksikan film yang mereka kerjakan diterima dengan baik. "Yang paling menyenangkan saat saya melihat kerjaan saya di layar bioskop, itu rasanya puas. Saya tahu pas mengerjakan itu saya sudah memberikan yang terbaik. Jadi pada akhirnya melihat di layar bioskop itu sangat puas," ucap Renald. Apalagi ketika bisa melihat langsung reaksi penonton terhadap karya mereka. "Memang seperti imbalannya, rasa ketika melihat reaksi orang waduh rasanya seneng, puas. Berarti kerjanya bagus, berhasil kerjanya karena orang suka," ujar Renald. "Waktu pertama kali saya terlibat di proyek efek visual, saya melihat reaksi penonton di bioskop. Enggak sengaja sih, saya lagi nonton, terus saat bagian yang kerjaan saya muncul di layar, saya enggak lihat ke layar, tapi lihat ke audience," timpal Ronny. "Merhatiin ekspresi, gesture dan reaksi mereka seperti apa. Dan itu yang bikin saya sadar bahwa kerjaan saya ditonton oleh jutaan orang dan itu pengalaman yang saya rasain," sambungnya.

Ronny sebelumnya pernah mengerjakan animasi untuk film-film blockbuster Hollywood. Di antaranya, film Pacific Rim (2013), Transformers: Age Of Extinction (2014), Avengers: Age Of Ultron (2015), Warcraft (2016), The Great Wall (2017), dan Ready Player One (2018). Sama halnya dengan Ronny, Renald juga sudah berpengalaman mengerjakan film-film kenamaan. Sebut saja film Jurassic World (2015), Warcraft (2016), Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows (2016), Star Wars: The Last Jedi (2017), Kong: Skull Island (2017), sampai yang terbaru film Ready Player One (2018). (kompas.com)

Striker Karim Benzema menyamai rekor gol Lionel Messi di semifinal Liga Champions setelah membawa Real Madrid lolos ke final usai menyingkirkan Bayern Munchen dengan skor agregat 4-3.

Dalam leg kedua semifinal di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (1/5) waktu setempat, Madrid ditahan imbang Munchen 2-2. Namun, di leg pertama El Real menang 2-1 di kandang Muenchen, Allianz Arena.

Dua gol Madrid di leg kedua semifinal dicetak Karim Benzema pada menit ke-11 dan 46'. Sementara gol Munchen dicetak Joshua Kimmich (3') dan James Rodriguez (63').

Gol-gol Benzema tersebut bisa menjadi pembuktian penyerang 30 tahun itu kepada para pengkritiknya. Di musim ini Benzema kesulitan mencetrak gol. Total hanya 11 gol dibuatnya di sepanjang musim ini. Meski begitu, dua golnya di semifinal sukses membuat Benzema menjadi pahlawan Si Putih karena mengantarkan klub tersebut ke final Liga Champions.

Dengan tambahan dua gol tersebut Benzema total sudah mencetak empat gol di semifinal. Dikutip dari Marca, pencapaian Benzema tersebut menyamai catatan gol Lionel Messi di Liga Champions.

Gol pertama Benzema di semifinal Liga Champions terjadi pada musim 2012/2013 ketika membobol gawang Borussia Dortmund.

Penyerang asal Perancis itu melanjutkan catatannya di empat besar Liga Champions dengan mencetak gol ke gawang Munchen di semifinal 2013/2014. Setelah itu Madrid dua kali mencapai semifinal (2015/2016 dan 2016/2017), tapi Benzema gagal menyarangkan bola ke gawang lawan.

Sementara, Lionel Messi mencetak empat gol tersebut di dua laga semifinal. Pertama saat membobol dua gol ke gawang Real Madrid pada 2010/2010, dan dua gol lainnya dibukukan Messi ke gawang Munchen pada musim 2014/2015.

Kendati demikian, rasio gol Benzema masih lebih baik dibanding milik Messi. Pasalnya, Benzema mencetak empat gol dalam total 12 laga semifinal. Itu berarti Benzema memiliki rata-rata 0,33 gol per pertandingan semifinal.

Sedangkan Messi mencetak empat gol itu dalam 13 laga semifinal, yang berarti rasio gol penyerang Barca itu di setiap laga semifinal hanya 0,3 gol. (cnnindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM