Hujan deras yang melanda beberapa daerah di bagian barat Jepang sejak Kamis (5/7) hingga Minggu (8/7) menimbulkan banjir dan longsor yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

Jumlah korban sampai Senin (9/7) pagi sebagaimana disebutkan keterangan resmi pemerintah Jepang yang dikutip kantor berita AFP, telah mencapai 75 orang.

Adapun sejumlah media setempat, seperti NHK, melaporkan bahwa total korban meninggal dunia sudah mencapai 88 orang dan 58 lainnya belum diketahui keberadaannya.


Dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (8/7), Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan regu penyelamat kini "berpacu dengan waktu".

"Masih banyak orang hilang dan lainnya yang memerlukan pertolongan," ujarnya.

Sebanyak 50.000 orang yang terdiri dari petugas tanggap darurat, polisi, dan personel militer telah dikerahkan ke daerah-daerah yang diterjang banjir serta longsor, terutama di Prefektur Hiroshima dan Okayama.

Selain mencari para korban yang terperangkap, mereka turut membantu evakuasi nyaris sebanyak dua juta orang dari rumah masing-masing.

 

Salah satu kota yang paling parah dilanda banjir adalah Kurashiki di Prefektur Okayama.

Di Rumah Sakit Mabi Memorial yang dikelilingi banjir, misalnya, para staf dan pasien dikeluarkan dari tempat itu oleh para tentara dengan menggunakan perahu-perahu.

"Saya sangat berterima kasih kepada regu penyelamat. Saya merasa lega telah dibebaskan dari tempat yang gelap dan aroma busuk," kata Shigeyuki Asano, pasien berusia 79 tahun yang menghabiskan semalaman di rumah sakit tanpa listrik dan air.



Tapi tak semua kisah berakhir bahagia. Seorang bocah perempuan berusia tiga tahun ditemukan tewas oleh regu pencari setelah rumah keluarganya ditimpa longsor di Prefektur Hiroshima.

"Rasanya menyakitkan. Saya punya cucu perempuan yang usianya sama. Jika yang meninggal cucu saya, saya tidak akan bisa berhenti menangis," ujar seorang pria lanjut usia yang menyaksikan upaya pencarian di dekat lokasi kejadian.

Korban meninggal dunia maupun cedera diperkirakan akan bertambah selagi hujan deras bakal terus mengguyur sebagian daerah Jepang.

Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang mengatakan, "Situasinya masuk pada tahap bahaya ekstrem." (BBC Indonesia)

Curah hujan sangat ekstrem 383 mm/hari sejak hari Senin (27/11) sebagai dampak dari siklon tropis Cempaka menyebabkan banjir sedalam 2,6 meter dan tanah longsor.
Siklon ini untuk pertama kalinya berada sangat dekat dengan pesisir selatan Jawa dan telah menewaskan setidaknya 19 orang di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur, menurut data yang dikeluarkan juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Rabu (29/11).
Salah seorang penyelamat Badan SAR Nasional (BASARNAS) yang telah bertugas sejak hari Selasa (28/11) di Pacitan, Jawa Timur, adalah Yoni Fariza yang harus melewati berbagai rintangan seperti pohon rubuh dan banjir untuk menyelamatkan para korban.
Yoni mengatakan, pada sekitar pukul 17.00, ia dan timnya menemukan seorang nenek berumur 70-an tahun berdiri di atas lemari di balkon lantai dua rumah mereka, berpegangan ke dinding. Kedua orang ini telah terjebak di banjir selama sekitar empat jam.

Tim menemukannya karena kedua penduduk Pacitan ini menggunakan sinar senter sebagai isyarat meminta pertologan. Mereka diselamatkan bersama-sama dengan warga, dibawa dengan perahu karet ke pos pengungsian.

Gas rumah kaca
Siklon ini terjadi karena terjadinya pemanasan global akibat kegiatan manusia mengeluarkan karbondioksida dan penggundulan hutan, kata Ramlan, kepala bidang prediksi dan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Pemanasan itu tentunya dari segala sesuatu yang kita di darat, misalnya kita menggunakan alat-alat transportasi, banyak gas-gas rumah kaca. Artinya masih banyak karbondioksida yang masih terkungkung atau masih bertebaran di wilayah atmosfir ini, sehingga udara atau pun tekanan yang ada di wilayah atmosfir ini termampatkan, dan sehingga tidak bisa menguapkan atau memantulkan massa udara kembali ke atas, sehingga pemanasan ini sangat cepat sekali," jelas Ramlan.
Dia menambahkan siklon Cempaka sudah mulai melemah, menjauhi daratan Jawa. Berdasarkan pantauan BMKG terdapat bibit siklon lain yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia pada 500 km arah barat daya Bengkulu.

Emas dan tembaga?
Dalam enam tahun terakhir, wilayah selatan Jawa Timur dipandang telah mengalami beban kerusakan paling tinggi, tetapi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral tetap mengeluarkan wilayah usaha pertambangan mineral.
Kegiatan pertambangan yang dilakukan di Pacitan, seperti tembaga dan emas, memang masih belum bisa dipastikan secara langsung menjadi penyebab kerusakan lingkungan.
Tetapi secara umum aktivitas ini mungkin saja menjadi pemicunya, kata Rere Kustanto, direktur WALHI Jawa Timur.
"Di wilayah selatan yang secara karakteristik sudah tinggi ancaman bencananya, kemudian didorong menjadi wilayah pertambangan, salah satunya, tentu saja akan makin memperburuk kerusakan lingkungan yang ada di situ, sehingga kualitas lingkungannya menjadi lebih rendah, yang mengakibatkan juga ancaman, tingkat risiko bencananya lebih tinggi ketimbang wilayah-wilayah lain," kata Rere.

Pohon, air dan kebersihan
Jadi apa yang bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi bencana alam akibat pengrusakan lingkungan hasil kegiatan manusia?
1. Menggunakan air dengan hemat.
2. Menanam pohon untuk menghirup atau menghisap karbondioksida.
3. Memelihara lingkungan bantaran kali.
4. Tidak membuang sampah sembarangan.
5. Menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bencana.
6. Mengkaji daya tampung alam.
7. Kawasan konservasi benar-benar diterapkan.
8. Pengurangan pertambangan di lahan kritis.

(bbcindonesia.com)

Hujan lebat yang mengguyur sejak pagi menyebabkan jalan-jalan di Kota Jeddah, Arab Saudi tergenang banjir, Selasa (21/11). Akibat banjir sejumlah aktivitas warga Jeddah terganggu. Sekolah-sekolah dan universitas pun diliburkan.

Menurut situs berita Saudi Gazette, Kantor Badan Meteorologi dekat Bandara Internasional King Abdul Aziz disambar petir. "Beberapa peralatan rusak, tapi kantor masih berfungsi, mengirim dan menerima laporan cuaca," tulis Saudi Gazette.

Kepala Hubungan Masyarakat Bandara Jeddah, Turki Al-Deeb menyatakan tidak ada penerbangan yang terganggu akibat hujan.

"Hanya lima penerbangan yang ditunda karena beberapa penumpang dan awak tidak dapat mencapai bandara tepat waktu," kata Al-Deeb. Dia menambahkan tidak ada penerbangan yang dialihkan.

Surat kabar berbahasa Arab, Okaz melaporkan atap pengadilan Jeddah bocor saat hujan lebat. Berdasarkan rekaman video yang diterima Okaz, air mengucur dari langit-langit gedung pengadilan. Sesi persidangan pun ditunda, bukan karena atap yang bocor, melainkan lantaran banyak orang tidak dapat hadir di persidangan tepat waktu.

Polisi Jeddah menerima sedikitnya 11 ribu panggilan telepon darurat 911. Sebagian besar dari telepon berasal dari warga yang menanyakan jalan-jalan alternatif yang tidak tergenang banjir serta kondisi cuaca.

Sejumlah kamera lalu lintas terpaksa dimatikan karena kondisi jalan dan kemacetan lalu lintas.

Emir Mekkah, Pangeran Khaled Al-Faisal, mengikuti perkembangan banjir dan hujan di Pusat Krisis dan Bencana sejak pagi hari.

Pelabuhan Kota Jeddah sempat ditutup selama tiga jam lantaran kondisi cuaca.

Tiga orang sempat terjebak di Terowongan Al-Salam, berhasil diselamatkan oleh aparat pertahanan sipil. Empat orang berhasil diselamatkan di Rabi, setelah terjebak di Lembah Al-Abwa, sekitar 214 kilometer dari Jeddah.

Sejumlah jalan utama dan terowongan di Jeddah ditutup demi keaamanan. Terowongan yang ditutup antara lain satu antara Jalan Palestina dengan Jalan Pangeran Majed, Jalan Hira dengan Jalan Pangeran Majed, dan Jalan Raja Fahad dengan Jalan Raja Abdullah, Al-Salam dan perempatan Jalan Raja Abdullah-Jalan Madinah.

Pemerintah Kota Jeddah mengimbau keluarga untuk tidak berpiknik di lembah-lembah dan dataran rendah. Kota tersebut menyediakan 1.600 pekerja dalam dua shift dan 512 peralatan untuk mengatasi banjir di 14 wilayah. (cnnindonesia.com)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan bencana banjir yang sering berulang di Kabupaten Bandung.

Wilayah tersebut, khususnya daerah Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah, memang "sudah terbiasa" dilanda banjir. Pada awal Maret 2017 lalu, misalnya, warga di daerah-daerah itu kembali mengalami bencana banjir. 

Terkait hal itu, Ridwan Kamil pun memberi cara pemecahan masalah dari sudut pandangnya, meski problem tersebut bukan sebagai kapasitasnya karena posisinya sebagai wali kota.

Pria yang akrab disapa Emil tersebut menawarkan dua cara untuk menuntaskan atau mengatasi masalah banjir itu, yakni dari sisi manajemen organisasi dan engineering atau teknik pekerjaan.  

"Solusi pertama ialah ada manajemen organisasi di Bandung Raya. Langkah pertama, saya akan buat itu dulu agar ada alokasi dana (untuk menyelesaikan masalah banjir)," ujar Emil saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Senin (15/5/2017).

Selain itu, pria lulusan ITB ini pun mengungkapkan solusinya dari sisi teknik pekerjaan. Emil mempunyai teori bahwa yang namanya air itu mau dibentuk apa pun volumenya tidak akan berkurang.

Karena itu, dia berencana membuat sistem "parkir air".

"Yang kedua, solusi engineering. Saya mau bikin parkir air sebanyak-banyaknya," ucap Emil. 

"Sistemnya receh-receh (kecil-kecil) dengan maksud untuk menahan airnya disebar-sebar dulu, baru nanti volume ke daerah Baleendah atau Dayeuhkolot-nya (daerah terbiasa banjir) tidak begitu besar," tuturnya.

Untuk saat ini, soal parkir air, Emil mengaku hal itu tidak bisa dibuat di Kota Bandung karena lahannya sudah habis. 

"Namun, markir airnya tidak bisa di Bandung karena lahan habis. Mau beri ide ke kota lain, tetapi kapasitas saya wali kota Bandung. Kira-kira begitu," ujar Emil. (kompas.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM