Kepala Polisi Nasional Filipina (PNP), Oscar Albayalde, menolak berbagai desakan untuk memberikan tambahan pengamanan kepada para pejabat terpilih meskipun terjadinya pembunuhan tiga wali kota dan wakil wali kota dalam seminggu.

Dia mengatakan pembunuhan tersebut belum tentu berkaitan dan polisi akan kehabisan sumber daya jika harus menyediakan tambahan pengamanan.

"Tidak ada yang perlu ditakutkan karena (pembunuhan) ini tidak sistematis. Tidak terlihat adanya pola (pembunuhan)," kata Oscar Albayalde seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Sebelumnya juru bicara PNP, Benigno Duran mengatakan kepada Radyo Inquirer bahwa kemungkinan berbagai pembunuhan ini terkait dengan masalah politik.

"Sepertinya berdasarkan hipotesa pendahuluan para penyelidik kami, sejumlah pembunuhan ini terkait dengan politik karena sebentar lagi masa kampanye akan dimulai. Karena para korban adalalah politikus dan orang-orang yang ingin masuk ke dunia politik, sepertinya ada kecenderungan, berdasarkan pengalaman setahun ini," kata Benigno Duran pada hari Minggu (08/07).

Pada hari Senin (02/07) Wali kota Tanauan City, Antonio Halili, ditembak mati saat upacara pengibaran bendera.

Sehari kemudian, Ferdinand Bote, Wali Kota General Tinio, Nueva Ecija, tewas di dalam kendaraannya karena tembakan 18 peluru. Dan di hari Sabtu, Wakil Wali Kota Trece Martires, Alexander Cruz Lubigan mati ditembak.

Pengecam Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan perang melawan narkoba yang dilakukan pemerintah yang menggunakan kekerasan membuat terjadinya aksi berbagai kelompok main hakim sendiri.

"Duterte yang memicu hal ini lewat berbagai pernyataaannya. Pemerintah Duterte memperkuat pembunuhan kelompok milisi," kata juru bicara Amnesty International untuk Filipina, Wilnor Papa, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

 

Menurut catatan polisi, puluhan orang tewas karena "kekerasan terkait pemilu" pada kampanye pemilu bulan Mei 2016.

Paling tidak 10 wali kota terbunuh sejak Duterte berkuasa.

Pemerintah mengakui lebih dari 4.200 orang terduga narkoba dibunuh karena menolak penangkapan, tetapi sejumlah kelompok HAM menyatakan jumlahnya paling tidak tiga kalinya dan ini merupakan suatu kejahatan terhadap kemanusiaan. (BBC Indonesia)

Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, memastikan Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga uji tanding pada Maret mendatang.

Tim Merah Putih rencananya akan bertandang menghadapi Singapura pada 21 Maret dan Filipina pada 25 Maret.

Joko menjelaskan laga uji tanding merupakan bagian dari persiapan anak asuh Luis Milla menuju Asian Games 2018.

"Labelnya memang timnas senior, tetapi ini dalam misi menuju Asian Games 2018," ujar Joko seperti dikutip dari Antara.

Melalui dua laga menghadapi negara tetangga tersebut, PSSI berharap Timnas Indonesia dapat memperbaiki posisi di daftar peringkat FIFA.

Berdasarkan data termutakhir, Indonesia berada di posisi 160, sementara Singapura di posisi 173 dan Filipina di peringkat 123.

Setelah pertandingan persahabatan FIFA tersebut, Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding di turnamen bertajuk 'Anniversary Cup' pada 27 April-6 Mei 2018 yang digelar dalam rangka perayaan ulang tahun PSSI ke-88.

Kejuaraan internasional itu diikuti oleh empat negara termasuk Indonesia. Negara lain yang sudah memastikan ikut adalah Malaysia dan Bahrain, sementara satu negara lain sedang dalam konfirmasi.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, belum mengonfirmasi lokasi pertandingan. Kemungkinan kejuaraan yang diproyeksikan sebagai pengganti test event Asian Games yang seharusnya berlangsung Februari 2018 itu berpeluang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau di salah satu stadion yang berlangsung di Jawa Timur.

Sementara untuk Timnas Indonesia U-19 yang dilatih Bima Sakti, PSSI memastikan akan ada agenda uji coba melawan Barito Putera pada 24 Februari 2018 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. (cnnindonesia.com)

MARAWI - Militer Filipina mengklaim telah menewaskan 89 anggota kelompok militan Maute dalam baku tembak selama sepekan di kota Marawi, Mindanao.

Meski demikian, kelompok militan Maute masih memberikan perlawanan sengit hingga Rabu (31/5/2017).

Sejumlah helikopter serbu berulang kali menembakkan roket ke arah kantung-kantung persembunyian militan di Marawi.

Juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla mengatakan, pemimpin kelompok militan Isnilon Hapilon berhasil meloloskan diri tetapi diyakini masih berada di Marawi.

"Pasukan kami membuat kemajuan positif dalam mengakhiri krisis yang sudah menewaskan 21 personel keamanan dan 19 warga sipil ini," ujar Padilla.

Padilla mengakui, masih banyak warga sipil yang terjebak di 10 persen wilayah kota yang masih dikuasai militan Maute.

"Wilayah 10 persen itu adalah yang paling dijaga ketat dan dipertahankan. Kami tak tahu berapa jumlah anggota militan yang tersisa," tambah Padilla.

Dia menambahkan, kelompok militan Maute mendapatkan tambahan kekuatan dari para narapidana yang kabur dari penjara di masa-masa awal penyerbuan kota Marawi.

Sementara itu, Zia Alonto Adiong, juru bicara provinsi Lanao del Sur mengatakan, setidaknya 2.000 orang warga masih terjebak di dalam kota Marawi.

Militan Maute juga menyandera seorang pastor dan 14 orang lainnya di masa-masa awal krisis ini.

Video pastor yang disandera itu muncul di media sosial pada Selasa (30/5/2017) yang kembali menyampaikan tuntutan penyandera sembari menambahkan terdapat sekitar 240 orang yang kini ditawan.

"Video itu nampaknya otentik," kata Padilla sambil menambahkan para pakar kini masih berusaha melakukan verifikasi.

Padilla menekankan, video itu disebar untuk keperluan propaganda dan sang pastor berbicara di bawah tekanan dan pastor itu tak tahu seberapa banyak orang yang ditawan. (kompas.com)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan hukum darurat perang di Pulau Mindanao, Filipina selatan, menyusul pertempuran antara pasukan militer dan kelompok pemberontak.

Sesuai dengan undang-undang di Filipina, darurat militer diberlakukan selama 60 hari, ketentuan maksimal untuk satu tahap pemberlakuan darurat militer. Presiden Duterte mengambil keputusan itu ketika mengadakan kunjungan ke Moskow, Rusia, pada Selasa (23/05).

"Mulai pukul 22:00 waktu Manila, Duterte menyatakan keadaan perang di seluruh Pulau Mindanao," kata juru bicara presiden, Ernesto Abella, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Ditambahkannya Presiden Duterte akan mempersingkat lawatannya di Rusia dan pulang ke Filipina.

Pertempuran pecah di Kota Marawi ketika pasukan keamanan memburu seorang pemimpin milisi yang dicari Amerika Serikat. Sosok yang diburu itu berasal dari kelompok pemberontak Maute yang dilaporkan memiliki hubungan dengan kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Polisi dan tentara menggerebek sebuah rumah di Marawi yang diyakini digunakan sebagai tempat persembunyian Isnilon Hapilon, seorang pemimpin kelompok pemberontak dan juga pentolan ISIS di Filipina. Tiga aparat keamanan dilaporkan tewas dalam aksi tersebut.

Mindanao menjadi basis sejumlah kelompok pemberontak Muslim yang menuntut otonomi lebih luas.

Beberapa kelompok pemberontak lain telah menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM