Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada empat tokoh Indonesia.

Upacara penganugerahan gelar pahlawan itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2017).

Penganugerahan gelar pahlawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Keempat tokoh yang mendapat gelar pahlawan berasal dari empat provinsi yang berbeda.

Mereka adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Semua plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan oleh Presiden Jokowi kepada para ahli waris.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Supriyatno mengatakan, penganugerahan gelar pahlawan nasional ini memperhatikan petunjuk Presiden.

Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pasal 26 tentang syarat khusus untuk gelar diberikan kepada seorang yang telah meninggal dan semasa hidupnya melakukan sejumlah hal.

Pertama, pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan.

Ketiga, melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya.

Keempat, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.

Kelima, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa.

Keenam, memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.,

Terakhir, melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional. (kompas.com)

Rafael Nadal menggambarkan "kegembiraannya" ketika memenangi gelar juara kesepuluh Turnamen tenis Prancis Terbuka setelah menundukkan unggulan ketiga asal Swiss, Stan Wawrinka di final.

Petenis Spanyol yang berusia 31 tahun itu unggul dengan angka 6-2, 6-3, 6-1 untuk meraih gelar kesepuluh atau La Decima di Ronald Garros, dari 15 total gelar juara yang diraihnya di berbagai turnamen Grand Slam lainnya.

Selain memenangi 10 kali juara Prancis Terbuka, Nadal meraih juara Australia Terbuka sebanyak satu kali, dan dua kali juara Wimbledon, serta dua kali memenangi Turnamen Amerika Serikat Terbuka.

Nadal mengatakan dirinya tidak bisa membayangkan kesuksesannya ini ketika kali pertama memenangi turnamen tanah lihat ini 12 tahun silam.

Dia mengatakan: "Pada 2005, saya berpikir bahwa pada 2017 saya akan memancing ikan di kapal saya di Mallorca."

Nadal menambahkan: "Saya sama sekali tidak pernah berpikir bahwa saya akan memiliki karir yang begitu lama dan memenangkan banyak turnamen."

Dalam final yang digelar di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Minggu (11/6/2017) malam WIB, Nadal mengalahkan lawannya dalam dua jam lima menit.

Nadal mengalahkan petenis Swiss, Stan Wawrinka dengan tiga set langsung.

"Turnamen ini sangat spesial buat saya, dan sejujurnya ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya. "Dan, percayalah, saya sangat senang karena saya yang melakukannya."

Menurutnya, jika dia mampu melakukannya, orang lain pasti bisa melakukannya.

"Tapi," sambungnya, "Anda memerlukan situasi yang tepat, ramuan yang tepat untuk memenangi 10 gelar Prancis Terbuka."

"Saya tidak tahu apakah saya dapat bertemu dengan pemain yang akan melakukan yang lebih baik ketimbang saya."

Rafael Nadal pertama kali menjuarai Turnamen Prancis Terbuka saat dirinya berusia 19 tahun.

Dia tercatat mulai berlaga di turnaman tanah liat ini sejak berusia 15 tahun, dan hingga 16 tahun kemudian Nadal belum menunjukkan keinginannya untuk menggantungkan raketnya dalam turnamen bergengsi ini.

Nadal menjadi orang ketiga yang meraih juara Grand Slam pada di usia belasan, mengikuti jejak petenis Ken Rosewall dan Pete Sampras, dan tampaknya dia masih mampu menambahkan lebih banyak gelar. (bbcindonesia.com)

Bekerja di perusahaan teknologi ternama atau start-up kini jadi impian banyak orang muda. Gaji yang lumayan, jam kerja fleksibel, jenjang karier, dan tim kerja yang kreatif, menjadi daya tarik yang menjanjikan.

Namun, ada anggapan bahwa hanya lulusan universitas ternama saja atau berasal dari jurusan ilmu komputer saja yang bisa lolos masuk ke perusahaan IT.

Faktanya ternyata tak demikian. Obed Louissant, VP of HR IBM Watson's mengatakan, di IBM terdapat 380.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia dari berbagai macam pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Menurut Louissant, jika seorang kandidat memiliki keterampilan (skill) tertentu dan mampu memberi perspektif baru pada kerja tim, meski tak berasal dari universitas ternama tetap bisa direkrut.

Alasannya, mereka percaya bahwa bakat dan loyalitas seseorang terhadap suatu pekerjaan, akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi dirinya sendiri dan perusahaan.

"Kami melakukan penilaian terhadap orang-orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dari kami. Pemikiran yang berbeda dari setiap orang selalu membawa kami masuk ke wilayah baru. Ini yang dibutuhkan dunia teknologi saat ini," kata Louissant seperti dilansir dari laman Business Insider.

Ia mengatakan, paling tidak ada dua hal yang wajib dimiliki oleh kandidat yang ingin bekerja di perusahaan teknologi.

1. Perspektif baru

Menurut Louissant, keragaman pikiran merupakan komponen utama yang diperlukan IBM. Artinya, tidak perlu lulusan teknologi atau komputer untuk bekerja di IBM. Yang dibutuhkan IBM adalah seberapa tahan seseorang menghadapi dan memecahkan masalah, serta seberapa kreatif seseorang memberikan ide atau gagasannya untuk sebuah perusahaan.

Louissant mencontohkan, seseorang yang telah mengenyam pendidikan sosial seperti bahasa Perancis atau filsafat, kemudian mereka bisa menemukan ide terkait apa yang sedang dibutuhkan dunia saat ini yang bisa dikaitkan ke bidang teknologi, maka ia pasti diterima.

"Mereka bisa membawa perbedaan, mereka lebih memahami apa yang dibutuhkan dalam  kehidupan sehari-hari. Kemudian kami menyediakan produk yang lebih baik, perangkat lunak yang lebih baik, dan layanan yang lebih baik serta perangkat keras yang lebih baik untuk klien kami dan dunia," tutur Louissant.

2. Keterampilan

Tentu saja, keterampilan teknologi penting bagi perusahaan seperti IBM. Namun, pada beberapa pekerjaan teknik pihaknya tak mematok calon karyawannya berasal dari universitas mana.

Untuk teknisi server, manajer database, dan berbagai macam pekerjaan TI lainnya, keterampilan yang relevan dan kemampuan untuk menyesuaikan lebih penting daripada mengetahui semuanya. "Ini bukan tentang gelar, ini tentang keterampilan," pungkas Louissant. (kompas.com)

Sebuah kejadian unik mewarnai pascalaga pekan terakhir Premier League yang mempertemukan tuan rumah Manchester United kontra Crystal Palace di Old Trafford (21/5).

Usai laga yang dimenangkan United dengan skor 2-0 tersebut, manajer United, Jose Mourinho mendatangi ruang media untuk melakukan konferensi pers yang memang lazim digelar usai laga berakhir.

Namun ada yang aneh dengan suasana konferensi pers kali ini karena terlihat hanya ada beberapa jurnalis yang hadir. Mourinho pun langsung duduk seperti biasanya.

Sang moderator pun langsung mempersilakan wartawan untuk mengajukan pertanyaan kepada Mou. Anehnya, tak ada satupun jurnalis yang mengajukan pertanyaan!

Mourinho pun langsung mengatakan "Apa tidak ada pertanyaan? Bagus," sebelum ngeloyor pergi meninggalkan ruangan.

Berikut video selengkapnya.

(bola.net)

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM