Sebanyak 32 orang belum diketahui nasibnya setelah sebuah kapal tanker dan kapal kargo bertabrakan di pantai timur Cina pada Sabtu (06/01).

Api melalap kapal tanker Sachi yang membawa 136.000 ton minyak Irak sesaat setelah tabrakan di lokasi sekitar 296 kilometer lepas pantai Shanghai.

Kementerian Transportasi Cina mengatakan mereka yang hilang mencakup 30 warga Iran dan dua asal Bangladesh. Semuanya merupakan kru kapal tersebut.

Adapun 21 anggota kru kapal kargo berhasil diselamatkan. Semuanya merupakan warga Cina.

"Sanchi mengapung dan terbakar saat ini. Ada jejak tumpahan minyak dan kami menggencarkan upaya penyelamatan," sebut Kementerian Transportasi.

Kantor berita Cina, Xinhua, melaporkan sebanyak delapan kapal Cina telah diutus untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Korea Selatan turut menopang jalannya pencarian dengan mengirim kapal penjaga pantai dan sebuah helikopter.

Menurut data pelacakan kapal Reuters, kapal tanker itu berlayar dari Pulau Kharg, Iran, menuju Daesan, Korsel. Saat meluncur kapal tanker itu membawa minyak senilai US$60 juta atau Rp805 miliar.

Adapun kapal kargo CF Crystal yang terdaftar di Hong Kong membawa 64.000 ton biji-bijian dari Amerika Serikat ke Provinsi Guangdong, Cina.

Foto yang dirilis media Cina, CGTN, memperlihatkan kepulan asap besar masih membubung dari tanker. (bbcindonesia.com)

BERN - Jenazah beku pasangan suami istri Swiss yang hilang 75 tahun lalu ditemukan seiring dengan mencairnya gletser di Pegunungan Alpen.

Marcelin dan Francine Dumoulin, orangtua dari tujuh anak, saat itu pergi untuk memerah susu di sebuah ladang di atas Chandolin, kanton Valais pada 15 Agustus 1942.

"Kami seumur hidup mencari mereka tanpa henti. Kami berpikir untuk memberikan pemakaman yang layak bagi mereka satu hari kelak," kata putri bungsu mereka, Marceline Udry-Dumoulin kepada harian terbitan kota Lausanne, Le Matin, Selasa (18/7/2017).

"Saya bisa katakan setelah 75 tahun menunggu, kabar ini memberi kami ketenangan," tambah perempuan berusia 79 tahun itu.

Sementara itu, kepolisian Valais mengatakan, di kedua jenazah yang ditemukan pekan lalu itu terdapat surat identitas.

Jenazah keduanya ditemukan seorang pekerja di gletser Tsanfleuron dekat resor Les Diablerets di ketinggian 2.615 meter dari permukaan laut.

Meski demikian, tes DNA tetap dilakukan untuk memastikan identitas pasangan itu.

"Jenazah mereka tergeletak saling berdekatan. Mereka mengenakan pakaian dari masa Perang Dunia II," kata Bernhard Tschannen, direktur Glacier 3000.

"Jenazah mereka diawetkan dengan sempurna di dalam gletser demikian pula semua benda milik mereka," tambah Bernhard.

"Kami kira mereka terjatuh ke dalam sebuah ceruk dan jenazah mereka tekubur selama puluhan tahun. Saat gletser mencair maka jenazah mereka akhirnya terlihat," lanjut Bernhard kepada harian Tribune de Geneve.

Marcelin Dumoulin (40), adalah seorang pembuat sepatu. Sementara istrinya Francine (37) berprofesi sebagai guru. Mereka meninggalkan lima putra dan dua putri.

"Itu adalah kali pertama ibu kami pergi bersama ayah untuk berjalan-jalan. Sebelumnya dia selalu mengandung dan tak bisa mendaki gletser," kata Marcelin, sang putri bungsu.

"Tak lama setelah mereka hilang, kami terpisah dan ditempatkan di berbagai keluarga. Saya beruntung karena tinggal bersama bibi," tambah dia.

"Kami semua tinggal di wilayah yang sama tetapi akhirnya menjadi asing satu sama lain," lanjut dia.

Kini Marcelin berpikir soal pemakaman jenazah kedua orangtuanya dan dia berencana tak akan mengenakan gaun berwarna hitam.

"Saya kira gaun warna putih akan cocok, karena menggambarkan harapan kami yang tak pernah hilang," ujarnya. (kompas.com)

AMSTERDAM - Belanda telah mengirimkan protes kepada Indonesia terkait dengan hilangnya bangkai kapal perang negara itu di Laut Jawa, yang tenggelam pada Februari 1942.

 

 

Media Jerman, Deutche Welle, dalam edisi Kamis (17/11/2016), melaporkan, Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert telah melayangkan protes kepada Indonesia.

Kementerian mengatakan, tiga kapal marinir Belanda tenggelam di Laut Jawa dalam pertempuran dengan Jepang pada Februari 1942.

Dalam perang laut besar melawan Jepang di Laut Jawa tahun 1942, Belanda kehilangan 1.200 pelaut.

Kini, menjelang peringatan 75 tahun peristiwa itu, Belanda ingin merayakan dan mendirikan monumen peringatan.

Namun, ternyata bangkai-bangkai kapal itu sudah tidak ada di tempatnya ditemukan dulu. Padahal, hampir 15 tahun lalu, penyelam menemukan bangkai ketiga kapal itu di dasar Laut Jawa.

Tim penyelam hanya menemukan jejak-jejak tenggelamnya kapal, tetapi kapalnya sendiri tidak ada lagi.

Beberapa nelayan lokal mengatakan kepada televisi Belanda, kemungkinan bangkai kapal sudah ditarik ke darat dan dipereteli warga untuk dijual lagi.

Kapal marinir itu adalah Hr Ms Kortenaer, Hr Ms Java, dan kapal perang andalan Hr Ms De Ruyter yang panjangnya 170 meter.

Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert telah melayangkan protes kepada Indonesia.

"Ini adalah lokasi kuburan militer, dan mereka harus dihormati," kata Jeanine Hennis-Plasschaert di televisi Belanda, Rabu (16/11/2016).

Dia menuntut penyelidikan penuh atas apa yang terjadi dengan bangkai kapal-kapal itu.

Tidak hanya Belanda yang kehilangan kapal perangnya.

Inggris juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menyelidiki keberadaan bangkai kapal Angkatan Laut Inggris yang juga tenggelam dalam perang laut besar tahun 1942 itu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan di London, pemerintahnya terkejut dengan berita hilangnya bangkai sejumlah kapal Royal Navy yang tampaknya telah diambil secara ilegal dan dijual sebagai besi tua.

Sebelumnya, harian Inggris Guardian melaporkan bahwa tiga kapal Inggris dan satu kapal selam AS sudah dipereteli secara ilegal oleh pemulung besi tua.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, sebuah tim investigasi internasional kini sudah dibentuk dan sedang melakukan penyelidikan.

Dua tahun lalu, militer AS juga menyatakan adanya "gangguan ilegal terhadap lokasi kuburan militer" di Laut Jawa.

Yang dimaksud adalah bangkai kapal USS Houston, yang tenggelam di Selat Sunda dengan 650 sedadu dan pelaut.

Februari 1942, sekutu Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia berusaha menghadang invasi militer Jepang ke Pulau Jawa.

Upaya mereka gagal. Dari 17 kapal perang yang dikerahkan sekutu, 10 kapal ditenggelamkan Jepang, yang kemudian menguasai Jawa.

Laut di sekitar Indonesia, Malaysia, dan Singapura menjadi kuburan bagi lebih dari 100 kapal dan kapal selam selama Perang Dunia II. (kompas.com)

WASHINGTON - Lima tentara Amerika Serikat tewas akibat kendaraan mereka tersapu banjir di markas militer di Texas, Kamis (2/6/2016) atau Jumat WIB.

Sementara itu empat tentara hilang dibawa banjir. Tiga tentara lagi berhasil diselamatkan. 

Banjir bandang menggenangi markas militer Fort Hood, Texas. Setidaknya, tiga mayat ditemukan di dalam kendaraan yang telah terbenam ditutupi banjir bandang yang deras.

Kantor komunikasi Fort Hood dalam sebuah pernyataan mengatakan, Texas telah dilanda badai dengan hujan amat lebat dalam beberapa hari ini.

Pasukan yang sedang menumpang Kendaraan Taktis Medium Ringan (LMTV) terbalik akibat disapu banjir ketika mereka sedang menggelar latihan rutin.

Akibat kejadian itu, lima tentara tewas dan empat lainnya masih dalam pencarian oleh para sahabat mereka yang selamat.

Semua kekuatan, baik udara, unit anjing pelacak, dan perahu penyelamat berjuang mencari para korban di tengah derasnya arus banjir.

Markas Angkatan Darat AS yang terletak sekitar 320 kilometer di barat laut, Houston, itu menampung hampir 41.000 tentara.

Pada tahun 2009, Fort Hood pernah dilanda kasus penembakan mematikan sepanjang sejarah pangkalan militer AS.

Ketika itu, tentara psikiater Mayor Nidal Hasan menembak secara membabi-buta sehingga 13 orang sesama tentara tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka sebelum dibekuk polisi. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM