Seorang pria tewas dan empat petugas pemadam kebakaran terluka dalam peristiwa kebakaran di Menara Trump di New York.

Korban merupakan salah satu penghuni gedung yang meninggal setelah dibawa ke rumah sakit, jelas petugas pemadam kebakaran.

Presiden AS Donald Trump memiliki apartemen dan juga kantor di gedung tersebut, namun saat ini tinggal di Washington.

Kebakaran terjadi di lantai 50 yang terdiri dari apartemen dan ruang kantor.

Sampai saat ini, penyebab kebakaran belum dirilis.

Asap hitam dan api tampak terlihat dari gedung pencakar langit itu sekitar 18:00 waktu setempat.

Sekitar 45 menit kemudian - sebelum diberitakan adanya korban - presiden AS menulis cuitan bahwa api telah padam. Dia mengatakan kebakaran itu "sangat terbatas" karena menara "dibangun dengan baik".

Komisioner pada Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York Daniel Nigro, kemudian memperingatkan bahwa situasi sangat sulit karena "asap yang besar" di dalam gedung.

"Kami menemukan api pada lantai 50 bangunan. Apartemen seluruhnya terbakar. Petugas memaksa masuk dengan heroik, mereka memadamkan apu dan menemukan seorang penghuni apartemen yang berada dalam kondisi kritis," menurut cuitan layanan pemadam kebakaran yang mengutip pernyataannya.

"Ini merupakan kebakaran yang sangat sulit. Bisa Anda bayangkan, apartemen sangat besar, kami berada di lantai 50.

"Kami harus mencari di banyak lantai, dan tangga."

Dia mengatakan bahwa apartemen tidak memiliki alat penyiram. Pemilik gedung hunian bertingkat yang sudah tua seperti Menara Trump tidak diwajibkan untuk memasang alat penyiram kecuali bangunan itu mengalami renovasi besar, menurut kantor berita Associated Press.

Jalanan di sekitar bangunan yang terletak di Midtown Manhattan ditutup selama kebakaran terjadi.

Juru bicara Ibu Negara Melania Trump mengkonfirmasi bahwa dia dan anaknya Barron Trump berada di Washington. (bbcindonesia.com)

 

Sedikitnya 41 orang tewas dan puluhan lainnya cedera di sebuah rumah sakit di Miryang, Korea Selatan, dalam sebuah kebakaran terbesar di negeri itu selama satu dasawarasa, lapor kantor berita Yonhap.

Api diperkirakan bermula di ruang gawat darurat di Rumah Sakit Sejong, yang mengkhususkan diri pada kardiologi,

Sekitar 200 pasien berada di dalam gedung dan di panti jompo di sana pada saat kebakaran- sebagian selamat dievakuasi.

Jumlah korban diperkirakan akan meningkat.

Ini adalah kebakaran paling mematikan di Korea Selatan sejak satu dekade lalu,

Petugas pemadam kebakaran mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa para korban tampaknya meninggal karena keracunan akibat menghirup asap.

Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Kepala pemadam kebakaran Choi Man-woo mengatakan kepada wartawan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui.

"Korban yang tewas, berasal di rumah sakit dan panti jompo. Beberapa meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit lain," katanya seperti dikutip AFP.

Choi mengatakan kebakaran tersebut dimulai sekitar pukul 07:30 waktu setempat (05:30 WIB) dan dipadamkan dalam waktu sekitar tiga jam.

Menurut Yonhap, 93 pasien dari panti jompo dievakuasi dengan aman.

Gambar-gambar dari tempat kejadian menunjukkan bangunan yang ditelan asap tebal kelabu, serta pasien-pasien yang diselamatkan.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sempat mengadakan pertemuan darurat untuk membahas cara mengatasi kebakaran tersebut.

Miryang berjarak sekitar 270km tenggara ibu kota Seoul.

Rumah sakit tersebut telah beroperasi sejak tahun 2008. Secara keseluruhan panti jompo dan rumah sakit itu memiliki sekitar 200 tempat tidur.

Menurut pejabat Provinsi Gyeongsang Selatan, rumah sakit tersebut mempekerjakan sekitar 35 staf medis.

Sebelumnya, kebakaran hebat di Korea Selatan terjadi di sebuah pusat kebugaran umum di kota Jecheon, bulan lalu, menewaskan 29 orang. (bbcindonesia.com)

Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, Amerika Serikat, menyatakan tidak ada warga Indonesia yang jadi korban kebakaran hutan mematikan di California beberapa pekan terakhir ini. Bencana itu dilaporkan telah menewaskan setidaknya 40 orang.

"Tidak ada laporan WNI yang terkena dampak kebakaran sejauh ini," ucap pejabat Penerangan Sosial dan Budaya, Endang Patricia Wirawan, kepada CNNIndonesia.com pada Senin (11/12).

Kebakaran di selatan California telah menghanguskan lebih dari 570.000 hektare atau setara luas New York. Sampai saat ini api telah melahap lebih dari 5.700 infrastruktur serta melumpuhkan pasokan listrik bagi sekitar 900 ribu rumah dan usaha.


Lebih dari 1.000 pemadam kebakaran yang didukung pesawat dan helikopter telah dikerahkan untuk menangani 16 titik kebakaran di wilayah itu.

Kebakaran itu pun mengakibatkan sekitar 100 ribu orang kehilangan tempat tinggal, termasuk 3.000 orang di Santa Rosa, sekitar 80 kilometer utara San Francisco.

Sementara itu, sebanyak 5 ribu warga terpaksa dievakuasi ke dua komunitas di dekat Santa Barbara, sekitar 160 kilometer dari Los Angeles.

Di saat yang sama, sekitar 15 ribu rumah sampai saat ini masih terancam api.

Endang mengatakan KJRI terus memantau situasi ini dan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dia mengatakan KJRI LA juga telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi WNI di sana.

Berdasarkan data KJRI LA, sekitar 35 ribu WNI tinggal di wilayah California Selatan.

"Kami menyebarkan imbauan bagi WNI melalui simpul-simpul diaspora yang ada di sini. Kebetulan ini Desember dan banyak sekali acara liburan dan Natal di berbagai komunitas Kristen Indonesia di sini. Jadi kami juga memantau dari berbagai acara tersebut," kata Endang. (cnnindonesia.com)

Insiden kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, agaknya menimbulkan pertanyaan besar: seperti apa kondisi keselamatan kerja di dalamnya.
Selain itu apakah juga izin lokasi dari pabrik bahan berbahaya harus diteliti ulang? Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat setelah kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi Kamis, 26 Oktober 2017.

Polisi menyatakan jumlah korban meninggal mencapai 47 jiwa dan hampir semua jenazah berada dalam kondisi hangus terbakar sehingga sulit untuk diidentifikasi.
"Juga ada 46 orang yang masih dirawat karena luka bakar," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono.

Polisi, lanjut Argo, saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. "Kondisi di sana masih panas," tambah Argo.
Di balik kebakaran ini, serikat pekerja mencurigai pemerintah atau pihak berwenang tidak memperhatikan kondisi kerja di dalam pabrik.
"Soal K3, kesehatan dan keselamatan kerja tidak diperhatikan," kata Sobirin, Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara Tangerang.

Menurut Sobirin, selain kondisi pabrik, maka izin usaha kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut juga patut dipertanyakan. "Pemerintah seharusnya tidak menggampangkan izin sebuah industri atau perusahaan."
Senada dengan Sobirin, pengamat tata kota Yayat Supriatna ikut pula mempertanyakan lokasi pabrik kembang api yang dekat dengan sekolah dan pemukiman penduduk.
"Ada aturan zonasi yang menempatkan fungsi kegiatan yang saling melengkapi. Ada hubungan fungsional, seperti sekolah dengan pemukiman. Tapi industri dengan risiko tinggi harusnya jauh dari pemukiman," kata Yayat.

Yayat menambahkan izin mendirikan pabrik kembang api tersebut harus ditelisik lebih jauh karena sejatinya tidak mudah mendapatkan izin buat lokasi industri bahan berbahaya seperti pabrik kembang api.
Misalnya perlu ada gudang yang mampu menyimpan bahan berbahaya dengan aman. "Kalau bahan yang mudah terbakar, persyaratan gudangnya harus memiliki ukuran suhu yang aman. Itu ada atau tidak?" kata Yayat.

Selain lokasi dan standar pabrik, lanjut Yayat, juga perlu diperiksa kelengkapan jalur dan mekanisme penanganan bencana. "Ada emergency exit tidak? Pernah ada simulasi bencana atau tidak?" tuturnya.

Polisi memastikan akan meneliti semua hal terkait insiden tersebut namun, jelas Kepala Polres Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, "Saat ini kami masih fokus olah TKP dulu." (bbcindonesia.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM