Tiga hari setelah Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan segenap dinas perhubungan daerah untuk melakukan pengecekan berkala terhadap moda transportasi demi keamanan dan keselamatan penumpang.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi menyatakan telah memberi instruksi kepada Menhub "untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan".

"Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi," tegasnya.

Permintaan ini ditanggapi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan janji untuk melakukan investigasi, mereformasi peraturan, dan meningkatkan kualitas keselamatan dengan memberi 5.000 jaket pelampung kepada operator kapal motor di Danau Toba.


Peningkatan kualitas keselamatan itu, menurut Menhub, juga semestinya dilakukan pemerintah daerah.

"Dengan pengalaman yang kurang baik itu, saya mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) yang mengelola pelabuhan untuk meningkatkan keamanan," kata Menhub kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/06).

Imbauan tersebut disanggupi salah satunya oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan.

"Regulasi tentang keselamatan itu kan sudah ada. Tinggal kita implementasikan di lapangan," ujarnya.

Soal fungsi pengawasan dan penegakan hukum, Qodratul mengaku melakukan inspeksi secara berkala. Namun, karena saat ini musim liburan Idulfitri, inspeksi belum berjalan optimal.

"Kalau secara intensif tidak sih. Belum. Namanya masih suasana lebaran. Setelah lebaran nanti, kita akan fokus. Kapal-kapal kayu itu apakah sudah lengkap, seperti alat-alat keselamatannya," paparnya.



Kapal tanpa pelampung
Akan tetapi sidak yang dilangsungkan sesekali sepertinya tidak akan banyak mengubah kondisi keamanan dan keselamatan angkutan perairan di Indonesia yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perubahan.

Ambil contoh transportasi laut tradisional di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Di kawasan yang warganya begitu bergantung pada transportasi perairan, kondisi kapal-kapal tradisional begitu memprihatinkan.

Warga setempat, Sony Rumkeny, menuturkan bagaimana dia kerap berkunjung ke berbagai desa di Kepulauan Aru yang berjarak lima hingga 18 jam berlayar tanpa WC di kapal.

"Kadang kita buang air besar di tikar, kemudian tikarnya dibungkus," ujarnya.

Itu soal sanitasi, lain lagi soal perangkat keselamatan. Menurutnya, di kapal-kapal tersebut tidak pernah tersedia jaket pelampung atau ban pelampung. Para penumpang harus menumpukan nyawa mereka pada jerigen berkapasitas 20 liter untuk mengapung jika kapal karam.

"Lemah sekali pengawasan. Tidak diberi jalan keluar untuk masyarakat mendapat sarana keselamatan, seperti pelampung. Itu malah sering over kapasitas sampai-sampai ada yang tenggelam karena kapal terlalu berat. Banyak setiap musim, setiap tahun.

"Kalau musim Barat ketika laut bergelora, mereka itu melakukan pelayaran," tutur Sony.


'Tiada jalan terang'
Realita transportasi perairan di Indonesia, yang notabene merupakan negara kepulauan, memunculkan nada pesimistis dari pengamat pelayaran dari lembaga National Maritime Institute, Siswanto Rusdi.

Dia menilai sulit mengharap perbaikan kualitas pelayanan kapal-kapal tradisional yang melayani rakyat kecil di pelosok Indonesia

"Kapal-kapal kayu yang ada di Indonesia timur, misalnya, hanya seberat 7 GT (gross ton) yang menampung 20-30 orang. Mereka sandar di pelabuhan yang kecil. Kalaupun dipungut retribusinya, itu nggak akan cukup untuk merawat fasilitas," kata Siswanto.



Perbaikan kondisi keselamatan dan keamanan, menurut Siswanto, bisa terjadi jika Kementerian Perhubungan melakukan gebrakan inisiatif.

Tapi, hal itu tidak kunjung dilakukan walaupun telah terjadi insiden kebakaran KM Zahro Express di Teluk Jakarta, 1 Januari 2017 lalu, yang menewaskan 23 orang.

"Zahro terbakar, apa perbaikan oleh Kementerian Perhubungan? Nol. Ada yang dilakukan Ditjen Perhubungan Laut? Nggak ada. Business as usual.

"Sudah tahu kapal itu nggak bisa melakukan kedaruratan, nggak ada tergerak Kementerian Perhubungan kasih life jacket. Kapal-kapal kayak begini kan nggak menarik bagi pejabat Perhubungan. Saya lihat mentalitas 'terserah lah kalian mau diapakan itu'. Saya tidak melihat ada jalan terang," papar Siswanto.


pict


Siswanto merujuk pada empat kecelakaan kapal selama Juni ini menimpa kapal penumpang di bawah 500 GT.

KM Cikal tenggelam di Banggai, Sulawesi Tengah pada 12 Juni. Pada hari yang sama, KM Arista karam di perairan Makassar. Setidaknya 17 penumpang tewas dalam kejadian itu.

Sehari setelahnya, kapal cepat Albert pecah lambung di Selat Bangka dan menyebabkan tiga penumpang tewas.

Terakhir, KM Bangun yang tenggelam di Danau Toba dan menewaskan sejumlah orang dan lebih dari 170 orang masih hilang. (BBC Indonesia)

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran memastikan tidak ada penumpang WNI dalam daftar penumpang atau manifest pesawat yang jatuh di pusat Iran pada Minggu (18/2). Pesawat nahas berpenumpang 66 orang itu jatuh dalam perjalanan dari Teheran menuju Yasuj di bagian barat daya negara tersebut.

"Insya Allah kami sudah cek di manifestasi sejauh ini belum ada korban WNI," kata Tety Mudrika Hayati, pelaksana fungsi sosial dan budaya KBRI di Teheran, saat dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Minggu (18/2).

KBRI di Teheran juga telah melakukan pengecekan lain, salah satunya dengan mengecek satu per satu WNI yang tersebar di Teheran dan kota lain di Iran seperti Qom, Mashad, Gorgan, Isfahan. Pengecekan pun dilakukan terhadap para mantan WNI yang ada di Iran.

Tety mengatakan para WNI tersebut dalam keadaan sehat.

"Namun demikian, kami imbau kepada WNI di sini untuk saling memantau dan saling menginfokan," ujarnya.

"Salah satu upaya monitoring dan menjalin silaturahmi, KBRI secara intens berkomunikasi dengan WNI kami di Iran dan mempunyai grup Whatsapp per kota ataupun Telegram," kata Tety.

Sampai berita diturunkan, otoritas Iran belum menemukan pesawat tersebut dan belum memastikan jumlah korban.

Pesawat milik Aseman Airlines dengan nomor penerbangan EP3704 menghilang dari radar 45 menit setelah take off dari Teheran.

Pesawat jenis ATS-72 ini telah beroperasi 25 tahun

Bulan Sabit Merah mengatakan telah mengirim 45 tim ke Gunung Deba di wilayah Zagros, namun belum menemukan tanda-tanda puing pesawat.

"Pegunungan tak bisa dilalui. Kabut tebal dan salju serta hujan membuat mustahil menggunakan helikopter," kata Morteza Salimi, kepala penyelamatan dan kebencanaan.

Ini menjadi musibah ketiga di Iran dalam beberapa bulan terakhir, setelah Negeri Para Mullah itu diguncang gempa yang menewaskan 620 orang pada November, dan tabrakan kapal tanker di lepas pantai China, bulan lalu yang mengakibatkan 30 pelaut Iran hilang.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menyatakan duka cita akibat peristiwa tersebut. (cnnindonesia.com)

TOKYO - Empat orang tewas dalam kecelakaan helikopter di kawasan pegunungan di Jepang, Rabu (8/11/2017).

Dilansir dari AFP, helikopter yang jatuh itu ditemukan terbakar hebat di atas jembatan di desa Ueno, sekitar 150 km di sebelah barat daya Tokyo.

"Empat orang di helikopter itu ditemukan tewas," ujar Kementerian Transportasi Jepang dalam sebuah pernyataan.

Helikopter berjenis AS332-L Super Puma dioperasikan oleh Toho Air dan mengonfirmasi empat stafnya berada dalam penerbangan itu.

Semua staf yang merupakan laki-laki itu terbang dari Togichi menuju Yamanashi. Warga yang mengetahui jatuhnya helikopter langsung mengubungi polisi.

Seorang pejabat dari layanan darurat setempat mengatakan, api yang melahap helikopter berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.21 waktu setempat atau sekitar 1 jam setelah kecelakaan. (kompas.com)

Kabar tak sedap datang dari penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran. Akibat cedera tangan usai jatuh dari sepeda, Sheeran harus membatalkan turnya di Asia, termasuk Jakarta.

Pelantun lagu hits Shape of You tersebut dijadwalkan memulai tur Asianya pada tanggal 11 November 2017 di Singapura. Namun, kondisi kesehatan Sheeran tak memungkinkan untuk memenuhi semua jadwal tampilnya di Asia.

Selain membatalkan konser di beberapa kota, Ed Sheeran juga mengubah jadwal konser di sebagian lokasi lain. Osaka, Tokyo, dan Manila akan dijadwalkan ulang ke bulan April 2018. Sementara itu jadwal konser di Taipei, Seoul, Hong Kong, dan Jakarta resmi dibatalkan.

“Kunjungan lanjutan saya ke para dokter hari ini menegaskan bahwa saya baru akan bisa tampil di pertunjukan Singapura dan seterusnya. Osaka, Tokyo dan Manila akan dijadwal ulang pada bulan April 2018. Tanggal acara saya di Taipei, Seoul, Hong Kong dan Jakarta dengan sedih perlu dibatalkan karena tidak mungkin menjadwal ulang ini untuk tahun depan. Saya merasa benar-benar terganggu bahwa tidak semua tanggal yang ditunda dapat dijadwal ulang dan saya bekerja keras dengan tim saya untuk mencoba dan kembali ke tempat-tempat ini sesegera mungkin untuk melihat Anda semua. Saya minta maaf kepada semua orang yang telah terpengaruh oleh ini,” kata Sheeran melalui email dari BookMyShow, selaku penyedia tiketnya di Jakarta.

Bagi penggemar yang telah membeli tiket untuk acara di Jakarta, pengembalian dana akan diproses mulai Jumat, 3 November 2017. (celebrity.okezone.com)

 

Page 1 of 3

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM