Damai Putra Group yang pada tahun 2018 ini berusia 37 tahun terus membangun ruang kehidupan keluarga Indonesia di lebih dari 17 kota. Damai Putra Group berinovasi melahirkan produk-produk berkualitas dengan desain dan konsep hunian urban living-one stop living yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat serta terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini selaras dengan visi menjadi perusahaan properti yang paling dikagumi di Indonesia yang dipercaya memiliki kualitas, layanan dan desain prima.

Sejak diluncurkannya brand identity, logo, visi dan misi Damai Putra Group yang baru 3 Februari 2018 lalu, banyak hal telah dilakukan oleh Damai Putra Group di seluruh proyek dan kawasan yang dikembangkan yaitu di Kota Harapan Indah, Segara City, The Royal Residence, Alindra Harapan Indah (Jabodetabek), Casa Grande & Green Hills (Jogjakarta) dan Deltasari (Sidoarjo).

Produk-produk baru yang telah diluncurkan oleh Damai Putra Group dan sold out antara lain adalah Ruko Galea Segara City (Bekasi), Cluster Tirta Kirana Grand Tirta (Sidoarjo) dan Cluster Abelia Green Hills Residence (Jogjakarta). Tahun ini masih banyak produk baru yang akan diluncurkan antara lain Cluster Galea Segara City (Bekasi), Cluster Albasia Green Ara (Bekasi) dan masih banyak lagi. Selain itu Damai Putra Group juga mengembangkan Sayana Apartments sebagai apartemen pertama di Kota Harapan Indah yang terletak lokasi premium di CBD Kota Harapan Indah.

Kota Harapan Indah sebagai kawasan mandiri di Timur Jakarta seluas 2200 Ha yang dikembangkan oleh Damai Putra Group terus berbenah dengan penambahan banyak fasilitas antara lain Eka Hospital, Bank BCA, Living Plaza dan Universitas Esa Unggul. Pembangunan lainnya adalah flyover di Alindra Harapan Indah yang akan selesai akhir Agustus 2018 dan Kota Harapan Indah Mall yang rencana akan groundbreaking pada tahun 2019 dengan dibantu oleh arsitek dari Benoy.

Penambahan akses menuju Kota Harapan Indah terus dipermudah dengan adanya tol baru dalam pembangunan dan selesai tahun 2019 yaitu tol Semanan – Sunter – Pulo Gebang. Jarak Kota Harapan Indah ke pintu tol Semanan – Sunter – Pulo Gebang hanya 1.6 km. Lokasi Kota Harapan Indah sangat strategis yaitu hanya 9 km dari Kelapa Gading, 4 km dari Stasiun Kranji, 4.5 km dari Stasiun Cakung, 4 km dari pintu tol Cakung Barat dam 3 km dari Terminal Terpadu Pulo Gebang. Saat ini dihuni lebih dari 60.000 kepala keluarga dan menjadi kawasan yang hidup dan dinamis.

Damai Putra Group menggandeng banyak komunitas dan melakukan banyak kegiatan bersama antara dengan dengan komunias Aeromodelling, Sepak Bola, Business Women Club, dll serta melakukan kegiatan CSR antara lain dengan bekerjasama dengan Pemerintah Bekasi mendukung kawasan Bekasi bersih.

Pada bulan Juli - Agustus 2018 Damai Putra Group memberikan banyak kejutan istimewa antara lain kado spesial berlian dari Frank & co untuk setiap pembelian unit rumah, ruko/rukan & perkantoran dan hadiah belanja gratis selama setahun dari Giant untuk pembelian unit Sayana Apartments.

Dalam waktu dekat Damai Putra Group akan meluncurkan Cluster Galea cluster terdepan di Segara City. Kawasan Segara City dengan total seluas 110 ha dilengkapi fasilitas jogging track & sport club. Harga perdana yang dibuka mulai dari Rp 600 jutaan.

Para pekerja profesional asing di ibu kota India, Mumbai, disebut meraup gaji US$217 ribu atau sekitar Rp2,9 miliar per tahun. Apa alasan di balik besaran upah tersebut?

Selama beberapa bulan terakhir, saya dan kekasih saya mencari apartemen kecil yang nyaman di kawasan Bandra, Mumbai--daerah pinggiran berisi masyarakat kelas atas.

Kami kerap menjumpai istilah 'tempat tinggal ekspatriat' yang disewakan dengan harga antara 200 ribu hingga satu juta rupee per bulan, atau setara Rp41 juta hingga Rp206 juta.

Harga sewa itu amat tinggi bagi warga lokal. Di Bandra, biaya sewa apartemen yang terdiri dari satu kamar tidur berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta.

Sebaliknya, ongkos sewa 'perumahan ekspatriat' itu dianggap wajar untuk kawasan Bandra, Worli, dan Breach Candy--tiga pemukiman premium di pesisir barat Mumbai yang memiliki banyak kafe, restoran, mal, dan tempat hiburan malam.

Kehidupan di kawasan idaman tersebut memang diperuntukkan bagi para ekspatriat dengan gaji tertinggi di dunia.

"Saya mendengar cerita tentang sejumlah ekspatriat yang mendapatkan tunjangan besar, sekitar 1 sampai 1,2 juta rupee (Rp213 juta hingga Rp250 juta) per bulan, hanya untuk tempat tinggal," kata Colin Walker.

Walker adalah bekas pegawai bank yang baru saja pulang kampung ke Amerika Serikat setelah bekerja selama tujuh tahun untuk dua bank multi nasional di India.

"Ekspatriat senior bahkan bisa mendapatkan tunjangan berupa rumah yang kualitasnya persis dengan rumah mereka di negara asal," ujar Walker.

Pertanyaannya: berapa besar gaji yang harus diterima para ekspatriat di Mumbai untuk bisa membayar biaya sewa tempat tinggal mahal seperti itu?

Jawabannya, merujuk survei terbaru yang digelar HSBC, lebih dari US$200 ribu atau Rp2,9 miliar per tahun. Angka itu menjadikan mereka sebagai pekerja asing dengan bayaran tertinggi di dunia.

Awal Maret lalu HSBC menerbitkan data terbaru dari jajak pendapat bertajuk Expat Explorer Survey tahun 2017. Pengumpulan data itu melibatkan 27 ribu pekerja asing di 159 negara.

Survei itu menemukan fakta bahwa rata-rata upah ekspatriat di Mumbai sebesar US$217 ribu atau Rp2,9 miliar per tahun.

Adapun, rata-rata upah pekerja asing di seluruh dunia mencapai angka US$99,9 ribu atau Rp1,3 miliar per tahun.

Sebagai perbandingan, upah tahunan ekspatriat di San Fransisco mencapai US$207 ribu atau Rp2,8 miliar. Sementara pekerja asing di London mendapatkan US$107 ribu atau Rp1,4 miliar.

Lantas, apa yang membuat upah ekspatriat di Mumbai tertinggi di dunia?

Lebih tua dan berpengalaman
Dean Blackburn, Kepala HSBC Expat, menyebut 44% pekerja asing pindah ke Mumbai atas perintah perusahaan.

"Mereka mendapatkan keuntungan dari tunjangan pindah tugas. Komponen itulah yang mendasari upah ekspatriat di Mumbai lebih tinggi dibandingkan kota-kota lainnya," kata Blackburn.

Tingkat penerimaan kerja terhadap ekspatriat di Mumbai pun, tutur Blackburn, sangat tinggi, yaitu 89% berbanding rata-rata global yang mencapai 78%. Sebagian besar pekerja asing di Mumbai bekerja sebagai ahli teknik.

Usia barangkali turut mempengaruhi upah besar tersebut. Survei HSBC menunjukkan, 54% pekerja asing di London merupakan milenial.

Sementara itu, ekspatriat di Mumbai berusia lebih tua: 54% berusia 35-54 tahun. Secara global, pekerja asing dalam rentang usia itu hanya 45%.

Jelas, ekspatriat yang bekerja di Mumbai lebih tua dan lebih berpengalaman.

Vineet Hemrajani, salah satu figur sentral di firma perekrut pekerja profesional, Egon Zehnder, menyebut faktor usia itu mendorong Mumbai menjadi kota dengan bayaran tertinggi untuk ekspatriat.

"Kami mengamati, banyaknya ekspatriat yang menduduki jabatan tinggi, seperti CEO atau posisi di bawah CEO, mempengaruhi survei tentang Mumbai itu," kata Hemrajani.

Tantangan berat
Opini umum di antara pakar personalia menyebut pekerja asing dari negara maju yang pindah ke India harus mendapatkan ganjaran setimpal untuk beragam kesukaran di negara itu.

'Tunjangan kesengsaraan' itu dapat terdiri dari ongkos sewa tempat tinggal, mobil, sopir, asuransi kesehatan, pendidikan, dan sejumlah ongkos keanggotaan di perkumpulan tertentu.

Sejumlah sekolah internasional di Mumbai seperti Ecole Mondiale World School dan Ascend International School mematok biaya pendidikan sebesar dua juta rupee atau Rp412 juta per tahun.

Di belahan dunia lain, tunjangan itu telah menjadi bagian dari masa lalu karena banyak perusahaan mengetatkan pengeluaran.

Menurut Visty Banaji, CEO konsultan personalia Banner Global Consulting, beberapa jabatan manajerial menengah di India memang tak mendapatkan beragam tunjangan itu.

"Tapi itu tidak berlaku untuk pejabat tinggi di perusahaan multinasional. Kepala bank asing di India hampir pasti diberi tunjangan rumah, sopir, dan biaya sekolah untuk anak," ujarnya.

Namun Banaji mengatakan, rata-rata upah ekspatriat di Mumbai bisa sangat bergantung pada sejumlah remunerasi, salah satunya insentif jangka panjang berupa pembagian saham.

Banaji menyebut survei yang ada perlu memunculkan median atau nilai tengah sebagai gambaran yang lebih realistis.

"Angka dalam jajak pendapat itu mungkin bisa lebih tinggi karena Mumbai kekurangan orang yang bisa duduk di jabatan CEO, CXO, dan posisi teknis sehingga perusahaan multinasional cenderung terus mempekerjakan ekspatriat."

"Di tingkatan tersebut, tunjangan rumah di pemukiman mewah Mumbai barangkali akan meningkatkan rata-rata kompensasi yang diterima pekerja asing," kata Banaji.

Tidak semua ekspatriat yang dikirim ke Mumbai oleh perusahaan asing mendapatkan kemewahan itu.

Pekerja profesional independen yang jumlahnya terus meningkat datang ke Mumbai untuk bekerja di sektor perhotelan dan pariwisata sebagai juru masak.

Ada pula yang mengincar pekerjaan di industri film Bollywood dan beberapa lainnya membuka usaha mereka sendiri seperti kafe, sanggar yoga, dan galeri budaya.

Alex Sanchez misalnya, datang ke India tujuh tahun lalu untuk menjadi juru masak utama di restoran yang memenangkan sejumlah penghargaan, The Table.

Sebelumnya Sanchez bekerja di sejumlah restoran di San Fransisco dan New York, Amerika Serikat.

"Saya merasa hasil survei pendapatan ekspatriat itu tidak sesuai dengan fakta di industri yang saya geluti. Hanya hotel bintang lima yang dapat membayar pekerja asing dengan nominal setinggi itu."

"Saya ditawari penghasilan yang lebih sedikit dibandingkan yang saya terima di AS. Namun saya berpeluang memberikan pengaruh besar pada sektor perhotelan dan pariwisata di Mumbai."

"Di San Fransisco terdapat banyak restoran dan koki handal yang berlimpah. Saya tak akan berpeluang mendobrak industri di negara itu," ujar Sanchez.

Sementara itu, warga asing yang bekerja di bidang kesenian dan budaya enggan dicap sebagai ekspatriat, istilah yang menurut mereka merujuk ke sosok kulit putih, kaya, dan arogan.

Dalam sudut pandang real-estate, istilah perumahan ekspatriat lekat dengan kemakmuran dan kemewahan.

Faktanya, kini bukan hanya pialang saham yang melihat peluang bisnis dari para ekspatriat. Menurut Clap Global, perusahaan rintisan di bidang pendidikan, populasi ekspatriat di Mumbai yang naik-turun merupakan sumber perubahan sosial.

Premis yang diajukan Clap Global sederhana: perusahaan mendatangkan warga asing ke India dan melibatkan mereka pada aktivitas pendidikan lokal. Para ekspatriat itu diminta menjadi pengajar tamu yang memaparkan tentang budaya dan negara asal mereka.

Salah satu pendiri Clap Global, Shirin Johari, menilai para siswa secara tak sadar menyerap beragam stereotip tentang budaya asing. Bias yang mereka cerna itu dapat memunculkan prasangka.

"Saat saya berteman dengan banyak orang dari berbagai penjuru dunia saat saya berusia 20 tahun, saya berupaya menghapus stereotip yang ada dalam pikiran saya."

"Namun mengapa anak-anak di Mumbai harus menunggu lama hingga mereka berusia 20 tahun untuk memusnahkan bias-bias itu," ujar Johari.

Marlies Bloemendaal, warga Belanda yang mendirikan ruang kolaboratif di Mumbai Selatan, tak menganggap dirinya sebagai ekspatriat.

"Saya tidak datang ke Mumbai untuk mengejar uang. Saya tidak hidup dalam tempurung. Saya datang ke sini karena saya mencintai kota ini. Saya mempelajari segala yang ada di Mumbai secara penasaran dan dalam pergaulan."

"Kini saya melihat semakin banyak wirausahawan yang datang ke Mumbai dan memulai bisnis mereka, berkebalikan dari tipikal pekerja kantoran," kata Bloemendaal. (bbcindonesia.com)

Kabar stasiun luar angkasa China, Tiangong-1 yang akan jatuh cukup meresahkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, benda yang berukuran setara dengan bus tingkat tersebut berpeluang jatuh di wilayah Indonesia.

Meski begitu, prediksi jatuhnya stasiun luar angkasa tersebut baru akan terjadi pada bulan April. Hal ini disampaikan oleh Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN "Masih ada waktu cukup lama untuk memprediksi kapan jatuhnya (serpihan Tiangong 1).

Perkiraan kami antara awal April sampai pertengahan April," kata Thomas saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/03/2018). Perkiraan waktu yang masih lama ini bagi Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir, cukup menarik. Itu karena sebelum waktu tersebut benda tersebut akan terlihat di langit Indonesia, bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.

"Pada rentang waktu 18 hingga 24 Maret 2018 TU, Tiangong-1 diprakirakan akan melintas di atas Indonesia terutama pada saat fajar dan senja," ungkap Marufin saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/03/2018).

"Sehingga memungkinkan melihat saat-saat terakhir Tiangong-1 di langit. Tentu saja sepanjang cuaca cerah," sambungnya. Marufin juga menjelaskan setidaknya ada 3 kota di Indonesia yang menjadi tempat kita bisa menyaksikan Tiangong-1. Ketiga kota tersebut adalah Jakarta, Makassar, dan Sorong.

Di Jakarta sendiri, Tiangong-1 terlihat pada 19, 20, 22, dan 23 Maret 2018. Durasi terlihatnya cukup singkat hanya sekitar 1 hingga 4 menit saja. Sedangkan di Makassar, Tiangong-1 kan terlihat pada 20 dan 22 Maret 2018. Di Sorong, stasiun luar angkasa tersebut terlihat pada 19 hingga 24 Maret 2018. (kompas.com)

Seekor buaya kecil ditemukan tengah berkeliaran di jalanan kota Melbourne dengan santainya pada Hari Natal, sehingga polisi pun sibuk mencari pemilik hewan sepanjang 1 meter tersebut.

Menurut petugas kepolisian, buaya air tawar itu kemungkinan merupakan hewan peliharaan yang terlepas dari tempatnya.

Warga setempat yang sedang berjalan-jalan sore berpapasan dengan hewan melata itu di sebuah jalan di pinggiran kota.

Kepolisian negara bagian Victoria mengatakan, tatkala menerima laporan itu awalnya mereka merasa tak terlalu yakin dan menyangka bahwa penduduk sebenarnya melihat biawak besar, kendati para petugas segera pergi ke sekitar lokasi untuk mencarinya.

Ternyata mereka menemukan seekor buaya air tawar sepanjang 1 meter tengah "diam dengan tenang di trotoar".

Mereka pun langsung memanggil pawang, Mark Pelley untuk mengatasi gangguan hari Natal yan tak biasa itu.

Sang pawang mengungkapkan polisi memanggilnya malam itu dengan mengatakan: "Ada seekor buaya yang berjalan-jalan dan saat ini berada di luar sebuah rumah sakit."

Pelley mengatakan kepada stasiun radio setempat, 3AW ia bergegas ke lokasi dan menjumpai "lima petugas polisi yang ditatap oleh seekor buaya berukuran sedang, sekitar tiga setengah kaki, dan buaya itu tampak tidak gentar".

Buaya itu kemudian berusaha untuk meloloskan diri ke dalam semak-semak, namun ditarik ekornya. Ia kini berada di karantina otoritas margasatwa negara bagian itu.

"Kami masih menganggap, dia adalah hewan peliharaan yang lepas, karena kawasan ini jauh dari perairan," Sersan Daniel Elliott dari kepolisian mengatakan pada hari Selasa (26/12).

Para pemilik hewan peliharaan di Victoria diizinkan untuk memelihara buaya dengan ukuran maksimum 2,5 meter. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM